Unit Kegiatan Mahasiswa KSR PMI Unit Universitas Negeri Malang sukses tahap pendanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi 2023. Pengumuman pendanaan diumumkan pada 14 Juni 2023 lalu. Ide yang diusungkan oleh KSR PMI UNIT UM pada tahun 2023 adalah mengangkat Desa Sehat dengan masalah mengenai stunting. Program ini dipaparkan pada saat presentasi sub proposal oleh ketua tim Eva Uma Widyastuti mahasiswi prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Hafif Ahmad Abdul Aziz mahasiswa prodi Teknik Sipil, Syalwa Dida Wuriyanti mahasiswi prodi biologi. UKM KSR PMI merupakan organisasi kemahasiswaan ditingkat universitas yang bergerak dalam bidang relawan dan kemanusiaan. UKM KSR PMI sejalan dengan kompetensi yang dimiliki dengan topik yang diangkat. Dukungan dari berbagai pihak seperti support anggota tim, support ORMAWA, pengurus, dosen pembina, dosen pembibing, serta pihak universitas dan mitra desa yang menghantarkan tim lolos pendanaan.
Setelah lolos pendanaan, tim akan menjalankan program ini di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, dengan fokus penanganan stunting di masyarakat. Terdapat banyak intervensi yang diberikan seperti pembentukan kader anti stunting, pelatihan kader, perencanaan menu sehat, jumat bersih, dan kegiatan lainya yang berhubungan dengan tindakan preventif dan kuratif mengenai stunting di masyarakat.
Tim PPK ORMAWA KSR PMI Unit UM beranggotakan 15 orang dari berbagai rumpun progra studi dan fakultas yang berbeda-beda. diantaranya adalah:
Eva Uma Widyastuti - 2020 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat - Fakultas Ilmu KeolahragaanAfifudin Hanif - 2020 - S1 Teknik Sipil - Fakultas TeknikAfrina Hanifah Mufidah - 2021 - S1 Pendidikan Sosiologi - Fakultas Ilmu SosialAnindita Kumar - 2020 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat- Fakultas Ilmu KeolahragaanBaiq Fatria Ziza Saputri - 2021 - S1 Pendidikan Matematika -Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamCantika Salwa Ashamadu - 2020 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat- Fakultas Ilmu KeolahragaanHafif Ahmad Abdul Aziz - 2021 - S1 Teknik Sipil- Fakultas TeknikIna Mardiana Putri - 2021 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat- Fakultas Ilmu KeolahragaanNisa Diah Silvana - 2021 - S1 Pendidikan Sosiologi- Fakultas Ilmu SosialNisrina Nabilah Husniyah - 2020 - S1 Matematika-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamRio Aji Wijaya - 2020 - S1 Desain Komunikasi Visual- Fakultas SastraSherly Anjani - 2020 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat- Fakultas Ilmu KeolahragaanSilvia Devi Nadira - 2020 - S1 Fisika-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamSyalwa Dida Wuryanti - 2020n- S1 Biologi-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamVida Ayu Rahmalia Putri - 2021 - S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat- Fakultas Ilmu Keolahragaan
Dengan rumpun yang berbeda inilah, menjadi semangat dan tantangan tersendiri kedepanya untuk melaksanakan program yang terdanai. Kedepanya, diharapkan dalam melaksanakan program dapat berjalan dan sukses untuk kemudian abdidaya. Pihak desa juga berharap masalah stunting dapat teratasi dan program berdampak nyata pada masyarakat Pagersari khususnya.
Tim Humas PPK ORMAWA KSR PMI Unit UM
"Kalau Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya serta memiliki sebuah tujuan dan tidak main-main, lalu kenapa kita leha-leha dan terserah apa kata dunia?” - M Adnan Fatron
Berbicara mengenai Future Leader Challenge (FLC) yang merupakan sebuah rangkaian orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA sebanyak 50 orang yang terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia, FLC dilakukan secara hybrid (daring melalui zoom meeting pada tanggal 21-22 Januari 2023 dan luring yang bertempat di kota solo pada tanggal 27-29 Januari 2023). Agenda utama FLC ini yaitu pelatihan orientasi program, public event, penandatanganan akad, leadership sharing, dan team building.
Alhamdulillah, dengan menjadi salah satu dari 50 orang Penerima Manfaat (PM) terpilih dengan latar belakang kepemimpinan yang berbeda-beda, membuat aku mendapatkan banyak pelajaran di setiap kegiatan orientasi FLC yang menjadi langkah awal kebermanfaatan selanjutnya. Tema FLC kali ini yaitu “We Create, Build, and Preserve” yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. “We Create” berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari PM BAKTI NUSA angkatan 12. “We Build” berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. “We Preserve”, berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something safe or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya, dan cita-cita luhur bangsa ini. FLC 2023 berfokus pada penciptaan inovasi pembaharuan untuk memberikan solusi pada permasalahan sosial sesuai dengan zamannya secara terbuka dan progresif berdasarkan jalan kepemimpinan masing-masing Penerima Manfaat BAKTI NUSA. Hal ini sesuai dengan hadits bukhari & muslim yang berbunyi :
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari & Muslim. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]
Profil utama yang ingin diharapkan berada pada diri setiap penerima PM adalah pemimpin yang Berintegritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani masyarakat. Pada FLC daring, profil tersebut disampaikan melalui Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif yang menghadirkan pemateri yang luar biasa. Salah satu materi yang aku highlight yaitu materi kedua “Young and The Future of Zakat Movement” yang disampaikan oleh bapak Bambang Suherman yang merupakan (Ketua Umum FOZ), Beliau menyampaikan bahwasannya seorang pemuda adalah masa depan dari gerakan kebaikan yang ada, produktivitas dari diri pemuda dapat dilihat dari kehadiran nya pada setiap kebaikan serta gerakan yang akan dibuat juga ajakan untuk terus berbuat kebaikan pada sekitar, “Selalu sediakan hati kita untuk peduli kepada sesama, gunakan semua kompetensi, ruang kendali dan ruang pengaruh kita untuk itu” - Bambang Suherman.
Hari kedua adalah Public Event “Walk The Talk” yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan 3 pemateri yaitu pak Aminum Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional), mas Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G) dan pak Muhammad Syafi’ie (Kepala LPI_dd 2017-2022), diskusi yang terbangun sangat menarik dan mendapatkan banyak insight positif dari setiap jawaban yang dilontarkan, seperti saat ditanya tentang “Menjadi berdampak itu seperti apa?” pak amin menjawab, berdampak itu dapat terlihat dari kebermanfaat yang kamu dapat hasilkan dalam lingkungan rumahmu terlebih dahulu, dan menjadi berdampak maka kamu harus bisa menciptakan sebuah inovasi dan menjadi seorang visioner yang dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain (peluang kebermanfaatan). Pesan dari kak Adhika untuk kita yaitu “Just do good, rezeki ikut” dan temukan Reason we build dari diri kalian masing-masing. Pak Syafi’ie juga memberikan kita tips agar bisa mengelola waktu lebih baik lagi dengan menjadikan kita sebagai subjek bukan objek, dengan menjadikan diri kita sebagai subjek maka kita bisa mengelola semua waktu itu sesuai dengan jadwal kita.
Saat FLC luring kita para PM dari seluruh indonesia menginap di asrama haji Boyolali, Solo. asrama haji inilah yang menjadi saksi dari keretakan ukhuwah/persaudaraan, kerekatan dengan Allah dan semangat pada pemuda untuk menjadi bermanfaat, banyak kejadian yang bisa diceritakan saat FLC luring ini salah satunya aku yang tergabung pada kelompok 10 bersama teman-teman yang berasal dari solo yaitu (Hasna), makassar (Faudzul), palembang (Rahma) dan padang (Habibie) yang di fasilitatori oleh kak poppy sebagai fasil dari BA 11, mencoba berbagi cerita dan menyelesaikan misi yang ditugaskan para panitia.
Kejadian tak terlupakan adalah saat hari pertama FLC, kita diwajibkan untuk bangun jam 3 pagi dan melakukan sholat tahajud bersama di masjid kompleks asrama haji, dengan suasana yang masih dingin kita berbondong-bondong menuju masjid, sholat tahajud yang biasanya hanya 10-20 menit kini menjadi 1 jam sendiri, yang biasanya imam hanya membaca setengah halaman atau surat dari juz 30, yang biasanya setelah tahajud kita membaca al-quran sambil menunggu adzan subuh, kini agak berbeda masyaallah sekali, semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua.
Di malam puncak, juga ada penampilan dari setiap regional yang membawakan khas budayanya masing-masing, seperti pada regional palembang membawakan tarian khas pada palembang yang menggambarkan kecantikan dari perempuan-perempuan palembang, dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan mendukung tarian seakan-akan kita berada di palembang langsung. kemudian ada penampilan dari regional malang yaitu penampilan drama musikal yang mengangkat isu tragedi kanjuruhan dan memperkenalkan tarian topeng serta bahasa walean yang menjadi ciri khas dari kota malang. dan masih banyak lagi penampilan-penampilan khas budaya masing-masing regional yang patut kita acungkan jempol dan perlu kita cari tahu secara mendalam filosofi dan sejarah budaya indonesia tersebut, agar terus lestari dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita kelak.
Hari terakhir kita diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah kota solo, yang mana setiap kelompok memiliki jalur destinasi nya masing-masing, dan kelompok ku kelompok 10 mendapatkan jalur destinasi ke pasar keris&cinderamata-pasar klewer-keraton kasunanan. Banyak hal-hal menarik yang bisa aku simpulkan dari kegiatan, yang awalnya kita hanya diberikan bekal uang sebanyak 50.000 rupiah harus mengunjungi 3 tempat tersebut, yang mana kalau di hitung uang tersebut gak akan cukup jika kita memakai gojek online (khas anak muda). Dengan berbekal kerjasama dengan kelompok lain, kita mencoba untuk menumpang pada kendaraan-kendaraan yang lewat di setiap jalan. ahaha kalau di ingat-ingat bikin takjub karena sebagian orang udah pesimis gak bakal ada yang bantu, karena daerah ini adalah daerah minim begituan.
Tapi dengan tekat, usaha dan keberuntungan akhirnya kita coba meminta tolong dengan khas tangan jempol, alhamdulillah ada 2 pengemudi pick-up yang mau menampung kita, pengemudi pick-up pertama mengantarkan kita ke pemberhentian BST (Bus Solo Trans) yang nantinya sesuai arahan, BST tersebut akan mengantarkan kita ke titik pertama yaitu pasar keris&cinderamata, tapi karena ada beberapa teman kelompokku yang tidak mempunyai e-money sehingga kita mencoba keberuntungan lagi dengan menyetop pick-up, alhamdulillah ada yang mau bantuin, seorang pengemudi yang sedang mengantarkan tempe ke distributor membantu kita, usut punya usut ternyata bapak pengemudinya adalah seorang relawan juga yang tahu bagaimana susahnya mencari tumpangan.
Memang benar ya, kadang kita cuma harus terus optimis dan mengusir pikiran-pikiran negatif akan ketidakmungkinan sesuatu itu terjadi, masih banyak orang baik di luaran sana, kita hanya perlu husnudzan dan mencoba untuk mencari orang baik itu lalu kemudian kebaikan yang ditularkan itu kita implementasikan nanti.
Lanjut setelah di titik pertama kita bertemu dengan panitia dan diberi tugas untuk mewawancarai salah satu pedagang dan mengulik sejarah dari pasar ini, dari sini aku banyak menemukan keindahannya dari seorang kakek yang berumur 85 tahun. lanjut ke titik kedua yaitu pasar klewer (namanya unik banget) karena jarak yang lumayan dekat kelompok kita memutuskan untuk jalan kaki ke titik tersebut, sekalian olahraga. Disini kita dikasih tugas untuk menjalankan projek sosial yang sudah kelompok kita susun yaitu “pohon harapan untuk indonesia”, di sini projek nya lebih kearah edukasi apa sih harapan warna buat indonesia, apalagi di tahun ini adalah tahun politik yang mana adalah tahun pergantian presiden indonesia.
Titik terakhir yaitu Keraton Kasunanan, di titik ini kita diperlihatkan tempat keraton solo, dan alhamdulillah karena waktu yang sudah menunjukkan pergantian petugas, kita di kasih tontonan bagaimana bapak-bapak penjaga keraton melakukan pergantian tugas kepada petugas yang lainnya, ahh indah banget. Hikmah yang dapat aku diambil dari perjalan expedisi ini adalah “kadang kita acuh tak acuh pada sekitar, coba renungkan sambil jalan-jalan menggunakan kaki mu sendiri dan tatap setiap jengkal perjalananmu dari titik satu ketitik lain, lihat perbedaannya, keajaiban itu pasti ada”
Kata penutup untuk FLC 2023, keren bangett, dan makasih sudah membuat aku belajar banyak. Mari kita renungkan jargon BA 12 yang kita bikin yaitu "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat", sebuah jargon yang memiliki makna mendalam, sebuah tugas penting untuk menjadi pembantu dari “Ummat” atau peradaban ini. semua itu ada di pundak kita bersama seorang “Pemuda Bermartabat”.
Semangatt ya untuk kita semua, BA 12. yeyyy
"Kalau Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya serta memiliki sebuah tujuan dan tidak main-main, lalu kenapa kita leha-leha dan terserah apa kata dunia?” - M Adnan Fatron
Berbicara mengenai Future Leader Challenge (FLC) yang merupakan sebuah rangkaian orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA sebanyak 50 orang yang terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia, FLC dilakukan secara hybrid (daring melalui zoom meeting pada tanggal 21-22 Januari 2023 dan luring yang bertempat di kota solo pada tanggal 27-29 Januari 2023). Agenda utama FLC ini yaitu pelatihan orientasi program, public event, penandatanganan akad, leadership sharing, dan team building.
Alhamdulillah, dengan menjadi salah satu dari 50 orang Penerima Manfaat (PM) terpilih dengan latar belakang kepemimpinan yang berbeda-beda, membuat aku mendapatkan banyak pelajaran di setiap kegiatan orientasi FLC yang menjadi langkah awal kebermanfaatan selanjutnya. Tema FLC kali ini yaitu “We Create, Build, and Preserve” yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. “We Create” berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari PM BAKTI NUSA angkatan 12. “We Build” berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. “We Preserve”, berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something safe or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya, dan cita-cita luhur bangsa ini. FLC 2023 berfokus pada penciptaan inovasi pembaharuan untuk memberikan solusi pada permasalahan sosial sesuai dengan zamannya secara terbuka dan progresif berdasarkan jalan kepemimpinan masing-masing Penerima Manfaat BAKTI NUSA. Hal ini sesuai dengan hadits bukhari & muslim yang berbunyi :
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
“Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari & Muslim. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]
Profil utama yang ingin diharapkan berada pada diri setiap penerima PM adalah pemimpin yang Berintegritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani Masyarakat. Pada FLC daring, profil tersebut disampaikan melalui Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif yang menghadirkan pemateri yang luar biasa. Salah satu materi yang aku highlight yaitu materi kedua “Young and The Future of Zakat Movement” yang disampaikan oleh bapak Bambang Suherman yang merupakan (Ketua Umum FOZ), Beliau menyampaikan bahwasannya seorang pemuda adalah masa depan dari gerakan kebaikan yang ada, produktivitas dari diri pemuda dapat dilihat dari kehadiran nya pada setiap kebaikan serta gerakan yang akan dibuat juga ajakan untuk terus berbuat kebaikan pada sekitar, “Selalu sediakan hati kita untuk peduli kepada sesama, gunakan semua kompetensi, ruang kendali dan ruang pengaruh kita untuk itu” - Bambang Suherman.
Hari kedua adalah Public Event “Walk The Talk” yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan 3 pemateri yaitu pak Aminum Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional), mas Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G) dan pak Muhammad Syafi’ie (Kepala LPI_dd 2017-2022), diskusi yang terbangun sangat menarik dan mendapatkan banyak insight positif dari setiap jawaban yang dilontarkan, seperti saat ditanya tentang “Menjadi berdampak itu seperti apa?” pak amin menjawab, berdampak itu dapat terlihat dari kebermanfaat yang kamu dapat hasilkan dalam lingkungan rumahmu terlebih dahulu, dan menjadi berdampak maka kamu harus bisa menciptakan sebuah inovasi dan menjadi seorang visioner yang dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain (peluang kebermanfaatan). Pesan dari kak Adhika untuk kita yaitu “Just do good, rezeki ikut” dan temukan Reason we build dari diri kalian masing-masing. Pak Syafi’ie juga memberikan kita tips agar bisa mengelola waktu lebih baik lagi dengan menjadikan kita sebagai subjek bukan objek, dengan menjadikan diri kita sebagai subjek maka kita bisa mengelola semua waktu itu sesuai dengan jadwal kita.
Saat FLC luring kita para PM dari seluruh indonesia menginap di asrama haji Boyolali, Solo. Asrama haji inilah yang menjadi saksi dari keretakan ukhuwah/persaudaraan, kerekatan dengan Allah dan semangat pada pemuda untuk menjadi bermanfaat, banyak kejadian yang bisa diceritakan saat FLC luring ini salah satunya aku yang tergabung pada kelompok 10 bersama teman-teman yang berasal dari solo yaitu (Hasna), makassar (Faudzul), palembang (Rahma) dan padang (Habibie) yang di fasilitatori oleh kak poppy sebagai fasil dari BA 11, mencoba berbagi cerita dan menyelesaikan misi yang ditugaskan para panitia.
Kejadian tak terlupakan adalah saat hari pertama FLC, kita diwajibkan untuk bangun jam 3 pagi dan melakukan sholat tahajud bersama di masjid kompleks asrama haji, dengan suasana yang masih dingin kita berbondong-bondong menuju masjid, sholat tahajud yang biasanya hanya 10-20 menit, yang biasanya setelah tahajud kita membaca al-quran sambil menunggu adzan subuh dan yang biasanya imam hanya membaca setengah halaman atau surat dari juz 30, kini agak berbeda kita sholat tahajud 1,5 jam lebih sampai mendekati adzan subuh, masyaallah sekali, semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua.
Di malam puncak, juga ada penampilan dari setiap regional yang membawakan khas budayanya masing-masing, seperti pada regional palembang membawakan tarian khas pada palembang yang menggambarkan kecantikan dari perempuan-perempuan palembang, dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan mendukung tarian seakan-akan kita berada di palembang langsung. kemudian ada penampilan dari regional malang yaitu penampilan drama musikal yang mengangkat isu tragedi kanjuruhan dan memperkenalkan tarian topeng serta bahasa walean yang menjadi ciri khas dari kota malang. dan masih banyak lagi penampilan-penampilan khas budaya masing-masing regional yang patut kita acungkan jempol dan perlu kita cari tahu secara mendalam filosofi dan sejarah budaya indonesia tersebut, agar terus lestari dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita kelak.
Hari terakhir kita diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah kota solo, yang mana setiap kelompok memiliki jalur destinasi nya masing-masing, dan kelompok ku kelompok 10 mendapatkan jalur destinasi ke pasar keris&cinderamata-pasar klewer-keraton kasunanan. Banyak hal-hal menarik yang bisa aku simpulkan dari kegiatan, yang awalnya kita hanya diberikan bekal uang sebanyak 50.000 rupiah harus mengunjungi 3 tempat tersebut, yang mana kalau di hitung uang tersebut gak akan cukup jika kita memakai gojek online (khas anak muda). Dengan berbekal kerjasama dengan kelompok lain, kita mencoba untuk menumpang pada kendaraan-kendaraan yang lewat di setiap jalan. ahaha kalau di ingat-ingat bikin takjub karena sebagian orang udah pesimis gak bakal ada yang bantu, karena daerah ini adalah daerah minim begituan.
Tapi dengan tekat, usaha dan keberuntungan akhirnya kita coba meminta tolong dengan khas tangan jempol, alhamdulillah ada 2 pengemudi pick-up yang mau menampung kita, pengemudi pick-up pertama mengantarkan kita ke pemberhentian BST (Bus Solo Trans) yang nantinya sesuai arahan, BST tersebut akan mengantarkan kita ke titik pertama yaitu pasar keris&cinderamata, tapi karena ada beberapa teman kelompokku yang tidak mempunyai e-money sehingga kita mencoba keberuntungan lagi dengan menyetop pick-up, alhamdulillah ada yang mau bantuin, seorang pengemudi yang sedang mengantarkan tempe ke distributor membantu kita, usut punya usut ternyata bapak pengemudinya adalah seorang relawan juga yang tahu bagaimana susahnya mencari tumpangan.
Memang benar ya, kadang kita cuma harus terus optimis dan mengusir pikiran-pikiran negatif akan ketidakmungkinan sesuatu itu terjadi, masih banyak orang baik di luaran sana, kita hanya perlu husnudzan dan mencoba untuk mencari orang baik itu lalu kemudian kebaikan yang ditularkan itu kita implementasikan nanti.
Lanjut setelah di titik pertama kita bertemu dengan panitia dan diberi tugas untuk mewawancarai salah satu pedagang dan mengulik sejarah dari pasar ini, dari sini aku banyak menemukan keindahannya dari seorang kakek yang berumur 85 tahun. lanjut ke titik kedua yaitu pasar klewer (namanya unik banget) karena jarak yang lumayan dekat kelompok kita memutuskan untuk jalan kaki ke titik tersebut, sekalian olahraga. Disini kita dikasih tugas untuk menjalankan projek sosial yang sudah kelompok kita susun yaitu “pohon harapan untuk indonesia”, di sini projek nya lebih kearah edukasi apa sih harapan warna buat indonesia, apalagi di tahun ini adalah tahun politik yang mana adalah tahun pergantian presiden indonesia.
Titik terakhir yaitu Keraton Kasunanan, di titik ini kita diperlihatkan tempat keraton solo, dan alhamdulillah karena waktu yang sudah menunjukkan pergantian petugas, kita di kasih tontonan bagaimana bapak-bapak penjaga keraton melakukan pergantian tugas kepada petugas yang lainnya, ahh indah banget. Hikmah yang dapat aku diambil dari perjalan expedisi ini adalah “kadang kita acuh tak acuh pada sekitar, coba renungkan sambil jalan-jalan menggunakan kaki mu sendiri dan tatap setiap jengkal perjalananmu dari titik satu ketitik lain, lihat perbedaannya, keajaiban itu pasti ada”
Kata penutup untuk FLC 2023, keren bangett, dan makasih sudah membuat aku belajar banyak. Mari kita renungkan jargon BA 12 yang kita bikin yaitu "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat", sebuah jargon yang memiliki makna mendalam, sebuah tugas penting untuk menjadi pembantu dari “Ummat” atau peradaban ini yang mana semua itu ada di pundak kita bersama seorang “Pemuda Bermartabat”.
Semangatt ya untuk kita semua, BA 12. yeyyy
“Future Leader Challenge 2023, Pencetak Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Berdaya, dan Bermartabat”
FLC atau Future Leader Challenge (FLC) tahun 2023 telah dilaksanakan pada tanggal 21-22 secara daring, dan 27-29 Januari 2023 secara luring di Kota Solo. Acara ini diselenggarakan oleh BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivitas Nusantara) yang diinisiasi oleh LPI DD (Lembaga Pendidikan Insani-Dompet Dhuafa). Sebanyak 50 aktivis nusantara pilihan yang telah melalui serangkaian berbagai macam proses seleksi kelulusan, diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan FLC. BAKTI NUSA 2023 kali ini sudah memasuki Angkatan ke 12, terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia (USU, UNAND, UNSRI, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNS, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNHAS, dan UNUD). FLC sebagai rangkaian yang wajib diikuti oleh 50 CPM (calon penerima manfaat) BAKTI NUSA bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai, program-program yang berkelanjutan selama setahun kedepan, sekaligus pengukuhan sebagai calon awardee BAKTI NUSA yang lolos dalam seleksi nasional.
“We Create, Build, and Preserve” menjadi tema besar dalam agenda BAKTI NUSA 2023 kali ini. Maksud dari tema tersebut adalah agar para penerima manfaat BAKTI NUSA menjadi sosok pemimpin yang inovatif dalam berpikir, serta memiliki semangat untuk membangun Indonesia dengan karya yang beorientasi pada kolaborasi yang berkelanjutan. Tema tersebut diwujudkan dalam acara Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif dan menginspirasi selama agenda FLC berlangsung. Pada hari pertama rangkaian daring, para CPM disambut oleh Pak Bayu Candra Winata selaku Head of Rumah Pembaharu LPI DD yang memberikan pesan bahwa “Join di Bakti NUSA itu harus have fun menikmati prosesnya, tau tujuannya, serta start with why harus mengetahui alasan mengapa bergabung di BAKTI NUSA.” Nilai kebaikan dan kebermanfaatan menjadi fokusan yang di highlight oleh Pak Bayu.
Materi kedua, disampaikan oleh Pak Mulyadi Saputra (Kepala LPI DD) memberikan semangat dan motivasi bahwa BAKTI NUSA dijadikan sebagai rumah bersama untuk betumbuh, berkembang, dan berproses menjadi manusia yang bermanfaat, serta masalah krisis kepemimpinan yang terjadi di saat ini harus dituntaskan, agar tetap berada on track menuju target pemerintah yakni “Generasi EMAS 2045”. “Perjuangan di Bakti Nusa diniatkan untuk beribadah agar berkah, Insya Allah pertolongan dari Allah SWT akan datang menghampiri kita, dengan catatan bahwa ibadah kita harus benar dan berkualitas” merupakan pesan dari Ustadz Herman Budianto selaku General Manager Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa) di materi ketiga.
Pengenalan dari Milestone Dompet Dhuafa juga tak luput dikenalkan, oleh Pak Dian Mulyadi (General Manager Communication and Corporate Secretary Dompet Dhuafa) yang menjelaskan bahwa ternyata telah berkontribusi untuk Indonesia sejak tahun 1993 dan memiliki nilai INSPIRE (Inpirasi, Sinergi, Profesional, Inovatif, dan Representatif). Materi kelima membahas mengenai produktifitas pemuda di kampus para masa kontemporer saat ini, serta ada 4 domain yang harus dikusai saat masih berkuliah yakni (Akademis, Leadership, Sosial dan Religiusitas) dan telah dibahas tuntas oleh Pak Bambang Suherman (Ketua Forum Zakat).
Pak Adnan Fatron (Founder & CEO Muda Insoiratif Consulting) menjadi pemateri terakhir yang memberikan insight dan tutorial singkat mengenai membangun masa depan melalui lifeplan. Sebagai CPM Bakti Nusa disuguhkan data yang cukup miris mengenai fakta pemuda zaman saat ini yang banyak sibuk tetapi tidak produktif, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat. Kini, sedang memasuki fase “Abundance Era” yang mana fase ini sangat dibutuhkan cepat, mudah, dan murah dalam menjalani kehidupan. Generasi yang medioker(menengah) , akan kalah dengan generasi yang runner yang dengan cepat beradaptasi, dan memiliki perbedaan dari orang rata-rata. Kunci dari generasi runner adalah dia yang bisa mengetahui kemampuan, kesempatan, serta kemauan yang dimiliki secara seimbang (work life balance).
Hari kedua, ada Aminudin AminAdhika Widya, M. Syafi’ie El Bantani yang berkonsep talkshow untuk membahas bagaimana budaya dan proses bekerja di corporate, NGO, dan Pemerintahan agar sebagai mahasiswa bisa mempersiapkan nantinya saat dunia pasca kampus. Materi penutup daring yang bertema “Get Inspired” oleh Mas Adi dan Teh Wulan sebagai pasangan yang menikah sesame alumni Bakti Nusa Angkatan 7. Value yang paling ditekankan saat sesi talkshow adalah untuk menyiapkan kepemimpinan jangka Panjang, yakni dari segi ruhiyah, maliyah, fikriyah, dan jasadiyah. Apalagi, ketika sudah tidak di kampus kembali maka tetap perlu untuk berperan dengan menikmati, memakismalkan, serta berbagi dengan yang lainnya.
Saat agenda luring di tanggal 27-29 Januari 2023, CPM Bakti Nusa menginap di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Selama 3 hari di solo, para CPM yang berjumlah 50 orang bertemu, berkenalan, dan berdiskusi mengenai background CPM, mulai dari aktivis, prestatif, dan aktif mengelola komunitas atau kegiatan di kampusnya. Acara yang paling menimbulkan banyak antusiasme dari peserta saat luring adalah adanya adanya pentas budaya dari seluruh Indonesia yang menampilkan kearifan lokal dari masing-masing daerah, forum aktivis (memilih ketua angkatan) yang sangat dinamis saat berdiskusi karena berbeda pendapat, serta challenge untuk menemukan kotak rahasia dari panitia dengan cara mengelilingi Kota Solo menggunakan BST (Bus Solo Trans) sekaligus penutupan di Keraton Kasunanan Surakarta.
Harapannya, dari adanya program FLC ini adalah agar para pemuda aktivis nusantara yang berasal dari berbagai kampus pilihan dari penjuru Indonesia menjadi representasi masa depan Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas, memiliki rasa kepedulian sosial dan yang tinggi, serta memiliki dampak kebermanfaatan yang luas dengan mengedepankan KolaborAKSI dengan sesama penerima manfaat, alumni BAKTI NUSA, serta masyarakat sekitar.
Malang (31/1) - Pemuda, harus banyak geraknya, harus banyak karyanya. Terlebih, menjadi muslimah tidak menghalangi kita untuk terus berkarya dengan inovasi, menciptakan harapan baru, menjaga hal-hal baik untuk bangsa, dan menjadi pemimpin yang solutif dalam berbagai permasalahan. Sesuai dengan tema FLC di Solo 2023 ini "We Create, Build, and Preserve".
Dari seorang wanita cerdas yang bernama Huma hatun, berhasil memberikan pembelajaran luar biasa, dimana dalam proses mengukir sebuah peradaban dibutuhkan milestone dan plan yang matang. Sehingga, pada abad ke -14 Huma Hatun dengan bangga menjadi seorang ibu dari pemuda tangguh yang berhasil menaklukkan konstantinopel yang sejak dulu dikabarkan sebagai bisyarah dari Rasulullah SAW. Meneladani Bunda Fatimah binti Ubaidillah Azdiyah, sang ibu cerdas dan taat membentuk kecerdasan pula untuk anaknya Imam besar Fiqh Imam Syafi'i. Asma' binti yazid, sang juru bicara kaum muslimah di zaman Rasulullah. Bunda Aisyah r.a yang berhasil meriwayatkan 2210 hadits. Fatimah Al-Fihr, pendiri Universitas Tertua di dunia. Dan banyak muslimah yang menginspirasi lainnya.
Menjadi salah satu dari mahasiswa yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa belajar dan berperan lebih melalui wadah yang bernama Bakti Nusa yaitu sebagai program LPI DD yang didanai oleh masyarakat yang bentuknya zakat, infaq, sedekah dan Shadaqoh memberikan kesan yang menakjubkan. Berikhtiar untuk menjadi wadah bertumbuh bagi 50 mahasiswa aktivis di Indonesia yang terdiri dari 12 regional dan 14 kampus besar di Indonesia.
Future leader challenge yang diadakan secara online melalui aplikasi zoom meeting pada tanggal 21 hingga 22 januari 2023, maupun secara offline di Solo tepatnya pada tanggal 27-29 januari 2023 membawa kepada hikmah yang melimpah, ilmu dan wawasan yang tak hingga. Pada awal menjadi CPM dari Bakti Nusa 12, banyak hal yang membuat minder dan tak percaya diri, namun langkah hebat ini Allah selipkan dalam sebuah perjalanan hebat untuk memaksimalkan peran, sebagai pemuda muslimah. Mengutip dari Pak Mulyadi Saputra sebagai Kepala LPI DD yang disampaikan langsung di kota yang terkenal dengan budaya-nya, bahwa belum tentu dirimu (Penerima Bakti Nusa) lebih baik atau lebih hebat dari mereka, tapi itu semua karena memperoleh ridha, kepercayaan dan kesempatan lebih dari Allah untuk menyelami ilmu dan pengalaman di Bakti Nusa. Penyampaian dari Mas Yusron selaku Koordinator Wilayah BA 11 Solo yang mengatakan bahwa Bakti Nusa bukan tentang menjadi apa kamu di masa lalu, tapi ingin menjadi hebat seperti apa kamu di masa depan, menjadi cambukkan pula untuk terus mengembara lautan luas dengan perahu Bakti Nusa dengan bidang keahlian masing-masing seperti salah satu lirik dari Mars Bakti Nusa 'Tak ada samar, Tak ada Remang. Semua terang semua benderang'.
Layaknya seorang cendekiawan muslim, beraksi, bergerak bukan hanya karena tak ada kerjaan, iseng-iseng namun jauh dari itu, karena ada suatu hal dari keinginan diri untuk mengambil peran lebih. Pak Bayu Chandra Winata, selaku Head Of Rumah Pembaharu pun mengungkapkan demikian, bahwa sesuatu yang hebat bermulai dari strong why, reason for being yang mendorong diri segera berlari mengejar peran sebagai pemuda yang dikabarkan oleh Rasulullah masuk ke dalam 7 golongan yang mendapat naungan saat tidak ada naungan di hari akhir dengan mengusahakan diri berada pada 4 profil Bakti Nusa yaitu integritas, cendekia, transformatif dan melayani.
Tak hanya diajak untuk merenungi kembali 'reason why you wanna do', CPM BA 12 diingatkan untuk memahami lagi gerakkan apa, aksi yang bagaimana, langkah dan peran sebagai apa yang ingin diambil melalui diskusi menyenangkan yang disampaikan oleh Kang Adnan Fatron selaku pemateri workshop life plan (Build Future Self), yang telah disampaikan secara umumnya melalui penyampaian materi daring (Leaders Insight : Young and The Future of Zakat Movement) yang dituturkan oleh Ketua Umum FOZ Pak Bambang Suherman, beliau menyampaikan bahwa penerima manfaat Bakti Nusa merupakan kader elit dan investasi pendidikan level kampus dengan sasarannya adalah mahasiswa, sehingga dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa beliau mengkerucutkan 4 Domain di kampus yakni :
1. Domain akademik, meliputi strategi mempertahankan IPK agar dapat merencanakan dan menjalankan kemapanan akademik yang baik.2. Domain leadership, dimana kemampuan memimpin, mempengaruhi, pengambilan keputusan dan resiko diukur pada domain ini, sebuah bagian yang tidak mewah namun menjadi hal penting yang harus dikejar. 3. Domain sosial, yaitu mahasiswa mampu untuk menggerakkan gelombang pada hati nuraninya untuk perduli dan peka dalam mengidentifikasi sebuah masalah, resiko dan menemukan langkah efisien dan inovatif dalam menyelesaikannya. 4. Domain religius, meliputi keberadaan agama dan Allah dalam dirinya, memahami dan mengerjakan perintahNya dengan baik.
Hal menarik pada FLC Bakti Nusa 12 ini adalah diskusi dan pembukaan wawasan mengenai salah satu value bakti nusa transformatif, melalui aplikasi zoom pasangan alumni Bakti Nusa Kang Abay dan Teh Wulan, menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan perlu dilakukan secara berlanjut dengan membangun keluarga sebagai penanaman dan laboratorium peradaban lingkup paling kecil dan penting, sebagaimana Hasan Al-Banna sebutkan bahwa ada 7 tahapan untuk mengambil kembali kendali kepemimpinan peradaban dunia ke pangkuan islam yaitu,1. Membina pribadi muslim2. Membangun keluarga islami3. Membimbing masyarakat4. Memperbaiki pemerintahan5. Mempersatukan ummat untuk berdaya6. Merealisasikan kepemimpinan global 7. Menjadi soko guru bagi semesta alam
Sehingga, perjalanan sebagai penerima manfaat Bakti Nusa tak lagi tentang bagaimana perbaikan diri bisa berjalan dengan baik namun, langkah-langkah selanjutnya dalam pengimplementasian dari nilai transformatif dapat mengiringi langkah dan kontribusi sebagai pengukir peradaban. Tentu dalam realisasinya banyak sekalu rintangan dan halangan yang harus di hadapi, mengutip dari penyampaian Kang Adna Fatron dan disebutkan pula oleh Bang Aminudi, Mas Adhika serta Pak Syafi'ie pemuda khususnya PM BA mampu untuk bergerak lebih sebagai runner yaitu yang menguasai medan rintangan, mampu mengolah tools atau teknologi yang ada, dan berani mengambil hal yang berbeda dengan inovasi yang kreatif dengan leadpro masing-masing. Bukan sebagai mediocre yaitu orang yang berada pada posisi rata-rata dan seringnya dikendalikan oleh teknologi yang ada.
FLC secara luring bertempat di asrama haji Boyolali, Solo. Solo yang kaya dengan kebudayaan, tak hanya menyatukan PM BA 12 namun, menautkan kembali hati antara PM BA 12, alumni BA, hingga pengurus pusat LPI DD. Pembiasaan diri dengan melakukan sholat 5 waktu lengkap dengan rawatib, dzikir pagi dan petang bersama, hingga melakukan qiyamul lail secara bersama-sama semoga menjadi hujjah bahwa bukan harap pada manusia yang ingin dicapai, tapi keridhaan padaNya yang menjad cita tertinggi. Saat kegiatan luring, PM BA 12 menampilkan seni dan kebudayaan dari masing-masing regional, sebagai wujud dari salah satu tema FLC 2023 preserve yaitu menjaga nilai-nilai baik, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.
Keraton Kasunanan menjadi saksi bisu dari pengembaraan budaya yang dilakukan oleh BA 12 di tanggal 29 Januari 2023, dimana menjadi destinasi budaya terakhir dari ekspedisi kebudayaan untuk meningkatkan team building yang meliputi, Balai Kota, Pasar Gede, Benteng Vastenburg, Pasar Keris dan Cinderamata, Masjid Agung, Pasar Klewer dan Keraton Kasunananan. Indahnya kebudayaan, ragamnya adat, serta hebatnya sejarah yang terkandung pada setiap destinasi menjadi asas semangat untuk terus menjadi pemuda hebat yang mengambil peran dalam kontestasi peradaban, sesuai dengan jargon BA 12 "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat". Sudah seharusnya kita, sebagai pemuda untuk mengambil peran dan melangkah hebat untuk kontibusi besar dan bakti cinta bagi nusa.
It was not muslim who have made Islam great. It is Islam that has made the muslim great-Anomymous-