#True Story

Hukum

Negara Gagal, Apakah Itu Indonesia?

Negara gagal adalah negara yang dianggap tidak bisa memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar untuk mencapai suatu pemerintahan yang berdaulat. Indonesia tidak termasuk dalam negara yang gagal,tetapi harus tetap memperhatikan indikator yang sekiranya bisa menjerumuskan ke dalam kategori negara gagal. Di Indonesia ,menurut saya ada beberapa hal yang membuat kondisi negara memburuk. Pertama, tekanan demografis. Tekanan ini terjadi karena masalah pengalihan lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan. Contohnya seperti terjadinya bencana gunung meletus yang membuat korban dari bencana tersebut mau tidak mau harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,karena tempat tinggal yang terdampak abu vulkanik dari letusan gunung,sudah tidak layak untuk ditempati. Kedua, ketidakpuasan kelompok yang terjadi karena di Indonesia bergulir banyak aksi demonstrasi serta kekerasan terhadap kelompok-kelompok masyarakat tertentu. Contohnya seperti yang terjadi pada oknum ormas tertentu saat melakukan aksi demo malah kontra terhadap aparat keamanan,bahkan sampai melakukan pengeroyokan. Ketiga, masalah kesenjangan sosial yang kian parah,bisa dikatakan yang kaya semakin kaya,yang miskin semakin miskin. Dalam bidang politik, terdapat beberapa indikator yang mencolok. Pertama, penghentian atau penerapan hukum tertentu secara sewenang-wenang bersamaan dengan peningkatan pelanggaran HAM. Kedua, peningkatan faksi-faksi politik yang terlibat konflik terus-menerus.   Di dalam bukuyang berjudul "Why Nations Fail" menggunakan pendekatan ekonomi kelembagaan, ekonomi pembangunan, dan sejarah ekonomi untuk mencari tahu sebab setiap negara berkembang dengan cara yang berbeda, sebab keberhasilan beberapa negara dalam meraih kekuasaan dan kesejahteraan, dan sebab kegagalan beberapa negara dalam mencapainya. Menurut salah satu lembaga penelitian Amerika yaitu Fund for Peace menyebutkan beberapa kriteria negara dianggap gagal. Pertama,pemerintahan kehilangan kontrol atas wilayahnya sendiri, atau monopoli pengerahan pasukan fisik sah di wilayahnya. Kedua,tergerusnya kewenangan yang sah dalam pembuatan keputusan bersama. Ketiga,tidak mampu menyediakan layanan publik. Keempat,tidak mampu berinteraksi dengan negara lain sebagai anggota komunitas internasional. Menjelang akhir Juni lalu ketika lembaga Fund for Peace mengeluarkan Indeks Negara Gagal. Indonesia mendapati urutan di peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia. Dengan peringkat itu Indonesia berada dalam kategori warning,yang artinya negara yang perlu berhati hati terhadap setiap kondisi yang timbul di kalangan rakyatnya tidak boleh menganggap sepele setiap perubahan yang ada. Indonesia memang memperlihatkan sejumlah tanda tanda untuk menjadi negara gagal. Seperti beberapa kondisi masyarakat di Indonesia yang sudah saya sampaikan tadi. Sementara itu,jika dilihat dari beberapa program pemerintah yang ada di Indonesia mayoritas berhasil dilaksanakan dengan baik. Contohnya dalam penanganan Covid -19,seluruh aparat negara berperan aktif dalam pencegahan maupun penanganannya. Usaha tersebut tentunya didukung oleh masyarakat yang sudah sadar akan pentingnya mencegah virus tersebut masuk ke tubuh kita. Hal ini terbukti berhasil dilihat pada angka persebaran virus ini semakin lama semakin menurun.   Jadi sesuai dengan fakta fakta kondisi yang ada di masyarakat. Indonesia tidak termasuk dalam negara yang gagal,tetapi harus tetap memperhatikan indikator yang sekiranya bisa menjerumuskan ke dalam kategori negara gagal. Dengan demikian,kita kemudian dapat melihat dan merasakan apakah Indonesia mengarah menjadi negara gagal. Dari berbagai indikator, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik, Indonesia memang tidak terlalu condong kepada faktor negara dianggap gagal.

Mila Amanda Sari4 menit
Hukum

Ron Smith: Indonesia (Bukan) Negara Gagal

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi,budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Seberapa besarnya kendali pemerintah yang dibutuhkan agar tidak dicap sebagai negara gagal masih beragam di kalangan peneliti. Pada tahun 2012 akhir Juni  ketika lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, mengeluarkan Indeks Negara Gagal. Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia.   Apakah  Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya tidak, negara ini hanya saja dalam keadaan “stuck”, terlampau rendah tidak dan menjulang pun tidak, hanya ada beberapa aspek yang kadangkala menonjol atau bahkan mengalamj kemunduran (sirna). Saya sebut Indonesia sebagai negara “dalam bahaya” (in danger). Paling benar adalah menjadikan judgment “negara gagal” itu sebagai evaluasi  yang menguntungkan kita, tak perlu menolaknya  atau menerimanya, melainkan harus mengolahnya sebagai kesadaran untuk memperbaiki kenyataan.  Evaluasi seperti apa? dari berbagai kontribusi Negara, langkah itu harus disertai prinsip usaha, kerjasama  dan konsisten. Dalam rangka membangun Negara yang paling penting  sekarang adalah komitmen dari eksekutif dan legislatif untuk melaksanakan rencana pembangunan  agar benar-benar terwujud dan tepat sasaran.   Pembangunan yang tidak hanya pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia agar bisa menghasil manusia Indonesia yang terampil, cakap, dan berdaya saing. Pembangunan infrastruktur bisa saling terkait dengan pembangunan manusianya. Sehingga SDM meningkat, dapat bekerja karena tersedia lapangan pekerjaan, kondisi Geografis Indonesia yang memiliki kekayaan potensi, menggali kebermanfaatan dengan semaksimal mungkin, pendapatan tercukupi dan angka pengangguran ditekan. Kehidupan akan naik jenjang menjadi sejahtera terberantas dari kemiskinan.Kemajuan pola pikir SDM berdampak penuh atas awal gagal / maju  nya suatu Negara.     Di Indonesia pendidikan karakter dan kebangsaan harus diperkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh diganggu gugat. Nilai-nilainya harus diajarkan dan diinternalisasikan kepada setiap manusia Indonesia. Ketidaktahuan tentang kebijakan akan berdampak fatal walaupun Salah satu penyebab dari faktor ini adalah perilakutidak peduli yang timbul dalam diri masing-masing individu, dan yang bisa merubah adalah individu itu sendiri.Karena Indonesia memliki ideologi yang bagus dan mengikuti zaman, yaitu Pancasila. Dimana ideologi tersebut mengajarkan kita untuk berdasar kepada Tuhan, bersikap adil dan beradab, bersatumeskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan, tidak egois dan mementingkan kepentingan bersama. Tak terlepas dari keyakinan kita kepada Tuhan yang Esa, usaha disertai doa semoga Tuhan selalu menjaga melindungin senegap bangsa dan negara dan  apa yang dicita citakan Bangsa Negara ini terwujud adanya merdeka dan sejahtera.

nur rasyita4 menit
Hukum

Indonesia Bukan Negara Gagal, Ini Alasannya

Ada Beberapa Alasan Menolak Negara Indonesia sebagai Negara Gagal   Problematika Kedua, konsep negara gagal juga problematik. Para ahli tidak sepakat tentang indikator atau kriteria untuk menetapkan apakah sebuah negara gagal. Ada yang mendefinisikannya sebagai kegagalan pemerintah menjalankan kapasitas dan fungsi pemerintahan. Ada yang merujuk kepada ketidakmampuan pemerintah memenuhi kebutuhan dasar rakyat. Ada yang lebih menitik beratkan pada konflik atau kekerasan antar kelompok masyarakat. Karena pluralitas pemahaman dan indikator negara gagal, tidak jarang konsep ini dipakai untuk melayani kepentingan politik tertentu. Kita ingat, dalam Pilpres 2019 lalu, salah satu calon Presiden yang berkontestasi memainkan retorika bahwa Indonesia akan menjadi negara gagal dan terancam bubar di 2030.   Barat Sentris Diskusi tentang negara gagal sangat Barat sentris. Definisi, kriteria yang ada tentang negara gagal bukan hanya bervariasi tetapi didasari asumsi negara modern khas Barat, yang melihat setiap negara harus berjalan sesuai dengan norma, aturan dan nilai Barat. Karena itu, sebuah negara yang tidak sesuai dengan pandangan ideal Barat dikategorikan sebagai negara gagal (Bilgin dan Morton, 2004).   Fokus Kegagalan Konsep negara gagal berfokus hanya pada faktor legitimasi, otoritas dan kapasitas pemerintah serta lembaga politik formal negara. Dia mengabaikan struktur informal, nilai dan kondisi masyarakat. Padahal, dalam kehidupan bernegara yang masih dalam proses konsolidasi demokrasi, tanggung jawab sosial dan civic culture masyarakat belum terbangun secara baik. Gagal tidaknya negara bukan hanya ditentukan pemerintah tetapi juga masyarakatnya.   Tidak Bersumber dari Kenyataan Empiris Wacana tentang negara gagal tidak bersumber dari kenyataan empiris di sebuah negara. Pelabelan negara gagal tidak selalu disertai penelitian yang komprehensif dan komparasi yang bertanggung jawab. Misalnya, indeks Failed States yang keluar setiap tahun menggunakan indikator yang sama untuk konteks negara yang berbeda. Padahal, situasi di Indonesia dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa tentu berbeda dengan situasi yang dialami Singapura dengan penduduk kurang dari   Menurut saya Indonesia tidak menjadi Negara yang gagal jika masyarakat bisa bekerja sama untuk membudidayakan dan meningkatkan hasil bumi. Karena seperti yang kita ketahui bersama jika Indonesia terkenal dengan rempah-rempah nya, jika hal tersebut di manfaatkan dengan baik maka akan mendapatkan keuntungan besar.      

Wahyudiono Dharmawanto3 menit
Pendidikan

Adakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis, Mahasiswa PMM 82 Disambut Baik Oleh Masyarakat.

Malang (8/10) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didampingi oleh kader lansia melakukan kegiatan cek kesehatan gratis untuk lansia dan pra lansia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diadakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) kelompok 82 gelombang 13. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu lansia RW 4 desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat dan kadar gula darah. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 40 lansia dan pra lansia.   Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 82  antara lain Entressa Alief, Resi Puguh Prihantono, Mochamad Zidane Ubaidillah, Sisca Aulia Sari, dan Muhamad Ridhoi.  Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH.   Sebelumnya, pada hari Selasa, 21 September 2021 Tim PMM berkoordinasi dengan Ibu Lia selaku bidan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Jatikerto terkait dengan teknisan pelaksanaan kegitan dan sasaran yang dituju. Pemeriksaan Kesehatan yang kami adakan antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan kadar gula darah.  Kegiatan cek kesehatan yang kami lakukan mengikuti protocol Kesehatan covid 19 seperti memakai masker, menjaga jarak serta menyediakan hansanitizer.   Dalam masa pandemic seperti sekarang ini, Entressa Alief selaku penanggung Jawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengantisipasi resiko keberadaan penyakit didalam tubuh masyarakat sehingga masyarakat bisa sadar akan pentingnya Kesehatan dan diharapkan mampu mengubah pola hidup sehat mereka. dan salah satu kader kegiatan tersebut ibu sulastri mengatakan "Kegiatan Tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan membantu kami dalam pemeriksaan kesehatan pra dan para lansia" (SA).                                                                                                  

Sisca Aulia Sari3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Meningkatkan Literasi di TPQ Asy Syafiiyah

Malang (16/9) - Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang digunakan banyak orang di sebagian belahan dunia bahkan telah mencapai bahasa internasional. Bahasa Arab juga sangatlah penting karena dengan berbahasa Arab kita dapat memahami agama seutuhnya.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yakni mitradosen dari Universitas Muhammadiyah Malang yang diselenggarakan selama 1 bulan dimulai pada tanggal 16 Juli 2021 dengan sasaran santri  TPQ As Syafiiyah Sengkaling Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani dengan Semangat Membaca".   PMM Mitra Dosen bersama dosen pengabdi yakni Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I dan Nabila salsabila sebagai koordinator yang beranggotakan Qurrota Ayun Azhari, Zulfa Lailatus Syarifah, Afrizal dan Khadijah Nurul Fitri dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.   Salah satu program kerja yang kami lakukan adalah Lomba Peringatan 17 Agustus HUT RI yang ke-76 sekaligus peringatan Muharram 1443 H dengan tujuannya adalah sebagai rasa syukur terhadap kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.   Adapun bentuk program kerja utama kami adalah mengajar dan kampanye gerakan literasi diTPQ As-Syafiiyah. Program ini melibatkan para santri. Aktifitas yang dilakukan adalah mengenal warna, menggambar, mewarnai, membaca dan percakapan dalam belajar bahasa arab. Dalam pengabdian ini kami memperkenalkan metode bermain sambil belajar.   Terlihat respon para santri TPQ Asyyafiiyah sangat antusias mengikuti kegiatan dan mengalami banyak kemajuan. Di setiap harinya, ada beberapa santri yang mulai menghapal dan mengenal banyak kosa kata dalam berbahasa Arab, mulai dari kosa kata tubuh, warna, barang-barang disekitar kelas hingga percakapan dalam kelas. Untuk kelas atas mereka dapat mengenalkan diri dengan baik dan saling bercakapan satu sama lain dalam berbahasa arab. Model pembelajaran seperti ini menjadi para santri lebih aktif dan semangat dalam kegiatan pembelajaran berlangsung.   Dari serangkaian program kerja PMM Mitra Dosen diatas, harapan kami kepada para santri TPQ As-Syafiiyah adalah dapat berliterasi dengan baik dan benar. Seperti dalam slogannya yakni “Hayabina hayyanasma' hamasah!” yang artinya “Mari bersama kami, mari kita dengarkan, semangat!”.

Khadijah Nurul Fitri3 menit