#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Ecowisata Petik Jeruk Jadi Magnet Desa Gadingkulon, Begini Awal Mula Kisahnya

Malang (4/12) - Desa Gadingkulon merupakan desa yang terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Secara topografi desa ini berupa daratan dan sebagian besar adalah perbukitan dengan ketinggian ± 670 meter diatas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar 20℃ – 27℃ dengan curah hujan rata-rata mencapai 2.400 mm/ tahun. Secara umum mempunyai ciri geologis berupa tekstur tanah hitam dan coklat yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tanaman jenis hortikultura sangat cocok ditanam di sini, seperti segala macam jenis sayuran dan buah-buahan.   Potensi Desa Gadingkulon ini menggerakkan mahasiswa KKN Tematik Intergrasi untuk memberikan pendampingan pengembangan usaha petik jeruk. Pemberian papan mana serta desain tiket masuk merupakan inovasi untuk pengembangan wisata petik jeruk.   “Wisata petik jeruk merupakan usaha yang telah dibuka 2 tahun lalu. Namun karena kurangnya manajeman pengolahan, pembeli hanya berasal dari kalangan tertentu yang memang sudah kenal,” ujar pemilik Wisata Petik Jeruk, Wiharjo.   Jumlah kunjungan wisatawan akan banyak pada bulan mei dan juni, karena merpakan musim jeruk. Harga tiket masuk petik jeruk ini sangat terjangkau yakni Rp 15.000. wisatawan dapat berjalan-jalan dikebun jeruk, kemudian menikmati buah jeruk sepuasnya.   Wisatawan yang ingin membawa pulang jeruk akan dikenakan tarif sebesar Rp. 10.000/kg. Jeruk Punten berkulit kuning mengkilat, berdaging lembut, dengan rasa manis dan memiliki banyak air. Diameternya tergolong besar. Setiap satu kilogram memuat empat hingga lima buah.   “Selain pemberian papan nama dan tiket, penanaman bunga matahari dan bunga kertas sebagai salah satu upaya manajemen pengelolaan kebun. Dimana untuk menarik lalat buah sehingga tidak mendekati bakal buah jeruk yang ada.” ujar koordinator program, Cyntya.   Dengan adanya pendampngan pembuatan papan nama dan desain tiket diharapkan wisata petik jeruk yang berada di desa gadingkulon dapat berkembang pesat. Letaknya yang cukup mudah untuk dijangkau menggunakan kendataan pribadi dan tempatnya yang sangat sari memeberikan nilai lebih pada tempat ini sebagai salah satu rujukan wisata keluarga. Keunggulan wisata petik jeruk ini selain murah, lokasi yang mudah dijangkau dan terbatas membuat obyek wisata ini menjadi pilihan.

KKNTIUM3 menit
Pendidikan

Hygiene Campaign for Childern, Implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Negeri Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Malang (30/11) - SD Negeri 2 Gadingkulon merupakan salah satu dari tiga sekolah dasar yang berada di desa Gadingkulon, dusun Princi. Pada akhir September lalu  SD Negeri 2 Gadingkulon telah memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara shift yaitu membagi waktu siswa dalam melakukan pembelajaran sebesar 50%. Hal tersebut dikarenakan telah di tetapkannya Kabupaten Malang berada di wilayah PPKM Level 2, berdasarkan instruksi mentri dalam negeri Nomor 32 tahun 2021 tentang PPKM level 3, level 2, dan level 1.   Pemberlakukan PTM tersebut di tidak terlepas dari ketatnya penjagaan protocol kesehatan guna membentengi diri dari penyebaran virus COVID-19. Upaya prefentif berupa penyuluhan cara penerapan hidup bersih dan sehat merupakan salah satu yang dapat diterapkan. Program penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bentuk dari upaya untuk memberikan pelajaran berupa pengalaman pada tiap individu.   Usai sukseskan sosialisasi dengan metode dongeng bernada pada kelas 5 SD Negeri 2 Gadingkulon yang dilihat dari meningkatkan kesadaran siswa/i akan pentingnya mencuci tangan. Mahasiswa KKN Tematik Integrasi melakukan perubahan penyampaian dari dongeng secara langsung menjadi video interaktif. Tujuan perubahan cara penyampaian diharapkan agar ruanglingkup sosialisasi lebih luas, sehingga dapat digunakan khususnya sekolah dasar di Desa Gadingkulon dan masyarakat.   Penyerahan secara simbolik media sosialisasi penerapan PHBS dilakukan pada Jum’at 26 November 2021 dengan melibatkan Bapak Sir sebagai perwakilan sekolah. Penyerahan berupa poster cara menggunakan masker yang benar serta DVD berisi video pembelajaran dan musik mengenai Penerapan Hidup Bersih dan Sehat. Selain penyerahan di SD Negeri 2 Gadingkulon, KKN tematik Intergrasi melakukan kerjasama dengan SD Negeri 1 Gadingkulon dalam sosialasi pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.   “Dengan adanya video dan musik pembelajaran mengenai cara mencuci tangan dan menggunakan masker yang benar, di harapkan dapat menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada anak sejak usia dini.” Ujar Adham sebagai koordinator kegiatan sosialisasi PHBS. Video pembelajaran PHBS dapat dilihat oleh masyarakat umum melalui akun Youtube KKN TEMATIK INTEGRASI KIMIA UM DESA GADINGKULON. Link akun dapat di akses melalui https://youtube.com/channel/UC8JFJow_p9AoqKeaWwfrywg.

KKNTIUM3 menit
Pendidikan

Rintisan Social Enterpreneurship dalam Menangani Permasalahan Sampah melalui Kunjungan Ke Bank Sampah Kota Malang

Malang (12/11) - Manajemen pengelolaan limbah sampah menjadi urgensi yang perlu diperhatikan warga Desa Gadingkulon khusunya Dusun Krajan dan Princi. Urgensi tersebut disebabkan belum adanya manajemen pengelolaan sampah yang memadahi, menyebabkan permasalahan serius terutama di musim hujan. Permasalahan nyata yang terjadi berupa hanyutnya sampah warga yang tidak memiliki tepat pembuangan menuju perkebunan ketika  hujan deras. Salah satu upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan dari sampah rumah tangga yakni dengan manajemen pengelolaan sampah.   Dasawisma Gadingkulon merintis bekerjasama dengan Bank Sampah Malang untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah rumah tangga hingga memiliki daya jual serta memberdayakan masyarakat sekitar. Kunjungan Dasawisam pada Selasa, 9 November 2021 ke Bank Sampah Kota Malang berharap anggota dasawisma dapat menjadi pelopor dengan meniru dan bekerjasama untuk dapat memaksimalkan pengolahan sampah rumah tangga.     “Sampah rumah tangga terutama yang berjenis anorganik seperti plastik banyak dibuang dan tidak memiliki sistem pengelolaan yang tepat sehingga  dipandang sebelah mata oleh masyarakat.” Ujar Isa selaku pengelola Bank Sampah Malang. Dalam kunjungan ini, Isa menekankan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah sehingga tidak mencemari lingkungan.   Disamping manajemen pemisahan sampah, anggota dasawisma diajak untuk bergabung dalam kegiatan pembuatan kerajinan. Sampah yang telah dipilah dibentuk menjadi kerajinan sehari-hari seperti tempat tisu sehingga meningkatkan nilai ekonomi dan dapat memberdayakan masyarakat. Pembuatan kerajinan belum bisa berjalan secara maksimal dikarenakan pandemi, namun rencananya akan mulai dilaksanakan secara normal ditahun 2022 yang akan datang.   Kunci untuk mencapai Gadingkulon bebas dengan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan yakni dengan pemilahan sampah yang berupa perintisan bank sampah, sehingga masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri.

KKNTIUM3 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa UM Bantu Optimalisasi Cadangan Air pada Lahan Hujan untuk Peningkatan Produktivitas Petani Jeruk

Malang (8/11) - Gadingkulon merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang yang mendapatkan bantuan pada tahun 2005 untuk merintis kawasan ecowisata dengan komoditas utama jeruk. Salah satu bantuan berupa saluran irigasi pada setiap Dusun untuk mensuplai air ke kebun warga. Tandon air khususnya Dusun Krajan dibangun tandon utama yang dapat memuat 360 m  berada dibawah bukit dan tandon pembagi dengan daya tampung yang lebih kecil yaitu 8 m berada di atas bukit.   Menurut penuturan salah satu petani di sekitar tandon, penggunaan tandon air dilakukan secara bergilir. "Dulu tandon pembagi berfungsi dengan baik. Tapi sejak 2 tahun lalu tandon pembagi tidak bisa digunakan akibat bocor dan rusaknya pipa yang digunakan sebagai penyalur air dari tandon utama menuju tandon atas. Karena rusaknya tandon ya akhirnya kita buat tandon pribadi, meskipun kalau kemarau ambil airnya dari tandon bawah dan dipompa."   Kerusakan tandon air yang di atas mengakibatkan perlunya renovasi. Renovasi yang dilakukan menggunakan dana yang dikeluarkan dari PNBP FMIPA UM 2021, selain itu dana bantuan juga dilakukan untuk melakukan kegiatan hidroponik dan aquaponic di dasawisma yang bekerjasama dengan KKNT-I Kimia UM 2021. "Program yang dilakukan diharapkan dapat membantu mengaktifkan kembali fungsi tandon sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan desa. Renovasi bertujuan untuk memberikan nilai lebih dengan  mengganti tipe lama tandon yang hanya digunakan sebagai tempat penyimpanan air menjadi tandon dengan beberapa kelebihan berupa dapat menghimpun air saat musim kemarau sehingga dapat terisi dengan sendirinya, penambahan volume dengan memperlebar ukuran tandon menjadi 2 x 2 x3,5 m dan memperkuat bangunan fisik yang sebelumnya hanya menggunakan batu bata saja. Selain itu, ditambahkan pipa sepanjang 150 m. Harapannya tandon dapat digunakan sebagai sumber air oleh kelompok tani dan petani sekitar tandon" menurut Yudhi Utomo selaku koordinator PNBP FMIPA UM 2021.

KKNTIUM3 menit
Pendidikan

Bikin Bangga, Mahasiswa UM Rintis Bank Sampah untuk Membenahi Sampah dengan Merangkul Dasawisma Desa Gadingkulon

Malang (8/11) - Desa Gadingkulon merupakan salah satu Desa di Kecamatan Dau Kabupaten Malang, yang memiliki TPST tetapi masih belum dioperasikan secara maksimal. Sehingga, mahasiswa KKN Tematik Integrasi UM 2021 melakukan sosialisasi mengenai manajemen bank sampah dan pengelolaannya. Dengan diadakannya kegiatan ini, merupakan langkah awal dari perintisan bank sampah di Desa Gadingkulon. Tujuan awal dilakukannya kegiatan ini untuk memprakasai warga agar sadar tentang pentingnya pengelolaan sampah.  Kegiatan sosialisasi ini diadakan di perkumpulan Dasawiswa Rt.15 Desa Gadingkulon.               Ruang lingkup bank sampah meliputi sampah organik maupun anorganik. Seperti yang dituturkan oleh Yusuf Karyawan yang merupakan ketua dari unit M320 “bank sampah memiliki pengelolaan sampah sendiri baik sampah organik maupun anorganik, dan unit M320 sendiri merupakan bagian dari pengelolaan sampah organik dari sisa makanan rumah tangga baik sisa buah maupun sayur dan yang matang maupun masih mentah”. Keuntungan dari mengelola sampah terutama anorganik menjadi suatu barang daur ulang yang dapat memperpanjang umur sampah serta dapat dibuat menjadi suatu kerajinan dan sampah organik dapat menjadi pupuk cair, penghilang bau sampah, molase, dll. Untuk membuat pupuk cair, sampah organik diuraikan dengan mugott sehingga terbentuk berbagai macam produk, serta mugott juga dapat digunakan sebagai pakan ternak. Sehingga sampah yang sudah dikelola memiliki banyak keuntungan, salah satunya bernilai jual.   Kesulitan utama dalam perintisan bank sampah yaitu prosesnya. Ketika merintis hal baru pasti banyak tantangannya terutama dalam memanajemen dan ketidakselarasan dalam anggotanya. Maka, pengelola perlu memahami proses serta tidak mudah putus asa.   “Sampahmu tanggungjawabmu, sampahku tanggungjawabku” slogan ini ditekankan oleh Yusuf karena menurut beliau, mindset warga tentang pengelolaan sampah harus diubah karena sampah merupakan tanggungjawab semua orang bukan segelintir orang saja.   Melihat antusiasme anggota Dasawisma dari perintisan bank sampah di Desa Gadingkulon, diharapkan program ini dapat berjalan dengan baik. Meskipun akan ada faktor-faktor penggangu dari luar, seperti tanggapan dari masyarakat sekitar maupun manajemen internal sehingga perlu ditekannkan adanya transparansi kepada anggota maupun masyarakat lainnya. Harapan dari sosialisasi ini adalah sampah dapat dijadikan suatu hal yang berbenefit seperti dapat meningkatkan perekonomian, dapat melestarikan lingkungan sekitar, dan lain-lainnya.

KKNTIUM3 menit