#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Edukasi Minumah Herbal Oleh Mahasiswa PMM UMM 34 Pada Anak Panti Asuhan Al-Husna

Malang (19/1) - Pandemi Covid-19 yang terjadi tahun 2020 masih belum mereda, hal ini membuat semua kalangan terutama kalangan dewasa maupun anak-anak perlu menjaga imunitas tubuh. Berdasarkan permasalahan tersebut, menarik perhatian kelompok 34 gelombang 18 PMM Universitas Muhammadiyah Malang untuk memberikan sumbangsi nyata dengan memberikan program pengedukasian minuman herbal wedang uwuh untuk anak-anak Panti Asuhan Al Husna Malang. Program pengedukasian minuman herbal yang sudah dijalankan ini berawal dari pemberian penjelasan mengenai pembuatan wedang uwuh kepada anak-anak Panti Asuhan Al Husna hingga tahapan meracik wedang uwuh yang dilakukan secara mandiri. Dengan dijalankannya program ini, dapat mengenalkan kepada anak-anak Panti Asuhan Al Husna mengenai bahan-bahan lokal yang dapat dijadikan minuman herbal dan bermanfaat untuk kesehatan dalam meningkatkan imunitas tubuh.     Wedang uwuh ini sendiri berasal dari Yogyakarta, yang mana dalam 1 bungkusan terdiri dari beberapa rempah-rempah diantaranya jahe, kayu secang, kayu manis, biji pala, sereh, kapulaga, dan gula batu. Ada beberapa kandungan dalam wedang uwuh yang membuat minuman ini dapat dikatakan sebagai minuman fungsional pada pandemi, sebab adanya senyawa bioaktif yang bermanfaat sebagai imunomodulator. Bahan-bahan yang terdapat pada wedang uwuh bermanfaat bagi kesehatan seperti sebagai antioksidan, anti kanker, anti bakteri, anti inflamasi, dan anti hiperkolesterolemia.     Dari program pengedukasian minuman herbal wedang uwuh yang telah berlangsung mendapatkan antusias yang sangat baik dari anak-anak, yang mana mereka sangat senang meracik wedang uwuh secara mandiri. Dengan berlangsungnya program tersebut dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak Panti Asuhan Al Husna akan bahan-bahan lokal yang dapat dijadikan minuman herbal untuk kesehatan tubuh. Terakhir kelompok 34 PMM melakukan pembagian wedang uwuh kepada pengasuh anak-anak Panti Asuhan Al Husna guna meningkat imunitas tubuh secara merata.

Chrisna Chandra3 menit
Pendidikan

PMM UMM Kelompok 45 Sulap Perpustakaan SDN Junrejo 02 Menjadi Tempat Belajar yang Nyaman

Batu (29/12) - Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang beranggotakan Fitri Ardiningsy Antika, Rindu Anugrah, Nurita Fazzun Kusuma, Dinda Kartika Rahmadani dan Denintya Eka Aprilia dengan Dosen pembimbing lapangan (DPL) Bapak Luqman Dzul Hilmi, SE., MBA.. Program ini dimulai pada bulan November 2021 dan berlangsung selama satu bulan hingga Desember 2021. Pengabdian ini dilakukan melalui renovasi perpustakaan yang di mana tempat bagi  siswa dan siswi untuk mencari ilmu melalui buku. Sekolah yang menjadi target dari mahasiswa PMM ini yaitu SDN Junrejo 02 yang terletak di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.   “Sebenarnya perpustakaan ini baru saja selesai direnovasi, namun karena adanya pandemi membuat perpustakaan menjadi berantakan dan tidak terurus. Jadi pihak sekolah meminta bantuan kepada kami untuk membantu merapihkan perpustakaan di SDN Junrejo 02 menjadi tempat yang nyaman dan layak untuk digunakan.” Ucap salah satu mahasiswa PMM Kelompok 45.   Kondisi dari perpustakaanya terlihat berantakan, malah sangat tidak layak untuk dijadikan tempat belajar. Karena banyak buku yang tercecer tidak sesuai dengan jenisnya, tentunya yang akan membuat siswa dan siswi merasa kebingungan nantinya. Belum lagi rak buku yang memiliki banyak debu, yang bisa saja membuat pernafasan dari siswa dan siswi terganggu. Apalagi, sekolah secara offline sekarang sudah mulai dilakukan. Yang berarti perpustakaan dari sekolah ini akan segera digunakan oleh para siswa dan siswinya.   Renovasi yang dilakukan perpustakaan ini memakan waktu selama kurang lebih satu bulan. Langkah pertama yang dilakukan oleh mahasiswa untuk merapihkan perpustakaan yaitu dengan menggabungkan buku-buku sesuai dengan jenisnya. Kemudian, terlihat pada perpustakaan masih banyak buku yang dikirimkan oleh pemerintah masih terikat dan terbungkus pada wadahnya. Hal ini dilakukan guna anak-anak dapat dengan mudah membaca buku dan tidak pusing ketika mencarinya.  Langkah kedua yang dilakukan yaitu dengan cara memindahkan rak-rak buku kembali pada tempatnya, serta menata tempat membaca untuk para siswa dan siswi yang dihiasi dengan gantungan dari kertas.   Kini, perpustakaan pun terlihat bersih dan rapi sehingga anak-anak dan guru dapat menggunakan perpustakaan ini dengan baik. Dengan adanya pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa ini dapat membuka mata dunia agar bisa menjadi sukarelawan bagi hal-hal yang berbau sosial.

