#Pengabdian Masyarakat

Opini

Suap, PR Indonesia Agar Tidak Jadi Negara Gagal

Gagalnya sebuah negara adalah negara yang tidak dapat memenuhi syarat bahwa masyarakatnya menerima fasilitas dan hidup sejahtera, kegagalan sebuah negara memiliki beberapa faktor mulai dari terkenanya bencana serta terdampaknya krisis ekonmi yang disebabkan oleh inflasi.  Menrut ron smith kegagalan sebuah negara bukan hanya berdasarkan dari faktor ekonominya saja tetapi juga bisa dari faktor geografi, kebudayaan, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.   Apakah Indonesia termasuk negara gagal?. Saya tidak setuju dengan kata bahwa Indonesia adalah negara yang tidak maju, karena pada tahun 2012 lembaga Fund Of Peace yang berpusat di Washington DC mengeluarkan indeks negara gagal, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 178 negara didunia. Maka sebab itu saya tidak menganggap negara ini negara yang gagal hanya saja negara ini berada dalam fase pembangunan ini yang menyebabkan masayrakat berpikir bahwa negara ini tidak akan maju dan akan gagal. Dari mulai pembangunan besar besaran yang dilakukan oleh pemerintahan kita dari pemerintahan pusat sampai kedesa desa, hal ini sudah mewakili bahwa negara kita dalam fase pembangunan. Belum lagi proses kenaikan harga bahan pokok pangan dan masalah lainnya yang menyebabkan negara kita terlihat seakan akan tidak maju.   Kekurangan negara kita yaitu sasaran yang belum tepat menurut saya dari mulai infrastruktur hingga bantuan bantuan bansos, seperti pada saat pembagian bansos kepada masyarakat miskin terkadang masih banyak orang yang susah dan tidak punya rumah sehingga mereka tidak dapat bantuan dari pemerintahan, belum lagi kasus yang sempat viral di negara kita ini yaitu korupsi dana bansos yang dilakukan oleh mantan menteri sosial kita juliari batubara. Maka dari itu,bagaimana kita mengahadapi kasus kasus yang membuat negara kita menuju gagal? Kita sebagai generasi penerus harus faham betuh bagaimana sistem kerja negara ini. Kita sebgai generasi selanjutnya melanjutkan para bapak dan ibu menteri serta pejabat pejabat lainnya, kita diharuskan faham dengan masyarakat kita mulai dari harga pokok pangan,harga bahan bakar,hingga Upah para buruh. Kita harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang orang yang memilih kita sebagai pemimpin dan masalah terbesar kita di negara ini adalah SUAP. Hal tersebut yang membuat para pejabat kita kurang efektif dalam melaksanakan tugasnya.   Apakah Indonesia akan gagal? Jika diterus teruskan seperti ini mulai dari hutan dibabat habis dan diganti dengan kelapa sawit, korupsi seperti hal yang wajar, suap menyuap antara pembisnis dengan pejabat. Negara ini akan gagal jika seperti itu, anggaran kita akan habis hanya dengan infrastruktur yang tidak tepat sasaran. Kita harus dapat memperbaiki pola pikir dan juga cara kita menjadikan negara ini terus berkembang.

