#Pengabdian Masyarakat

Ekonomi

Mahasiswa UMM PMM 42 Membangun Potensi UMKM dan Wisata Desa di Sidoluhur, Malang

Keterlibatan mahasiswa dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PMM) menciptakan sebuah platform di mana mereka dapat menyumbangkan berbagai inisiatif positif untuk kemajuan masyarakat. Program PMM ini memiliki misi khusus untuk membangun potensi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta memajukan sektor wisata desa.   Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kelompok 42 PMM mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara intensif melibatkan diri dalam upaya pembangunan di Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Pelaksanaan program berlangsung mulai tanggal 19 Januari hingga 17 Februari 2024, dengan kelompok ini terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Maulidhia Fajar, Annisa Elok R, Dwi Marcel Akbar R, Hanifiyah Rasyida B, dan Muhammad Maulana S.   Fokus utama program ini adalah memperkuat manajemen usaha dan strategi pemasaran, sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya desa secara optimal. Kegiatan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan digital marketing untuk mendorong perkembangan usaha dan wisata desa, hingga sosialisasi pentingnya memiliki surat izin usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sidoluhur. Mahasiswa juga turut serta dalam pengolahan data warga yang memiliki UMKM, serta melakukan rapat koordinasi dengan perangkat desa dan warga desa.   Melakukan sosialisasi strategi digital marketing dengan mendemonstrasikan cara-cara yang efektif serta hasil yang dapat dicapai. Tujuan utamanya adalah memperkenalkan konsep pemasaran digital kepada masyarakat desa, sehingga mereka dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar usaha mereka.   Mahasiswa PMM kelompok 42 juga menyelenggarakan pelatihan langsung, sosialisasi, dan penyuluhan massal untuk mendorong pengembangan usaha dan wisata desa Sidoluhur. Semua upaya ini bertujuan untuk membangun ekosistem yang kokoh bagi pertumbuhan usaha dan potensi wisata di Desa Sidoluhur.   Hasilnya, Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku usaha dan warga desa menjadi fondasi kuat bagi kesuksesan program ini. Mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 42 telah membuktikan bahwa melalui kreativitas dan semangat nyata, mereka dapat menjadi agen perubahan yang berarti bagi kemajuan desa-desa di Indonesia. Inisiatif ini bukan hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan daya saing dan kesadaran akan pentingnya regulasi usaha di tingkat desa.

maulidhia fajar3 menit
Pendidikan

Penyerahan Beasiswa, Paket Gizi dan Cek Kesehatan Gratis oleh Mahasiswa PMM UMM bersama Yatim Mandiri

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa atau yang biasa dikenal dengan (PMM) merupakan sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang wajib diikuti oleh semua mahsiswanya. PMM ini diselenggarakan sebagai salah satu bentuk atau wujud nyata dari mahasiswa UMM untuk bisa memberikan kontirbusi kepada masayarakat umum.   Kelompok 97 Gelombang 4 merupakan salah satu partisipan yang menjalankan program PMM pada periode 19 Januari – 19 Februari 2024. Anggota kelompok tersebut terdiri dari Yogatama Kalia Isyak, Octavia Dwi Nugrahaeni, Mauly Juwita Khusmacahyadi, Dhalva Abbabil, dan M. Arif Amirullah, yang berasal dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang. Kelompok 97 dibimbing oleh Bapak Muhammad Wildan Affan, S.E., M.S.A selaku dosen pembimbing lapangan, yang dengan adanya bimbingan dari Bapak Wildan semua kegiatan yang dilakukan dapat dilakukan dengan arahan yang lebih baik.         Penyerahan Beasiswa oleh Pihak Yatim Mandiri   Kelompok 97 menjalankan program “Penyerahan Beasiswa, Paket Gizi dan Cek Kesehatan Gratis bersama Yatim Mandiri”. Program ini kelompok 97 jalankan untuk memberikan sedikit bantuan terhadap anak-anak yatim piatu dan warga disekitar lokasi. Kelompok 97 bersama dengan pihak Yatim Mandiri ingin memberikan kontribusi kami untuk membantu anak-anak yatim piatu dan warga sekitar. Program Cek Kesehatan Gratis   Acara ini diawali dengan pemberian sambutan oleh pihak daerah dan kemudian dari pihak yatim mandiri. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, kemudian sesi pembacaan dongeng. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembagian paket gizi kepada seluruh anak-anak kemudian pemberian beeasiswa dan cek Kesehatan gratis kepada warga sekitar. Diakhir acara ditutup dengan kegiatan foto bersama.       Penyerahan Paket Gizi   Semua kegiatan ini dilakukan oleh Kelompok 97 beserta pihak Yatim Mandiri sebagai harapan mereka kedepan anak-anak tersebut kelak akan menjadi seseorang yang sukses, menjadi sosok-sosok penerus bangsa yang jujur, cerdas, bijak, dermawan, dan amanah. Terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak Yatim Mandiri karena telah memberikan kami ikut andil dalam kegiatan ini, dan semoga kelak program-program seperti ini dapat berjalan secara lebih banyak dan berkelanjutan.   Foto bersama PMM Kelompok 97 dengan pihak Yatim Mandiri dan juga Para Penerima program beasiswa, paket gizi, dan cek Kesehatan gratis  

