
Malang (12/11) - Manajemen pengelolaan limbah sampah menjadi urgensi yang perlu diperhatikan warga Desa Gadingkulon khusunya Dusun Krajan dan Princi. Urgensi tersebut disebabkan belum adanya manajemen pengelolaan sampah yang memadahi, menyebabkan permasalahan serius terutama di musim hujan. Permasalahan nyata yang terjadi berupa hanyutnya sampah warga yang tidak memiliki tepat pembuangan menuju perkebunan ketika hujan deras. Salah satu upaya untuk mencegah pencemaran lingkungan dari sampah rumah tangga yakni dengan manajemen pengelolaan sampah.
Dasawisma Gadingkulon merintis bekerjasama dengan Bank Sampah Malang untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah rumah tangga hingga memiliki daya jual serta memberdayakan masyarakat sekitar. Kunjungan Dasawisam pada Selasa, 9 November 2021 ke Bank Sampah Kota Malang berharap anggota dasawisma dapat menjadi pelopor dengan meniru dan bekerjasama untuk dapat memaksimalkan pengolahan sampah rumah tangga.

“Sampah rumah tangga terutama yang berjenis anorganik seperti plastik banyak dibuang dan tidak memiliki sistem pengelolaan yang tepat sehingga dipandang sebelah mata oleh masyarakat.” Ujar Isa selaku pengelola Bank Sampah Malang. Dalam kunjungan ini, Isa menekankan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Disamping manajemen pemisahan sampah, anggota dasawisma diajak untuk bergabung dalam kegiatan pembuatan kerajinan. Sampah yang telah dipilah dibentuk menjadi kerajinan sehari-hari seperti tempat tisu sehingga meningkatkan nilai ekonomi dan dapat memberdayakan masyarakat. Pembuatan kerajinan belum bisa berjalan secara maksimal dikarenakan pandemi, namun rencananya akan mulai dilaksanakan secara normal ditahun 2022 yang akan datang.
Kunci untuk mencapai Gadingkulon bebas dengan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan yakni dengan pemilahan sampah yang berupa perintisan bank sampah, sehingga masyarakat memiliki rasa tanggung jawab terhadap sampahnya sendiri.
