• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Ecowisata Petik Jeruk Jadi Magnet Desa Gadingkulon, Begini Awal Mula Kisahnya

Ecowisata Petik Jeruk Jadi Magnet Desa Gadingkulon, Begini Awal Mula Kisahnya

KKNTIUM di Pendidikan
  • Sabtu, 4 Desember 2021 11:29:03
  • 3menit

Malang (4/12) - Desa Gadingkulon merupakan desa yang terletak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Secara topografi desa ini berupa daratan dan sebagian besar adalah perbukitan dengan ketinggian ± 670 meter diatas permukaan laut. Suhu rata-rata berkisar 20℃ – 27℃ dengan curah hujan rata-rata mencapai 2.400 mm/ tahun. Secara umum mempunyai ciri geologis berupa tekstur tanah hitam dan coklat yang sangat cocok sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Tanaman jenis hortikultura sangat cocok ditanam di sini, seperti segala macam jenis sayuran dan buah-buahan.

 

Potensi Desa Gadingkulon ini menggerakkan mahasiswa KKN Tematik Intergrasi untuk memberikan pendampingan pengembangan usaha petik jeruk. Pemberian papan mana serta desain tiket masuk merupakan inovasi untuk pengembangan wisata petik jeruk.

 

“Wisata petik jeruk merupakan usaha yang telah dibuka 2 tahun lalu. Namun karena kurangnya manajeman pengolahan, pembeli hanya berasal dari kalangan tertentu yang memang sudah kenal,” ujar pemilik Wisata Petik Jeruk, Wiharjo.

 

Jumlah kunjungan wisatawan akan banyak pada bulan mei dan juni, karena merpakan musim jeruk. Harga tiket masuk petik jeruk ini sangat terjangkau yakni Rp 15.000. wisatawan dapat berjalan-jalan dikebun jeruk, kemudian menikmati buah jeruk sepuasnya.

 

Wisatawan yang ingin membawa pulang jeruk akan dikenakan tarif sebesar Rp. 10.000/kg. Jeruk Punten berkulit kuning mengkilat, berdaging lembut, dengan rasa manis dan memiliki banyak air. Diameternya tergolong besar. Setiap satu kilogram memuat empat hingga lima buah.

 

“Selain pemberian papan nama dan tiket, penanaman bunga matahari dan bunga kertas sebagai salah satu upaya manajemen pengelolaan kebun. Dimana untuk menarik lalat buah sehingga tidak mendekati bakal buah jeruk yang ada.” ujar koordinator program, Cyntya.

 

Dengan adanya pendampngan pembuatan papan nama dan desain tiket diharapkan wisata petik jeruk yang berada di desa gadingkulon dapat berkembang pesat. Letaknya yang cukup mudah untuk dijangkau menggunakan kendataan pribadi dan tempatnya yang sangat sari memeberikan nilai lebih pada tempat ini sebagai salah satu rujukan wisata keluarga. Keunggulan wisata petik jeruk ini selain murah, lokasi yang mudah dijangkau dan terbatas membuat obyek wisata ini menjadi pilihan.

Tag :

Pengabdian Masyarakat

Bagikan :

KKNTIUM

Pengabdian bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Inilah kontribusi kami kepada masyarakat, bagaimana dengan kalian?

Mungkin Anda Tertarik

1.

Pendaftaran Beasiswa Etos Kemitraan Sudah Dibuka Mulai 3 April 2021, Yuk Simak Penjelasannya
MASYKUR HUDA di Pendidikan
  • Minggu, 4 April 2021
  • 4 menit

2.

Bikin Bangga, PM Youlead 1 Malang Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI PT UM Periode 2021-2022
Sholahuddin Al-Fatih di Pendidikan
  • Senin, 5 April 2021
  • 2 menit

3.

Hand Hygiene: Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Dongeng pada SDN 2 Gadingkulon
Alifah di Pendidikan
  • Sabtu, 24 Juli 2021
  • 3 menit

4.

Menyulap Sari Jeruk menjadi Sabun Cuci Piring sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Jeruk di Desa Gadingkulon
KKNTIUM di Pendidikan
  • Sabtu, 4 Desember 2021
  • 3 menit
© 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts