
Malang (24/4) - Politik dan partai politik tentu dua istilah yang berbeda, baik dari segi bahasa maupun maknanya. Kondisi partai politik di Indonesia, sellau menjaid isu yang menarik untuk diperbincnagkan di ruang-ruang akademik. Kondisi tersebut menjadi latar belakang digelarnya program Visiting Lecturer mata kuliah Hukum Tata Negara 1 yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH.
Dalam agenda Visiting Lecturer yang mengambil tema "Ada Apa Dengan Partai Politik" tersebut, hadir Ahmad Fuad Rahman, SE., MM., anggota DPRD Kota Malang Periode Tahun 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui ruang virtual Zoom (20/4). Mas Fuad, begitu biasa ia disapa, memaparkan tentang pentingnya peran partai politik dalam mewujudkan hajat hidup rakyat banyak.
"Kami menyadari, bahwa peran mahasiswa dalam perpolitikan nasional sangat strategis, mereka lah yang menajid penyambung lidah dan aspirasi rakyat, mereka menggelar demonstrasi, membuat perubahan. Bahwa sejarah mencatat, reformasi tahun 1998 juga karena andil dan peran dari mahasiswa." Ungkap Mas Fuad.
Mas Fuad melanjutkan, bahwa partai politik kini harus bisa menjadi wadah bagi lahirnya insan pejuang, yang memperjuangkan kebutuhan rakyat, bukan semata berjanji kosong saat kampanye namun tak ditepati. Setelah terpilih menjadi anggota legislatif, para politisi tersebut selanjutnya mengemban 3 amanah utama, yaitu; pengawasan, anggaran dan legislasi. Para Aleg tersebut harus amanah dan kerja nyata.
"Berjuang menjadi seorang politisi tentu tidak mudah. Kami harus amanah dan memperjuangkan suara rakyat. Misalnya, tadi pagi saya membantu salahs eorang warga di Sukun, untuk mengurus BPJS Kesehatan anaknya yang sakit. