#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Menerapakan Sistem Tematik dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Malang (16/4) - Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04 berupaya meningkatkan pembelajaran bahasa Arab dengan sistem tematik. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang pada tanggal 12 April – 15 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara langsung oleh Bapak Nafik Muthohirin, S.Pd.I., MA, Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencakup beberapa pembelajaran bahasa Arab yang dikemas dalam satu tema, diantaranya; Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi), pembelajaran kata-kata mutiara bahasa Arab (Mahfudzot), pemberian kosa kata bahasa Arab (Mufrodhat) berbasis game dan pelatihan pidato (Khitobah). Dalam kegiatan ini Tim PMM UMM 54 memberikan sedikit edukasi kepada santriwan dan satriwati TPQ terkait sistem pembelajaran ini.   Pada pembelajaran Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi) ini, sangat berpengaruh terhadap keaktifan dan semangat belajar santriwan dan santriwati. Lagu bahasa Arab yang kami ajarkan juga disertai dengan terjemahan, hal ini bertujuan agar mereka dapat memahami serta dapat menambah kosa kata bahasa Arab (mufrodhat) baru melalui lirik yang telah dinyanyikan. Dikarenakan sebelumnya mereka belum pernah mendapat materi bernyanyi bahasa Arab maka sekalinya mereka mendapatkan materi tersebut, antusias mereka sangatlah terlihat. Sehingga mereka lebih cepat hafal dan sangat enjoy dalam bernyanyi. Selanjutnya pada pembelajaran mahfudzot, kami memberikan materi mengenai kata-kata mutiara bahasa Arab (mahfudzot) sederhana yang dapat diterapkan dalam sehari-hari, seperti; Man Jadda Wa Jada (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapat), Man Shabara Zhafira (barang siapa yang bersabar maka akan beruntung), Annadhofatu Minal Iman (kebersihan adalah sebagian daripada iman).   Adapun pada materi kosa kata bahasa Arab (murodhat) yang dikemas dengan permainan “Ular Naga Panjang” ini diterapkan guna mempermudah penghafalan kosa kata bahasa Arab pada santriwan dan satriwati TPQ. Mulanya, santriwan-santriwati diberikan materi terlebih dahulu, kemudian dibaca secara ulang-ulang sampai hafal dan diaplikasikan dengan permainan “Ular Naga Panjang”. Sistem permainannya diawali dengan santriwan-santriwati yang berbaris satu banjar kebelakang kemudian terdapat dua orang dari anggota PMM kami yang bertugas untuk menangkap naga (santriwan dan santriwati) secara random. Pada saat salah satu tertangkap, disitulah kakak-kakak memberikan tebakan mengenai mufrodhat yang telah dihafalkan tadi. Hal ini terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya. Santriwan-santriwati juga terlihat sangat menikmati permainannya dan tanpa disadari bahwa mereka telah melaksanakan pembelajaran yang dikemas dengan permainan.   Kemudian yang tidak kalah pentingnya kami juga memberikan pembelajaran mengenai pidato (Khitobah). Mengapa harus pidato? Karena didalamnya mengandung banyak aspek yang sangat penting dan sebisa mungkin harus diterapkan dalam diri mereka, diantaranya; keberanian, kreatifitas dan public speaking. Tiga aspek  tersebut tidak dapat kita sepelehkan begitu saja, karena jika tidak dimulai dari sekarang maka selamanya tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin dengan pengalaman dan ilmu yang kita punya untuk membantu santriwan dan santriwati dalam belajar berpidato yang baik. Dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran tematik ini dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh ustdaz-ustadzah serta santriwan-santriwati TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Sumbersekar, Dau.