alvian ananta putra 3 menit
Hukum

Ron Smith: Indonesia (Bukan) Negara Gagal

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi,budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Seberapa besarnya kendali pemerintah yang dibutuhkan agar tidak dicap sebagai negara gagal masih beragam di kalangan peneliti. Pada tahun 2012 akhir Juni  ketika lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, mengeluarkan Indeks Negara Gagal. Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia.   Apakah  Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya tidak, negara ini hanya saja dalam keadaan “stuck”, terlampau rendah tidak dan menjulang pun tidak, hanya ada beberapa aspek yang kadangkala menonjol atau bahkan mengalamj kemunduran (sirna). Saya sebut Indonesia sebagai negara “dalam bahaya” (in danger). Paling benar adalah menjadikan judgment “negara gagal” itu sebagai evaluasi  yang menguntungkan kita, tak perlu menolaknya  atau menerimanya, melainkan harus mengolahnya sebagai kesadaran untuk memperbaiki kenyataan.  Evaluasi seperti apa? dari berbagai kontribusi Negara, langkah itu harus disertai prinsip usaha, kerjasama  dan konsisten. Dalam rangka membangun Negara yang paling penting  sekarang adalah komitmen dari eksekutif dan legislatif untuk melaksanakan rencana pembangunan  agar benar-benar terwujud dan tepat sasaran.   Pembangunan yang tidak hanya pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia agar bisa menghasil manusia Indonesia yang terampil, cakap, dan berdaya saing. Pembangunan infrastruktur bisa saling terkait dengan pembangunan manusianya. Sehingga SDM meningkat, dapat bekerja karena tersedia lapangan pekerjaan, kondisi Geografis Indonesia yang memiliki kekayaan potensi, menggali kebermanfaatan dengan semaksimal mungkin, pendapatan tercukupi dan angka pengangguran ditekan. Kehidupan akan naik jenjang menjadi sejahtera terberantas dari kemiskinan.Kemajuan pola pikir SDM berdampak penuh atas awal gagal / maju  nya suatu Negara.     Di Indonesia pendidikan karakter dan kebangsaan harus diperkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh diganggu gugat. Nilai-nilainya harus diajarkan dan diinternalisasikan kepada setiap manusia Indonesia. Ketidaktahuan tentang kebijakan akan berdampak fatal walaupun Salah satu penyebab dari faktor ini adalah perilakutidak peduli yang timbul dalam diri masing-masing individu, dan yang bisa merubah adalah individu itu sendiri.Karena Indonesia memliki ideologi yang bagus dan mengikuti zaman, yaitu Pancasila. Dimana ideologi tersebut mengajarkan kita untuk berdasar kepada Tuhan, bersikap adil dan beradab, bersatumeskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan, tidak egois dan mementingkan kepentingan bersama. Tak terlepas dari keyakinan kita kepada Tuhan yang Esa, usaha disertai doa semoga Tuhan selalu menjaga melindungin senegap bangsa dan negara dan  apa yang dicita citakan Bangsa Negara ini terwujud adanya merdeka dan sejahtera.

nur rasyita4 menit
Pendidikan

Ajak Agen Pemulihan Iklim, Mahasiswa UM Adakan Kegiatan untuk Hari Menanam Pohon Indonesia

Malang (6/12) - Desa Gadingkulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Malang. Secara geografis Desa Gadingkulon terletak di lereng kaki Gunung Kawi bagian utara dan lereng kaki Gunung Panderman di bagian selatan yang menjadikan desa ini berhawa sejuk dan asri. Potensi tersebut dilihat dari adanya beberapa destinasi ekowisata, salah satunya Coban Parangtejo.   Event Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2021 bertepatan pada hari minggu, 28 November 2021. KKNT-I Kimia UM berkesempatan untuk mengadakan penanaman bibit pohon yang berlokasi di tempat wisata Coban Parangtejo. Coban parangtejo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang berdekatan dengan hutan lindung. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Dinas Perhutani Kota Malang dan Fakultas Kimia UM. Bibit yang ditanam berupa bibit alpukat, nangka, durian, matoa, tabibuya, kayu putih, jambu merah, kelor, trembesi, cokalt, duren yang memiliki jumlah sekitar 200.       Kegiatan Hari Menanam Pohon Indonesia diikuti oleh volunteer dan diramaikan oleh anak PAUD Flamboyan 3. Kegiatan penanaman oleh anak PAUD diawali dengan pemanasan dan outbond. Selepas outbond anak-anak diarahkan untuk melakukan kegiatan inti  berupa penanaman bibit bunga tabibuya di sepanjang jalan wisata Coban Parangtejo. Anak-anak sangat antusias terhadap kegiatan penanaman yang dilakukan terutama ketika diberikan penjelasan mengenai pentingnya menanam pohon bagi kehidupan sekitar. Pemilihan tempat di sekitar parangtejo karena medan mudah diakses bagi anak usia dini.   Kegiatan penanaman oleh volunteer diawali dengan sambutan dan breefing mengenai medan yang akan ditempuh. Tempat penananam berada di lereng perbukitan yang dapat diakses oleh volunteer laki-laki, sedangkan perempuan mendapatkan bagian di dekat air terjun parangtejo. Volunteer sangat antusias terhadap kegiatan, walaupun medan dan cuaca yang sedikit kurang mendukung. Harapan diadakan kegiatan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan karena sebagaimana diketahui bahwa terjadi perubahan iklim yang berdampak besar bagi bumi.