PMM SDN Junrejo3 menit
Pendidikan

"Let Me Know About: Ca Prostat" Program Edukasi PMM UMM Kel. 56 Gel. 15

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai bentuk dharma pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa beranggotakan 5 orang (Bagas Danadipa, Bagus Satria Putra Bayu, M. Rizky HIdayatil Ghali, Raihan Bagus Fajar dan Ratih Ayu Radityawati A.Z.) yang tergabung ke dalam kelompok 56 gelombang 15 melakukan sosialisasi mengenai edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan dini kanker prostat.  Seperti yang diketahui, kanker Prostat merupakan penyakit keganasan mematikan Pria nomor satu di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa PMM kelompok 56 gelombang 15 mengadakan program kerja berupa penyebaran video edukasi “Let Me Know About: Ca Prostat”mengenai kanker prostat, mulai dari pengertian, faktor penyebab, tanda-tanda terkena kanker Prostat hingga bagaimana cara untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya kanker Prostat.  Mengingat kondisi yang belum kondusif untuk dilakukannya sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, maka kelompok PMM 56 melakukan penyebaran video edukasi dengan memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana untuk menyebarluaskan video edukasi mengenai kanker prostat melalui media sosial diantaranya:Instagram: (https://www.instagram.com/pmm56_gel15/)Youtube:  (https://youtu.be/SmYv_El9hjU )Tak hanya itu, kelompok PMM 56 ini juga memiliki program kerja online lainnya yang berisi informasi-informasi bermanfaat seputar kanker serviks. Seluruh informasi dapat diakses melalui kanal YouTube: PMM kelompok 56, melalui Instagram: @pmm56_gel15 . Kegiatan kelompok PMM 56 ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Octavina Rizky Utami Putri, M.PdDari kegiatan yang dilakukan oleh kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dini terhadap kanker prostat agar angka kejadian kanker prostat di Indonesia dapat menurun.

Bagas Danadipa3 menit
Hukum

Indonesia Peringkat 61 dari 177 Negara; Menuju Gagal?

Menurut majalah Fund for Peace dan Foreign Policy Magazine Indonesia sebagai negara gagal urutan ke 61 dari 177 negara. Menurut Robert I Rotberg Negara Gagal (Failed States) adalah Negara yang sangat sukar mencapai targetnya untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Umumnya terdapat non state actors yang berpengaruh dan membantu memenuhi kebutuhan hidup penduduk. Keamanan nyaris menjadi hal yang tidak ada kecuali di kota-kota besar. Ekonomi tak berjalan, kualitas kesehatan yang buruk, dan sistem pendidikan terabaikan. Korupsi menjadi hal yang marak, dan diperparah oleh inflasi.   Negara gagal dapat di artikan sebagai berikut Negara gagal adalah negara yang tidak memiliki kemauan atau kemampuan melindungi warga negara dari berbagai bentuk kekerasan dan bahkan kehancuran tidak dapat menjamin hak-hak warga negara baik di Tanah Air sendiri maupun di luar negeri dan tidak mampu menegakkan dan mempertahankan berfungsinya konsep Negara gagal mengacu pada negara tertentu yang menganggap diri mereka berada di luar tatanan hukum baik domestik maupun internasional, yang membuat mereka bebas melakukan agresi dan kekerasan. Pemerintah seakan-akan tidak lagi dapat menyediakan kebutuhan pokok, seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan bahan kebutuhan pokok. Bentrokan-bentrokan horizontal di antara kelompok etnisitas yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Hilangnya kepercayaan masyarakat yang merata dan menyeluruh terhadap eksistensi pemerintah.   Opini menurut saya tentang Indonesia negara gagal Menurut opini pandangan saya saat ini Indonesia masih belum di katakan sebagai  negara gagal akan tetapi menuju arah negara gagal . jika pemerintah Indonesia sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat, dsan konflik horizontal terjadi di masyarakat dalam bentuk pertentangan, agama dan antargolongan. Baru dapat di katakan sebagai negara gagal , untuk sejauh ini pemerintah masih bisa menyediakan kebutuhan bagi masyarakat dan masyarakat masih percaya dengan pemerintah walaupun banyak terjafi korupsi di pemerintahan   Terjadinya negara gagal bukan karena kebetulan atau kecelakaan, tetapi ulah manusia. Kebijakan dan kesalahan pemimpinan telah menghancurkan negara. fenomena yang terjadi saat ini seolah  –  olah mengarahkan Indonesia sebagai salah satu failed state ( Negara gagal ), hal tersebut terjadi karena system politik yang sejak masa reformasi tidak sesuai dengan Undang Undang yang menjadikan system politik ini menjadi tidak lebih baik ketika sebelum masa reformasi terjadi. Akibat dari buruknya system politik Indonesia ini

Ryan Nabhan4 menit
Hukum

Faktor Ekonomi Jadi Faktor Utama Negara Gagal?

Negara gagal dalam Why Nations Fail disebabkan karena faktor ekonomi. Tapi Ron Smith dalam The Rius Journal punya pendapat yang berbeda, disini saya mempunyai 3 opini yaitu : 1. Dalam The Rius Journal ron smith punya pendapat yang berbeda yaitu terdapat faktor lain yang menyebabkan negara mengalami kegagalan,faktor tersebut adalah Faktor yang mengakibatkan suatu negara gagal yaitu faktor budaya yang merupakan salah satu jawaban yang lebih dominan. Secara umum faktor Budaya menyatakan bahwa atribut budaya tertentu seperti etika, halangan budaya, dan agama menjadi faktor penyebab bagi produktivitasnya sebuah masyarakat. 2. Menurut saya ada banyak cara yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia untuk menghadapi faktor tersebut. Kunci dari semua cara tersebut adalah kerjasama yang kuat dan konsisten. A. Untuk faktor geografi, setiap daerah memang memiliki letak geografi yang berbeda-beda. Tetapi, dibalik letak geografi yang berbeda-beda tersebut, tersimpan berbagai macam potensi yang jika disatukan, akan menghasilkan hasil yang sangat besar, yang dapat mencegah suatu negara menjadi gagal. Dan Indonesia sendiri sudah menerapkan yang namanya sistem otonomi daerah, yang berfungsi untuk mengelola potensi yang dimiliki masing-masing daerah. Hanya saja ada beberapa oknum pejabat otonomi daerah, yang kurang memperhatikan potensi dari daerahnya, sehingga daerah tersebut menjadi daerah yang tidak memiliki potensi, sehingga menjadi daerah yang bergantung dengan derah lain. B. Selanjutnya adalah faktor kebudayaan, Indonesia merupakan salah satu negara yang terdiri dari beragam budaya dari sabang sampai merauke. Dengan budaya yang beragam tersebut, Indonesia bisa mengadakan pertunjukan seni di berbagai negara, yang tentunya akan membawa dampak positif ke Indonesia sendiri. Seperti, dunia akan tahu kebudayaan Indonesia, sehingga tidak ada negara lain yang mengklaim. Dan, akan menarik minat masyarakat asing untuk melihat kebudayaan Indonesia secara langsung, yang tentunya akan meningkatkan perekonomian. C. Yang terakhir adalah faktor ketidaktahuan tentang kebijakan. Salah satu penyebab dari faktor ini adalah perilaku tidak peduli yang timbul dalam diri masing-masing individu, dan yang bisa merubah adalah individu itu sendiri. 3. Potensi menjadi gagal memang ada, tetapi sangat susah Indonesia menjadi negara gagal. Karena kita rencana pembangunan yang sudah tertata rapi dari jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Itu mulai dari pusat sampai daerah,". Tak hanya sekedar perencanaan pembangunan, Indonesia juga sudah memiliki sarana-prasarana serta pranata-pranata yang stabil untuk menjalankan rencana pembangunan tersebut. Sehingga, apa yang direncanakan, benar-benar dilaksanakan meskipun implementasinya kadang tidak sampai 100 persen berhasil.

erlangga Yanni putrah3 menit