Masykuriyah Khamidah4 menit
Pendidikan

Sambut Pemimpin Muda, BAKTI NUSA Gelar Temu Perdana YOULEAD Nasional

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA). BAKTI NUSA merupakan sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa untuk membentuk tokoh pemimpin berintegritas, cendekia, transformatif, serta melayani demi terwujudnya Indonesia Berdaya.   Pada Sabtu dan Minggu (9-10/4) lalu, sebanyak 155 mahasiswa mengikuti Temu Perdana YOULEAD Nasional yang diadakan oleh BAKTI NUSA secara luring maupun daring via Zoom. Serentak dilakukan di 10 wilayah Indonesia, para mahasiswa yang berasal dari 42 kampus ini diajak untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mudanya. YOULEAD merupakan ikhtiar BAKTI NUSA menyiapkan pemimpin strategis berintegritas dan mengoptimalkan peran sosial pemimpin muda di tengah masyarakat. Menurut Muhammad Fazar, Supervisor BAKTI NUSA, selain membangun kesiapan pemimpin muda, Temu Perdana YOULEAD Nasional juga menjadi ajang penyambutan Young Leaders Angkatan 3 sebagai keluarga besar BAKTI NUSA.   “Kami ingin selama YOULEAD berlangsung, para penerima manfaat bisa menambah wawasan, meningkatkan keterampilannya, saling mengenal sesama Young Leaders, dan tentu menghadirkan rasa memiliki akan program yang menaungi mereka,” ujar Fazar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran YOULEAD juga merupakan salah satu upaya untuk meluaskan manfaat program BAKTI NUSA, “Harapannya, kehadiran YOULEAD tidak hanya dirasakan oleh kampus asal para penerima manfaat BAKTI NUSA, tetapi juga dirasakan oleh kampus-kampus lain yang ada di sekitarnya,” terang Fazar.   Selama enam bulan ke depan para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan menarik penambah kapasitas dan kapabilitas diri; sebut saja Pembinaan dan Pendampingan, Leaders Sharing, Proyek Pemberdayaan, Leadership Summit, serta Jaringan Kepemimpinan YOULEAD Club Indonesia.   Uswah Nurul Izzati, salah satu penerima manfaat YOULEAD wilayah Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang diusung mampu memberikan banyak inspirasi, “Luar biasa banget, terpilih menjadi bagian YOULEAD menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Karena bisa mengasah kemampuan kepemimpinan dan berprestasiku,” ujar Izza yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga.   “Kegiatan kemarin juga menambah relasi teman dari berbagai kampus. Selain itu, kita juga berkenalan dengan mentor-mentor di program YOULEAD yang tentunya mereka ini orang-orang hebat dan luar biasa,” tutup Izza. (MAR)

Bakti Nusa3 menit
Agama

Gandeng BAKTI NUSA, LPI Dompet Dhuafa Kembali Gelar Ngabubulive Ramadan

Pada Minggu (3/4), Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) kembali mengoptimalkan peran dan potensi para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswanya dalam Ngabubulive 4.0 Ramadan perdana yang diadakan daring via Zoom. Di tahun keempat Ngabubulive, LPI DD menggandeng BAKTI NUSA, Etos ID, Smart Ekselensia Indonesia, serta Bangun Kolaborasi, dalam perhelatan webinar berseri tersebut.   Mengusung tema-tema menarik dan kekinian, Ngabubulive perdana tersebut mengajak Maliki Febriantono Saputra, Alumni BAKTI NUSA Angkatan 10 sekaligus Founder Leads Indonesia, selaku narasumber; serta Poppy Rahmatul Hadja, Penerima Manfaat BAKTI NUSA angkatan 11 dan Founder Skole Indonesia, selaku moderator. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir diajak mempelajari lebih dalam seputar bagaimana membangun start-up.   Menurut Maliki Febriantono Saputra, memulai suatu perusahaan rintisan itu bukanlah hal yang rumit. “Menurutku, kita gak harus memikirkan semua bidang yang ada di dunia ini. Kalau begitu, jadinya malah bikin rumit. Cukup menjadi leader of leaders di bidang kita masing-masing,” ujar pria yang akrab dipanggil Maliki.   “Lalu, gak semua orang harus masuk ke dunia bisnis atau start-up juga. Gak semua orang harus menjadi Founder atau CEO. Kita hanya perlu memikirkan ranah kontribusi yang bisa kita maksimalkan. Ketika kita terpaksa menjadi orang lain, hasilnya adalah ketidakmaksimalan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki,” tambahnya di hadapan para peserta yang hadir.   Maliki menekankan kepada para peserta terkait urgensi bermimpi dan berproses. “It’s okay melakukan kesalahan, kemudian cari dan perbaiki kesalahannya. It’s okay gagal, bangkit lalu jalan terus. Tetap bermimpi dan berproses. Sebab, bermimpi dan membagikan mimpi adalah bahagia dan membahagiakan,” pesannya.   Menanggapi pemaparan Maliki, Fauzan Affandi, salah satu peserta Ngabubulive 4.0 turut berkomentar, “Penting bagi kita mendefinisikan kecocokan diri sebelum memulai sesuatu, termasuk bisnis. Selain itu, perlu juga didukung dengan lingkungan pertemanan yang penuh keberuntungan dan kebaikan. Sebab, hal itu dapat memberikan energi, kemudahan dan berbagai peluang dalam kita memulai dunia start-up,” tutur mahasiswa Universitas Andalas tersebut. (MAR)

Bakti Nusa4 menit
Pendidikan

Uswah Leadership Class BAKTI NUSA: Jangan Salah Pilih Idola!

