• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon

Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon

KKNTIUM di Pendidikan
  • Sabtu, 4 Desember 2021 11:31:36
  • 3menit

Malang (4/12) - Jeruk merupakan salah satu komoditas utama Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pada musim panen meningkatnya produksi jeruk tidak sebanding dengan meningkatkanya jumlah konsumen menjadikan nilai jual jeruk semakin merosot. Hal ini menyebabkan banyak jeruk menjadi limbah.

 

Melihat situasi ini, Kelompok KKN Tematik Integrasi berupaya agar jeruk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan mengubah sari jeruk menjadi sabun cuci piring. Pengadaan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring dengan sari jeruk ditujuakn kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Princi di balai dusun setempat.

 

Kegiatan diawali dengan menerangkan alat dan bahan yang digunakan, dilanjutkan dengan proses pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk kepada para ibu KWT Dusun Princi. Dalam pembuatannya, sabun ini menggunakan bahan yang dapat dibeli langsung di toko kimia seperti: Texafon, Natrium sulfat, Foam boster, EDTA, Pewarna makanan, Parfum lemon, akuades, NaCl, dan sari jeruk. Peralatan yang digunakan dapat menanfaatkan perkakas rumah tangga.

 

"Pembuatan sabun dengan memanfaatkan sari jeruk diharapkan digunakan untuk meningkatkan perekomian anggota KWT dan dapat diberkembang lagi. Karena dengan modal Rp.11.000 dapat menghasilkan 1 Liter sabun, ketika dikemas sebanyak 250 mL dapat keuntungan sebesar Rp.6000," ujar Riska selaku koordinator program.

 

Sabun cuci piring yang dihasilkan memang belum diuji secara klinis, sehingga belum diketahui seberapa besar higienitas yang dihasilkan. Namun, sabun cuci piring telah dipergunakan pada piring kotor dan menunjukkan hasil yang baik. Selain bersih juga memiliki aroma seperti sabun cuci piring pada umumnya.

 

Kegiatan penyuluhan pembuatan sabun cuci piring mendapatkan respon positif bagi anggota KWT, hal ini dilihat dari antusiame anggota ketika mempelajari suatu hal baru. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi produk produk unggulan yang nantinya dapat diperjual berlikan sebagai upaya meningkatkan perekomonian setiap anggotanya.

Tag :

Pengabdian Masyarakat

Bagikan :

KKNTIUM

Pengabdian bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Inilah kontribusi kami kepada masyarakat, bagaimana dengan kalian?

Mungkin Anda Tertarik

1.

Pendaftaran Beasiswa Etos Kemitraan Sudah Dibuka Mulai 3 April 2021, Yuk Simak Penjelasannya
MASYKUR HUDA di Pendidikan
  • Minggu, 4 April 2021
  • 4 menit

2.

Bikin Bangga, PM Youlead 1 Malang Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI PT UM Periode 2021-2022
Sholahuddin Al-Fatih di Pendidikan
  • Senin, 5 April 2021
  • 2 menit

3.

Hand Hygiene: Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Dongeng pada SDN 2 Gadingkulon
Alifah di Pendidikan
  • Sabtu, 24 Juli 2021
  • 3 menit

4.

Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon
KKNTIUM di Pendidikan
  • Sabtu, 4 Desember 2021
  • 3 menit
© 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts