#Prestasi

Hukum

Jadi Narasumber di Uzbekistan, Dosen FH UMM Ceritakan Pengalamannya Go Internasional

Tashkent (25/2) - Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dr. Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., dosen Fakultas Hukum UMM, mendapat kehormatan sebagai pembicara di Tashkent State University of Law (TSUL), Uzbekistan dalam sebuah forum internasional bergengsi bertajuk guest dan visiting lecturer selama sepekan (17-25 Februari 2025).   Acara ini membahas dampak publikasi internasional bagi penulis, institusi, dan negara dalam pemeringkatan global.Dr. Sholahuddin bukan tanpa alasan diundang dalam forum prestisius ini. Ia merupakan Editor in Chief Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, satu-satunya jurnal di UMM yang telah terindeks Scopus Q1, kategori tertinggi dalam pemeringkatan jurnal akademik. Kesempatan ini semakin membuktikan bahwa akademisi Indonesia, khususnya yang bersekolah dalam negeri, dapat bersaing dan diakui di tingkat global.   Tak hanya sekadar berbagi ilmu, Dr. Sholahuddin juga menjalin kerja sama akademik dengan TSUL Uzbekistan. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi mahasiswa dan dosen UMM untuk studi atau exchange program di TSUL.   Dalam forum ini, Dr. Sholahuddin menjelaskan bahwa publikasi internasional yang berkualitas memiliki peran penting dalam meningkatkan reputasi akademisi, kampus, hingga negara dalam pemeringkatan dunia. Ia juga berbagi pengalaman mengenai strategi publikasi yang berdampak tinggi, termasuk pentingnya kolaborasi dengan penulis asing. Materi yang ia bawakan merujuk pada prinsip-prinsip hukum konstitusi yang telah ia bahas dalam berbagai forum ilmiah sebelumnya.    "Peserta yang hadir dalam acara ini terdiri dari dosen, mahasiswa pascasarjana, baik secara daring maupun luring, dengan total sekitar 150 peserta. Selain menjadi pembicara utama, saya juga mendapat kesempatan menjadi visiting lecturer di kelas hukum konstitusi dan hukum pemilu, membagikan wawasan tentang sistem konstitusi dan praktik pemilu di Indonesia," jelasnya.   Dr. Sholahuddin Al-Fatih merupakan contoh nyata bahwa lulusan dalam negeri tetap bisa bersaing dan diakui di panggung internasional. Ia menyelesaikan S1 dan S3 di Universitas Brawijaya (UB), serta S2 di Universitas Airlangga (Unair). Meski tidak memiliki gelar dari universitas luar negeri, ia telah beberapa kali diundang sebagai narasumber di berbagai negara. Pada Desember 2024, ia juga diundang sebagai pembicara di Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antar Bangsa, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia. 2 bulan sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2024, ia juga terpilih sebagai peserta Teaching Mobility di Universidade do Minho, Braga, Portugal dengan dana dari Erasmus+. Sedangkan pada 2023, Ia juga diundang untuk bercerita tentang Demokrasi di Indonesia dalam forum global di Estonia bertajuk Democratic Defender Accelerator.   "Saya diterima dengan sangat baik oleh pihak universitas. Ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat mempererat hubungan akademik antara UMM dan TSUL, serta memberikan lebih banyak kesempatan bagi dosen dan mahasiswa UMM untuk mengembangkan karier akademik mereka di luar negeri dan semakin banyak dosen UMM yang mendapatkan kesempatan seperti ini dan diundang menjadi narasumber di kampus-kampus dunia," pungkasnya.   Kehadiran Dr. Sholahuddin di TSUL Uzbekistan menjadi bukti bahwa akademisi Indonesia memiliki kapasitas dan kualitas yang diperhitungkan dalam kancah akademik internasional. Semoga semakin banyak akademisi tanah air yang mengikuti jejaknya dan membawa nama baik Indonesia ke tingkat dunia.

Sholahuddin Al-Fatih4 menit
Saintek

"Mengatasi Hiperglikemia Secara Alami: Mahasiswa UM Kembangkan Suplemen EFFERVESCENT Berbasis Daun Dandang Gendis"