KKNTIUM3 menit
Pendidikan

Peresmian Bank Sampah sebagai Langkah Nyata Atasi Sampah Anorganik di Desa Gadingkulon

Malang (6/12) - Sukses adakan standing (studi banding) terkait pengolahan sampah di Bank Sampah Malang (BSM) pada November lalu. Anggota Dasawisma RT 15 mengadakan peresmian Bank Sampah yang berlokasi di Gazebo Pak Lan, Dusun Krajan, Desa Gadingkulon. Peresmian dilaksanakan oleh Ayu Laili selaku Ketua Koordinator Program dengan menggandeng Ibu Keizhia selaku ketua Dasawisma RT 15 dan Bapak Slamet selaku Kepala Dusun Krajan.   Bank sampah merupakan salah program yang digagas oleh KKN Tematik Integrasi sebagai upaya untuk mengelola sampah anorganik. Latar belakang program ini karena belum adanya pengelolaan sampah anorganik yang memadai di Desa Gadingkulon terutama untuk Dusun Krajan dan Princi. Hal ini karena belum adanya manajemen pemilahan sampah di TPST setempat, sehingga warga membuang sampahnya di lahan perkebunan.   Alur kerja bank sampah dimulai dari nasabah memilah sampah sesuai dengan ketentuan dan menukarnya dengan uang. Penukaran dilakukan berdasarkan perjanjian yang telah disepakati antara bank sampah RT 15 dengan bank sampah kota malang. Sampah akan diolah oleh bank sampah malang contohnya mengolah bungkus mie menjadi taplak meja sehingga dapat dijual kembali. Dengan demikian, sampah memiliki nilai ekonomi lebih dan dapat dipergunakan kembali.   “Diharapkan dengan adanya bank sampah dapat membangkitkan semangat warga Gadingkulon untuk memilah sampahnya. RT 15 ditunjuk sebagai role model perintisan bank sampah, sehingga dapat menjadi contoh bagi RT lainnya di Desa Gadingkulon,” Ucap Ayu.   Acara peresmian ditutup dengan penyerahan papan nama dan buku terkait jenis-jenis sampah untuk memudahkan anggota Bank sampah dalam memilah sampahnya. Mari wujudkan lingkungan bersih dengan memilah sampah anorganik.  

KKNTIUM2 menit
Pendidikan

Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon

Malang (4/12) - Jeruk merupakan salah satu komoditas utama Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pada musim panen meningkatnya produksi jeruk tidak sebanding dengan meningkatkanya jumlah konsumen menjadikan nilai jual jeruk semakin merosot. Hal ini menyebabkan banyak jeruk menjadi limbah.   Melihat situasi ini, Kelompok KKN Tematik Integrasi berupaya agar jeruk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengubah sari jeruk menjadi sabun cuci piring. Pengadaan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring dengan sari jeruk ditujuakn kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Princi di balai dusun setempat.   Kegiatan diawali dengan menerangkan alat dan bahan yang digunakan, dilanjutkan dengan proses pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk kepada para ibu KWT Dusun Princi. Dalam pembuatannya, sabun ini menggunakan bahan yang dapat dibeli langsung di toko kimia seperti: Texafon, Natrium sulfat, Foam boster, EDTA, Pewarna makanan, Parfum lemon, akuades, NaCl, dan sari jeruk. Peralatan yang digunakan dapat menanfaatkan perkakas rumah tangga.   "Pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk diharapkan digunakan untuk meningkatkan perekomian anggota KWT dan dapat diberkembang lagi. Karena dengan modal Rp.11.000 dapat menghasilkan 1 Liter sabun, ketika dikemas sebanyak 250 mL dapat keuntungan sebesar Rp.6000," ujar Riska selaku koordinator program.   Sabun cuci piring yang dihasilkan memang belum diuji secara klinis, sehingga belum diketahui seberapa besar higienitas yang dihasilkan. Namun, sabun cuci piring telah dipergunakan pada piring kotor dan menunjukkan hasil yang baik. Selain bersih juga memiliki aroma seperti sabun cuci piring pada umumnya.   Kegiatan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring mendapatkan respon positif bagi anggota KWT, hal ini dilihat dari antusiame anggota ketika mempelajari suatu hal baru. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi produk produk unggulan yang nantinya dapat diperjual berlikan sebagai upaya meningkatkan perekomonian setiap anggotanya.

KKNTIUM2 menit