#Citizen Reporter

Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) sebagai Kegiatan Orientasi CPM Bakti Nusa Diikuti Aktivis Muda Seluruh Indonesia

"Belum tentu dirimu lebih baik atau lebih hebat dari mereka, ingat kamu hanya memperoleh kesempatan maka manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kamu miliki".    Malang (31/1) - Desember tahun lalu Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) merilis hasil seleksi akhir penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa. Setelah melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat proses ini berhasil melahirkan 50 orang mahasiswa aktivis dari seluruh Indonesia yang tersebar di 12 regional dan 14 universitas negeri yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.    Kemudian, seluruh mahasiswa aktivis terpilih diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orientasi Calon Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (CPM BA) Bakti Nusa yang disebut dengan "Future Leader Challenge". Kegiatan Future Leader Challenge BAKTI NUSA 2023 merupakan wadah orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA mengusung tema "We Create, We Build, We Preserve" yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. "We Create" berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari Penerima Manfaat (PM) BAKTI NUSA angkatan 12. "We Build" berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. "We Preserve" berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.  Kegiatan FLC dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan daring dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 21 dan 22 Januari 2023 yang diawali dengan welcoming speech yang disampaikan oleh Bapak Mulyadi Saputra selaku Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa    "Bakti Nusa merupakan suatu program yang menjadi rumah tumbuh para aktivis dari berbagai kampus, rumah yang menumbuhkan, rumah yang mendewasakan, rumah tempat belajar untuk menguatkan mentality leadership ke depan. Rumah yang tepat bagaimana kita belajar bersama, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk menunjukkan bahwa anak muda memiliki sesuatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini".    Kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas berbagai topik menarik dari para narasumber meliputi,    -Leaders Insight: Young and The Future of Zakat Movement yang disampaikan oleh Bapak Bambang Suherman (Ketua Umum FOZ) beliau menyampaikan bahwa zakat movement merupakan sebuah gerakan yang harus terus ada di setiap generasi. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda dan tantangan tersebut memberikan peluang untuk survive dan mandiri.    -Milstone of Dompet Dhuafa (History, Vision, and Mission, Programs, and Program Distributions) yang disampaikan oleh Bapak Dian Mulyadi (GM Communication and Corporate Secretary DD) beliau menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis dan wirausaha sosial profetik. Berbagai program yang dilaksanakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.    -Build Future Self: Workshop Life Plan, materi ini disampaikan oleh Bapak Adnan Fatron (Founder and CEO Muda Inspiratif Consulting) beliau menyampaikan Life Plan yang tidak berkembang disebabkan karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain, banyaknya distraksi yang membuat sulit fokus pada tujuan hidup, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat (statis).   Kegiatan daring hari kedua diisi dengan diskusi "Walk The Talk" yang mengundang pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya: -Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G)-M. Syafi'ie el Bantanie (Kepala LPI DD 2017-2021) -Aminudi Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional)    Para narasumber menyampaikan berbagai materi yang memotivasi dan menginspirasi para CPM BA. Pelaksanaan kegiatan orientasi daring ditutup dengan diskusi bersama alumni penerima manfaat bakti nusa yang menyampaikan materi tentang nilai dan manifestasi poin transformatif sebagai salah satu profil Bakti Nusa.    Pelaksanaan kegiatan orientasi CPM BA Bakti Nusa dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring yang dilaksanakan pada Jum'at -Minggu 27-29 Januari 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan luring ini berjalan dengan lancar diikuti seluruh penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa sebagai peserta, didampingi oleh alumni penerima manfaat bakti nusa angkatan 11 dan mengahadirkan para narasumber dari internal LPI DD. Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang dapat diperoleh awardee dari kegiatan ini, bertemu dengan para aktivis muda dari seluruh Indonesia dengan berbagai ide dan gagasan kreatif menambah wawasan dan sudut pandang baru bahwa pemuda saat ini tidak cukup jika hanya memberi impact (manfaat bagi dirinya sendiri) namun anak muda juga sudah seharusnya memikirkan bagaimana gagasan atau inovasi yang dirumuskan dapat memberi kebermanfaatan bagi umat. Segudang pengalaman juga dibawa oleh para CPM BA yakni bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai organisasi dalam dan luar kampus yang diikuti, berbagai kegiatan sosial pengabdian masyarakat yang berhasil dilaksanakan serta motivasi mereka mengikuti program Bakti Nusa agar terus dapat menjadi pemuda/i yang berkontribusi nyata bagi bangsa.   Harapannya semoga kegiatan orientasi ini dapat menjadi wadah bagi aktivis muda untuk dapat terus mengembangkan diri dengan segala potensi yang dimiliki, memperteguh dan menguatkan niat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.  #BaktiNusaBerjuang#BA12Bisa#BaktiNusa12#PemudaBermartabatMembantuUmmat

Nuril Ammi Nasution7 menit
Hukum

Pelajari Cyber Security, Dosen FH UMM Hadiri SRICPO-DIS dengan Beasiswa Stuned

Malang (27/1) - Isu keamanan data di era digital menjadi topik perbincangan hangat, tidak hanya di kalangan akademisi namun juga di warung-warung kopi. Betapa tidak, di dark web, banyak data masyarakat yang diperjualbelikan secara ilegal, dengan harga yang cukup terjangkau. Padahal, data tersebut adalah data penting.   Merespon dinamika tersebut, Stuned Scholarship bekerjasama dengan Universitas Maastricht Belanda, memberikan pelatihan dan course singkat bertajuk SRICPO-DIS, yang diselenggarakan di Universitas Airlangga, oleh HRLS FH UA. Beberapa peserta terpilih diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut, salah satunya dosen FH UMM, Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH.   Fatih menjadi satu-satunya peserta dari luar Kota Surabaya yang diundang dalam kegiatan tersebut. Dalam Kesempatan emas tersebut, Fatih berjejaring dengan beberapa fasilitator dari Belanda dan Jordania, serta tentunya dengan beberapa peserta, misalnya dari Unair, PUSHAM Ubaya, UPN-VJ, UNESA, UINSA, UM Surabaya, UWKS dan sebagainya.   "Materinya sangat insightful. Saya bisa mendapatkan pencerahan tentang bagaimana data harus diolah. Mana yang boleh dishare dan mana yang tidak boleh." Ungkap Fatih   Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari tersebut (24-27 Januari 2023), diharapkan bisa menjadi bekal bagi para peserta, untuk kemudian menularkan ilmunya di lingkungan masing-masing, terutama berkaitan dengan cyber security dan seluk beluknya (saf).

Sholahuddin Al-Fatih2 menit
Opini

Mengamati Sosok Pemimpin Masa Depan

Data BPS (Badan Pusat Statistik) mengatakan “Statistik Perusahaan Informasi dan Komunikasi” 2020 memberi informasi bahwa 79,41% startup pengembang sistem elektronik didominasi oleh anak-anak muda. Hal ini menunjukkan semakin banyak peran strategis masa kini yang dipenuhi oleh sosok anak-anak muda. Mereka merintis banyak hal sejak muda dan dewasa bersama tantangan yang dihadapinya. Anak-anak muda yang kini mayoritas berasal dari kalangan “Milenial” dan Gen “Z” akan terus mendominasi sektor-sektor strategis baik di dunia pendidikan, kesehatan, pertanian, kelautan, industri kreatif, dan seterusnya. Mereka sangat identik dengan inisiatif dan motif yang kuat, serta kendali untuk membawa perubahan di masa depan.   Tantangan Masa Depan Banyak tantangan yang harus dihadapi dan diantisipasi oleh anak-anak muda di masa depan. Anak-anak muda kini mesti mahir dan menguasai apa yang dinamakan dengan “Shifting of Skills” dalam konteks “Reskilling Needs” yang dibutuhkan dunia di masa depan. World Economic Forum menjelaskan terdapat Top 10 Skills of 2025 yang dibutuhkan di masa depan, (1) Analytical thinking and Innovation, (2) Active learning and learning strategis, (3) Complex problem-solving, (4) Critical thinking and analysis, (5) Creative, originality and initiative, (6) Leadership and social influence, (7) Technology use, monitoring and control, (8) Technology design and programming, (9) Resilience, stress tolerance and flexibility, and (10) Reasoning, problem solving and ideation. Yang akhirnya dapat disimpulkan bahwa bagaimana anak-anak muda mesti mampu menyelesaikan setiap tantangan dengan lincah, tangkas, cepat, dan cerdas (Agile) di berbagai lini kehidupannya.   Anak-anak muda di masa depan perlu pandai dan tangkas dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya. Skill untuk membangun kolaborasi serta mengelaborasikan sumber daya dalam mengurai dan menyelesaikan permasalahan besar menjadi modal yang harus dimiliki dan melekat pada diri anak muda saat ini. Tidak hanya mengentaskan permasalahan dalam konteks ‘micro’ saja, melainkan jauh lebih luas yaitu pengentasan permasalahan dalam skala ‘macro’ terkait dengan pengentasan kemiskinan, ketimpangan, kesenjangan, dan lain sebagainya.   Dalam World Economic Forum 2020, para pemimpin muda dunia mengatakan bahwa “Dunia yang lebih baik itu adalah dunia yang bersahabat dengan orang-orang lemah dan terpinggirkan. Semua orang harus mendapatkan kesempatan yang sama.” Maka sudah seharusnya tugas dan tanggung jawab pemuda di setiap negara untuk membuat tanah tempat tinggalnya menjadi lebih baik, khususnya di era disrupsi dan pengaruh perkembangan teknologi pada zaman revolusi industri dunia.    Sosok Pemimpin masa depan Era disrupsi dan hadirnya pemimpin muda berjalan beriringan dan tidak terpisahkan. Milenial dan Gen Z saat ini memiliki peran kunci dalam perkembangan dan pertumbuhan satu wilayah bahkan negara. Banyak kejutan yang telah dilakukan anak-anak muda dalam berbagai bidang pekerjaan. Mereka bertumbuh dengan inovasi dan akan berkembang dengan jaringan relasi yang baik. Standar baru kepemimpinan mereka mulai diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Anak-anak muda saat ini fokus pada pendekatan “people oriented” dengan komunikasi dua arah (feedback), fleksibilitas, nilai, dan etika.   Sebesar 49,52% pengguna internet Indonesia adalah milenial dengan rentang usia 18–34 tahun (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, APJII 2018) yaitu anak-anak muda yang berdaya, berkarya, dan bermakna dengan karakter kebaruan yang sejalan dengan pesatnya teknologi. Kemampuan membangun dan menunjukkan jati diri melalui media sosial menjadi penting di era industri saat ini. Selain mahir dalam penggunaan teknologi, anak-anak muda mengedepankan prinsip kerja dan nilai kerja sama, kolaborasi, fleksibilitas, kerendah-hatian (humility), keterbukaan, dan terbukanya kesempatan untuk belajar serta berkembang. Mereka terbuka terhadap kritik yang membangun dan kemajuan “improvement”, tanpa mempermasalahkan perbedaan dalam ‘tribe’ di tempat kerjanya.   Kementerian Perindustrian RI menyatakan bahwa pada 2030, Indonesia membutuhkan 17 juta “high tech millennial” atau anak muda dengan kemampuan teknologi super canggih. Mereka ahli di bidang programming, web designing, technical–network engineering, government digital service, dan profesi masa depan lainnya.   Maka ketika semakin banyak talenta-talenta keren, di saat yang bersamaan tugas anak-anak muda di masa depan harus berperan sebagai ‘human accelerator dan personal developer’ bagi sesama. Bentuk hierarki dan struktur organisasi mesti bergeser lebih proaktif konstruktif. Melalui efisiensi, organisasi dengan sendirinya menyesuaikan lanskap, jenis pekerjaan dan juga kebiasaan kerja anak-anak muda akan lebih membangun organisasinya dengan hal yang disukai (passion) dan terdapat misi sosial (social purpose) dalam setiap gerak-gerak pekerjaannya.    ‘Style’ Kepemimpinan Masa Depan Standar kepemimpinan di lintas lini telah berubah seiring dengan perkembangan industri 4.0. Salah satu kemampuan utama pemimpin masa depan adalah perlu memahami bagaimana cara bereaksi sangat cepat (super fast response) terhadap berbagai hal dalam ruang kendalinya. Dari komunikasi teks 24/7 hingga kemampuan komunikasi publik dalam ranah online ataupun offline.   Pemimpin masa depan pun lebih berorientasi pada hasil “result-goal oriented”, tidak selalu mengedepankan prosedur dalam pengambilan keputusan. Menjaga Integritas menjadi kompetensi utama bagi pemimpin masa depan karena segala sesuatu yang berkait dengan pekerjaan menjadi transparan. Leader harus mendengar, melihat, merasakan dan turun ke medan pekerjaan agar dapat mengambil keputusan dan melihat masalah dengan sebaik-baiknya. Keputusan yang dibuat pun harus dilakukan secara cepat dan tepat.   Kemampuan mengembangkan bakat dan talenta juga merupakan tugas utama mereka, pergerakan dan pergeseran terjadi kian cepat sehingga pribadi yang tidak ‘agile’ dan tidak mampu beradaptasi dengan cepat dari pemikiran konvensional akan sirna.   Praktik kepemimpinan yang ‘agile’ menjadi gaya kepemimpinan yang wajib dipraktikkan dalam keseharian pemimpin muda. Menerima perbedaan, terkoneksi sepanjang waktu dengan banyak pihak, mahir mengakomodasi perspektif, mengedepankan kolaborasi lintas lini, hingga meredam ego, menjadi modal penting yang perlu dikuasai dan di aplikasikan dalam setiap aktivitas pemimpin-pemimpin muda masa depan, ‘human-based approach’. Maka sudah semestinya anak-anak muda atau pemimpin masa depan  mampu memanusiakan rekan kerja dengan empati dan mengedepankan budaya apresiatif dalam kehidupannya.    Terakhir, Hadirnya anak-anak muda saat ini ini tidak hanya mengubah peta industri, namun juga pergeseran perspektif, profesi, cara komunikasi, pekerjaan, konsumsi, gaya hidup, sampai pada bertransaksi. Anak-anak muda yang paling siap dan mampu memantaskan diri dengan percepatan dan perkembangan zamanlah yang akan bertahan sebagai pemimpin generasi ‘The Leader of Leaders’ yang kelak juga diharapkan mampu hadir mempersiapkan generasi terbaik yang mengangkat derajat ibu pertiwi lebih tinggi lagi.  

FazarMuhammad14 menit
Pendidikan

Penutupan Kegiatan PMM Oleh Kelompok 97 Gelombang 11 Di Panti Asuhan Ar-Rohmah Selopuro Blitar

Minggu (30/10/22) Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 97 Gelombang 11 yang beranggotakan Intan Kurnia Safitri, Ahmad Baihaqi Hakim, Raihan Maulana, Wisnu Agung Syeh Akbar, dan Ida Agustin Diyanti, dibawah bimbingan Ibu Vritta Amroini Wahyudi, S.Si., M.Si. selaku dosen pendamping lapangan (DPL) melaksanakan kegiatan penutupan PMM yang bertempat di Panti Asuhan Ar-Rohmah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 97 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL)  Ibu Vritta Amroini Wahyudi, S.Si., M.Si.   Dalam acara penutupan PMM pada kali ini dihadiri langsung oleh Bapak Ashuri Usman selaku Kepala Pengurus Panti Asuhan Ar-Rohmah dan perwakilan sponsor Lazismu Kabupaten Blitar yakni Ibu Riani Sukiran. Dalam pelaksanaan PMM, Kelompok 97 Gelombang 11 bekerja sama dengan Lazismu yang merupakan salah satu lembaga amil zakat di Kabupaten Blitar.  Penutupan PMM ini merupakan perpisahan sekaligus ucapan terima kasih kelompok 97 terhadap pihak panti mulai dari pemberian kesempatan yang berharga kepada kami, keramahtamahan dalam menyambut kegiatan PMM dan membantu kami sedari awal pembukaan sampai penutupan PMM. Acara penutupan PMM yang dilaksanakan pada hari minggu kemarin dapat berjalan dengan lancar berkat bantuan dari pihak panti yang ikut serta membantu kami dalam melaksanakan acara penutupan ini.   Adapun rangkaian acara penutupan PMM kelompok 97 gelombang 11 yaitu mulai dari pembukaan oleh MC hingga ke sambutan-sambutan koordinator kelompok dan kepala pengurus panti, pemberian cinderamata, pemberian 20 buku cerita dan 20 pensil warna, pemberian santunan kepada anak-anak, penyerahan sembako melalui donatur lembaga amil zakat Lazismu Kabupaten Blitar dan penutupan.    Kegiatan pengabdian oleh anggota PMM Kelompok 97 gelombang 11 telah berlangsung selama 30 hari. Kegiatan-kegiatan tersebut tentu melibatkan sejumlah 40 anak panti dan juga ibu dan bapak para pengurus panti yang ikut serta menyukseskan program-program yang telah dibuat oleh kelompok kami. Kelompok 97 sangat bersyukur dan berterima kasih mendapatkan dukungan, bantuan dan keterlibatan seluruh warga panti dalam program kerja yang dilaksanakan.   “Atas pengalaman yang berharga ini kami sangat berterima kasih kepada kepada Bapak Ashuri Usman yang telah mengizinkan dan banyak membantu kelompok kami dalam mengadakan kegiatan PMM di Panti Asuhan Ar-Rohmah ini dan juga kami ucapkan terima kasih kepada anak-anak atas antusias kalian mengikuti semua program kerja yang telah kami buat dari awal hingga kegiatan penutupan hari ini. Semoga apa yang telah kami berikan selama kegiatan PMM berlangsung ini dapat memberikan manfaat keseluruhan warga Panti Asuhan Ar-Rohmah dalam peningkatan pendidikan karakter yang kuat terhadap anak-anak di panti. Banyak ilmu pelajaran dan kenangan yang dapat kami ambil dari kegiatan PMM kali ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan umur yang panjang agar dapat berjumpa di kesempatan dan di lain waktu.” Ucap Intan Kurnia Safitri selaku koordinator kelompok 97 gelombang 11 PMM Bhaktiku Negeri 2022.    Sementara itu, Pak Ashuri Usman selaku Kepala Pengurus Panti Ar-Rohmah menyampaikan ucapan terima kasih kepada kelompok 97 karena sudah memilih untuk menjalankan PMM di Panti Asuhan Ar-Rohmah Selopuro Blitar dan sudah turun langsung ke lapangan untuk bertemu anak-anak untuk turut serta memberikan ilmu kepada anak-anak yang berada di panti. Beliau juga mendoakan yang terbaik bagi kelancaran kuliah kami sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Beliau juga mendoakan agar kami senantiasa sehat selalu agar jikalau ada kesempatan lain kami dapat dipersilahkan untuk berkunjung silaturahmi.   Acara diakhiri dengan ucapan kalimat syukur hamdalah bersama-sama dan kemudian pemberian cinderamata oleh koordinator kelompok 97 kepada Bapak Ashuri Usman sebagai bentuk simbolis kenang-kenangan terhadap kegiatan PMM yang telah sukses berjalan di Panti Asuhan Ar-Rohmah Selopuro Blitar.  Kemudian acara dilanjutkan dengan pemberian 20 buku cerita dan 20 pensil warna untuk dijadikan penunjang fasilitas oleh salah satu anggota kelompok 97 kepada bapak Ashuri Usman, dan dilanjut pemberian santunan oleh salah satu anggota kelompok 97 kepada anak-anak panti, lalu pemberian sembako melalui donatur dari lembaga amil zakat Lazismu Kabupaten Blitar dan ditutup dengan bersalaman antara kelompok 97 dengan anak-anak panti.   Pelepasan kegiatan  ini diresmikan langsung oleh Kepala Pengurus Panti Asuhan Ar-Rohmah Selopuro Blitar. Dan penyerahan cinderamata untuk pihak panti menjadi penutup kegiatan PMM. Cinderamata yang kami berikan berupa vandel/plakat sebagai kenang-kenangan dan sebagai tanda simbolis bahwa kelompok 97 pernah melakukan kegiatan PMM di Panti Asuhan Ar-Rohmah lebih tepatnya di Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Momen acara  penutupan ini berlangsung emosional mengingat betapa baiknya pihak panti yang telah menerima mahasiswa PMM dengan sangat ramah dan baik sekali. Kelompok 97 sangat berterima kasih kepada semua kalangan yang ada berpartisipasi dalam PMM di Panti Asuhan Ar-Rohmah Selopuro Blitar.

Intan Kurnia Safitri7 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Melakukan Pembukaan Kegiatan PMM di Panti Asuhan di Blitar

Kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi  hasil penelitian dan pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 97 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapangan Vritta Amroini Wahyudi,S.Si.,M.Si.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 97 Gelombang 11 dimulai dari tanggal 1 Oktober 2022 hingga 31 Oktober 2022 yang berlokasi di Panti Asuhan Ar Rohmah, Tegalrejo Kota Blitar. Pembukaan kegiatan PMM Kelompok 97 Gelombang 11 dilaksanakan pada minggu kedua tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2022.   Kegiatan Pembukaan ini dihadiri 40 anak dari panti asuhan tersebut dan disahkan oleh pengelola Panti Asuhan Ar Rohmah, Bapak Ashuri. Dalam kegiatan pembukaan acara PMM ini, Kelompok 97 Gelombang 11 juga memasang Banner dengan tema “Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter dalam Rangka Membangun Generasi Muda yang Berakhlak Mulia di Panti Asuhan Ar Rohmah”.    

Ida Agustin4 menit