#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Semarak Lomba 17 Agustus di Panti Asuhan Darush Sholihin Bersama Kelompok 41 PMM UMM

PESANGGRAHAN, KOTA BATU -  Tanggal 17 Agustus merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Setiap tahunnya masyarakat Indonesia selalu merayakan dengan meriah, namun adanya pandemi, aktivitas masyarakat menjadi sangat terbatas dan berakibat seluruh kegiatan yang menimbulkan banyak massa harus diberhentikan sementara. Kondisi ini sangat berdampak terhadap terhentinya kegiatan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.   Pada hari Minggu, 2 September 2022 pada pukul 08.00 WIB diawali dengan senam pagi terlebih dahulu. Ada lima Mahasiswa PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa)  yang terdiri dari Aditya Panca, Tia Amelia, Fania Putri, Muhammad Thoyyib, Muhammad Rafi yang dibimbing oleh Sholahuddin Al Fatih, S.H, M.H selaku Dosen Pembimbing Lapangan  (DPL) dari Kelompok 41.   Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Anak-anak Panti Asuhan Darush Sholihin, semua anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan kami dikarenakan sebelumnya di Panti Asuhan tersebut belum pernah mengadakan lomba 17-an dikarenakan padatnya kegiatan di Panti Asuhan. Lomba-lomba tersebut antara lain lomba estafet air, makan krupuk, memasukkan paku dalam botol estafet, tebak gaya.      Pelaksanaan serangkaian lomba dalam rangka memperingati HUT RI mendapatkan respon yang positif dari anak-anak Panti Asuhan dan pengurus Panti Asuhan, serta ada juga wali santri yang ikut menyaksikan kegiatan tersebut. Antusiasme anak-anak Panti Asuhan dalam memeriahkan berbagai perlombaan sangat tinggi, baik dalam mengikuti lomba maupun mendukung peserta lomba. Hal ini menunjukkan bahwa ajang ini dapat digunakan sebagai pemersatu dan perekat angtar santri satu dengan santri yang lain sehingga terciptanya lingkungan yang harmonis.

Aditya Pancayuda3 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 65 Lakukan Cek Kesehatan Gratis Di Desa Sumbersekar Dusun Banjar Tengah

Kesehatan Merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT yang tidak bisa di perjual belikan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang melangsungkan kegiatan pengecekan kesehatan gratis pada masyarakat Sumbersekar Dusun Banjar Tengah RT 02 Rw 04. Kegiatan ini merupakan kegiatan atas dasar permintaan masyarakat sekitar, dikarenakan banyak masyarakat yang mengeluh terhadap kami, sehingga kami kelompok 65 langsung memenuhi permintaan masyarakat dengan memberikan pengecekan kesehatan gratis.   Kegiatan pengecekan kesehatan gratis tersebut dilakukan pada hari Jum'at (09/09/2022) di rumah singgah kami dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada kegiatan tersebut kami melakukan pengecekan tensi, pengecekan gula darah, dan pengecekan asam urat. Selain itu kami juga memberikan edukasi kesehatan serta pola hidup yang baik bagi masyarakat sekitar. Dan kami merekomendasikan juga buat PMM Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang selanjutnya untuk ber-PMM di sini. 

Lukmanul Hakim2 menit
Pendidikan

Pembukaan PMM Kelompok 84 oleh Mahasiswa UMM di Sambut Baik oleh Warga di Lereng Bromo

