
“Future Leader Challenge 2023, Pencetak Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Berdaya, dan Bermartabat”
FLC atau Future Leader Challenge (FLC) tahun 2023 telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 secara daring, dan 27-29 Januari 2023 secara luring di Kota Solo. Acara ini diselenggarakan oleh BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivitas Nusantara) yang diinisiasi oleh LPI DD (Lembaga Pendidikan Insani-Dompet Dhuafa). Sebanyak 50 aktivis nusantara pilihan yang telah melalui serangkaian berbagai macam proses seleksi kelulusan, diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan FLC. BAKTI NUSA 2023 kali ini sudah memasuki Angkatan ke 12, terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia (USU, UNAND, UNSRI, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNS, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNHAS, dan UNUD). FLC sebagai rangkaian yang wajib diikuti oleh 50 CPM (calon penerima manfaat) BAKTI NUSA bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai, program-program yang berkelanjutan selama setahun kedepan, sekaligus pengukuhan sebagai calon awardee BAKTI NUSA yang lolos dalam seleksi nasional.
“We Create, Build, and Preserve” menjadi tema besar dalam agenda BAKTI NUSA 2023 kali ini. Maksud dari tema tersebut adalah agar para penerima manfaat BAKTI NUSA menjadi sosok pemimpin yang inovatif dalam berpikir, serta memiliki semangat untuk membangun Indonesia dengan karya yang beorientasi pada kolaborasi yang berkelanjutan. Tema tersebut diwujudkan dalam acara Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif dan menginspirasi selama agenda FLC berlangsung. Pada hari pertama rangkaian daring, para CPM disambut oleh Pak Bayu Candra Winata selaku Head of Rumah Pembaharu LPI DD yang memberikan pesan bahwa “Join di Bakti NUSA itu harus have fun menikmati prosesnya, tau tujuannya, serta start with why harus mengetahui alasan mengapa bergabung di BAKTI NUSA.” Nilai kebaikan dan kebermanfaatan menjadi fokusan yang di highlight oleh Pak Bayu.
Materi kedua, disampaikan oleh Pak Mulyadi Saputra (Kepala LPI DD) memberikan semangat dan motivasi bahwa BAKTI NUSA dijadikan sebagai rumah bersama untuk betumbuh, berkembang, dan berproses menjadi manusia yang bermanfaat, serta masalah krisis kepemimpinan yang terjadi di saat ini harus dituntaskan, agar tetap berada on track menuju target pemerintah yakni “Generasi EMAS 2045”. “Perjuangan di Bakti Nusa diniatkan untuk beribadah agar berkah, Insya Allah pertolongan dari Allah SWT akan datang menghampiri kita, dengan catatan bahwa ibadah kita harus benar dan berkualitas” merupakan pesan dari Ustadz Herman Budianto selaku General Manager Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa) di materi ketiga.
Pengenalan dari Milestone Dompet Dhuafa juga tak luput dikenalkan, oleh Pak Dian Mulyadi (General Manager Communication and Corporate Secretary Dompet Dhuafa) yang menjelaskan bahwa ternyata telah berkontribusi untuk Indonesia sejak tahun 1993 dan memiliki nilai INSPIRE (Inpirasi, Sinergi, Profesional, Inovatif, dan Representatif). Materi kelima membahas mengenai produktifitas pemuda di kampus para masa kontemporer saat ini, serta ada 4 domain yang harus dikusai saat masih berkuliah yakni (Akademis, Leadership, Sosial dan Religiusitas) dan telah dibahas tuntas oleh Pak Bambang Suherman (Ketua Forum Zakat).
Pak Adnan Fatron (Founder & CEO Muda Insoiratif Consulting) menjadi pemateri terakhir yang memberikan insight dan tutorial singkat mengenai membangun masa depan melalui lifeplan. Sebagai CPM Bakti Nusa disuguhkan data yang cukup miris mengenai fakta pemuda zaman saat ini yang banyak sibuk tetapi tidak produktif, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat. Kini, sedang memasuki fase “Abundance Era” yang mana fase ini sangat dibutuhkan cepat, mudah, dan murah dalam menjalani kehidupan. Generasi yang medioker(menengah) , akan kalah dengan generasi yang runner yang dengan cepat beradaptasi, dan memiliki perbedaan dari orang rata-rata. Kunci dari generasi runner adalah dia yang bisa mengetahui kemampuan, kesempatan, serta kemauan yang dimiliki secara seimbang (work life balance).
Hari kedua, ada Aminudin AminAdhika Widya, M. Syafi’ie El Bantani yang berkonsep talkshow untuk membahas bagaimana budaya dan proses bekerja di corporate, NGO, dan Pemerintahan agar sebagai mahasiswa bisa mempersiapkan nantinya saat dunia pasca kampus. Materi penutup daring yang bertema “Get Inspired” oleh Mas Adi dan Teh Wulan sebagai pasangan yang menikah sesame alumni Bakti Nusa Angkatan 7. Value yang paling ditekankan saat sesi talkshow adalah untuk menyiapkan kepemimpinan jangka Panjang, yakni dari segi ruhiyah, maliyah, fikriyah, dan jasadiyah. Apalagi, ketika sudah tidak di kampus kembali maka tetap perlu untuk berperan dengan menikmati, memakismalkan, serta berbagi dengan yang lainnya.
Saat agenda luring di tanggal 27-29 Januari 2023, CPM Bakti Nusa menginap di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Selama 3 hari di solo, para CPM yang berjumlah 50 orang bertemu, berkenalan, dan berdiskusi mengenai background CPM, mulai dari aktivis, prestatif, dan aktif mengelola komunitas atau kegiatan di kampusnya. Acara yang paling menimbulkan banyak antusiasme dari peserta saat luring adalah adanya adanya pentas budaya dari seluruh Indonesia yang menampilkan kearifan lokal dari masing-masing daerah, forum aktivis (memilih ketua angkatan) yang sangat dinamis saat berdiskusi karena berbeda pendapat, serta challenge untuk menemukan kotak rahasia dari panitia dengan cara mengelilingi Kota Solo menggunakan BST (Bus Solo Trans) sekaligus penutupan di Keraton Kasunanan Surakarta.
Harapannya, dari adanya program FLC ini adalah agar para pemuda aktivis nusantara yang berasal dari berbagai kampus pilihan dari penjuru Indonesia menjadi representasi masa depan Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas, memiliki rasa kepedulian sosial dan yang tinggi, serta memiliki dampak kebermanfaatan yang luas dengan mengedepankan KolaborAKSI dengan sesama penerima manfaat, alumni BAKTI NUSA, serta masyarakat sekitar.