Jurnal Medika525 menit
Pendidikan

Sosialisasi Pentingnya Nomor Darurat kepada Masyarakat Oleh Mahasiswa PMM UMM

Kota Malang merupakan kota Metropolitan dan kota terbesar kedua di Jawa Timur. Oleh sebab itulah yang membuat Kota Malang memiliki permasalahan yang beragam. Menghubungi nomor penting darurat adalah salah satu langkah awal ketika kita mengalami keadaan genting. Namun, penggunaan nomor darurat masih belum banyak diketahui oleh masyarakat. Memiliki pengetahuan tentang nomor darurat dan kemampuan untuk menggunakannya dengan cepat sangat penting bagi setiap individu dan masyarakat.   Dalam rangka meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya nomor darurat, Kelompok 32 Gelombang 6 Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang yang beranggotakan Alifiyah Amelia selaku Koordinator, kemudian anggota lainnya yaitu Nailatus Suvianah, Farah Amelia Juniar, Saskia Aliyah Wafa, dan Shinta Alliyah yang dipandu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I melakukan sosialisasi dari pintu ke pintu (door to door) kepada masyarakat RW 05 Sumbersari, Malang. Adapun tema sosialiasi yang digunakan yaitu “Meningkatkan Kesadaran Warga terhadap Nomor Penting Saat Keadaan Darurat”.         “Kelompok kami melakukan sosialisasi ini karena setelah survei daerah RW 05 Sumbersari, Malang masih banyak kasus pencurian, kemudian dengan sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat langsung menghubungi nomor darurat dan tidak hanya menunggu tindakan RT/RW setempat,” jelas Alifiyah Amelia selaku Koordinator Kelompok 32.   Selain memberikan edukasi pentingnya “Nomor Darurat”, Kelompok 32 juga membagikan stiker berisikan nomor-nomor darurat untuk Kota Malang, yaitu nomor “Polisi”, “Ambulan”, dan “Pemadam Kebakaran”, yang nantinya bisa ditempel dan akan lebih mudah dilihat ketika situasi darurat.         Dengan adanya sosialiasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya mengetahui nomor penting saat keadaan darurat, dan dapat merealisasikannya dengan cara menyimpan nomor penting pada kontak handphone pribadi.  

Shinta Alliyah4 menit
Hukum

PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tekan Pernikahan Dini dengan KBM dan Sosialisasi

