#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Pembukaan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 70 Gelombang 6 Universitas Muhammadiyah Malang di SDN Dinoyo 1

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 70 Gelombang 6 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dilaksanakan di SDN Dinoyo 1, berlokasi di Jl. MT. Haryono No. 213, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan PMM ini diawali oleh pembukaan pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2022.   PMM Kelompok 70 Gelombang 6 ini beranggotakan Taraditha Islamy Gading T, Ni Luh Ayu Wiri Ardini S, Gina Yulia Mawi, M. Rofiqi Azkiya, dan Ahmad Gazali Purnomo A yang berasal dari Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Program Studi Manajemen dengan tema “Pentingnya Manajemen Waktu dan Mengembangkan Jiwa Kewirausahaan pada Siswa SDN Dinoyo 1”. Kegiatan PMM ini berada dibawah Bimbingan Ibu Agustin Dwi Haryanti, SE., MM.Ak selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL).   Pembukaan PMM ini dilakukan oleh seluruh anggota kelompok beserta Ibu Nurul Hidayatus Shobikhah, S.Pd. selaku Kepala Sekolah, beserta jajaran sekolah dan diakhiri dengan sesi foto bersama.   Setelah melakukan pembukaan, dilanjutkan dengan kegiatan lomba 17 Agustusan yang diikuti oleh seluruh siswa/i SDN Dinoyo 1, dan beberapa guru. Adapun beberapa lomba yang diselenggarakan yaitu lomba makan kerupuk, balap kelereng, estafet kardus, sarung berjalan, dan jepit balon.    Kegiatan PMM tersebut diwujudkan dengan memberikan sosialisasi dan pemaparan materi terkait pentingnya manajemen waktu, penanaman jiwa kewiraushaan, praktik pembuatan kerajinan, sosialisasi menabung, dan sosialisasi pengemasan serta pemasaran produk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Taradithaigt2 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Dan Toyota Auto 2000 Sukun lakukan Silatuhrahmi Dan Diskusi Bersama Masyarakat Desa Karangwidoro

Kamis, 15 September 2022 oleh Kelompok 55 Gelombang 9 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Toyota Auto 2000 Sukun melakukan silatuhrahmi dan diskusi bersama masyarakat Desa Karangwidoro. Silatuhrahmi dan Diskusi ini bertujuan mewujudkan program kerja PMM. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa masyarakat yang mendapatkan undangan. Selain itu diskusi yang dilakukan adalah mengangkat tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa” yang mana Mahasiswa PMM UMM melakukan penyuluhan tentang Pinjaman Online atau Pinjol yang sedang marak-maraknya.     Kegiatan ini juga melibatkan pihak Toyota Auto 2000 Sukun, yang mana memeberikan sponsor bagi Mahasiswa PMM UMM dalam melaksanakan kegiatan ini. Selain memberikan sponsor, Toyota Auto 2000 Sukun juga memberikan service gratis bagi masyarakat Desa Karangwidoro yang memiliki mobil dengan merk Toyota. Kemudian juga memberikan informasi tentang adanya kredit musiman. Kredit musiman ini ditunjukkan bagi para petani yang ingin membeli mobil dengan menggunakan kredit musiman yaitu dibayar waktu panen. Kredit musiman ini dianggap mempermudah petani dalam ingin membeli mobil yang diinginkan.     Kegiatan ini berlanjut dengan diskusi bersama Mahasiswa PMM UMM dengan membahas tentang Pinjaman Online atau Pinjol yang sering terjadi di dalam masyarakat. Pinjaman Online adalah fasilitas pinjaman uang oleh penyedia jasa keuangan yang beroprasi secara online. Beberapa anggota PMM memberikan materi kepada para undangan, dimulai dari pengertian, macam-macam pinjol, kemudian perbedaan pinjaman illegal dan legal serta akibat dari pinjaman online illegal. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat tidak terjerumus hal-hal yang illegal seperti pinjaman online yang tidak terdaftar dalam OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Karena sistemannya yang online atau virtual, pinjaman online ini tidak membutuhkan jaminan atau agunan, cukup dengan KTP saja bisa meminjan uang secara mudah. Masyarakat diharapkan mengetahui bahayanya pinjaman online illegal yang nanti pasti akan memberatkan masyarakat sendiri. Dengan adanya diskusi ini Mahasiswa PMM UMM dianggap sudah memberikan informasi yang penting bagi masyarakat desa.

