#Kegiatan Organisasi

Opini

Mahasiswa PMM UMM Bersama dengan Polsek Lowokwaru Malang Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SDN Lowokwaru 3 Malang

PMM UMM Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa Kelompok 97 Gelombang 8 yang baru saja menggelar PMM di SDN Lowokwaru 3 Malang, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mahasiswa PMM UMM Kelompok 97 Gelombang 8 menggelar kegiatan sosialisasi kepada siswa-siswi SDN Lowokwaru 3 Malang dengan mengambil tema tentang “Bahayanya Bullying Fisik dan Bullying Verbal”, pada Selasa (23/07). Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan  Polsek Lowokwaru Malang, dalam rangka untuk menumbuhkan kesadaran dan mengedukasi para siswa-siswi SDN Lowokwaru 3 Malang sebagai generasi muda, untuk sejak dini sadar akan bahaya serta dampak negatif yang ditimbulkan dari perilaku bullying fisik dan bullying verbal. Dalam sosialisasi ini, Mahasiswa Kelompok 97 Gelombang 8 yang tergabung dalam program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang menyampaikan materi mengenai definisi bullying fisik dan bullying verbal. Jenis-jenis dari bullying fisik dan bullying verbal, serta dampak jangka panjang yang bisa ditimbulkan dari bullying fisik dan bullying verbal. Bullying fisik dan bullying verbal menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini, mengingat tingginya kasus perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Mahasiswa PMM UMM Kelompok 97 Gelombang 8 mengambil tema tersebut selaras dengan terjadinya kasus bullying di Kota Batu pada Juni 2024 yang lalu, sehingga kelompok PMM UMM memberikan edukasi kepada siswa-siswi agar tercegahnya tindakan serupa terjadi di kemudian hari. Acara ini dihadiri oleh seluruh siswa-siswi SDN Lowokwaru 3 Malang yang dipisah menjadi 2, yakni putra dan putri yang dibagi menjadi 2 sesi antara kelas 1 sampai dengan kelas  3 SD dan sesi selanjutnya kelas 4 sampai dengan kelas 6 SD, dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang hadir. Materi yang disampaikan oleh Mahasiswa PMM UMM Kelompok 97 Gelombang 8 bersama pihak Polsek Lowokwaru Malang dikemas secara menarik melalui power point animasi, pemutaran video animasi mengenai tindakan bullying fisik dan bullying verbal, serta adanya permainan interaktif dan diskusi yang melibatkan para siswa-siswi secara langsung. Tujuannya agar para siswa-siswi SDN Lowokwaru 3 Malang dapat lebih mudah memahami dan mengingat pentingnya menjauhi tindakan bullying fisik dan bullying verbal. Pihak Polsek Lowokwaru Malang memberikan pengarahan kepada para siswa-siswi mengenai peran penting kepolisian dalam menangani kasus bullying serta pentingnya melapor apabila terjadi tindakan yang mencurigakan. Pihak Polsek Lowokwaru Malang menegaskan bahwa setiap bentuk bullying adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir dan dapat dikenai sanksi hukum. Kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa bullying bukanlah tindakan yang dapat diterima dalam kehidupan sosial. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SDNLowokwaru 3 Malang dapat menjadi agen perubahan yang mampu menolak segala bentuk perundungan fisik maupun verbal baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Sementara itu, Koordinator PMM UMM Kelompok 97 Gelombang 8 dari Universitas Muhammadiyah Malang, Fidya Fatma Fadhillah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, “Sebagai Mahasiswa, kami memiliki tanggung jawab sosial untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi generasi muda. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap dapat membantu siswa-siswi SDN Lowokwaru 3 Malang untuk memahami dampak buruk dari bullying fisik dan bullying verbal serta menjadi individu yang lebih peduli terhadap sesama,” jelasnya. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian pesan edukatif mengenai anti-bullying kepada para siswa-siswi serta dengan tepuk anti bullying sebagai bentuk kampanye anti-bullying. Kepala Sekolah SDN Lowokwaru 3 Malang, Ibu Sri Wahyuni, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang dan Polsek Lowokwaru. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya sikap saling menghargai dan menjauhi tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang lebih edukatif dan kondusif serta aman di SDN Lowokwaru 3 Malang, serta dapat mendorong siswa-siswi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berempati terhadap sesama.

Sherlyta Adevitica Lintang Justitia7 menit
Pendidikan

Pelatihan Edukasi Kepada Warga Desa Girimoyo Terkait Pemilahan Sampah Yang Baik dan Praktik Menanam Bibit Tumbuhan Oleh Mahasiswa PMM UMM

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh  kelompok 82 gelombang 1. PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam rangka untuk mengabdikan diri ke masyarakat umum, yaitu dengan cara terjun langsung ke lapangan. Sama seperti yang dilakukan oleh kelompok 82 gelombang 1 yang sedang mengabdikan diri di masyarakat khususnya di desa girimoyo RT 04 RW 02.   Yang Dimana beranggotakan terdiri dari Joan Rachgi Naldo, Naswah Y. Yunus, Muhammad Alvarizy D., Hilda Diah Rahmawati, dan Novita Meiliyana serta dibimbing oleh Ibu I'anatut Thoifah, S.Pd.I., M.Pd.I, selaku Dosen Pembimbing Lapangan.   Dalam rangka kegiatan ini kami memberikan edukasi memilah sampah dengan baik dan menanam bibit tumbuhan untuk keperluan masyarakat desa setempat agar dapat di gunakan untuk keperluan memasak. contoh yang kami tanam yaitu daun seledri, terong, jeruk purut dan cabai.  Sesuai program kelompok 82 yaitu tentang pemilahan sampah, yang kita ketahui memilah sampah dari awal menjadi pilihan yang baik untuk dapat pengelolaan berkelanjutan yang baik untuk lingkungan. Permasalahan sampah yang hingga kini menjadi salah satu persoalan yang perlu ditangani cepat oleh masyarakat. Produksi sampah di masyarakat setiap tahunnya meningkat namun pengelolaannya belum bisa diimbangi dengan peningkatkan produksi sampahnya sehingga menggunungnya sampah di Tempat pembungaan Akhir (TPA), maka dari itu kami memberikan edukasi kepada warga desa girimoyo cara memilah sampah di rumah yaitu dengan cara Pisahkan sampah organik dan anorganik yang dihasilkan oleh sampah rumah tangga.  

joan aldo1049 menit
Hukum

Upaya Mahasiswa PMM UMM dalam Penaggulangan dan Peningkatan Kapabilitas Desa Sukolilo Terkait Pernikahan Dini

Malanghub – Pernikahan Dini yang masih marak dan menjadi momok bagi masyarakat luas khususnya daerah Kabupaten Malang, hal tersebut masih dianggap mendominasi dan memerlukan upaya dalam menanggulangi hal tersebut. Sehingga dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang di mana Aisya Intan Kirana sebagai Koordinator Kelompok, dan Maulidatus Syarifah, Kinanthi Aisyah, Raynajmi Clara serta Aryawan Dwi Wahyu Putra sebagai anggota kelompok memetik hasil penyebaran pengetahuan terkait pernikahan dini lebih mendalam.   Wahyudi Kurniawan S.H.,M.H.Li sebagai Dosen Pembimbing Lapangan dari Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 pun tidak serta merta menyetujui ide/gagasan tanpa rasionalisasi atas penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat. Penjabaran atas konsep yang diberikan oleh Koordinator Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 yang dapat dipertanggungjawabkan membuat Dosen Pembimbing Lapangan menyetujui sepenuhnya, serta dalam monitoring yang dilakukan memenuhi ekspektasi.   PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 memiliki konsep Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa dengan memberikan pendidikan terkait Pernikahan Dini. Sasaran yang dituju oleh Kelompok ini adalah SMP Sunan Kalijogo 1 Jabung, serta Desa Sukolilo Jabung yang merupakan bagian dari Kabupaten Malang itu sendiri. Materi-materi yang diberikan cukup mendalam dengan batasan-batasan yang diberikan, sehingga masyarakat tidak terlalu bingung ataupun merasa berat dengan adanya pendidikan tentang pernikahan dini.   Pengenalan Ilmu Hukum beserta kandungannya membantu masyarakat untuk semakin melek akan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh negara, sehingga dalam hal ini cukup menjembatani atau menjadi benang merah terkait pendidikan materi pernikahan dini yang diberikan, seperti halnya: Undang-Undang Perkawinan, Batas Usia Perkawinan, Dispensasi Perkawinan.   “Meskipun kami mayoritas dari Mahasiswa Fakultas Hukum, kami juga melakukan studi terkait Dampak Negatif Pernikahan Dini dengan mengkaji masalah psikologis manusia, mental, kesiapan fisik manusia.” Cetus Koordinator Kelompok.   Organisasi PKK sebagai perwakilan Desa Sukolilo bersyukur dengan adanya pendidikan terkait Pernikahan Dini yang memiliki perpektif  jelas, sehingga mereka dapat melanjutkan program kerja ini untuk memajukan masyarakat Desa Sukolilo kedepannya. Hasil Kuisioner dan Pojok Baca Balai Desa Sukolilo menjadi peninggalan yang diberikan oleh Mahasiswa PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Aisya Intan5 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca untuk Meningkatkan Literasi di Desa Kedungrejo yang merupakan Implementasi dari Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti, S.Sos, M.Si (PMM)  ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0895 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca sebagai Wadah untuk Meningkatkan Literasi di Desa Kedungrejo

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti S.Sos M.Si merupakan kelompok 17 gelombang 3 yang beranggotakan M Arham Khibar, Adinda Balqis, Rizkita Arum Larasati, Elok Rahma Fajria Kamal, dan Audia Octavi Aristya.   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0895 menit