Legality: Jurnal Ilmiah Hukum yang merupakan jurnal Fakultas Hukum (FH) UMM, baru saja mendapatkan rekognisi internasional melalui pengindeks Scopus pada awal Maret 2023 ini.
Capaian membanggakan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya FH dalam meningkatkan kualitas. Editor in Chief Legality, Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H. menjelaskan bahwa akreditasi tersebut tidak diraih dalam waktu yang singkat. Pada awal 2019, jurnal tersebut baru mendapatkan indeks Sinta 4. Kemudian membutuhkan dua tahun untuk bisa mencapai Sinta 2 pada 2020. Upaya itu juga diteruskan oleh Fatih dan tim dengan menyiapkan artikel-artikel berkualitas untuk mendapatkan indeks Scopus. Hingga akhirnya mendapatkannya pada awal Maret 2023.
“Jurnal Legality FH UMM ini menjadi jurnal pertama yang mendapatkan akreditasi Scopus di kalangan FH kampus swasta se-Indonesia. Bahkan, di kalangan FH PTMA (sebutan untuk lingkup kampus di bawah naungan Muhammadiyah), belum ada yang terindeks Scopus, ya baru Legality ini. Dan di tingkat Malang Raya, Legality ini jadi yang pertama terindeks Scopus, PTN dan PTS lho ya.” tambahnya menegaskan.
Dosen asal Gresik ini melanjutkan bahwa ada banyak benefit yang didapatkan jika jurnal yang diterbitkan sudah terindeks secara internasional. Misalnya saja terkait isi artikel yang makin banyak dibaca dan dikunjungi karena berada di dalam database jurnal terindeks Scopus.
“Melalui jurnal ini, kami juga ingin mendorong para dosen untuk bisa melahirkan artikel ilmiah yang berkualitas dan mampu menembus jurnal internasional. Hal ini juga sekaligus memberikan jalan bagi mereka untuk bisa mencapai jabatan akademik sebagia guru besar. Apalagi publikasi ini juga menjadi syarat yang seringkali menghalangi para dosen,” katanya.
Terakhir, ia berharap capaian ini juga memotivasi pengurus jurnal lain, utamanya yang ada di Kampus Putih UMM. Dengan begitu, akan makin banyak penelitian berkualitas yang dipublikasi dan meramaikan dunia akademik. Kemudian, penelitian itu juga bisa dilanjutkan menjadi sebuah produk atau metode dalam menyelesaikan masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat. (*ri/wil/saf)
Malang (20/2) - FH UMM sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pimpinan Perguruan Tinggi Hukum Indonesia (APPTHI) 2023. Agenda Rakernas yang berlangsung selama 3 hari tersebut (16-18 Februari 2023), tidak hanya sebagai momen pemilihan estafet kepemimpinan APPTHI, namun juga sebagai wadah urun rembuk untuk sama-sama memajukan institusi.
Bertempat di Rayz Hotel UMM, agenda Rakernas tersebut menghadirkan para anggota APPTHI dari seluruh Indonesia, diantaranya UNTAG Semarang, UMY Yogyakarta, UII Yogyakarta, UAD Yogyakarta, UNISSULA Semarang, serta masih banyak lagi.
"Ada 106 peserta yang terkonfirmasi hadir, namun daftar tersebut di luar data peserta yang hadir langsung saat hari H tanpa melalkukan konfirmasi sebelumnya. Jadi akan lebih banyak lagi pesertanya." Ungkap Dwi Ratna Indri Hapsari, MH., Ketua Pelaksana Rakernas APPTHI 2023.
Serangkaian agenda dalam Rakernas meliputi gala dinner, rapat penyusunan rekognisi Rencana Pembelajaran Lampau (RPL), munas hingga city tour ke Taman Bunga Santerra. Melalui Rakernas 2023, dipaparkan beberapa program kerja dari masing-masing divisi dan menghasilkan RPL yang akan digunakan di masing-masing institusi anggota APPTHI. (saf/hum)
Malang - Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) salah satu program untuk mahasiswa dalam memberikan kegiatan positif bagi masyarakat, PMM juga bertujuan sebagai hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kelompok 69 gelombang 13 yang dibimbing ibu dosen Evi Dwi Wahyuni, S.Kom., M.Kom dengan beranggotakan Ummi Kulsum, Ade Ananda, Siti Fika Maidina Pujiwati, Indira Septy Handayani, dan Zulfa Mufidah Az Zahra dari prodi Ilmu Komunikasi memberikan program kerja berupa "Kreasi Pojok Baca" di kelas 7 SMP muhammadiyah 06 Dau.
