#Ide Kreatif

Pendidikan

Perkuat Literasi Islam Anak Muda, PM Bakti Nusa 11 Malang Dirikan Penulis Muslim

Sebagai seorang Muslim, sudah selayaknya kita belajar dan memperkuat literasi khususnya di bidang Islam. Sayangnya, banyak anak muda yang tidak tertarik membaca buku atau kitab-kitab Islam yang cenderung tebal. Atas latar belakang tersebut, Devanda berinisiatif mendirikan Penulis Muslim.    Devanda berharap, Penulis Muslim bisa merangkul anak muda untuk membuat bacaan Islam yang dirasa berat oleh anak muda menjadi tulisan ringan dengan gaya bahasa kekiniaan. Sehingga buku-buku bernilai Islam yang diterbitkan Penulis Muslim dapat menarik pemuda Islam untuk memperkuat literasi bidang keislaman.    "Jadi konsepnya dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda. Dikerjakan oleh anak muda, tetapi output-nya juga untuk anak muda," ungkap Devanda.     Sejak 20 Desember 2020 didirikan, Penulis Muslim mendapat sambutan hangat dari banyak pihak. Puncaknya saat menyelenggarakan event kedua di bulan Maret 2021, Berkarya Untuk Negeri Palestina, berhasil menerbitkan buku judul "Menembus Tanah Para Nabi" yang terjual 100+ eksemplar pada pre-order pertama.   Prestasi tersebut menjadi batu loncatan Leadership Project Devanda sebagai Penerima Manfaat Bakti Nusa untuk meluaskan sayapnya. Saat ini, lembaga yang berusia lebih dari satu tahun ini telah menerbitkan 8 judul buku dan menyelenggarakan 15+ program kepenulisan serta literasi. Terhitung hingga sekarang, jumlah penerima manfaat Penulis Muslim sebesar 550+ dan 2500+ pengikut di Instagram.     Acara terdekat yang sedang digarap yaitu Nulis Bareng Buku tema Hijrah. Pada periode awal, Penulis Muslim sengaja mengambil topik ringan terlebih dahulu untuk para penulis pemula. Sehingga, genre buku terbitan Penulis Muslim tidak monoton tentang Islam saja. Terpenting, nilai-nilai yang terkandung dalam buku tidak bertolak belakang dengan Islam.   Terlihat pada hari Sumpah Pemuda, Penulis Muslim turut memeriahkannya dengan menerbitkan buku "Serenade Silam Sang Pemuda" yang berisi kumpulan puisi tema Sumpah Pemuda. Judul buku lain yang telah diterbitkan meliputi; Perempuan, Pengukir Peradaban, Meet Up Sepertiga Malam, Surat Untuk Diriku Di Masa Depan, Dear Diary, dan Kasih Sepanjang Masa.    Mimpi besar Penulis Muslim di masa depan yaitu bisa menyelenggarakan beasiswa kepenulisan satu tahun untuk melahirkan penulis-penulis buku solo dengan genre Islam dan gaya bahasa anak muda. Tidak hanya itu, Penulis Muslim juga ingin berkecimpung dalam edutech sebagai platform belajar kepenulisan yang lengkap. Mulai dari kepenulisan akademik, profesional karir, hingga penerbitan buku.   

Devanda Candra Putri Nugraha4 menit
Hukum

Matinya Demokrasi, Perspektif Chad Levin

Faktor matinya demokrasi: 1) Melakukan penolakan atau lemah dalam komitmen terhadap aturan main demokrasi baik melalui kata-kata maupun perbuatan 2) Menyangkal legitimasi lawan 3) Toleransi atau anjuran kekerasan 4) Kesediaan membatasi kebebasan sipil lawan dan media   Terdapat kesinambungan antara matinya demokrasi dengan otoritarianisme. Di dalam otoritarianisme memiliki karakteristik dalam berkomunikasi yaitu mengandalkan diri dalam kekuasaan dimana hanya mengenal satu bentuk komunikasi yaitu satu arah dalam bentuk instruksi, yang demikian hal tersebut bertentangan dengan demokrasi yang pada dasarnya adalah kekuasaan dari dan untuk rakyat. Ada korelasinya antara matinya demokrasi dengan otoritarianisme, karena dilihat dari empat penyebab menurut Chad Levin, ciri-ciri ini berbeda dengan demokrasi. Demokrasi lebih menekankan pada kekuasaan rakyat sedangkan otoriter kekuasaan yang terpusat dan tidak melihat kebebasan individu lainnya.   Cara lain yang bisa mematikan demokrasi melalui seorang pemimpin otoriter yang mengikuti pemilihan umum, kematian demokrasi bisa bermula dari pemimpin politik hasil dari sarana lembaga yang legal. Kemudian, pemimpin itu membajak demokrasi dengan mengubah halauannya bercorak otoritarian. Faktor lain yang menyumbang para calon otoriter, yang awalnya adalah orang dari luar politik kemudian berhasil menduduki tumpuk kekuasaan, karena melakukan persekutuan dengan para elit politik yang telah mapan sebelumnya. Para elit politik mendapatkan desakan berupa kondisi sosial, ekonomi yang mengakibatkan rendahnya legitimasi.   Terdapat Dua prinsip menghindari pemimpin yang otoriter, adalah toleransi dan menahan diri. Toleransi berarti “gagasan bahwa selama pesaing-pesaing kita bermain sesuai aturan konstitusional. Kita menerima bahwa mereka punya hak hidup, bersaing berebut kekuasaan, dan memerintah, yang setara”. Sesama politisi dan pendukungnya yang sedang berkompetisi harus berpikiran bahwa lawan mereka adalah sama-sama punya jiwa patriotis dan cinta negara. Mereka tidak diperkenankan untuk mempertanyakan atau lebih jauh lagi menganggap bahwa rival mereka adalah penghiatat, subversif, mengancam negara, dan seterusnya.   Sedangkan prinsip menahan diri artinya menahan diri dalam kerangka kelembagaan untuk kelanjutan nasib demokrasi itu sendiri. Sikap ini lahir dari norma yang kebanyakan tidak tertulis, tapi sudah turun-temurun dijalankan. Hal ini bukan hanya melingkupi menahan diri dari merusak tatanan dan aturan demokrasi. Melanggar dua hal tersebut dapat menjadikan rusaknya demokrasi. Dan perlu dicatat keduanya sebenarnya adalah dua prinsip yang saling terkait.   Ketika berkuasa, pemimpin otoriter akan melakukan tiga hal untuk memperkuat kekuasannya. Yakni, pertama, menangkap wasit atau penegak hukum serta melemahkan lembaga yudikatifnya yang dianggap rintangan bagi konsolidasi kekuasannya. Kedua, menyingkirkan pemain lawan, termasuk media. Ketiga, merubah aturan untuk melemahkan lawan.   Indonesia bisa saja menjadi negara otoriter, karena seringkali arogansi pemimpin yang memiliki kekuasaan menjadi hambatan terpenuhinya aspirasi masyarakat. Dalam demokrasi kritik harus dianggap sebagai kritik walaupun keras. Berbeda dengan apabila semua pemimpin berkerja untuk masyarakat maka tidak perlu khawatir dengan kritik sekeras apapun. Bisa saja terjadi, karena seperti sekarang ini nilai-nilai demokrasi di Indonesia mulai luntur, mengalami hambatan, dan bahkan kemunduran demokrasi. Contohnya, Presiden Jokowi mulai melakukan praktik non demokratis, seperti membubarkan ormas tanpa proses hukum, meningkatnya intoleransi, semakin kuatnya polarisasi politik, masifnya kabar bohong, dan pelanggaran hak asasi manusia. Jika dibiarkan terus-menerus maka nilai-nilai demokrasi di Indonesia lama-kelamaan akan hilang atau bahkan mati.

Ekky Razin4 menit
Hukum

Posisi Indonesia Memburuk, Masuk Negara Gagal?