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) telah berhasil menciptakan inovasi baru dalam bidang kesehatan dengan meluncurkan suplemen bernama GENDISE, yang diformulasikan dari ekstrak daun dandang gendis (Clinacanthus nutans). Inovasi ini bertujuan untuk mengobati hiperglikemia pada pasien diabetes melitus melalui sediaan serbuk effervescent, yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya.   GENDISE dirancang untuk larut dengan cepat dalam air dan memiliki rasa yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Dengan kemasan sachet yang praktis, produk ini memudahkan konsumen untuk mengonsumsinya di mana saja dan kapan saja. Hal ini sangat penting, mengingat banyak pasien diabetes yang membutuhkan pengobatan rutin untuk menjaga kadar gula darah mereka.   Kandungan ekstrak etanol dari daun dandang gendis telah teruji mengandung berbagai senyawa aktif, seperti flavonoid, saponin, tanin, dan asam palmitat. Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki khasiat sebagai antidiabetes dan antioksidan. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun dandang gendis dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah serta mengurangi peradangan yang sering kali menyertai diabetes.   Inovasi GENDISE ini tidak hanya menawarkan solusi yang efektif tetapi juga aman, karena tidak memberikan efek samping yang signifikan. Dengan harga yang terjangkau, diharapkan produk ini dapat diakses oleh lebih banyak pasien diabetes di Indonesia. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini, yaitu Meira Nadira Putri, Rima Nurlita, Nadya Mebeline Putri Wiguna, Vania Aghata, Vania Anindya Afifah berharap GENDISE dapat menjadi alternatif pengobatan yang bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi pada peningkatan kesehatan secara keseluruhan.   Dengan semakin meningkatnya angka penderita diabetes di Indonesia, kehadiran GENDISE diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan ini secara lebih efektif. Melalui inovasi ini, mahasiswa UM menunjukkan bahwa penelitian dan pengembangan produk berbasis herbal dapat memberikan solusi nyata bagi tantangan kesehatan masyarakat.

vania anindya9 menit
Ekonomi

"SHEKA Spray: Inovasi Shoes and Bag Freshener Ramah Lingkungan dari Ekstrak Kulit Apel Karya Mahasiswa UM"

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) terus berinovasi di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan produk yang ramah lingkungan. Salah satu inovasi terbaru mereka adalah SHEKA Spray, sebuah semprotan multifungsi yang dirancang untuk menghilangkan bau tak sedap pada tas dan sepatu. Produk ini menggunakan ekstrak kulit apel Manalagi (Malus Sylvestrus), yang dikenal memiliki sifat antibakteri dan antioksidan alami. SHEKA Spray hadir sebagai solusi ramah lingkungan yang aman digunakan oleh konsumen. Sebagai salah satu negara penghasil apel terbesar, Indonesia sering memandang kulit apel sebagai limbah yang tidak berguna. Menyadari potensi tersebut, tim mahasiswa UM mengembangkan ide untuk memanfaatkan kulit apel sebagai bahan utama pembersih. Tim SHEKA Spray terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Rima Nurlita, Anisa Oktaviana Putri, Auliya Maulida Kayana, Salsabila Moza Ardiningrum, dan Rangga Putra Anugrah, dengan latar belakang yang beragam seperti S1 Bioteknologi, S1 Pendidikan Biologi, dan S1 Pendidikan Fisika. Gagasan untuk menciptakan SHEKA Spray dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya efektif, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan. Kulit apel dipilih karena mengandung senyawa polifenol dan flavonoid yang bersifat antibakteri, antijamur, serta antioksidan. Kandungan ini membuat ekstrak kulit apel menjadi bahan yang ideal untuk membersihkan dan merawat sepatu serta tas, sekaligus menjaga lingkungan dari bahan kimia berbahaya. SHEKA Spray adalah salah satu bukti konkret kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Produk ini diharapkan dapat segera diproduksi secara massal dan menjadi produk unggulan untuk membersihkan sepatu dan tas secara alami. Dukungan dari berbagai pihak, baik akademisi, industri, maupun pemerintah, sangat dibutuhkan untuk merealisasikan potensi inovasi ini. Proses pengembangan SHEKA Spray diawali dengan penelitian untuk menemukan komposisi terbaik dari ekstrak kulit apel yang dapat digunakan sebagai pembersih alami. Tim mahasiswa UM melakukan sejumlah percobaan untuk menemukan formulasi yang tepat, menggunakan proses pengeringan dan ekstraksi yang menjaga keaktifan senyawa alami. Setelah itu, ekstrak kulit apel dicampur dengan bahan-bahan aman yang tidak merusak tekstur maupun warna dari sepatu dan tas. Produksi SHEKA Spray dilakukan dengan teknologi sederhana, sehingga biaya produksi dapat ditekan menjadi lebih rendah. Ini memungkinkan produk tersebut dikembangkan secara luas, termasuk sebagai usaha rumahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Manfaat dan keunggulan SHEKA Spray antara lain: 1. Ramah Lingkungan: Produk ini menggunakan bahan alami dari kulit apel, sehingga lebih aman bagi lingkungan dibandingkan pembersih kimia. 2. Aman bagi Pengguna: SHEKA Spray tidak mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk digunakan pada berbagai jenis bahan tanpa menyebabkan iritasi kulit. 3. Efektif dalam Membersihkan: Sifat antibakteri dan antijamur pada ekstrak kulit apel menjamin kebersihan sepatu dan tas dari kuman serta noda. 4. Ekonomis dan Praktis: Produk ini mudah digunakan di mana saja dan kapan saja, serta diproduksi dengan biaya yang efisien. SHEKA Spray memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik untuk skala kecil maupun besar. Selain memiliki nilai komersial yang tinggi, SHEKA Spray juga mendukung gerakan zero waste dengan memanfaatkan limbah organik seperti kulit apel. Dengan menggunakan bahan lokal, produk ini turut mendukung petani dan industri pertanian dalam negeri. Karya ini juga menunjukkan kemampuan mahasiswa UM dalam menciptakan solusi yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga berdampak positif pada sosial dan lingkungan.  Melalui inovasi seperti SHEKA Spray, mahasiswa Universitas Negeri Malang kembali membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas. SHEKA Spray - Alami, Aman, Menyegarkan!  

Anisa Putri235 menit
Pendidikan

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG LAKUKAN PENGOPTIMALAN MEDIA SOSIAL DI DESA PAJARAN, KAB. MADIUN

Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik.   Seperti halnya yang dilakukan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Program dari Universitas Muhammadiyah Malang, melaksanakan PMM Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun.   PMM ini dipimpin oleh Haikal Hafiz Asigin selaku Ketua Koordinasi dan anggota lainnya berisi Arya Nabila Revina, Ulfa Dea dan Mochammad Vito.   Menurut penjelasan Haikal, PMM ini dilaksanakan selama satu bulan (18 juli-19 Agustus 2024)lalu.   "PMM kali ini mengusung Tema Meningkatkan Potensi, Memperkuat Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun dengan cakupan program kerja yang berfokus pada publikasi dan pemanfaatan social media," beber Haikal, Selasa(10/9/24).   Lebih jauh Haikal menjelaskan bahwa PMM ini dilakukan di Desa Pajaran, Kabupaten Madiun, dengan highlight program yaitu membersamai PPK untuk sosialisasi umkm, berkolaborasi dengan karang taruna untuk mengoptimalkan social media sebagai sarana publikasi desa, juga memberikan les bimbingan tambahan pada siswa SD untuk fokus pada public speaking.   Hal ini berkaitan pula dengan penyampaian informasi yang berasal dari pemerintah desa kepada warga desa. Penggunaan media yang tepat dapat menunjang terjadinya komunikasi dua arah yang baik.   Berkaitan dengan hal ini, tim PMM akan melaksanakan kegiatan yang yaitu pelatihan optimalisasi penggunaan media sosial dengan tujuan menyampaikan informasi kepada masyarakat.   "Tujuan utama PMM ini adalah memberikan informasi mengenai media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar pemerintah desa mampu mengelola media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga secara efektif dan efisien,"tandasnya.   Akhir dari PMM ini Tim  penyerahan cinderamata dan plakat kepada perangkat desa sebagai bentuk apresiasi dan tanda terimakasih.

Arya Nabila Revina3 menit
Pendidikan

Lulus S3 Tanpa Ujian Terbuka, Simak Cerita Dosen FH UMM Ini Ya

Malang (19/8) - Civitas akademika FH UMM kembali menorehkan prestasi, kali ini salah satu dosennya berhasil lulus S3 tanpa ujian terbuka dengan IPK sempurna. Dialah Sholahuddin Al-Fatih, yang berhasil lulus dari PDIH UB bulan lalu. Fatih, begitu ia biasa disapa, berhasil lulus dalam waktu 3 tahun 10 bulan.   "Alhamdulillah bini'matihi taatimusholihat. Saya lulus 3 tahun 10 bulan dari DIH UB dengan IPK 4. Alhamdulillah juga, saya juga lulus tanpa ujian terbuka. Jadi saya cuma ujian tertutup tanggal 3 Mei lalu, lantas ikut yudisium karena ekuivalensi karya ilmiah di jurnal terindeks Scopus, masing-masing terbit di jurnal Q1, Q2 dan Q3." Ungkap Fatih   Atas ekuivalensi tersebut, Fatih berhak mengikuti yudisium dan dinyatakan lulus tanpa ujian terbuka. Prestasi ini tentu membanggakan, sekaligus menambah jumlah doktor di FH UMM.   "Senang sekali. Akhirnya lulus. Kuliah S3 itu tantangannya beda. Karena kuliah di kelas cuma 1 tahun. Selebihnya riset disertasi. Nah, masa riset inilah kendala tergantung pada diri masing-masing. Ada yang struggling, ada yang give up. Ya namanya juga manusia." Pungkas pria dengan 3 orang putri tersebut.   Di sela-sela kuliah, Fatih masih berkontribusi bagi UMM, yakni sebagai Editor in Chief Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, yang terindeks Scopus Q1 dengan SJR 0.28, yang juga menjadi jurnal terindeks Scopus satu-satunya di UMM. (saf/hum)

Sholahuddin Al Fatih2 menit