#Minat & Bakat

Pendidikan

Teras Politik: Platform Digital Keren Karya PM BA 11 untuk Edukasi Politik dan Pemerintahan dari Perspektif Ilmu Pengetahuan

Ilmu Politik ataupun Ilmu Pemerintahan sering dipandang miring hanya menjadi realita praktis untuk mencapai kekuasaan saja. Padahal, sebagai sebuah ilmu pengetahuan, politik dan pemerintahan tentunya memiliki teori-teori maupun kaidah-kaidah yang sampai saat ini masih belum diketahui oleh orang banyak. Hal itu seringkali membuat mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan menjadi pesimis dan dipenuhi berbagai stigma.   Berbekal empati pada kondisi yang terjadi tersebut, Nurul Aulia, Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Brawijaya yang merupakan PM Baktinusa 11, bersama 2 orang temannya - Muhammad Nadhif Kurnia dan Rizal Nurhardian, berinisiatif mendirikan Platform edukasi sekaligus ruang yang nyaman bagi mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan saling memberikan pendapat dan belajar bersama. Platform ini diberi nama "Teras Politik"   Bercita-cita membawa value sharing, caring, dan inspiring, Teras Politik yang berdiri sejak September 2020 tersebut telah melakukan berbagai kegiatan, diantaranya: Live Instagram untuk mendiskusikan isu hangat politik dan pemerintahan, Open Volunteer mahasiswa ilmu politik dan pemerintahan se-Indonesia sebagai tempat belajar, Hingga berkolaborasi dengan beberapa partner strategist dengan harapan mampu mengedukasi masyarakat secara lebih luas lagi mengenai Politik dan Pemerintahan dalam perspektif Ilmu Pengetahuan.   Saat ini, Teras Politik masih terus berjalan dan berusaha berkembang dengan strategi digital. Harapannya, setelah kondisi membaik, Teras Politik pun mampu merambah pada kegiatan offline sehingga lebih dekat dengan mahasiswa dan masyarakat.      Edukasi mengenai Politik dan Pemerintahan sebenarnya tidak begitu sulit, hanya saja membutuhkan tekad yang kuat untuk terus membuktikan dan mampu merubah stigma di masyarakat. Melalui Teras Politik ini, Nurul Aulia sebagai founder berharap bahwa edukasi rutin melalui postingan Instagram dan beberapa campaign sosial yang sedang di lakukan, mampu menjadi awal bagi masa depan Ilmu Politik dan Pemerintahan yang mampu dikelas dalam kaca mata akademik. Tidak melulu dikaitkan dengan kondisi praktis seperti yang telah di sampaikan di awal.   Teras Politik masih aktif berjejaring dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang memiliki ketertarikan pada Ilmu Politik dan Pemerintaha untuk menjalin kerjasama. Dapat melalui partnership lembaga, maupun kolaborasi perorangan melalui open submission tulisan dan pendapat mengenai serba serbi dan kajian dalam Ilmu Politik dan Pemerintahan.    Bagi anda yang ingin mengulik Teras Politik lebih dalam lagi, bisa langsung mengunjungi laman Instagram milik Teras Politik pada instagram.com/teraspolitik      Penulis berharap semoga kedepannya Teras Politik mampu membawa napas baru bagi eksistensi Ilmu Politik dan Pemerintahan di Indonesia yang interaktif, informatif, dan tentu saja inspiratif. 

Nurul Aulia4 menit
Pendidikan

Perkuat Literasi Islam Anak Muda, PM Bakti Nusa 11 Malang Dirikan Penulis Muslim

Sebagai seorang Muslim, sudah selayaknya kita belajar dan memperkuat literasi khususnya di bidang Islam. Sayangnya, banyak anak muda yang tidak tertarik membaca buku atau kitab-kitab Islam yang cenderung tebal. Atas latar belakang tersebut, Devanda berinisiatif mendirikan Penulis Muslim.    Devanda berharap, Penulis Muslim bisa merangkul anak muda untuk membuat bacaan Islam yang dirasa berat oleh anak muda menjadi tulisan ringan dengan gaya bahasa kekiniaan. Sehingga buku-buku bernilai Islam yang diterbitkan Penulis Muslim dapat menarik pemuda Islam untuk memperkuat literasi bidang keislaman.    "Jadi konsepnya dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda. Dikerjakan oleh anak muda, tetapi output-nya juga untuk anak muda," ungkap Devanda.     Sejak 20 Desember 2020 didirikan, Penulis Muslim mendapat sambutan hangat dari banyak pihak. Puncaknya saat menyelenggarakan event kedua di bulan Maret 2021, Berkarya Untuk Negeri Palestina, berhasil menerbitkan buku judul "Menembus Tanah Para Nabi" yang terjual 100+ eksemplar pada pre-order pertama.   Prestasi tersebut menjadi batu loncatan Leadership Project Devanda sebagai Penerima Manfaat Bakti Nusa untuk meluaskan sayapnya. Saat ini, lembaga yang berusia lebih dari satu tahun ini telah menerbitkan 8 judul buku dan menyelenggarakan 15+ program kepenulisan serta literasi. Terhitung hingga sekarang, jumlah penerima manfaat Penulis Muslim sebesar 550+ dan 2500+ pengikut di Instagram.     Acara terdekat yang sedang digarap yaitu Nulis Bareng Buku tema Hijrah. Pada periode awal, Penulis Muslim sengaja mengambil topik ringan terlebih dahulu untuk para penulis pemula. Sehingga, genre buku terbitan Penulis Muslim tidak monoton tentang Islam saja. Terpenting, nilai-nilai yang terkandung dalam buku tidak bertolak belakang dengan Islam.   Terlihat pada hari Sumpah Pemuda, Penulis Muslim turut memeriahkannya dengan menerbitkan buku "Serenade Silam Sang Pemuda" yang berisi kumpulan puisi tema Sumpah Pemuda. Judul buku lain yang telah diterbitkan meliputi; Perempuan, Pengukir Peradaban, Meet Up Sepertiga Malam, Surat Untuk Diriku Di Masa Depan, Dear Diary, dan Kasih Sepanjang Masa.    Mimpi besar Penulis Muslim di masa depan yaitu bisa menyelenggarakan beasiswa kepenulisan satu tahun untuk melahirkan penulis-penulis buku solo dengan genre Islam dan gaya bahasa anak muda. Tidak hanya itu, Penulis Muslim juga ingin berkecimpung dalam edutech sebagai platform belajar kepenulisan yang lengkap. Mulai dari kepenulisan akademik, profesional karir, hingga penerbitan buku.   

Devanda Candra Putri Nugraha4 menit
Hukum

Indeks Negara Gagal, Berapa Peringkat Indonesia?

Indonesia menepati urutan ke-63 dalam indeks negara gagal, peringkat pertama diraih somalia,Negara gagal adalah negara yang di anggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintah berdaulat.tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal.melainkan ada satu ciri ciri umum  negara itu dikatakan gagal adalah dengan melemahnya pemerintah pusat atau tidak efektif sampai sampai kekuasaanya memburuk, suatu negara di katakan gagal yaitu ketika misalnya   Dalam bidang ekonomi adalah  Kemiskinan dan pengangguran yang tinggi,Kemiskinan terjadi karena besarnya angka pengangguran yang tinggi akibat rendahnya  pendapatan pekerjaan,sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhanya di samping harga harga bahan pangan melambung tinggi juga sulit untuk mendapatkan materi terpaksa mereka (yang tidak punya pekerjaan) nekat melakukan tindakan kriminal seperti mencuri bahkan tindakan ini bukan hanya di lakukan oleh orang dewasa melainkan anak remaja yang baru tamat dari SMA/SMK melakukan hal tersebut, karena enggan mendapatkan pekerjaan tingginya pengangguran tamatan SMA/SMK merupakan kegagalan pemerintah dalam sisitem pendidikan,dari sini saja kita bisa melihat bahwa indonesia hampir  di ambang negara yang gagal karena tidak dapat mensejahterakan rakyatnya,yang kedua adalah misal   Dalam bidang sosial adalah pelayanan publik yang memburuk,misalnya adalah pelayanan BPJS yang tidak maksimal melihat berbagai yang telah terjadi rumahsakit tidak mau bertindak ketika pasien keadaanya sudah memburuk hal semacam itu sangat meresahkan keluarga kurang mampu sehingga pemerintah diharapkan mampu meningkatkan tingkat pelayanan yang lebih maksimal lagi.   Yang ketiga adalah yang paling berpengaruh merupakan korupsi,di era modern sekarang ini sudah banyak negara yang menjadi negara gagal akibat korupsi bahkan negara kayapun bisa rusak karena korupsi dan pengelolan negara yang kurang baik maka dari itu jika indonesia ingin menjadi bangsa yang maju dan tidak gagal tentu harus menjaga tidak rusak karena korupsi,baik dari dimensi pemerintahan atau masyarakat.wapres berharap KPK dapat menjadi ujung tombak untuk mengatasi persoalan ini termasuk ia juga berharap semua aparat juga mengatasi korupsi.maka dari itu dibutuhkan suatu kerja sama yang baik untuk mencegah potensi pemberi maupun penerima dari korupsi sehingga di butuhkan hukuman yang baik.   Argumentasi bahwa indonesia adalah negara gagal mulai terjadi dengan masalah masalah yang sudah saya paparkan di atas maka Dari sini dapat di simpulkan bahwa, apakah indonesia termasuk negara gagal?menurut saya indonesia masih tidak bisa di kategorikan sebagai negara gagal bukan berarti indonesia termasuk negara sempurna melainkan indonesia secara kita bisa melihat masih bisa memenuhi persyaratan sebagai sebuah negara serta masih mampu untuk menyejahterakan rakyatnya melauli bidang yang lain,meskipun ada beberapa problem yang sesuai dengan ciri ciri di atas negara indonesia bukanlah negara yang gagal.  

Umi waliyatin nahdhiyah4 menit
Hukum

Ron Smith: Indonesia (Bukan) Negara Gagal

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi,budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.Tidak ada kesepakatan umum tentang definisi negara gagal. Seberapa besarnya kendali pemerintah yang dibutuhkan agar tidak dicap sebagai negara gagal masih beragam di kalangan peneliti. Pada tahun 2012 akhir Juni  ketika lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, mengeluarkan Indeks Negara Gagal. Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 178 negara di seluruh dunia.   Apakah  Indonesia termasuk negara gagal? Menurut saya tidak, negara ini hanya saja dalam keadaan “stuck”, terlampau rendah tidak dan menjulang pun tidak, hanya ada beberapa aspek yang kadangkala menonjol atau bahkan mengalamj kemunduran (sirna). Saya sebut Indonesia sebagai negara “dalam bahaya” (in danger). Paling benar adalah menjadikan judgment “negara gagal” itu sebagai evaluasi  yang menguntungkan kita, tak perlu menolaknya  atau menerimanya, melainkan harus mengolahnya sebagai kesadaran untuk memperbaiki kenyataan.  Evaluasi seperti apa? dari berbagai kontribusi Negara, langkah itu harus disertai prinsip usaha, kerjasama  dan konsisten. Dalam rangka membangun Negara yang paling penting  sekarang adalah komitmen dari eksekutif dan legislatif untuk melaksanakan rencana pembangunan  agar benar-benar terwujud dan tepat sasaran.   Pembangunan yang tidak hanya pembangunan fisik seperti infrastruktur, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia agar bisa menghasil manusia Indonesia yang terampil, cakap, dan berdaya saing. Pembangunan infrastruktur bisa saling terkait dengan pembangunan manusianya. Sehingga SDM meningkat, dapat bekerja karena tersedia lapangan pekerjaan, kondisi Geografis Indonesia yang memiliki kekayaan potensi, menggali kebermanfaatan dengan semaksimal mungkin, pendapatan tercukupi dan angka pengangguran ditekan. Kehidupan akan naik jenjang menjadi sejahtera terberantas dari kemiskinan.Kemajuan pola pikir SDM berdampak penuh atas awal gagal / maju  nya suatu Negara.     Di Indonesia pendidikan karakter dan kebangsaan harus diperkuat. Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh diganggu gugat. Nilai-nilainya harus diajarkan dan diinternalisasikan kepada setiap manusia Indonesia. Ketidaktahuan tentang kebijakan akan berdampak fatal walaupun Salah satu penyebab dari faktor ini adalah perilakutidak peduli yang timbul dalam diri masing-masing individu, dan yang bisa merubah adalah individu itu sendiri.Karena Indonesia memliki ideologi yang bagus dan mengikuti zaman, yaitu Pancasila. Dimana ideologi tersebut mengajarkan kita untuk berdasar kepada Tuhan, bersikap adil dan beradab, bersatumeskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan, tidak egois dan mementingkan kepentingan bersama. Tak terlepas dari keyakinan kita kepada Tuhan yang Esa, usaha disertai doa semoga Tuhan selalu menjaga melindungin senegap bangsa dan negara dan  apa yang dicita citakan Bangsa Negara ini terwujud adanya merdeka dan sejahtera.

nur rasyita4 menit
Pendidikan

Adakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis, Mahasiswa PMM 82 Disambut Baik Oleh Masyarakat.

Malang (8/10) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didampingi oleh kader lansia melakukan kegiatan cek kesehatan gratis untuk lansia dan pra lansia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diadakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) kelompok 82 gelombang 13. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu lansia RW 4 desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat dan kadar gula darah. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 40 lansia dan pra lansia.   Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 82  antara lain Entressa Alief, Resi Puguh Prihantono, Mochamad Zidane Ubaidillah, Sisca Aulia Sari, dan Muhamad Ridhoi.  Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH.   Sebelumnya, pada hari Selasa, 21 September 2021 Tim PMM berkoordinasi dengan Ibu Lia selaku bidan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Jatikerto terkait dengan teknisan pelaksanaan kegitan dan sasaran yang dituju. Pemeriksaan Kesehatan yang kami adakan antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan kadar gula darah.  Kegiatan cek kesehatan yang kami lakukan mengikuti protocol Kesehatan covid 19 seperti memakai masker, menjaga jarak serta menyediakan hansanitizer.   Dalam masa pandemic seperti sekarang ini, Entressa Alief selaku penanggung Jawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengantisipasi resiko keberadaan penyakit didalam tubuh masyarakat sehingga masyarakat bisa sadar akan pentingnya Kesehatan dan diharapkan mampu mengubah pola hidup sehat mereka. dan salah satu kader kegiatan tersebut ibu sulastri mengatakan "Kegiatan Tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan membantu kami dalam pemeriksaan kesehatan pra dan para lansia" (SA).                                                                                                  

Sisca Aulia Sari3 menit