
Malang (4/12) - Jeruk merupakan salah satu komoditas utama Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pada musim panen meningkatnya produksi jeruk tidak sebanding dengan meningkatkanya jumlah konsumen menjadikan nilai jual jeruk semakin merosot. Hal ini menyebabkan banyak jeruk menjadi limbah.
Melihat situasi ini, Kelompok KKN Tematik Integrasi berupaya agar jeruk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengubah sari jeruk menjadi sabun cuci piring. Pengadaan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring dengan sari jeruk ditujuakn kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Princi di balai dusun setempat.
Kegiatan diawali dengan menerangkan alat dan bahan yang digunakan, dilanjutkan dengan proses pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk kepada para ibu KWT Dusun Princi. Dalam pembuatannya, sabun ini menggunakan bahan yang dapat dibeli langsung di toko kimia seperti: Texafon, Natrium sulfat, Foam boster, EDTA, Pewarna makanan, Parfum lemon, akuades, NaCl, dan sari jeruk. Peralatan yang digunakan dapat menanfaatkan perkakas rumah tangga.
"Pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk diharapkan digunakan untuk meningkatkan perekomian anggota KWT dan dapat diberkembang lagi. Karena dengan modal Rp.11.000 dapat menghasilkan 1 Liter sabun, ketika dikemas sebanyak 250 mL dapat keuntungan sebesar Rp.6000," ujar Riska selaku koordinator program.
Sabun cuci piring yang dihasilkan memang belum diuji secara klinis, sehingga belum diketahui seberapa besar higienitas yang dihasilkan. Namun, sabun cuci piring telah dipergunakan pada piring kotor dan menunjukkan hasil yang baik. Selain bersih juga memiliki aroma seperti sabun cuci piring pada umumnya.
Kegiatan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring mendapatkan respon positif bagi anggota KWT, hal ini dilihat dari antusiame anggota ketika mempelajari suatu hal baru. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi produk produk unggulan yang nantinya dapat diperjual berlikan sebagai upaya meningkatkan perekomonian setiap anggotanya.
