Tidak ada koneksi internet. Menampilkan data tersimpan.
  • Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Ron Smith: Indonesia (Bukan) Negara Gagal

Ron Smith: Indonesia (Bukan) Negara Gagal

nur rasyita di Hukum
  • Senin, 6 Desember 2021 15:46:58
  • 4menit

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi,budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Seberapa besarnya kendali pemerintah yang dibutuhkan agar tidak dicap sebagai negara gagal masih beragam di kalangan peneliti. Pada tahun 2012 akhir Juni  ketika lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, mengeluarkan Indeks Negara Gagal. Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia.

 

Apakah  Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya tidak, negara ini hanya saja dalam keadaan “stuck”, terlampau rendah tidak dan menjulang pun tidak, hanya ada beberapa aspek yang kadangkala menonjol atau bahkan mengalamj kemunduran (sirna). Saya sebut Indonesia sebagai negara “dalam bahaya” (in danger). Paling benar adalah menjadikan judgment “negara gagal” itu sebagai evaluasi  yang menguntungkan kita, tak perlu menolaknya  atau menerimanya, melainkan harus mengolahnya sebagai kesadaran untuk memperbaiki kenyataan.  Evaluasi seperti apa? dari berbagai kontribusi Negara, langkah itu harus disertai prinsip usaha, kerjasama  dan konsisten. Dalam rangka membangun Negara yang paling penting  sekarang adalah komitmen dari eksekutif dan legislatif untuk melaksanakan rencana pembangunan  agar benar-benar terwujud dan tepat sasaran.

 

Pembangunan yang tidak hanya pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia agar bisa menghasil manusia Indonesia yang terampil, cakap, dan berdaya saing. Pembangunan infrastruktur bisa saling terkait dengan pembangunan manusianya. Sehingga SDM meningkat, dapat bekerja karena tersedia lapangan pekerjaan, kondisi Geografis Indonesia yang memiliki kekayaan potensi, menggali kebermanfaatan dengan semaksimal mungkin, pendapatan tercukupi dan angka pengangguran ditekan. Kehidupan akan naik jenjang menjadi sejahtera terberantas dari kemiskinan.Kemajuan pola pikir SDM berdampak penuh atas awal gagal / maju  nya suatu Negara.  

 

Di Indonesia pendidikan karakter dan kebangsaan harus diperkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh diganggu gugat. Nilai-nilainya harus diajarkan dan diinternalisasikan kepada setiap manusia Indonesia. Ketidaktahuan tentang kebijakan akan berdampak fatal walaupun Salah satu penyebab dari faktor ini adalah perilakutidak peduli yang timbul dalam diri masing-masing individu, dan yang bisa merubah adalah individu itu sendiri.Karena Indonesia memliki ideologi yang bagus dan mengikuti zaman, yaitu Pancasila. Dimana ideologi tersebut mengajarkan kita untuk berdasar kepada Tuhan, bersikap adil dan beradab, bersatumeskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan, tidak egois dan mementingkan kepentingan bersama. Tak terlepas dari keyakinan kita kepada Tuhan yang Esa, usaha disertai doa semoga Tuhan selalu menjaga melindungin senegap bangsa dan negara dan  apa yang dicita citakan Bangsa Negara ini terwujud adanya merdeka dan sejahtera.

Tag :

Pengabdian MasyarakatMinat & BakatTrue Story

Bagikan :

nur rasyita

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat, PMM UMM Berikan Edukasi Mengenai SPP-IRT
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Sabtu, 27 Maret 2021
    • 3 menit

    2.

    Tegas, Dosen FH UMM Tolak Isu Perpanjangan Masa Jabatan Presiden dalam Amandemen Konstitusi
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Selasa, 6 April 2021
    • 3 menit

    3.

    Bersiap Jadi Anotator, Dosen FH UMM Ikuti Workshop Bersama Komisi Yudisial RI
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Sabtu, 17 April 2021
    • 3 menit

    4.

    Gemar Menulis Artikel Ilmiah Hukum, Dosen FH UMM Terbitkan Buku
    Sholahuddin Al-Fatih di Hukum
    • Minggu, 25 April 2021
    • 3 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts

    Syarat dan KetentuanKebijakan Privasi