#Prestasi

Gaya Hidup

MALSCREEN Screen Cleaner Ekstrak Kulit Apel, Karya Mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai Pembersih Layar Gadget

  Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat screen cleaner alami dari ekstrak kulit apel malang. Namanya Malscreen Screen Cleaner. Kelebihan screen cleaner karya mahasiswa UM ini adalah produk dibuat dengan bahan alami serta memiliki kandungan 2in1 antimikrobial dan aromatik. Adapun lima mahasiswa UM itu adalah Anisa Oktaviana Putri, Putri Tirza Novita, Lalu Nur Laila, Titania Lafaisa, dan Misbahul Anwar Rosyad. Kelima mahasiswa UM ini berasal dari program studi yang berbeda sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki yakni Anisa Oktaviana Putri mahasiswa S1 Farmasi, Putri Tirza Novita mahasiswa S1 Kimia, Nur Laila mahasiswa S1 Biologi, Titania Lafaisa mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan serta Misbahul Anwar Rosyad mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual. Arti kata MALSCREEN didapatkan dari kata Malus yang merupakan nama latin dari bahan baku Apel Manalagi yakni “Malus sylvetris” dan kata “Screen“ yang berarti layar "Biasanya di wilayah Malang Raya kebanyakan apel dimanfaatkan untuk olahan keripik buah apel. Sedangkan kulitnya hanya untuk pakan ternak bahkan dibuang. Kami ingin meningkatkan nilai ekonomis kulit apel malang jika dipakai untuk screen celaner ini," jelas Anisa  Mereka membeli kulit apel pada pemilik usaha keripik apel di wilayah malang raya sebagai kerjasama. “Kulit Apelnya dikeringkan dan dihaluskan lalu di ekstrak untuk mendapatkan kandungan antimikroba didalamnya," jelasnya. Dikatakan, ide awal pembuatannya produk ini adalah dari tingginya produktivitas masyarakat terutama di wilayah Malang Raya yang dalam kesehariannya tidak lepas dari gadget. Namun tidak diimbangi dengan membersihkannya. Sehingga terlintas untuk membuat pembersih layar yang aman. "Awalnya terinspirasi dari banyaknya pengguna gadget terutama di area kampus dan sekitarnya. Lalu saya ajak teman-teman untuk membuat pembersih layar alami dan setelah membaca jurnal, akhirnya memanfaatkan kulit apel malang jenis manalagi sebagai bahan baku," Jelas Anisa Melalui studi literatur, kulit apel manalagi mengandung flavonoid sebesar 0,4 mg/g QE BB lebih tinggi dibandingkan apel Malang jenis lainnya yang mana dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Selain itu penggunaan kulit apel sebagai bahan baku juga sebagai unsur lokal khas daerah.  Dibandingkan produk screen cleaner lainnya, MALSCREEN unggul dengan bahan dasar alami. Produknya dibuat dalam kemasan pocket 30 mL yang dilengkapi dengan lap pembersih serta mudah untuk dibawa. Selain itu juga dibuat dalam kemasan refill 60 ml. Saat ini produk dipasarkan lewat marketplace dan dititipkan pada toko elektronik, toko oleh-oleh, serta swalayan di Malang raya. "Kedepannya kami berencana untuk ingin meningkatkan produksi skala besar agar bisa diproduksi secara massal karena sekarang produksi masih dalam skala lab. Sembari kami akan mengurus berbagai perizinan dan legalitas lainnya," kata dia.  MALSCREEN?! “Keep it green, Keep it clean”  

Anisa Putri234 menit
Olahraga

Merembet Sampai Seni Bela Diri Asal Thailand, Mahasiswa FH UMM Berhasil Duduki Peringkat Ke-2 SUPER FIGHT SLC CUP 2024 ″Road To Thailand″

Malang (1/3/24) - Semakin bertambahnya tahun, generasi muda seolah semakin haus akan mengejar impiannya masing-masing. Kini mencetak prestasi menjadi salah satu ajang perlombaan dalam dunia sosial anak muda. Tidak lagi sibuk memamerkan hal-hal yang menyimpang akan kemajuan dalam dirinya untuk masa depan, anak muda kini berlomba-lomba memamerkan prestasi-prestasi yang berhasil mereka capai baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.   Salah satunya ialah Bagas Aditya Firmandail atau yang sering disapa Bagas, mahasiswa FH UMM dengan prestasi terbarunya dalam bidang MuayThai. MuayThai sendiri juga dikenal sebagai tinju Thailand. Merupakan olahraga pertarungan dan seni bela diri yang  dikenal karena teknik serangannya yang kuat dimana menggabungkan pukulan, siku, lutut, dan tulang kering.   Seni bela diri bergengsi ini telah Bagas dalami sejak ia masih duduk di bangku SMA, tepatnya pada umur 16 tahun. Bagas mengatakan ″berlatih sesuai program pelatih dan menambah program latihan di waktu luang″ merupakan persiapan yang ia lakukan selama masa persiapan Kejuaraan Bela Diri SUPER FIGHT SLC CUP 2024 ″Road To Thailand″ pada tanggal 17 Februari 2024 lalu.   Selain itu ia juga menyatakan bahwa di masa mendatang ia akan terus berjuang pada berbagai kompetisi yang ada, ″ tentu saja masih panjang jenjang karir saya di Muay Thai dan tahun 2025 ini saya mengikuti Porprov  Muay Thai yang diadakan di malang raya selaku tuan rumah″. (elv)

Elvaretta Zahra YP4 menit
Pendidikan

Peresmian Penerima Manfaat Bakti Nusa dalam Latihan Kepemimpinan : FLC 2024

Pada tanggal 26-28 Januari 2024 kemarin, program beasiswa aktivis nusantara (Bakti Nusa) menggelar rangkaian acara yang bertajuk Future Leader Challenge (FLC) 2024. Acara ini digelar sebagai sarana pengembangan diri penerima manfaat Bakti Nusa sebagai calon pemimpin masa depan dan juga ajang pertemuan penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk di antaranya Makassar, Medan dan Padang. Acara ini juga ditujukan sebagai peresmian 52 penerima manfaat Bakti Nusa melalui akad tertulis. Seluruh peserta acara terlihat antusias ketika pertama kali bertemu dengan sesama penerima manfaat lain. Atmosfer kekeluargaan yang hangat tercipta di titik awal pertemuan tersebut.   Rangkaian acara pertama dilaksanakan di gedung serbaguna Masjid Salman, ITB. Aliyya Firdausy dan Naufal Mahardika selaku MC, membuka acara dengan meriah sekaligus menyambut kedatangan peserta acara. Rangkaian acara lanjutan pun digelar di Puslatbang PKASN LAN, Jatinangor, Jawa Barat. Ahmad Juwaeni selaku Presdir Dompet Dhuafa dan Mulyadi Saputra selaku Dewan Pengurus menyampaikan sambutan dan juga memaparkan sekilas terkait akar dari Bakti Nusa. Hal ini penting dipahami oleh para penerima manfaat, agar tumbuh rasa juang dan spirit yang menghujam kuat dalam pribadi masing-masing.    Salah satu rangkaian acara yang menarik ada pada hari kedua dan ketiga (Sabtu-Ahad, 27-28 Januari 2024), yaitu aktivitas camping yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kiarapayung. Banyak dari peserta yang belum pernah merasakan pengalaman camping ataupun outdoor activities sebelumnya, sehingga pengalaman ini menjadi salah satu yang terkesan untuk dikenang. Pada Sabtu malam, Sesi Pentas Seni yang digelar bersamaan dengan kehangatan api unggun menjadi ajang perekat satu sama lain setelah sebelumnya hanya mengenal sepintas. Setiap regional menampilkan pertunjukkan tertentu yang telah mereka sepakati sebelumnya, seperti drama, tarian tradisional, parian dan berbagai penampilan khas yang mencerminkan regional masing-masing. Penampilan tersebut banyak mengundang tawa karena para peserta tampil dengan percaya diri dan totalitas. Rasa hangat kekeluargaan begitu lekat terasa melalui rangkaian tersebut.   Esoknya, sebagai rangkaian acara terakhir, para peserta mendapatkan latihan kepemimpinan dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UNPAD. Aktivitas terkait bertujuan untuk melatih mental dan juga fisik para penerima manfaat. Mereka diarahkan untuk tracking menuju basecamp pendakian gunung Manglayang dengan berbagai SOP atau aturan yang harus dipenuhi. Aktivitas ini cukup menguras energi, tapi para peserta tetap terlihat antusias menyelesaikan misi yang diberikan.    Setelah rangkaian acara FLC rampung, para peserta kembali ke regional masing-masing dengan semangat yang baru. Nantinya, mereka akan melaksanakan program lanjutan yang terstruktur selama menjadi penerima manfaat Bakti Nusa periode 2024 (DMP).

Diva Maharani4 menit
Pendidikan

Tim Fakultas Hukum UMM Gali Potensi Pengacara Muda : Ratusan Siswa Terlibat dalam Program KESI UMM di Kalimantan Selatan

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru-baru ini memeriahkan dunia akademis dengan menggelar acara pencerahan melalui program Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI UMM). Dalam suasana yang penuh semangat, Tim Fakultas Hukum UMM, yang dipandu oleh Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH., dan Dwi Ratna Indri Hapsari, SH. MH., membuka wawasan mengenai peran krusial pengacara muda di Provinsi Kalimantan Selatan. Perhelatan ini, yang berlangsung antara tanggal 23 hingga 25 Januari 2024, disambut dengan antusiasme tinggi dari siswa dan siswi di daerah sekitas, termasuk perwakilan dari SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 2 Martapura, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMAN 7 Banjarmasin, dan SMAN 6 Banjarmasin.   Dalam penyelenggaraan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tugas dan tanggung jawab pengacara muda dalam praktik hukum modern, tetapi juga diperkenalkan pada beragam aspek menarik dari profesi tersebut. Presentasi yang disajikan oleh Nur Putri Hidayah dan Dwi Ratna Indri Hapsari mencuri perhatian, menciptakan ikatan yang kuat antara teori hukum dan realitas lapangan. Acara ini menjadi panggung inspirasi, menggali potensi mahasiswa dalam menyongsong masa depan hukum yang penuh tantangan.   Keunggulan acara ini tidak hanya terletak pada interaksi erat antara pemateri dan peserta dari UMM, tetapi juga melibatkan siswa dari berbagai SMA terkemuka di Kalimantan Selatan. Sesi tanya jawab menjadi ajang di mana mahasiswa menyuarakan keingintahuan dan pemahaman mendalam mereka mengenai isu-isu hukum terkini. Keterlibatan SMAN 1 Banjarbaru, SMAN 2 Martapura, SMA Muhammadiyah 1 Banjarmasin, SMAN 7 Banjarmasin, dan SMAN 6 Banjarmasin menambahkan nuansa dinamis dalam acara tersebut, membuktikan bahwa kegiatan semacam ini memiliki dampak positif yang merata di berbagai lapisan masyarakat pendidikan. Harapannya, keberhasilan acara ini dapat menjadi dorongan bagi KESI UMM untuk terus menyelenggarakan program serupa, membuka wawasan dan menciptakan generasi pengacara muda yang berdaya saing tinggi.

Elvaretta Zahra YP3 menit
Pendidikan

Sosok Influencer dan Hukum Milenial Jadi Tren: KESI UMM Pecahkan Antusiasme Siswa di Kalimantan Selatan!

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan gebrakan besar dalam pendidikan non-formal dengan menggelar Kompetensi Ekstra Siswa Indonesia (KESI UMM) di provinsi Kalimantan Selatan pada 23-25 Januari 2024. Acara yang dihadiri oleh siswa-siswi SMA terpilih, termasuk perwakilan dari SMAN 3 Banjarmasin, SMAN 10 Banjarmasin, SMAN 2 Banjarmasin, SMAN 1 Martapura, dan SMK Telkom Banjarbaru, menghadirkan Tim Fakultas Hukum UMM dengan materi yang tak kalah kontroversial dan relevan: "Hukum bagi Influencer Milenial."   Sorotan acara tidak hanya pada keberhasilan penyelenggaraannya, tetapi juga pada tingginya antusiasme siswa-siswi yang tampak begitu terlibat. Dalam sesi pemaparan materi yang dipandu oleh Cholidah, S.H., M.H., dan Isdian Anggraeny, S.H., M.Kn., siswa-siswi tidak hanya menjadi pendengar pasif, melainkan terlibat aktif dalam sesi tanya jawab. Tim Fakultas Hukum UMM membawa siswa-siswa ke dalam dunia hukum yang kini semakin relevan, dengan fokus pada aspek hukum yang terkait dengan profesi influencer di era milenial.   Topik "Hukum bagi Influencer Milenial" menjadi magnet tersendiri bagi siswa-siswa, yang semakin menyadari peran dominan influencer dalam memengaruhi opini publik melalui media sosial. Pemahaman mendalam tentang regulasi dan tanggung jawab hukum dalam menjalankan profesi sebagai seorang influencer menjadi daya tarik utama. Pertukaran gagasan dan pengetahuan di bidang hukum tidak hanya memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa mengenai tantangan dan peluang di dunia digital, tetapi juga mendorong mereka untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai konsumen maupun sebagai individu aktif di dunia maya.   Melalui kesuksesan KESI UMM di Kalimantan Selatan, UMM semakin memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan non-formal dan meningkatkan kompetensi ekstra siswa di seluruh Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi sumber pengetahuan baru bagi siswa-siswa, tetapi juga memberikan inspirasi untuk terus eksplorasi dan terlibat dalam perkembangan hukum yang kian dinamis di era digital ini.

Elvaretta Zahra YP3 menit