Pemberian akses baca dalam kelas sebelum telah berdiskusi dengan Bapak Dadang Sukmanto selaku waka kesiswaan SMP Muhammadiyah Dau. Dengan izin beliau, anggota PMM menjalankan program kerja pojok baca di kelas 7a, 7b, dan 7c. Pemanfaatan sudut kelas untuk pojok baca diadakan sebagai pojok ilmu dan tempat siswa untuk berkarya. Selain untuk meningkatkan kegemaran akan membaca, pojok baca juga kami maksudkan melatih siswa untuk saling membantu dan bekerja sama antar tim.
Proses pembuatan pojok baca dilakukan dengan membagi beberapa tim yang terdiri dari tim menggambar, memotong kertas, menempel, dan sebagian membantu anggota PMM memasang rak di dinding. Siswa dibebaskan untuk berkreasi, sehingga desain pojok baca di setiap kelas 7 berbeda. Suasana kelas sangat menyenangkan tatkala anggota PMM hendak membagi tim, mereka bersemangat dan mengacungkan tangan untuk masuk ke tim-tim tersebut.
"kami berharap adanya pojok baca ini, siswa menjadi lebih gemar membaca dan pojok baca bisa bermanfaat kedepannya untuk mereka" ujar Ummi Kulsum, koordinator kelompok PMM. Berkat antusias dari para siswa, proses pembuatan pojok baca berjalan dengan lancar dan menyenangkan.
“Future Leader Challenge 2023, Pencetak Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Berdaya, dan Bermartabat”
FLC atau Future Leader Challenge (FLC) tahun 2023 telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 secara daring, dan 27-29 Januari 2023 secara luring di Kota Solo. Acara ini diselenggarakan oleh BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivitas Nusantara) yang diinisiasi oleh LPI DD (Lembaga Pendidikan Insani-Dompet Dhuafa). Sebanyak 50 aktivis nusantara pilihan yang telah melalui serangkaian berbagai macam proses seleksi kelulusan, diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan FLC. BAKTI NUSA 2023 kali ini sudah memasuki Angkatan ke 12, terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia (USU, UNAND, UNSRI, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNS, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNHAS, dan UNUD). FLC sebagai rangkaian yang wajib diikuti oleh 50 CPM (calon penerima manfaat) BAKTI NUSA bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai, program-program yang berkelanjutan selama setahun kedepan, sekaligus pengukuhan sebagai calon awardee BAKTI NUSA yang lolos dalam seleksi nasional.
“We Create, Build, and Preserve” menjadi tema besar dalam agenda BAKTI NUSA 2023 kali ini. Maksud dari tema tersebut adalah agar para penerima manfaat BAKTI NUSA menjadi sosok pemimpin yang inovatif dalam berpikir, serta memiliki semangat untuk membangun Indonesia dengan karya yang beorientasi pada kolaborasi yang berkelanjutan. Tema tersebut diwujudkan dalam acara Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif dan menginspirasi selama agenda FLC berlangsung. Pada hari pertama rangkaian daring, para CPM disambut oleh Pak Bayu Candra Winata selaku Head of Rumah Pembaharu LPI DD yang memberikan pesan bahwa “Join di Bakti NUSA itu harus have fun menikmati prosesnya, tau tujuannya, serta start with why harus mengetahui alasan mengapa bergabung di BAKTI NUSA.” Nilai kebaikan dan kebermanfaatan menjadi fokusan yang di highlight oleh Pak Bayu.
Materi kedua, disampaikan oleh Pak Mulyadi Saputra (Kepala LPI DD) memberikan semangat dan motivasi bahwa BAKTI NUSA dijadikan sebagai rumah bersama untuk betumbuh, berkembang, dan berproses menjadi manusia yang bermanfaat, serta masalah krisis kepemimpinan yang terjadi di saat ini harus dituntaskan, agar tetap berada on track menuju target pemerintah yakni “Generasi EMAS 2045”. “Perjuangan di Bakti Nusa diniatkan untuk beribadah agar berkah, Insya Allah pertolongan dari Allah SWT akan datang menghampiri kita, dengan catatan bahwa ibadah kita harus benar dan berkualitas” merupakan pesan dari Ustadz Herman Budianto selaku General Manager Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa) di materi ketiga.