Malang (22/3) - Menguatkan profil kepemimpinan para aktivis mahasiswa yang bertumpu pada inti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. dalam model Uswah Leadership, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) menghelat Uswah Leadership Class yang dilaksanakan daring pada Minggu (20/03). Kelas berseri bertajuk, “Integritas: Inspirasi dan Implementasi Kepemimpinan Sosok Rasulullah SAW.,” digawangi oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., M.H., Manajer BAKTI NUSA wilayah Malang.   Tantangan era kontemporer saat ini mengharuskan calon pemimpin masa depan mampu memahami serta menguasai beragam banyak hal. Khususnya, bagaimana seorang pemimpin masa kini mampu mengambil nilai, makna, inspirasi, serta meneladani kepemimpinan yang ada pada sosok Rasulullah saw. dalam menjawab setiap tantangan yang muncul kedepan.   Mengawali pemaparan materinya, Fatih mengungkapkan bahwa teladan erat kaitannya dengan siapa sosok yang diidolakannya. “Kita perlu memperhatikan siapa yang menjadi idola dan panutan kita dalam bertindak. Jangan salah pilih idola! Sebab, begitu besar dan nyata dampaknya sehingga bisa membawa kita kepada hal-hal yang kurang baik,” ujar Fatih yang juga merupakan Dosen FH Universitas Muhammadiyah Malang.   Lebih lanjut, Fatih menambahkan bahwa satu-satunya sosok yang pantas untuk diidolakan adalah Rasullah saw. “Maka ingatlah, sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Semua sisi kehidupannya kaya akan hikmah, pelajaran hidup, dan tak hanya cocok untuk satu kalangan melainkan menyeluruh dalam seluruh sendi kehidupan,” tambah sang penulis sebelas buku tersebut.   Menanggapi pemaparan selama kegiatan berlangsung, Rahmawati Rahayu, seorang penerima manfaat BAKTI NUSA sekaligus mahasiswi Universitas Indonesia, mengaku sangat berkesan serta turut berkomentar, “Pentingnya sebuah role model akan menentukan dengan siapa kita akan dikumpulkan nantinya,” ungkap perempuan yang akrab disapa Yayu.   “Ketika menjadikan Rasulullah saw. sebagai teladan, maka seharusnya kita dapat meneladaninya secara syumul. Sudah seharusnya, segala perilaku, perkataan, dan penampilan darinya dapat kita usahakan serta amalkan sebagai umat muslim,” tambahnya.   Pada akhir sesi, Fatih menutup dengan sebuah ajakan kepada seluruh penerima manfaat BAKTI NUSA, “Ayo kita tumbuh bersama, melahirkan generasi pemimpin yang berdaya. Berdaya dalam arti merepresentasikan nilai kepemimpinan uswah, yaitu integritas, cendekia, transformatif, dan melayani,” tuturnya. (MAR)

Bakti Nusa4 menit
Pendidikan

“Edukasi Kanker Kulit” Program Edukasi PMM UMM Kel. 49 Gel. 02

Malang (18/3) - Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai bentuk dharma pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa beranggotakan 5 orang (Ananda Arif Rahmatullah, Airlangga Putra Kharisma, Dimas Aulia Rahman Putra, Nadhiva Nur Allyza, Rafizal Firdhiyansyah) yang tergabung ke dalam kelompok 49 gelombang 02 melakukan sosialisasi mengenai edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan dini kanker kulit. Seperti yang diketahui, kanker kulit merupakan penyakit keganasan mematikan di Indonesia. Oleh karena itu mahasiswa PMM kelompok 49 gelombang 02 mengadakan program kerja berupa penyebaran video edukasi “Yuk Memahami Kanker Kulit” mengenai kanker kulit, mulai dari pengertian, faktor penyebab, tanda-tanda terkena kanker kulit hingga bagaimana cara untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya kanker kulit.  Ssialisasi dilakukan secara offline dan online, maka kelompok PMM 49 melakukan sosialisasi kepada pengemudi ojek onlie dan melakukan penyebaran video edukasi dengan memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana untuk menyebarluaskan video edukasi mengenai kanker serviks melalui media sosial diantaranya: Instagram : https://instagram.com/pmm49_gel.2umm?utm_medium=copy_linkTak hanya itu, kelompok PMM 49 ini juga memiliki program kerja online lainnya yang berisi informasi-informasi bermanfaat seputar kanker kulit. Seluruh informasi dapat diakses melalui kanal YouTube: PMM kelompok 49, melalui Instagram: @pmm49_gel.2umm . Kegiatan kelompok PMM 49 ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bpk. Ir. Andi Syaiful Amal, M.T. Dari kegiatan yang dilakukan oleh kelompok ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dini terhadap kanker kulit agar angka kejadian kanker kulit di Indonesia dapat menurun.

Nadhiva Allyza3 menit