Dalam The RIUS Journal yang ditulis oleh Ron Smith, mengatakan bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan suatu negara menjadi gagal, selain faktor ekonomi. Faktor tersebut adalah faktor geografi, budaya, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai. Indonesia juga masuk indeks Negara gagal pada peringkat ke 63 dari 178 negara dari lembaga Fund for Peace yang berpusat di Washington DC, AS, pada tahun 2012 akhir bulan Juni.   Ada lima hal yang membuat posisi Indonesia memburuk. Pertama, tekanan demografis, tekanan demografis ini terjadi karena masalah degradasi lahan serta tergusurnya warga karena masalah lingkungan. Kedua, ketidakpuasan kelompok yang terjadi karena di Indonesia bergulir banyak aksi demonstrasi serta kekerasan terhadap kelompok-kelompok minoritas. Ketiga, masalah tekanan sosial akibat melebarnya jurang antara yang kaya dan yang miskin. Keempat, melakukan pemberdayaan sumber daya masyarakat dengan membukakan lapangan pekerjaan dan memanfaatkan sumber daya tersebut dengan sebaik mungkin karena akan mengurangi pengangguran yang ada, kehidupan akan sejahtera dan menggali potensi dengan semaksimal mungkin. Kelima, kurangnya perhatian masyarakat terhadap norma yang ada contohnya norma kesusilaan (merendahkan orang lain, tidak berperilaku tidak sopan, mendiskriminasi orang lain dan mengambil hak milik orang lain). norma kesopanan (berkata kasar kepada orang yang lebih tua dan sebaya, menyela pembicaraan dan memanggil orangtua tanpa ada kata bapak atau ibu), norma hukum (melawan rambu lalu lintas, melakukan penggelapan uang atau korupsi dan melakukan penindasan). norma agama (melakukan perzinahan, menganiaya orang lain, dan tidak menghormati perbedaan orang yang sedang menjalankan agama). Indonesia memiliki pancasila sebagai ideologi negara. Ideologi negara mengajarkan kita tentang patuh terhadap tuhan, bersikap adil dan tentunya beradab, bersatu meskipun banyak perbedaan, tidak bermusuhan terhadap lainnya, tidak egois, saling membantu dan mementingkan kepetingan bersama. Indonesia juga memiliki bhinneka tunggal ika yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu, meskipun banyak perbedaan suku, budaya dan agama Indonesia tetap satu. Keragaman Indonesia juga memiliki kebudayaan yang indah cara itu bisa menguatkan Indonesia menuju lebih baik lagi.

Rizqa Shaumi Chandrarini3 menit
Opini

Suap, PR Indonesia Agar Tidak Jadi Negara Gagal

Gagalnya sebuah negara adalah negara yang tidak dapat memenuhi syarat bahwa masyarakatnya menerima fasilitas dan hidup sejahtera, kegagalan sebuah negara memiliki beberapa faktor mulai dari terkenanya bencana serta terdampaknya krisis ekonmi yang disebabkan oleh inflasi.  Menrut ron smith kegagalan sebuah negara bukan hanya berdasarkan dari faktor ekonominya saja tetapi juga bisa dari faktor geografi, kebudayaan, dan ketidaktahuan tentang kebijakan yang sesuai.   Apakah Indonesia termasuk negara gagal?. Saya tidak setuju dengan kata bahwa Indonesia adalah negara yang tidak maju, karena pada tahun 2012 lembaga Fund Of Peace yang berpusat di Washington DC mengeluarkan indeks negara gagal, Indonesia menempati peringkat ke-63 dari 178 negara didunia. Maka sebab itu saya tidak menganggap negara ini negara yang gagal hanya saja negara ini berada dalam fase pembangunan ini yang menyebabkan masayrakat berpikir bahwa negara ini tidak akan maju dan akan gagal. Dari mulai pembangunan besar besaran yang dilakukan oleh pemerintahan kita dari pemerintahan pusat sampai kedesa desa, hal ini sudah mewakili bahwa negara kita dalam fase pembangunan. Belum lagi proses kenaikan harga bahan pokok pangan dan masalah lainnya yang menyebabkan negara kita terlihat seakan akan tidak maju.   Kekurangan negara kita yaitu sasaran yang belum tepat menurut saya dari mulai infrastruktur hingga bantuan bantuan bansos, seperti pada saat pembagian bansos kepada masyarakat miskin terkadang masih banyak orang yang susah dan tidak punya rumah sehingga mereka tidak dapat bantuan dari pemerintahan, belum lagi kasus yang sempat viral di negara kita ini yaitu korupsi dana bansos yang dilakukan oleh mantan menteri sosial kita juliari batubara. Maka dari itu,bagaimana kita mengahadapi kasus kasus yang membuat negara kita menuju gagal? Kita sebagai generasi penerus harus faham betuh bagaimana sistem kerja negara ini. Kita sebgai generasi selanjutnya melanjutkan para bapak dan ibu menteri serta pejabat pejabat lainnya, kita diharuskan faham dengan masyarakat kita mulai dari harga pokok pangan,harga bahan bakar,hingga Upah para buruh. Kita harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang orang yang memilih kita sebagai pemimpin dan masalah terbesar kita di negara ini adalah SUAP. Hal tersebut yang membuat para pejabat kita kurang efektif dalam melaksanakan tugasnya.   Apakah Indonesia akan gagal? Jika diterus teruskan seperti ini mulai dari hutan dibabat habis dan diganti dengan kelapa sawit, korupsi seperti hal yang wajar, suap menyuap antara pembisnis dengan pejabat. Negara ini akan gagal jika seperti itu, anggaran kita akan habis hanya dengan infrastruktur yang tidak tepat sasaran. Kita harus dapat memperbaiki pola pikir dan juga cara kita menjadikan negara ini terus berkembang.

alvian ananta putra 3 menit
Hukum

Negara Gagal: Indonesia Masuk Zona Merah

Negara gagal adalah negara yang dianggap gagal memenuhi persyaratan dan tanggung jawab dasar suatu pemerintahan berdaulat.  Dan ciri-ciri dari suatu negara gagal adalah pemerintah pusatnya sangat lemah atau tidak efektif sampai kekuasaan praktis disebagian besar wilayahnya begitu kecil contoh buruknya layanan punlik, korupsi dan tindak kejahatan yang meluas, adanya pengungsian atau perpindahan penduduk tak terkendali, memburuknya ekonomi secara tajam, dan intervensi militer baik dari dalam maupun dari luar.   Indonesia berada dalam kategori zona merah, zona bahaya dari sebuah negara lemah (weak state) bergerak menuju negara gagal (failed state). Negara lemah merupakan calon potensial dari kegagalan negara gagal. Sedangkan negara gagal atau hancur merupakan tahapan akhir kegagalan negara. Dan hari-hari ini, peluang untuk menjadi negara gagal kian terbuka lebar.  Kesempatan menuju negara runtuhpun sangat besar.   Hal ini dapat dilihat dari ketidak kemampuan system politik ini dalam mendaya guanakan sumber daya alam dan manusia di Indonesia, meskipun sumber sumber tersebut sangat melimpah, tetapi hal ini tidak bisa menjadi pemecah kemiskinan dan menyelesaikan ketidakmerataan kesejahteraan untuk masyarakat pada umumnya. Adanya permasalahan ini karena system politik yang memang tidak memihak masyarakat, sehingga terjadilah monopoli sumber sumber daya alam dan manusia oleh sekelompok orang yang tidak pernah terselesaikan dari waktu ke waktu.    Secara politik, rakyat telah mati. Mereka hanya menjadi komoditas politik ketimbang sebagai subyek politik. Suara rakyat bukan lagi suara Tuhan. Siapa yang punya uang dan siapa yang berkuasa, dialah yang akan menang dan mengantongi suara rakyat. Dalam kondisi republic seperti ini, masih adakah harapan bagi Indonesia untuk bisa keluar dari kategori negara gagal jawabannya harus ada perubahan.   Kita butuh negara yang kuat dan rakyat yang solid, kita butuh kekuatan untuk berubah dan kesadaran kolektif untuk mendukung perubahan. Kita harus mempunyai spirit, visi, dan cita-cita politik kebangsaan di masa depan. Jika tidak, Indonesia akan memasuki babak baru, dari negara gagal menuju negara runtuh. Adapun pertanyaan dari channel yt bapak Sholahuddin Al-Fatih yang saya jawab sebagai berikut : Negara gagal dalam why nations fail disebabkan karena faktor ekonomi tapi, Ron Smith dalam the rius jurnal punya pendapat yang berbeda, tulisannya tahun 2012 satu itu menunjukkan faktor lain faktor apakah itu? seperti faktor ekonomi permasalahan di negara sendiri, faktor sosial seperti adanya penggabungan dan revolusi, dan faktor alam seperti menghilangnya suatu wilayah. Bagaimana Indonesia menghadapi faktor tersebut agar tidak menjadi negara gagal?      Indonesia bisa menghadapi faktor tersebut dengan segala kemungkinan yang ada dengan cara memperkuat di bagian ketahanan dan keamanan segala aspek dan memberdayakan masyarakat dengan adil dan menyejahterakannya. Akankah Indonesia menjadi negara gagal?                                                                                Indonesia bisa saja terancam oleh dari pihak asing atau dalam permasalahan dalam negeri dan negara Indonesia sendiri masih sangat jauh dari kata baik dan juga terancam sebagai negara gagal, tetapi di sisi lain negara kita Indonesia masih memiliki pandangan hidup yaitu Pancasila sebagai dasar negara kita.

Icha nur safitri4 menit