Pengenalan dari Milestone Dompet Dhuafa juga tak luput dikenalkan, oleh Pak Dian Mulyadi (General Manager Communication and Corporate Secretary Dompet Dhuafa) yang menjelaskan bahwa ternyata telah berkontribusi untuk Indonesia sejak tahun 1993 dan memiliki nilai INSPIRE (Inpirasi, Sinergi, Profesional, Inovatif, dan Representatif). Materi kelima membahas mengenai produktifitas pemuda di kampus para masa kontemporer saat ini, serta ada 4 domain yang harus dikusai saat masih berkuliah yakni (Akademis, Leadership, Sosial dan Religiusitas) dan telah dibahas tuntas oleh Pak Bambang Suherman (Ketua Forum Zakat).
Pak Adnan Fatron (Founder & CEO Muda Insoiratif Consulting) menjadi pemateri terakhir yang memberikan insight dan tutorial singkat mengenai membangun masa depan melalui lifeplan. Sebagai CPM Bakti Nusa disuguhkan data yang cukup miris mengenai fakta pemuda zaman saat ini yang banyak sibuk tetapi tidak produktif, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat. Kini, sedang memasuki fase “Abundance Era” yang mana fase ini sangat dibutuhkan cepat, mudah, dan murah dalam menjalani kehidupan. Generasi yang medioker(menengah) , akan kalah dengan generasi yang runner yang dengan cepat beradaptasi, dan memiliki perbedaan dari orang rata-rata. Kunci dari generasi runner adalah dia yang bisa mengetahui kemampuan, kesempatan, serta kemauan yang dimiliki secara seimbang (work life balance).
Hari kedua, ada Aminudin AminAdhika Widya, M. Syafi’ie El Bantani yang berkonsep talkshow untuk membahas bagaimana budaya dan proses bekerja di corporate, NGO, dan Pemerintahan agar sebagai mahasiswa bisa mempersiapkan nantinya saat dunia pasca kampus. Materi penutup daring yang bertema “Get Inspired” oleh Mas Adi dan Teh Wulan sebagai pasangan yang menikah sesame alumni Bakti Nusa Angkatan 7. Value yang paling ditekankan saat sesi talkshow adalah untuk menyiapkan kepemimpinan jangka Panjang, yakni dari segi ruhiyah, maliyah, fikriyah, dan jasadiyah. Apalagi, ketika sudah tidak di kampus kembali maka tetap perlu untuk berperan dengan menikmati, memakismalkan, serta berbagi dengan yang lainnya.
Saat agenda luring di tanggal 27-29 Januari 2023, CPM Bakti Nusa menginap di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Selama 3 hari di solo, para CPM yang berjumlah 50 orang bertemu, berkenalan, dan berdiskusi mengenai background CPM, mulai dari aktivis, prestatif, dan aktif mengelola komunitas atau kegiatan di kampusnya. Acara yang paling menimbulkan banyak antusiasme dari peserta saat luring adalah adanya adanya pentas budaya dari seluruh Indonesia yang menampilkan kearifan lokal dari masing-masing daerah, forum aktivis (memilih ketua angkatan) yang sangat dinamis saat berdiskusi karena berbeda pendapat, serta challenge untuk menemukan kotak rahasia dari panitia dengan cara mengelilingi Kota Solo menggunakan BST (Bus Solo Trans) sekaligus penutupan di Keraton Kasunanan Surakarta.
Harapannya, dari adanya program FLC ini adalah agar para pemuda aktivis nusantara yang berasal dari berbagai kampus pilihan dari penjuru Indonesia menjadi representasi masa depan Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas, memiliki rasa kepedulian sosial dan yang tinggi, serta memiliki dampak kebermanfaatan yang luas dengan mengedepankan KolaborAKSI dengan sesama penerima manfaat, alumni BAKTI NUSA, serta masyarakat sekitar.
Malang (31/1) - Pemuda, harus banyak geraknya, harus banyak karyanya. Terlebih, menjadi muslimah tidak menghalangi kita untuk terus berkarya dengan inovasi, menciptakan harapan baru, menjaga hal-hal baik untuk bangsa, dan menjadi pemimpin yang solutif dalam berbagai permasalahan. Sesuai dengan tema FLC di Solo 2023 ini "We Create, Build, and Preserve".
Dari seorang wanita cerdas yang bernama Huma hatun, berhasil memberikan pembelajaran luar biasa, dimana dalam proses mengukir sebuah peradaban dibutuhkan milestone dan plan yang matang. Sehingga, pada abad ke -14 Huma Hatun dengan bangga menjadi seorang ibu dari pemuda tangguh yang berhasil menaklukkan konstantinopel yang sejak dulu dikabarkan sebagai bisyarah dari Rasulullah SAW. Meneladani Bunda Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, sang ibu cerdas dan taat membentuk kecerdasan pula untuk anaknya Imam besar Fiqh Imam Syafi'i. Asma' binti yazid, sang juru bicara kaum muslimah di zaman Rasulullah. Bunda Aisyah r.a yang berhasil meriwayatkan 2210 hadits. Fatimah Al-Fihr, pendiri Universitas Tertua di dunia. Dan banyak muslimah yang menginspirasi lainnya.
Menjadi salah satu dari mahasiswa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa belajar dan berperan lebih melalui wadah yang bernama Bakti Nusa yaitu sebagai program LPI DD yang didanai oleh masyarakat yang bentuknya zakat, infaq, sedekah dan Shadaqoh memberikan kesan yang menakjubkan. Berikhtiar untuk menjadi wadah bertumbuh bagi 50 mahasiswa aktivis di Indonesia yang terdiri dari 12 regional dan 14 kampus besar di Indonesia.
Future leader challenge yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada tanggal 21 hingga 22 januari 2023, maupun secara offline di Solo tepatnya pada tanggal 27-29 januari 2023 membawa kepada hikmah yang melimpah, ilmu dan wawasan yang tak hingga. Pada awal menjadi CPM dari Bakti Nusa 12, banyak hal yang membuat minder dan tak percaya diri, namun langkah hebat ini Allah selipkan dalam sebuah perjalanan hebat untuk memaksimalkan peran, sebagai pemuda muslimah. Mengutip dari Pak Mulyadi Saputra sebagai Kepala LPI DD yang disampaikan langsung di kota yang terkenal dengan budaya-nya, bahwa belum tentu dirimu (Penerima Bakti Nusa) lebih baik atau lebih hebat dari mereka, tapi itu semua karena memperoleh ridha, kepercayaan dan kesempatan lebih dari Allah untuk menyelami ilmu dan pengalaman di Bakti Nusa. Penyampaian dari Mas Yusron selaku Koordinator Wilayah BA 11 Solo yang mengatakan bahwa Bakti Nusa bukan tentang menjadi apa kamu di masa lalu, tapi ingin menjadi hebat seperti apa kamu di masa depan, menjadi cambukkan pula untuk terus mengembara lautan luas dengan perahu Bakti Nusa dengan bidang keahlian masing-masing seperti salah satu lirik dari Mars Bakti Nusa 'Tak ada samar, Tak ada Remang. Semua terang semua benderang'.
Layaknya seorang cendekiawan muslim, beraksi, bergerak bukan hanya karena tak ada kerjaan, iseng-iseng namun jauh dari itu, karena ada suatu hal dari keinginan diri untuk mengambil peran lebih. Pak Bayu Chandra Winata, selaku Head Of Rumah Pembaharu pun mengungkapkan demikian, bahwa sesuatu yang hebat bermulai dari strong why, reason for being yang mendorong diri segera berlari mengejar peran sebagai pemuda yang dikabarkan oleh Rasulullah masuk ke dalam 7 golongan yang mendapat naungan saat tidak ada naungan di hari akhir dengan mengusahakan diri berada pada 4 profil Bakti Nusa yaitu integritas, cendekia, transformatif dan melayani.
Tak hanya diajak untuk merenungi kembali 'reason why you wanna do', CPM BA 12 diingatkan untuk memahami lagi gerakkan apa, aksi yang bagaimana, langkah dan peran sebagai apa yang ingin diambil melalui diskusi menyenangkan yang disampaikan oleh Kang Adnan Fatron selaku pemateri workshop life plan (Build Future Self), yang telah disampaikan secara umumnya melalui penyampaian materi daring (Leaders Insight : Young and The Future of Zakat Movement) yang dituturkan oleh Ketua Umum FOZ Pak Bambang Suherman, beliau menyampaikan bahwa penerima manfaat Bakti Nusa merupakan kader elit dan investasi pendidikan level kampus dengan sasarannya adalah mahasiswa, sehingga dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa beliau mengkerucutkan 4 Domain di kampus yakni :
1. Domain akademik, meliputi strategi mempertahankan IPK agar dapat merencanakan dan menjalankan kemapanan akademik yang baik.2. Domain leadership, dimana kemampuan memimpin, mempengaruhi, pengambilan keputusan dan resiko diukur pada domain ini, sebuah bagian yang tidak mewah namun menjadi hal penting yang harus dikejar. 3. Domain sosial, yaitu mahasiswa mampu untuk menggerakkan gelombang pada hati nuraninya untuk perduli dan peka dalam mengidentifikasi sebuah masalah, resiko dan menemukan langkah efisien dan inovatif dalam menyelesaikannya. 4. Domain religius, meliputi keberadaan agama dan Allah dalam dirinya, memahami dan mengerjakan perintahNya dengan baik.
Hal menarik pada FLC Bakti Nusa 12 ini adalah diskusi dan pembukaan wawasan mengenai salah satu value bakti nusa transformatif, melalui aplikasi zoom pasangan alumni Bakti Nusa Kang Abay dan Teh Wulan, menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perlu dilakukan secara berlanjut dengan membangun keluarga sebagai penanaman dan laboratorium peradaban lingkup paling kecil dan penting, sebagaimana Hasan Al-Banna sebutkan bahwa ada 7 tahapan untuk mengambil kembali kendali kepemimpinan peradaban dunia ke pangkuan islam yaitu,1. Membina pribadi muslim2. Membangun keluarga islami3. Membimbing masyarakat4. Memperbaiki pemerintahan5. Mempersatukan ummat untuk berdaya6. Merealisasikan kepemimpinan global 7. Menjadi soko guru bagi semesta alam
Sehingga, perjalanan sebagai penerima manfaat Bakti Nusa tak lagi tentang bagaimana perbaikan diri bisa berjalan dengan baik namun, langkah-langkah selanjutnya dalam pengimplementasian dari nilai transformatif dapat mengiringi langkah dan kontribusi sebagai pengukir peradaban. Tentu dalam realisasinya banyak sekalu rintangan dan halangan yang harus di hadapi, mengutip dari penyampaian Kang Adna Fatron dan disebutkan pula oleh Bang Aminudi, Mas Adhika serta Pak Syafi'ie pemuda khususnya PM BA mampu untuk bergerak lebih sebagai runner yaitu yang menguasai medan rintangan, mampu mengolah tools atau teknologi yang ada, dan berani mengambil hal yang berbeda dengan inovasi yang kreatif dengan leadpro masing-masing. Bukan sebagai mediocre yaitu orang yang berada pada posisi rata-rata dan seringnya dikendalikan oleh teknologi yang ada.
FLC secara luring bertempat di asrama haji Boyolali, Solo. Solo yang kaya dengan kebudayaan, tak hanya menyatukan PM BA 12 namun, menautkan kembali hati antara PM BA 12, alumni BA, hingga pengurus pusat LPI DD. Pembiasaan diri dengan melakukan sholat 5 waktu lengkap dengan rawatib, dzikir pagi dan petang bersama, hingga melakukan qiyamul lail secara bersama-sama semoga menjadi hujjah bahwa bukan harap pada manusia yang ingin dicapai, tapi keridhaan padaNya yang menjad cita tertinggi. Saat kegiatan luring, PM BA 12 menampilkan seni dan kebudayaan dari masing-masing regional, sebagai wujud dari salah satu tema FLC 2023 preserve yaitu menjaga nilai-nilai baik, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.
Keraton Kasunanan menjadi saksi bisu dari pengembaraan budaya yang dilakukan oleh BA 12 di tanggal 29 Januari 2023, dimana menjadi destinasi budaya terakhir dari ekspedisi kebudayaan untuk meningkatkan team building yang meliputi, Balai Kota, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Pasar Keris dan Cinderamata, Masjid Agung, Pasar Klewer dan Keraton Kasunananan. Indahnya kebudayaan, ragamnya adat, serta hebatnya sejarah yang terkandung pada setiap destinasi menjadi asas semangat untuk terus menjadi pemuda hebat yang mengambil peran dalam kontestasi peradaban, sesuai dengan jargon BA 12 "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat". Sudah seharusnya kita, sebagai pemuda untuk mengambil peran dan melangkah hebat untuk kontibusi besar dan bakti cinta bagi nusa.
It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great-Anomymous-