Malanghub.com - Mahasiswa memegang peran penting sebagai agen pelaksana perubahan dengan tujuan mengajak serta membawa masyarakat menjadi sumber daya manusia dengan arah yang lebih baik lagi. PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 dengan Aisya Intan Kirana sebagai Koordiantor dan Maulidatus Syarifah, Kinanthi Aisyah Fiilail, Raynajmi Clara, serta Aryawan Dwi sebagai anggota mengusung tema besar “Optimalisasi Kapabilitas Siswa SMP Sunan Kalijogo dan Masyarakat Desa Sukolilo Terkait Pernikahan Dini: Riset Kuisioner” dengan Dosen Pembimbing Lapangan Wahyudi Kurniawan, S.H., M.H.Li berhasil melaksanakan kegiatannya selama 30 hari penuh tanpa hambatan di Desa Sukolilo Jabung, Kabupaten Malang.   Skema Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) pada institusi/lembaga pendidikan SMP Sunan Kalijogo 1 Jabung dimulai pada tanggal 19 Januari sampai dengan 07 Februari 2024, dalam  hal ini, Kelompok 19 Gelombang 9 menitikberatkan kepada optimalisasi kapabilitas yang mana memiliki arti terkhusus terkait tentang pengembangan pengetahuan siswa Kelas 9 SMP Sunan Kalijogo 1 Jabung terkait Pernikahan Dini yang masih marak terjadi dewasa ini. Pengembangan pengetahuan ini ditujukan sebagai tombak utama untuk memperbaiki generasi dari zaman ke zaman guna menekan angka pernikahan dini yang berimbas pada kasus perceraian pada Kabupaten Malang sebanyak 6.705 yang dikabulkan  oleh Pengadilan Agama berdasarkan pengolahan data yang terekam.   "Ini akan menjadi gebrakan baru untuk bekal dan edukasi anak-anak kami, bahwasannya masih belum ada yang menjamah terkait pernikahan dini sejauh ini.” Sambutan dari Bapak Zainuri, Kepala Sekolah SMP Sunan Kalijogo 1 Jabung.   Selama berjalannya kegiatan PMM, susunan program kerja yang dirancang terlaksana dengan sempurna, seperti halnya dalam pemberian materi terkait Ilmu Hukum sebagai perkenalan pembuka program kerja, pemaparan terkait Pernikahan dan Undang-Undang yang mengatur di dalamnya dengan harapan siswa dapat memahami secara jelas terkait pernikahan dan batas usia pernikahan, kemudian pemaparan materi terkait Dispensasi Perkawinan yang bertujuan agar siswa paham dengan prosedur pernikahan yang dilakukan oleh anak dibawah umur, serta materi puncak sebelum pemberian kuisioner adalah Dampak Negatif Pernikahan Dini dilihat dari berbagai macam aspek.    “Riset kuisioner itu wajib dalam program kerja kita, karena selain memberikan materi pembelajaran, kita juga harus mengerti apakah materi tersebut dapat dipahami tidaknya dengan para siswa, sehingga berhasil tidaknya proker kita di institusi dilihat dari sana.” Ujar Koordinator Kelompok.   Fun Game dan Lomba Group Discussion yang menjadi bagian dari program kerja Kelompok 19 Gelombang 9 juga dirasa menjadi benang merah dari materi program kerja. Group Discussion yang beranggotakan 6 siswa teraktif setiap kelas selama KBM membuahkan hasil dalam mengasah team-work dan pemahaman dasar mereka tentang materi yang telah diberikan.   “Kakak-kakak UMM menjelaskan materi dengan jelas sekali! Kami merasa senang belajar hal baru, terima kasih Kakak!” Celetuk salah satu siswa.

Aisya Intan6 menit
Gaya Hidup

Peduli Lingkungan, PMM UMM Olah Limbah Kulit Singkong Jadi Pupuk Organik

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan yang berdampak kepada masyarakat, Kegiatan tersebut diwujudkan dalam Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM). Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh  kelompok 86 gelombang 4 pada Februari 2024. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat.  PMM dilaksanakan oleh mahasiswa jurusan Manajemen yang terdiri dari Tia Astiarti Putri, Diva Mauda Muftiah, Akbar Cahya Krisdana, Iqbal Hoesny Basalamah, dan Fitria Dwi Kristianto. UMKM merupakan tonggak utama bagi perekonomian di Indonesia, dalam memanfaatkan hal tersebut kami menyasar kelompok UMKM usaha kerupuk singkong yang terletak di Jalan Margobasuki Gang Ulil Abshor No 44 RT 01 RW 03 Desa Jetis Mulyagung Kec Dau, Kab Malang Jawa Timur. UMKM usaha kerupuk menghasilkan sebuah limbah yang akan memberikan eksternalitas bagi lingkungan, sehingga kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut menjadi produk pupuk cair.   Pengupasan kulit singkong Kegiatan pertama yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan mengupas kulit singkong sebagai bahan utama pembuatan pupuk cair, kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dan pelaku usaha UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk mencari bahan terbaik pupuk cair. Mahasiswa memberikan inovasi baru bagaimana pemanfaatan kulit singkong untuk menambah pendapatan, dengan memanfaatkan kulit singkong sebagai bahan utama pupuk cair.                                              Proses pengolahan kulit singkong Setelah kulit singkong dipisahkan selanjutnya mahasiswa memasuki proses yang kedua yaitu pencampuran kulit singkong dengan vitamin. Proses ini akan menghasilkan sebuah pupuk cair dari limbah kulit singkong. Mahasiswa melakukan packaging dengan menggunakan botol bekas sebagai tempat dari pupuk cair. Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa memberikan dampak terciptanya pemanfaatan bagi masyarakat di sekitar, lingkungan, dan UMKM kerupuk singkong.   Pembagian pupuk limbah kulit singkong kepada warga sekitar Hasil produk Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) pupuk cair limbah kulit singkong yang sudah jadi dibagikan kepada masyarakat sekitar. Menurut pak haryanto warga sekitar yang berada di dekat UMKM kerupuk singkong mengatakan bahwa program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) sangat bermanfaat karena mahasiswa mampu mengelola limbah menjadi sesuatu yang bisa di manfaatkan Kembali dan memiliki nilai jual.

Khozin8 menit