Ivena Zara F3 menit
Pendidikan

PMM Kelompok 7 Tentang Pendekatan dan Perkembangan Emosional Kepada Anak Usia Dini”

Penyuluhan dilakukan di TK Siti Hajar yang beralamat di Jl. Ampel Pratama V BLOK E 2 No. 9 Perum Pesanggrahan Pratama Karangploso, Ampeldento, Kec. Karangploso, Kab. Malang Prov. Jawa Timur. Pada hari Senin 12 September 2022 oleh kelompok 34 gelombang 7 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang di bimbing dosen pembina lapangan (DPL) yaitu, Murtyas Galuh Danawati, S.Pd, M.Pd. dan terdiri dari 5 anggota yaitu, Moh Sulaiman, Divany Anggita Purnamasari, Galih Raka Siwi S, Tegar Rahmansyah Arif, dan Fitria Nisa’ul Ula. Melaksanakan progam kerja “Penyuluhan tentang Pendekatan dan Perkembangan Emosional kepada Anak Usia Dini” yang dihadiri oleh kepala TK, guru, murid dan beberapa wali murid. Dalam satu dekade yang dihadapi dengan masa pandemi, masyarakat dipaksa untuk melek terhadap teknologi untuk melaksanakan kegiatan mereka, seperti belajar di sekolah, bekerja dan aktivitas lainnya. akibatnya banyak rombakan yang terjadi pada masyarakat indonesia, banyak dampak positif dan negatif hadir di tengah-tengah masyarakat, contohnya banyak anak-anak kecil yang lupa dengan budaya mereka sendiri, bahkan banyak yang menyukai gadget dari pada bersosialisasi dengan masyarakat di luar, serta kurangya maksimalnya belajar online  di sekolah juga menurunkan minat baca para anak anak.   Kegiatan ini muncul melihat kondisi di TK maupun Paud masih kurang dalam pendekatan emosional, dan juga dalam dekade sebelumnya anak-anak dipaksa untuk belajar online, hal yang dapat kita ambil dari kejadian ini adalah mengenali emosi anak, mengekspresikan emosi dengan tepat, memotivasi diri anak, memahami perasaan orang lain, membina hubungan dengan orang lain melalui metode bermain peran anak dapat memerankan hewan, tokoh terkenal, atau benda-benda tertentu sesuai kehendaknya. Anak juga dapat bermain sendiri atau bersama temannya. Inti dari permainan ini adalah bebaskan anak untuk mengekspresikan emosi dan kreativitasnya dalam menjalankan perannya. Sebagai sarana penyaluran emosi, permainan ini terbilang efektif dalam menyalurkan ekspresi emosi sang anak.    Perlunya pendidik mengawasi jalannya permainan tersebut dan mengamati barangkali adanya gejala-gejala yang dapat terekspresikan dari permainan tersebut, sehingga pendidik dapat menangkap ekspresi apa yang sedang dipendam oleh anak. Tujuan utama menggunakan metode bermain peran ini yaitu, agar  anak mampu mengungkapkan perasaannya untuk mengurangi beban emosional. Bermain peran juga dapat menjadi salah satu metode pembelajaran dalam self-awarness pada anak atau kesadaran diri. Bagi anak, permainan adalah sesuatu yang menyenangkan, suka rela, penuh arti, dan aktivitas secara spontan. Permainan sering juga dianggap kreatif, menyertakan pemecahan masalah, belajar keterampilan sosial baru, bahasa baru, dan keterampilan fisik yang baru.

