#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Dorong Jiwa Sosial Aktivis Mahasiswa, BAKTI NUSA Gelar Final Pitching 2022

Bogor (11/3) - Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dipaparkan bahwa tahun 2030 mendatang setidaknya terdapat 63 juta generasi muda di Indonesia. Berkaca pada paparan tersebut, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) berkomitmen menangkap momentum dengan mendorong generasi muda untuk memberikan dampak kemajuan dalam berbagai bidang.   Komitmen ini diwujudkan BAKTI NUSA dengan menyelenggarakan Final Pitching sebagai kegiatan puncak Leadership Project Incubation 2022. Inisiatif ini bertujuan menilai lima puluh leadership project para penerima manfaat BAKTI NUSA dan diharapkan mampu melahirkan aktivis mahasiswa yang dapat berkontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia berdaya.   “Melalui Final Pitching ini, BAKTI NUSA berharap para penerima manfaat dapat memperoleh pemahaman baru yang lebih komprehensif dan praktikal, sehingga bisa semakin mendorong jiwa sosial serta membuka potensi memperbesar multiplier effect program kepada masyarakat.” kata Learning Designer di BAKTI NUSA, Muhammad Awaldi Rahman.   “Dalam kegiatan ini, para penerima manfaat melakukan online sprint pitching dengan durasi maksimal lima menit. Tentu itu sangat challenging bagi mereka, namun tetap menjadi sangat menarik ketika pemaparan ide beserta solusi kreatifnya mengenai creating innovative and sustainable leadership projects for broadening impact.” lanjutnya.   Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya.   Rafiq Usdiqa Maulana, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus salah satu peserta Final Pitching 2022, mengaku sangat terkesan dengan adanya kegiatan ini. “Paling berkesan saat sesi pitching berlangsung. Saya diberikan insight dan saran yang sangat bagus tentang leadership project, dan itu belum pernah terpikirkan sebelumnya. Saran tersebut bisa menjadi inovasi produk yang akan saya buat selanjutnya.” terang Rafiq, pemilik Leadership Project bernama Prorejo Malang. (MAR)

Bakti Nusa3 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM UMM Kel 78 Gel 16 Melakukan Cek Tekanan dan Gula Darah Gratis

Malang (2/3) - Di tengah pandemi yang masih berlangsung, Mahasiswa UMM yang tergabung dalamkelompok Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) turun memberikan edukasi perilakuterkait tekanan darah dan kadar gula darah pada masyarakat Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pelaksanaanpengabdian masyarakat ini dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 78 Gelombang 16 adalah Shabrinda Adilia R, Ardini Kusuma Wicitra, Feby Alfina Damayanti, Erina Sofia Atha, dan Saskia Chairunnisa.   Salah satu kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas KedokteranUMM dalam program PMM Bhaktiku Negeri Gelombang 16 Kelompok 78 di DesaMulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bentuk dari kegiatan tersebut adalahpemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi perilaku tentang tekanan darah dan kadar gula darah secara gratis.Pandemi membuat sebagian masyarakat enggan untuk datang ke fasilitas kesehatandikarenakan situasi yang masih kurang stabil, untuk itu mahasiswa Fakultas Kedokteran UMMturun langsung ke masyarakat untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dari rumah kerumah.   Koordinator Kelompok PMM 78 Gelombang 16, Shabrina Adilia Roida mengungkapkan bahwa “Pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan gula darah ini dilakukan sebagai salah satu upaya menambah wawasan tentang pentingnya menerapkan hidup sehat. Karena sampai saat ini beberapa daerah terutama di daerah pedesaan, kesadaran masyarakatdalam hidup sehat masih sangat rendah. Sehingga dengan adanya program pemeriksaan tekanan darahini harapannya dapat menumbuhkan rasa kesadaran dari masyarakat untuk selalu menjaga diri”ungkapnya.   Masyarakat Desa Mulyoagung menyambut kedatangan mahasiswa UMM denganantusias, para warga dengan sukarela mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Tak sedikit jugawarga yang bertanya bagaimana untuk menjaga tekanan darah dan gula darah dalam batasnormal.“Alhamdulillah, dengan kedatangan mahasiswa UMM ini warga sekitar bisa cek kondisikesehatannya tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan, kami sangat senang bisa tahu tensi dangula darah walau di rumah saja,” kata Prayitno, Ketua RT 02 Desa Mulyoagung.   Selain pemeriksaan tekanan darah, para mahasiswa PMM Kel 78 Gel 16 juga memberikan starter pack. Starter pack tersebut berisi beberapa kebutuhan umum yang diperlukan terutaman pada masa pandemi ini seperti masker, hand sanitizer dan vitamin C.

Saskia Chairunnisa3 menit
Pendidikan

Teras Politik: Platform Digital Keren Karya PM BA 11 untuk Edukasi Politik dan Pemerintahan dari Perspektif Ilmu Pengetahuan

Ilmu Politik ataupun Ilmu Pemerintahan sering dipandang miring hanya menjadi realita praktis untuk mencapai kekuasaan saja. Padahal, sebagai sebuah ilmu pengetahuan, politik dan pemerintahan tentunya memiliki teori-teori maupun kaidah-kaidah yang sampai saat ini masih belum diketahui oleh orang banyak. Hal itu seringkali membuat mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan menjadi pesimis dan dipenuhi berbagai stigma.   Berbekal empati pada kondisi yang terjadi tersebut, Nurul Aulia, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya yang merupakan PM Baktinusa 11, bersama 2 orang temannya - Muhammad Nadhif Kurnia dan Rizal Nurhardian, berinisiatif mendirikan Platform edukasi sekaligus ruang yang nyaman bagi mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan saling memberikan pendapat dan belajar bersama. Platform ini diberi nama "Teras Politik"   Bercita-cita membawa value sharing, caring, dan inspiring, Teras Politik yang berdiri sejak September 2020 tersebut telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya: Live Instagram untuk mendiskusikan isu hangat politik dan pemerintahan, Open Volunteer mahasiswa ilmu politik dan pemerintahan se-Indonesia sebagai tempat belajar, Hingga berkolaborasi dengan beberapa partner strategist dengan harapan mampu mengedukasi masyarakat secara lebih luas lagi mengenai Politik dan Pemerintahan dalam perspektif Ilmu Pengetahuan.   Saat ini, Teras Politik masih terus berjalan dan berusaha berkembang dengan strategi digital. Harapannya, setelah kondisi membaik, Teras Politik pun mampu merambah pada kegiatan offline sehingga lebih dekat dengan mahasiswa dan masyarakat.      Edukasi mengenai Politik dan Pemerintahan sebenarnya tidak begitu sulit, hanya saja membutuhkan tekad yang kuat untuk terus membuktikan dan mampu merubah stigma di masyarakat. Melalui Teras Politik ini, Nurul Aulia sebagai founder berharap bahwa edukasi rutin melalui postingan Instagram dan beberapa campaign sosial yang sedang di lakukan, mampu menjadi awal bagi masa depan Ilmu Politik dan Pemerintahan yang mampu dikelas dalam kaca mata akademik. Tidak melulu dikaitkan dengan kondisi praktis seperti yang telah di sampaikan di awal.   Teras Politik masih aktif berjejaring dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan pada Ilmu Politik dan Pemerintaha untuk menjalin kerjasama. Dapat melalui partnership lembaga, maupun kolaborasi perorangan melalui open submission tulisan dan pendapat mengenai serba serbi dan kajian dalam Ilmu Politik dan Pemerintahan.    Bagi anda yang ingin mengulik Teras Politik lebih dalam lagi, bisa langsung mengunjungi laman Instagram milik Teras Politik pada instagram.com/teraspolitik      Penulis berharap semoga kedepannya Teras Politik mampu membawa napas baru bagi eksistensi Ilmu Politik dan Pemerintahan di Indonesia yang interaktif, informatif, dan tentu saja inspiratif. 

Nurul Aulia4 menit
Volunteerism

Diversifikasi Pangan Olahan Berbasis Buah Jeruk di Desa Selorejo

Malang (21/2) - Seorang mahasiswa dituntut untuk tidak hanya terfokus kepada akademik saja. Sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi, ada 3 poin kewajiban bagi mahasiswa maupun civitas akademika, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Dalam sebuah hadis juga dikatakan bahwa “sebaik-baik manusia, adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Thabrani dan Daruquthni), sehingga poin kebermanfaatan seharusnya menjadi motivasi tersendiri untuk melakukan lebih kepada orang lain. Salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatanpengabdian kepada masyarakat di Desa Selorejo.   Desa Selorejo merupakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Malang dan memiliki luas wilayah untuk pemukiman sekitar 40 Ha dan 410 Ha dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Tak heran jika desa terkenal dengan terkenal dengan wisatanya dan hamparan tanaman buah jeruknya yang luas. Pada musim panen, produksi jeruk di desa ini dapat mencapai 975 ton/bulan. Sayangnya, hasil panen yang melimpah ini tidak diimbangi dengan pengolahan jeruk yang lebih maksimal menjadi produk yang bernilai jual yang tinggi. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya program pemberdayaan masyarakat di Desa Selorejo guna mengembangkan potensi desa berupa sumber daya alamnya dan mendukung desa Selorejo  sebagai desa agroekowisata.     Kegiatan yang dilakukan di desa berupa pengolahan jeruk menjadi produk pangan olahan seperti kue, sirup, dan permen sehingga akan meningkatkan nilai dari produk itu sendiri dibandingkan sebelum adanya pengolahan lebih lanjut. Produk pangan ini nantinya akan dipasarkan di daerah Malang dan sekitarnya. Selain itu, limbah pengolahan seperti kulit jeruk akan diproses lebih lanjut menggunakan metode vermicomposting untuk meminimalisir limbah yang ada. Vermicomposting merupakan proses pembuatan pupuk kompos melalui pemanfaatan budidaya cacing. Vermicomposting ini nantinya akan menghasilkan dua produk utama yaitu biomassa cacing dan pupuk kompos bekas cacing. Cacing yang digunakan merupakan cacing pemakan sampah sehingga nantinya diharapkan limbah organik seperti limbah kulit jeruk tersebut dapat didekomposisi menjadi humus dan tanah yang dihasilkan kayak akan unsur hara. Adapun biomassa cacing dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein bagi beberapa hewan dan keperluan lainnya.     Dengan adanya pengabdian masyarakat ini, diharapkan ilmu yang didapatkan sewaktu berada di bangku perkuliahan tidak hanya sebatas teori saja, namun dapat langsung diimplementasikan di masyarakat seperti untuk membantu meningkatkan potensi sumber daya alam desa selorejo dan perekonomian masyarakat sekitar.

Rafiq Usdiqa Maulana4 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM 83 UMM Berikan Penyuluhan Bahaya Pornografi Sejak Dini

Malang (5/2) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Barnabas Asafah, Afifah Fitriyah Fahmi, Fathul Zannah Istiadi, Avni Amelia Putri dan juga Jasmine Farizqi Fajri yang tengah melaksanakan program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd., M.Pd di Yayasan Bina Asih Tunas Unggul, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.   Pornografi kian hari kian banyak memakan korban khususnya pada kalangan remaja bahkan anak-anak. Tidak heran kasus pelecehan seksual dan seks bebas makin meningkat tiap harinya, salah satunya disebabkan oleh kurangnya kontrol serta pengawasan orang tua dalam aktivitas gadget anak. Anak menjadi bebas dalam menyaksikan gambar dan tontonan apa saja yang mereka lihat tanpa tahu efek buruk yang akan terjadi kedepannya. Banyak dari usia anak-anak hingga remaja yang mengaku hanya ikut-ikutan teman saja, atau sekedar penasaran dan ingin coba-coba. Maka dari itu dalam kegiatan kami yang dilaksanakan pada Senin 3 Januari 2022 ini bertujuan untuk memberi penyuluhan serta edukasi akan bahaya kecanduan pornografi bagi tubuh dan mental agar menumbuhkan rasa peduli dan waspada pada diri anak akan hal-hal yang mereka lihat dari gadget mereka, dan dengan harapan dapat menurunkan tingkat pelecehan dan penyimpangan seksual, serta mencegah penyakit menular di kemudian hari.   Penyuluhan dilakukan dengan memberi materi yang sebelumnya telah disiapkan melalui tampilan power point yang menarik untuk anak serta video pembelajaran dalam bentuk animasi agar lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Kemudian di akhir penyuluhan kami membentuk beberapa kelompok untuk memberikan post test yang tujuannya adalah untuk melihat sudah sejauh mana pemahaman anak-anak tentang materi yang telah disampaikan. Anak-anak pun sangat antusias menyimak materi, terutama saat sesi game anak-anak sampai berebut untuk paling cepat menjawab "ka game nya seru banget besok masih ada lagi kan," ujar salah satu anak. Kegiatan dilaksanakan selama kurang lebih 2 jam, dengan persiapan yang dimulai pukul 12.30 WIB  hingga selesai pukul 15.00 WIB. 

Afifah Fitriyah3 menit