Kedatangan kelompok Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 84 Gelombang 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan di Desa Sedaeng, Kec.Tosari, Kab. Pasuruan, Jawa Timur telah resmi dibuka pada hari Senin 29 Agustus 2022 dan disambut hangat oleh warga desa sekitar serta dihadiri oleh  Abdul Hadi atau biasa dikenal dengan Dedik selaku Kepala Desa Sedaeng.   Kegiatan PMM Bhaktimu Negeri merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang di ikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk dari PMM ini dapat berupa pembuatan, pendampingan, penyuluhan, aplikasi, desain, serta pelatihan teknologi. Khususnya dalam hal ini masyarakat desa Sedaeng. Bentuk dari kegiatan PMM yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM ini yaitu pendampingan dan penyuluhan hukum guna memberikan gambaran dan solusi terkait permasalahan hukum yang terjadi.     Kegiatan PMM ini beranggotakan Karisma Gopinda Sari, Debrianti KR Putri Suprapto, M. Iqbal Prasetya, Rayanda Husny Mubarak, Adyuta Apta Camara Paris dari jurusan Hukum UMM yang akan mengangkat judul “Sosialisasi Dampak Negatif Pernikahan Dini dan Upaya Restorative Justice” di lingkungan Desa Sedaeng. Judul ini diambil karena menurut keterangan Kepala Desa setempat permasalah tersebutlah yang masih sering terjadi di lingkungan desa Sedaeng. Kegiatan PMM ini berada dibawah bimbingan Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL).   Pembukaan kegiatan PMM ini di awali dengan pengenalan dengan warga serta Karang Taruna. Dalam hal ini Kelompok PMM 84 Gelombang 9 berharap dengan sambutan yang baik dari warga desa sekitar menjadi awal yang baik untuk kegiatan PMM yang akan dilaksanakan kedepannya.

IQBAL PRASETYA3 menit
Volunteerism

Mahasiswa UM Kembangkan Aplikasi Edukasi Finansial Khusus untuk Disabilitas Netra

Disabilitas netra merupakan Sekelompok kaum inklusif yang terkendala dari penglihatan (visually impaired). Namun, meskipun hidup dengan keterbatasan fisik, ternyata mereka tak membuat mereka pantang menyerah. Mereka justru dianugerahi kelebihan berupa kekuatan dari indra pendengaran, ingatan, kebesaran hati dan lainnya yang tak selalu bisa dikuasai oleh orang normal. Mereka memiliki semangat hidup yang sangat tinggi dan selalu antusias mengetahui hal-hal baru. Bahkan, mereka selalu berusaha hidup mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Oleh karena itu, tidak heran jika sebagian besar mereka memilih berwirausaha.    Pernyataan ini dibuktikan oleh beberapa data. Dilansir dari Akurat.co, Persentase penyandang disabilitas yang bekerja sebagai pengusaha mencapai 70% dari total populasi disabilitas netra pada tahun 2019.  International Labour Organization (ILO) juga menyatakan bahwa terdapat tren peningkatan proporsi penyandang disabilitas yang berwirausaha, yakni dari dari 54,66% di tahun 2017 menjadi 58,25% di tahun 2020. Bahkan, Proporsi penyandang disabilitas yang berwirausaha 1,5 kali lebih banyak dibandingkan proporsi non-disabilitas yang berwirausaha. Data tersebut sesuai data Badan Pusat Statistika di Kota Malang tahun 2020, dari total populasi disabilitas netra berjumlah 262 orang, sebesar 95% berprofesi sebagai wirausaha pijat terapis. Data tersebut menunjukkan bahwa disabilitas netra memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berwirausaha agar bisa hidup lebih mandiri.    Namun, di samping data tingginya angka wirausaha, ternyata mereka mengalami kesulitan dalam mengakses permodalan usahanya. Berdasarkan hasil survei dari Disability Study Center 2016, sebanyak 65 persen penyandang disabilitas mengalami kesulitan mengakses layanan perbankan. Khususnya untuk disabilitas netra. Penelitian Dwitya (2016) juga menyatakan bahwa akses keuangan para disabilitas netra ini memang masih sangat minim. Hal ini karena proses pengurusan persyaratan yang diberikan oleh pihak perbankan sangat menyulitkan. Bank meminta adanya pendamping dengan kriteria, kepemilikan agunan, kelengkapan dokumen dan sebagainya. Menurut Adib (2020), disabilitas netra menjadi salah satu penyandang disabilitas yang mendapat predikat unbankable. Hal ini disebabkan karena kaum disabilitas netra yang less literate, sehingga membuat akses keuangan mereka ikut terhambat.   Kondisi less literate ini disebabkan karena minimnya edukasi keuangan yang diperoleh disabilitas netra yang berdampak rendahnya literasi keuangan mereka. Padahal, literasi keuangan ini sangat penting untuk disabilitas netra, agar mereka dapat mengelola keuangan secara lebih mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Adanya literasi keuangan ini tidak hanya memudahkan mereka dalam pengelolaan keuangan pribadi, akan tetapi juga meningkatkan pengetahuan mereka seputar produk dan jasa keuangan yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam mengakses permodalan terutama bagi disabilitas yang berwirausaha.    Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan tersebut, Mahasiswa Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah aplikasi yang berfokus pada akselerasi literasi keuangan disabilitas netra. Aplikasi terebut bernama Edufin.id. Aplikasi Edufin.id ini memiliki 3 fitur utama yang befokus pada : (1) Fitur scan uang untuk deteksi nominal mata uang (2) Fitur pinjam uang untuk mengenalkan disabilitas netra pada jasa keuangan fintech yang bisa menjadi alternatif dalam mengakses pendanaan usaha (3) Fitur edukasi uang untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan mereka seputar keuangan dan topik terkait lainnya.   Aplikasi Edufin.id ini diusung oleh 5 mahasiswa yang terdiri dari Nuriah Muyassaroh, Lilis Andriyani, Eka Nurhayati, Krisma Anuarin Hidayat dan Ambar Regita, dan telah berhasil mendapat pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).   Aplikasi yang dikembangkan ini telah di uji cobakan di lembaga UPT Disabilitas Netra Bina Sosial Kota Malang bersama penyandang disabilitas dan pendamping disabilitas netra. Mereka sangat antusias melakukan uji coba aplikasi dan mereka memiliki banyak harapan mengenai aplikasi Edufin ini. Mereka sangat bersyukur dengan kehadiran aplikasi ini karena jika memang diluncurkan, akan sangat membantu mereka dalam mendeteksi nominal mata uang, memudahkan akses pembiayaan dana, dan meningkatkan pengetahuan mereka seputar keuangan.   

Nuria Riry5 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM Mitra Dosen UMM Kelompok 44 Berikan Penyuluhan Kesehatan Gigi & Mulut di Kota Batu

Menjaga kesehatan gigi dan mulut penting untuk semua usia di kalangan masyarakat. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang melangsungkan kegiatan PMM Mitra Dosen beserta dosen pembimbing, Nur Melizza S.Kep.,Ns.M.Kep mengadakan kegiatan penyuluhan cara menjaga kesehatan gigi dan mulut di SMA N 02 Batu. Kegiatan penyuluhan memiliki tujuan sebagai sarana pelatihan kepada siswa dan siswi khususnya kelas X.10 agar bisa menjadi kader penyuluhan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat sekitar.    “Alhamdulillah, saya itu sangat senang atas kerja sama (dengan UMM) itu. Siswa-siswa yang telah dibimbing oleh dosen-dosen keperawatan UMM, mampu membawakan materi itu (oral hygine) dihadapan anak-anak SD, terutama dikelas 5 dan 6. Mereka mampu membawakan sepenuhnya, kami hanya mendampingi.” Ujar Saeroji, S.Pd selaku koordinator program proyek penguatan profil pelajar pancasila kelas X.10.   Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan pada hari Jum’at (19/08/22) di gedung aula SMA N 02 Batu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker serta mencuci tangan sebelum memasuki ruangan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan ada diantaranya, sambutan yang dilakukan oleh Saeroji, S.Pd selaku koordinator program proyek penguatan profil pelajar pancasila kelas X.10 dan Nur Laillatul Masruroh S.Kep.,Ns.MNS selaku perwakilan dari dosen keperawatan UMM. Pemberian materi serta kegiatan tanya jawab dilakukan oleh Anggraini Dwi Kurnia S.Kep.,Ns.MNS selaku dosen keperawatan UMM.    Materi yang diberikan adalah pemberian penjelasan bagaimana cara menjaga kesehatan gigi dan mulut serta memberikan demonstrasi cara menyikat gigi yang baik dan benar. Para peserta cukup antusias dengan kegiatan yang dilangsungkan. Siswa yang aktif dalam menyampaikan pertanyaan dan mau mengulang kembali materi yang sudah diberikan, diberikan reward setelah acara selesai.

Ingga NurSanti2 menit