yogi alidrus3 menit
Pendidikan

Kemeriahan dan Ajang Kreativitas Pentas Seni Siswa TK Islam Restu Ibu Bersama Mahasiswa PMM UMM

Pentas seni telah dilaksanakan dengan meriah pada Jumat, 16 September 2022 pukul 07.30 sampai 10.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ibu Intarti Wahyu Prihatiningtyas, S.H.,  S.Psi selaku kepala sekolah, jajaran guru, seluruh murid TK A dan TK B yang berkumpul di dalam ruang kelas TK A. Penampilan seni ini diadakan sebagai bentuk program kerja anggota pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) kelompok 59 gelombang 9 pada pembelajaran anak-anak sebagai wujud pelestarian budaya di Indonesia. Selain itu, kegiatan PMM ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).   Keseimbangan dalam belajar mengajar anak usia dini sangat diperlukan baik secara kognitif maupun kesenian. Pendidikan kesenian sebagai pendidikan ekspresi kreatif yang dapat mengembangkan kepekaan apresiasi estetik guna membentuk kepribadian manusia seutuhnya seimbang baik secara jasmani maupun rohani. Hal ini juga sesuai dengan tema PMM yang telah kami usung yakni “Bermain Sambil Belajar Guna Membentuk Karakter Bersinergi dan Berbudi Pekerti Peserta Didik TK Islam Restu Ibu”.   Kemeriahan mini pentas seni tidak kalah menarik terlihat dari antusiasme anak-anak yang mengikuti kegiatan. Sebelum kegiatan dimulai anak-anak penasaran celingukan dari luar pintu kelas bertanya kepada kakak PMM “mau apa itu?” “ada apa itu kak?” “sudah boleh masuk kak?”. Semua rasa penasaran ini terjawab tepat pukul 07.30 WIB anak-anak TK A dan TK B dipandu guru untuk baris dan memasuki ruangan kelas TK A. Seluruh pengisi acara dalam mini pentas seni adalah anggota PMM sendiri yakni seperti mc, teknisi sound, dan sie konsumsi. Para guru, kepala sekolah, dan anak-anak TK A serta B sebagai penonton.   Susunan acara dalam mini pentas seni ini adalah dibuka oleh sambutan kepala sekolah TK Islam Restu Ibu. "Bisa belajar dengan kakak-kakak PMM walau dalam waktu singkat sangat berkesan dan bermanfaat bagi kami, rasanya berat hati ini ingin berpisah. Seluruh ilmu yang disampaikan sangat berguna dan semoga dapat diimplementasikan oleh anak-anak." Ujar ibu Intarti Wahyu Prihatiningtyas S.H., S.Psi. Kemudian, dilanjutkan sambutan oleh koordinator kelompok 59 gelombang 9 PMM UMM. Masuk ke dalam acara inti yakni penampilan bernyanyi “Awan Putih” dari TK A. Dalam penampilan ini dibawakan oleh 10 orang anak-anak TK A perempuan dan laki-laki. bukan hanya bernyanyi, gerakan tangan juga melengkapi lagu ini. Disamping itu, anak-anak memakai kreasi pernak-pernik yang telah dibuat oleh anggota PMM yakni gelang tangan dari kertas krep, karton, dan bando awan. Anak-anak tampil dengan percaya diri dan menyanyikan lagu dengan jelas. Usai penampilan bernyanyi semua guru dan anak-anak lain yang menonton memberikan tepuk tangan yang meriah.   Sambil menunggu penampilan selanjutnya mc memberikan kuis kepada TK A dan TK B guna mengisi kekosongan dan semangat anak-anak. Kuis diambil dari materi pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya seperti “Ada berapa jenis sampah?”, “Ada berapa rakaat shalat shubuh itu?” “Ada yang bisa bercerita tentang sampah?” “Warna apa awan itu?”. Kegiatan kuis ini disambut antusias oleh anak-anak terlihat dari kecepatan anak-anak mengangkat tangan dan menjawab. Bagi anak-anak yang bisa menjawab akan diberikan hadiah sebagai apresiasi mereka telah tampil ke depan. Hadiah yang dibagikan seperti rautan, buku, dan jajanan.   Penampilan berikutnya adalah kreasi tari “Wonderland Indonesia” dari kelas TK B. Tarian dibawakan oleh 4 orang perempuan. Anak-anak menarikan tarian dengan cantik dan lemah gemulai dengan pernak pernik daur ulang. Pernak pernik terbuat dari kardus bekas yang dimanfaatkan sebagai baju tari. Selain itu, mahkota dari karton berwarna kuning keemasan juga menambah kesan manis. Sorakan tepuk tangan meriah usai TK B menampilkan tari.   Pada penghujung acara yakni pembagian hadiah kepada anak-anak yang aktif, unggul, dan memenangkan lomba. Hadiah diberikan kepada anak-anak yang memperoleh poin bintang terbanyak. Sistem pembelajaran bintang atau Learning System Collect Star adalah siswa melakukan sistem pembelajaran dengan mengumpulkan poin bintang. Sistem ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk melatih jiwa kompetisi dan bertanggung jawab dengan tugas yang yang dimiliki siswa. Nama anak dalam TK A yang memperoleh juara atau bintang paling banyak adalah Marsha Ayudya (juara 1 dengan 18 poin), Shavia Nur Aziza (juara 2 dengan 14 poin), Attar Satria Putra (juara 3 dengan 13 poin). Kemudian, Nama anak dalam TK B yang memperoleh juara atau bintang paling banyak adalah fabila Anandhita (juara 1 dengan 21 poin), Azora Chani Mahesa (juara 2 dengan 18 poin), Shaqira Kanza Aquila (juara 3 dengan 15 poin).   Seluruh rangkaian mini pentas seni telah berjalan lancar dan meriah. Para guru kepala sekolah, dan anak-anak TK A dan TK B merasa senang atas model pembelajaran kesenian yang diusung terlihat dari senyuman dan rasa terima kasih. Penutupan dalam acara mini pentas seni ditutup dengan doa dan foto bersama.  

Mahasiswa PMM UMM6 menit
Pendidikan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi membuka kegiatan PMM di MIT Ar-Roihan

Kegiatan PMM Kelompok 1 Gelombang 8 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan di MIT Ar-Roihan yang berlokasi di jalan Jl. Monginsidi No 2, Desa Sumbersuko, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur resmi dibuka pada tanggal 6 September 2022. Kegiatan pembukaan PMM ini dihadiri oleh Ibu Sita selaku guru TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan beberapa siswi MIT Ar-Roihan.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang. Dengan skema Bhaktimu Negeri, kegiatan ini merupakan salah satu pengabdian yang dilakukan oleh mahasiswa UMM yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sumber Suko dan para murid di MIT Ar-Roihan.  Jenis dari kegiatan PMM ini yaitu pembuatan materi, pendampingan, penyuluhan, dan pengajaran dari dasar-dasar komputer. Kegiatan PMM ini beranggotakan Irham Bagus Jatiarso, Raras Maudy Pratiwi, Namirah Rahmah Putri, Elna Pocut Israeta, Leta Anindya Riyadi dari jurusan Informatika, Fakultas Teknik UMM dan berada di bawah pimpinan Drs. Mohammad Jufri, ST., MT. selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL).   Sasaran dari kegiatan ini yaitu para siswa-siswi MIT Ar-Roihan serta masyarakat di desa Sumber Suko yang sedang mengampu pendidikan sekolah dasar. Program PMM dengan judul  “PELATIHAN DAN PENGENALAN DASAR-DASAR KOMPUTER BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI DESA SUMBER SUKO” ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya penggunaan komputer di era digital pada masa kini. Dengan melihat fakta bahwa saat ini penggunaan komputer sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi. Kami berharap bahwa kegiatan ini dapat membantu masyarakat agar lebih melek teknologi sehingga menjadikan mereka sebagai masyarakat yang maju dan siap dengan perkembangan teknologi kedepannya.

Namirah Rahmah Putri 3 menit