#Citizen Reporter

Pendidikan

BA Baitul Makmur Menjadi Tuan Rumah PMM Kelompok 52 Gelombang 04 Tahun 2022

Malang (25/04) – Program Pengabdian Masyarakat oleh Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 52 gelombang 04 berupaya meningkatkan minat belajar siswa BA Baitul Makmur, Dau Pada Masa Pandemi, terlebih minat belajar terhadap bahasa Arab. Kegiatan ini dilaksanakan di BA Baitul Makmur, Dau, Malang pada tanggal 23 Maret 2022-23 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara online oleh Ibu Indri Wahyuningsih, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 52 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencangkup program pembelajaran bahasa Arab yang dikemas semenarik mungkin, diantaranya : pemberian kosakata bahasa Arab melalui kolase, menggambar dan menyanyi, menghafal surat-surat pendek dan doa-doa harian, penayangan kartun Tokoh Islam, serta pengadaan lomba hafalan doa harian juga surat pendek. Program kerja ini diharapkan dapat meningkatkan minat berlajar siswa BA Baitul Makmur, Dau, di masa pandemic ini, terlebih minat dalam belajar bahasa Arab.   Sebelum pelaksanaan program, siswa BA Baitul Makmur, Dau, diberikan sosialisasi terkait jalannya program yang akan dilaksanakan secara garis besar oleh Tim PMM UMM 52. Program pemberian kosakata bahasa Arab melalui kolase, menggambar dan menyanyi merupakan program yang berpengaruh paling besar dalam memicu minat siswa BA Baitul Makmur terhadap belajar bahasa Arab. Selain itu, penayangan kartun Tokoh Islam juga berperan sebagai pemicu minat belajar kedua setelah kolase, menggambar dan menyanyi. Hal ini disebabkan oleh tingkatan usia siswa BA Baitul Makmur, Dau, yang berada pada fase ingin belajar dengan santai dan condong kepada permainan.   Pada program menghafal surat-surat pendek dan doa harian, siswa BA Baitul Makmur, Dau, cenderung agak bosan. Hal ini disebabkan juga oleh tingkatan usia mereka yang menganggap bahwa menghafal sesuatu secara serius itu sangatlah membosankan. Mereka lebih menyukai kegiatan bermain, seperti menyanyi dan menggambar, sehingga pada program hafalan surat-surat pendek dan doa harian, hanya seddikit siswa yang mau hafalan, juga banyak dari mereka yang kurang hafal secara mandiri, harus diberikan stimulasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke ayat atau doa selanjutnya.   Berdasarkan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan oleh kelompok 52 gelombang 04 ini, dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa BA Baitul Makmur, Dau, pada masa pandemi ini ialah kolase, menggambar dan menyanyi. Selain itu, program unggulan PMM kelompok 52 gelombang 04 ini diterima dengan sangat baik oleh guru-guru BA Baitul Makmur, Dau. 

Armisieo Yovesa3 menit
Hukum

Bersama Aleg PKS, Mahasiswa FH UMM Belajar Mengenal Partai Politik

Malang (24/4) - Politik dan partai politik tentu dua istilah yang berbeda, baik dari segi bahasa maupun maknanya. Kondisi partai politik di Indonesia, sellau menjaid isu yang menarik untuk diperbincnagkan di ruang-ruang akademik. Kondisi tersebut menjadi latar belakang digelarnya program Visiting Lecturer mata kuliah Hukum Tata Negara 1 yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH.   Dalam agenda Visiting Lecturer yang mengambil tema "Ada Apa Dengan Partai Politik" tersebut, hadir Ahmad Fuad Rahman, SE., MM., anggota DPRD Kota Malang Periode Tahun 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui ruang virtual Zoom (20/4). Mas Fuad, begitu biasa ia disapa, memaparkan tentang pentingnya peran partai politik dalam mewujudkan hajat hidup rakyat banyak.   "Kami menyadari, bahwa peran mahasiswa dalam perpolitikan nasional sangat strategis, mereka lah yang menajid penyambung lidah dan aspirasi rakyat, mereka menggelar demonstrasi, membuat perubahan. Bahwa sejarah mencatat, reformasi tahun 1998 juga karena andil dan peran dari mahasiswa." Ungkap Mas Fuad.   Mas Fuad melanjutkan, bahwa partai politik kini harus bisa menjadi wadah bagi lahirnya insan pejuang, yang memperjuangkan kebutuhan rakyat, bukan semata berjanji kosong saat kampanye namun tak ditepati. Setelah terpilih menjadi anggota legislatif, para politisi tersebut selanjutnya mengemban 3 amanah utama, yaitu; pengawasan, anggaran dan legislasi. Para Aleg tersebut harus amanah dan kerja nyata.   "Berjuang menjadi seorang politisi tentu tidak mudah. Kami harus amanah dan memperjuangkan suara rakyat. Misalnya, tadi pagi saya membantu salahs eorang warga di Sukun, untuk mengurus BPJS Kesehatan anaknya yang sakit. Tagihannya sekitar sejuta lebih, yang bersangkutan tidak mampu membayar, Alhamdulillah sore sebelum acara ini, pengajuan dan klaim BPJSnya disetujui." Pungkas Mas Fuad. (saf)

Sholahuddin Al-Fatih3 menit
Pendidikan

Bangun Semangat Menuntut Ilmu, BAKTI NUSA Gelar Uswah Leadership Class

Menyemarakkan Ramadan Eduaction Festival 2022 Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD), BAKTI NUSA sebagai program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa menggelar Uswah Leadership Class, kelas berseri bertajuk “Cendekia: Memakna Perintah Al-Qur’an, Mengembara Menuntut Ilmu”. Kelas berseri pertemuan kedua ini dilakukan Sabtu, (16/4/2022) secara daring melalui platform Zoom. Pada kelas ini, para peserta diajak untuk menguatkan nilai profil program khususnya cendekia Aadrean, Manajer BAKTI NUSA wilayah Padang sekaligus Dosen di Universitas Andalas menyampaikan, seorang pemimpin harus memiliki semangat menuntut ilmu, bahkan hingga merantau ke luar kota asal maupun luar negeri. Dalam memahami kekuasaan Allah Swt., seorang pemimpin memerlukan ilmu untuk bisa memakna lebih dalam dari setiap tanda-tanda-Nya. Caranya, pertama memperkaya pengetahuan serta wawasan dalam konteks sejarah. “Sejarah itu sangat diperlukan, sebab kita tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama dan bisa belajar dari yang sudah ada sebelumnya. Menariknya lagi, porsi terbesar dalam Al-Qur’an itu adalah sejarah (kisah),” ujarnya. Menurutnya, seorang pemimpin bisa memaknai kisah masyhur dalam Al-Qur’an tentang Zulkarnain. Lebih lanjut, Aadrean memaparkan tiga hal penting dari kisah Zulkarnain sebagai strategi untuk lanjut studi ke luar negeri. Pertama, paham geografis, seperti mengetahui sebaran letak kampus-kampus terbaik dan negaranya. “Sebagaimana Zulkarnain, seorang Raja saleh penguasa dunia barat dan timur, maka penting untuk menguasai geografi. Karena hasil pemantauan saya, banyak yang ingin kuliah di luar negeri, tapi di mana kampusnya malah belum tahu. Aneh!” ungkap Aadrean. Kedua, lanjutnya, paham sosiologi atau budaya dari target kampus-kampus idaman. “Budaya ini sangat berpengaruh terhadap cara kita agar diterima kuliah di luar negeri. Ada negara yang mengandalkan ujian atau nilai tes, ada negara yang mengandalkan kedekatan emosional dengan calon profesornya,” katanya. Ketiga, pemahaman serta penguasaan bahasa asing menjadi kunci. “Memahami sebaran kampus dan sosial budaya kampus target, harus dengan bahasa Inggris atau bahasa asing yang diakui di kampus target tersebut. Jadi, bahasa itu alat untuk memahami dua hal sebelumnya,” jelasnya. Kegiatan ini dihelat untuk 50 penerima manfaat BAKTI NUSA terpilih dari beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya. (mar)

Bakti Nusa3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Menerapakan Sistem Tematik dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Malang (16/4) - Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04 berupaya meningkatkan pembelajaran bahasa Arab dengan sistem tematik. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang pada tanggal 12 April – 15 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara langsung oleh Bapak Nafik Muthohirin, S.Pd.I., MA, Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencakup beberapa pembelajaran bahasa Arab yang dikemas dalam satu tema, diantaranya; Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi), pembelajaran kata-kata mutiara bahasa Arab (Mahfudzot), pemberian kosa kata bahasa Arab (Mufrodhat) berbasis game dan pelatihan pidato (Khitobah). Dalam kegiatan ini Tim PMM UMM 54 memberikan sedikit edukasi kepada santriwan dan satriwati TPQ terkait sistem pembelajaran ini.   Pada pembelajaran Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi) ini, sangat berpengaruh terhadap keaktifan dan semangat belajar santriwan dan santriwati. Lagu bahasa Arab yang kami ajarkan juga disertai dengan terjemahan, hal ini bertujuan agar mereka dapat memahami serta dapat menambah kosa kata bahasa Arab (mufrodhat) baru melalui lirik yang telah dinyanyikan. Dikarenakan sebelumnya mereka belum pernah mendapat materi bernyanyi bahasa Arab maka sekalinya mereka mendapatkan materi tersebut, antusias mereka sangatlah terlihat. Sehingga mereka lebih cepat hafal dan sangat enjoy dalam bernyanyi. Selanjutnya pada pembelajaran mahfudzot, kami memberikan materi mengenai kata-kata mutiara bahasa Arab (mahfudzot) sederhana yang dapat diterapkan dalam sehari-hari, seperti; Man Jadda Wa Jada (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapat), Man Shabara Zhafira (barang siapa yang bersabar maka akan beruntung), Annadhofatu Minal Iman (kebersihan adalah sebagian daripada iman).   Adapun pada materi kosa kata bahasa Arab (murodhat) yang dikemas dengan permainan “Ular Naga Panjang” ini diterapkan guna mempermudah penghafalan kosa kata bahasa Arab pada santriwan dan satriwati TPQ. Mulanya, santriwan-santriwati diberikan materi terlebih dahulu, kemudian dibaca secara ulang-ulang sampai hafal dan diaplikasikan dengan permainan “Ular Naga Panjang”. Sistem permainannya diawali dengan santriwan-santriwati yang berbaris satu banjar kebelakang kemudian terdapat dua orang dari anggota PMM kami yang bertugas untuk menangkap naga (santriwan dan santriwati) secara random. Pada saat salah satu tertangkap, disitulah kakak-kakak memberikan tebakan mengenai mufrodhat yang telah dihafalkan tadi. Hal ini terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya. Santriwan-santriwati juga terlihat sangat menikmati permainannya dan tanpa disadari bahwa mereka telah melaksanakan pembelajaran yang dikemas dengan permainan.   Kemudian yang tidak kalah pentingnya kami juga memberikan pembelajaran mengenai pidato (Khitobah). Mengapa harus pidato? Karena didalamnya mengandung banyak aspek yang sangat penting dan sebisa mungkin harus diterapkan dalam diri mereka, diantaranya; keberanian, kreatifitas dan public speaking. Tiga aspek  tersebut tidak dapat kita sepelehkan begitu saja, karena jika tidak dimulai dari sekarang maka selamanya tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin dengan pengalaman dan ilmu yang kita punya untuk membantu santriwan dan santriwati dalam belajar berpidato yang baik. Dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran tematik ini dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh ustdaz-ustadzah serta santriwan-santriwati TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Sumbersekar, Dau.

Masykuriyah Khamidah4 menit
Pendidikan

Sambut Pemimpin Muda, BAKTI NUSA Gelar Temu Perdana YOULEAD Nasional

Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA). BAKTI NUSA merupakan sebuah program pengembangan kepemimpinan bagi para aktivis mahasiswa untuk membentuk tokoh pemimpin berintegritas, cendekia, transformatif, serta melayani demi terwujudnya Indonesia Berdaya.   Pada Sabtu dan Minggu (9-10/4) lalu, sebanyak 155 mahasiswa mengikuti Temu Perdana YOULEAD Nasional yang diadakan oleh BAKTI NUSA secara luring maupun daring via Zoom. Serentak dilakukan di 10 wilayah Indonesia, para mahasiswa yang berasal dari 42 kampus ini diajak untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan mudanya. YOULEAD merupakan ikhtiar BAKTI NUSA menyiapkan pemimpin strategis berintegritas dan mengoptimalkan peran sosial pemimpin muda di tengah masyarakat. Menurut Muhammad Fazar, Supervisor BAKTI NUSA, selain membangun kesiapan pemimpin muda, Temu Perdana YOULEAD Nasional juga menjadi ajang penyambutan Young Leaders Angkatan 3 sebagai keluarga besar BAKTI NUSA.   “Kami ingin selama YOULEAD berlangsung, para penerima manfaat bisa menambah wawasan, meningkatkan keterampilannya, saling mengenal sesama Young Leaders, dan tentu menghadirkan rasa memiliki akan program yang menaungi mereka,” ujar Fazar. Ia menjelaskan bahwa kehadiran YOULEAD juga merupakan salah satu upaya untuk meluaskan manfaat program BAKTI NUSA, “Harapannya, kehadiran YOULEAD tidak hanya dirasakan oleh kampus asal para penerima manfaat BAKTI NUSA, tetapi juga dirasakan oleh kampus-kampus lain yang ada di sekitarnya,” terang Fazar.   Selama enam bulan ke depan para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan menarik penambah kapasitas dan kapabilitas diri; sebut saja Pembinaan dan Pendampingan, Leaders Sharing, Proyek Pemberdayaan, Leadership Summit, serta Jaringan Kepemimpinan YOULEAD Club Indonesia.   Uswah Nurul Izzati, salah satu penerima manfaat YOULEAD wilayah Surabaya, mengungkapkan bahwa kegiatan yang diusung mampu memberikan banyak inspirasi, “Luar biasa banget, terpilih menjadi bagian YOULEAD menjadi suatu kebanggaan tersendiri. Karena bisa mengasah kemampuan kepemimpinan dan berprestasiku,” ujar Izza yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga.   “Kegiatan kemarin juga menambah relasi teman dari berbagai kampus. Selain itu, kita juga berkenalan dengan mentor-mentor di program YOULEAD yang tentunya mereka ini orang-orang hebat dan luar biasa,” tutup Izza. (MAR)

Bakti Nusa3 menit