• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / 5 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, mengikuti FLC Beasiswa Bakti Nusa di Solo: Mengukir Peradaban dengan Cita

5 Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, mengikuti FLC Beasiswa Bakti Nusa di Solo: Mengukir Peradaban dengan Cita

Mufidatul Fathiyah di Motivasi
  • Selasa, 31 Januari 2023 10:40:17
  • 9menit

Malang (31/1) - Pemuda, harus banyak geraknya, harus banyak karyanya. Terlebih, menjadi muslimah tidak menghalangi kita untuk terus berkarya dengan inovasi, menciptakan harapan baru, menjaga hal-hal baik untuk bangsa, dan menjadi pemimpin yang solutif dalam berbagai permasalahan.  Sesuai dengan tema FLC di Solo 2023 ini "We Create, Build, and Preserve".

 

Dari seorang wanita cerdas yang bernama Huma hatun, berhasil memberikan pembelajaran luar biasa, dimana dalam proses mengukir sebuah peradaban   dibutuhkan milestone dan plan yang matang. Sehingga, pada abad ke -14 Huma Hatun dengan bangga menjadi seorang ibu dari pemuda tangguh yang berhasil menaklukkan konstantinopel yang sejak dulu dikabarkan sebagai bisyarah dari Rasulullah SAW. Meneladani Bunda Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, sang ibu cerdas dan taat membentuk kecerdasan pula untuk anaknya Imam besar Fiqh Imam Syafi'i. Asma' binti yazid, sang juru bicara kaum muslimah di zaman Rasulullah. Bunda Aisyah r.a yang berhasil meriwayatkan 2210 hadits. Fatimah Al-Fihr, pendiri Universitas Tertua di dunia. Dan banyak muslimah yang menginspirasi lainnya.

 

Menjadi salah satu dari mahasiswa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa belajar dan berperan lebih melalui wadah yang bernama Bakti Nusa yaitu sebagai program LPI DD yang didanai oleh masyarakat yang bentuknya zakat, infaq, sedekah dan Shadaqoh memberikan kesan yang menakjubkan. Berikhtiar untuk menjadi wadah bertumbuh bagi 50 mahasiswa aktivis di Indonesia yang terdiri dari 12 regional dan 14 kampus besar di Indonesia.

 

Future leader challenge yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada tanggal 21 hingga 22 januari 2023, maupun secara offline di Solo tepatnya pada tanggal 27-29 januari 2023 membawa kepada hikmah yang melimpah, ilmu dan wawasan yang tak hingga. Pada awal menjadi CPM dari Bakti Nusa 12, banyak hal yang membuat minder dan tak percaya diri, namun langkah hebat ini Allah selipkan dalam sebuah perjalanan hebat untuk memaksimalkan peran, sebagai pemuda muslimah. Mengutip dari Pak Mulyadi Saputra sebagai Kepala LPI DD yang disampaikan langsung di kota yang terkenal dengan budaya-nya, bahwa belum tentu dirimu (Penerima Bakti Nusa) lebih baik atau lebih hebat dari mereka, tapi itu semua karena memperoleh ridha, kepercayaan dan kesempatan lebih dari Allah untuk menyelami ilmu dan pengalaman di Bakti Nusa. Penyampaian dari Mas Yusron selaku Koordinator Wilayah BA 11 Solo yang mengatakan bahwa Bakti Nusa bukan tentang menjadi apa kamu di masa lalu, tapi ingin menjadi hebat seperti apa kamu di masa depan, menjadi cambukkan pula untuk terus mengembara lautan luas dengan perahu Bakti Nusa dengan bidang keahlian masing-masing seperti salah satu lirik dari Mars Bakti Nusa 'Tak ada samar, Tak ada Remang. Semua terang semua benderang'. 

 

Layaknya seorang cendekiawan muslim, beraksi, bergerak bukan hanya karena tak ada kerjaan, iseng-iseng namun jauh dari itu, karena ada suatu hal dari keinginan diri untuk mengambil peran lebih. Pak Bayu Chandra Winata, selaku Head Of Rumah Pembaharu pun mengungkapkan demikian, bahwa sesuatu yang hebat bermulai dari strong why, reason for being yang mendorong diri segera berlari mengejar peran sebagai pemuda yang dikabarkan oleh Rasulullah masuk ke dalam 7 golongan yang mendapat naungan saat tidak ada naungan di hari akhir dengan mengusahakan diri berada pada 4 profil Bakti Nusa yaitu integritas, cendekia, transformatif dan melayani.

 

Tak hanya diajak untuk merenungi kembali 'reason why you wanna do', CPM BA 12 diingatkan untuk memahami lagi gerakkan apa, aksi yang bagaimana, langkah dan peran sebagai apa yang ingin diambil melalui diskusi menyenangkan yang disampaikan oleh Kang Adnan Fatron selaku pemateri workshop life plan (Build Future Self), yang telah disampaikan secara umumnya melalui penyampaian materi daring (Leaders Insight : Young and The Future of Zakat Movement) yang dituturkan oleh Ketua Umum FOZ Pak Bambang Suherman, beliau menyampaikan bahwa penerima manfaat Bakti Nusa merupakan kader elit dan investasi pendidikan level kampus dengan sasarannya adalah mahasiswa, sehingga dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa beliau mengkerucutkan 4 Domain di kampus yakni :

1. Domain akademik, meliputi strategi mempertahankan IPK agar dapat merencanakan dan menjalankan kemapanan akademik yang baik.
2.  Domain leadership, dimana kemampuan memimpin, mempengaruhi, pengambilan keputusan dan resiko diukur pada domain ini, sebuah bagian yang tidak mewah namun menjadi hal penting yang harus dikejar. 
3. Domain sosial, yaitu mahasiswa mampu untuk menggerakkan gelombang pada hati nuraninya untuk perduli dan peka dalam mengidentifikasi sebuah masalah, resiko dan menemukan langkah efisien dan inovatif dalam menyelesaikannya. 
4. Domain religius, meliputi keberadaan agama dan Allah dalam dirinya, memahami dan mengerjakan perintahNya dengan baik.

 

 

Hal menarik pada FLC Bakti Nusa 12 ini adalah diskusi dan pembukaan wawasan mengenai salah satu value bakti nusa transformatif, melalui aplikasi zoom pasangan alumni Bakti Nusa Kang Abay dan Teh Wulan, menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perlu dilakukan secara berlanjut dengan membangun keluarga sebagai penanaman dan laboratorium peradaban lingkup paling kecil dan penting, sebagaimana Hasan Al-Banna sebutkan bahwa ada 7 tahapan untuk mengambil kembali kendali kepemimpinan peradaban dunia ke pangkuan islam yaitu,
1. Membina pribadi muslim
2. Membangun keluarga islami
3. Membimbing masyarakat
4. Memperbaiki pemerintahan
5. Mempersatukan ummat untuk berdaya
6. Merealisasikan kepemimpinan global 
7. Menjadi soko guru bagi semesta alam

 

Sehingga, perjalanan sebagai penerima manfaat Bakti Nusa tak lagi tentang bagaimana perbaikan diri bisa berjalan dengan baik namun, langkah-langkah selanjutnya dalam pengimplementasian dari nilai transformatif dapat mengiringi langkah dan kontribusi sebagai pengukir peradaban.  Tentu dalam realisasinya banyak sekalu rintangan dan halangan yang harus di hadapi, mengutip dari penyampaian Kang Adna Fatron dan disebutkan pula oleh Bang Aminudi, Mas Adhika serta Pak Syafi'ie pemuda khususnya PM BA mampu untuk bergerak lebih sebagai runner yaitu yang menguasai medan rintangan, mampu mengolah tools atau teknologi yang ada, dan berani mengambil hal yang berbeda dengan inovasi yang kreatif dengan leadpro masing-masing. Bukan sebagai mediocre yaitu orang yang berada pada posisi rata-rata dan seringnya dikendalikan oleh teknologi yang ada. 

 

FLC secara luring bertempat di asrama haji Boyolali, Solo. Solo yang kaya dengan kebudayaan, tak hanya menyatukan PM BA 12 namun, menautkan kembali hati antara PM BA 12, alumni BA, hingga pengurus pusat LPI DD. Pembiasaan diri dengan melakukan sholat 5 waktu lengkap dengan rawatib, dzikir pagi dan petang bersama, hingga melakukan qiyamul lail secara bersama-sama semoga menjadi hujjah bahwa bukan harap pada manusia yang ingin dicapai, tapi keridhaan padaNya yang menjad cita tertinggi. Saat kegiatan luring, PM BA 12 menampilkan seni dan kebudayaan dari masing-masing regional, sebagai wujud dari salah satu tema FLC 2023 preserve yaitu menjaga nilai-nilai baik, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini. 

 

Keraton Kasunanan menjadi saksi bisu dari pengembaraan budaya yang dilakukan oleh BA 12 di tanggal 29 Januari 2023, dimana menjadi destinasi budaya terakhir dari ekspedisi kebudayaan untuk meningkatkan team building yang meliputi, Balai Kota, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Pasar Keris dan Cinderamata, Masjid Agung, Pasar Klewer dan Keraton Kasunananan. Indahnya kebudayaan, ragamnya adat, serta hebatnya sejarah yang terkandung pada setiap destinasi menjadi asas semangat untuk terus menjadi pemuda hebat yang mengambil peran dalam kontestasi peradaban, sesuai dengan jargon BA 12 "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat". Sudah seharusnya kita, sebagai pemuda untuk mengambil peran dan melangkah hebat untuk kontibusi besar dan bakti cinta bagi nusa. 


It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great
-Anomymous-

Tag :

Citizen ReporterPrestasiKegiatan OrganisasiMinat & BakatWebinarTrue Story

Bagikan :

Mufidatul Fathiyah

Mungkin Anda Tertarik

1.

Mahasiswa UMM Juara Best of The Best Lomba Photography Tingkat Nasional
Indri Hauliah di Motivasi
  • Minggu, 24 Juli 2022
  • 1 menit

2.

Gandeng PMM 98 UMM, LAZ YASA Malang Santuni 2000 Anak Yatim
Lutfiatunnisa Alkayyis di Motivasi
  • Selasa, 19 April 2022
  • 3 menit

3.

Menulis Jadi Hobi, Dosen FH UMM Ditunjuk Sebagai Reviewer Jurnal Bereputasi Terindeks Scopus
Sholahuddin Al-Fatih di Motivasi
  • Kamis, 12 Agustus 2021
  • 3 menit

4.

Tim Debat UMM Langganan Juara Debat Nasional
yogi alidrus di Motivasi
  • Sabtu, 23 Juli 2022
  • 3 menit
© 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts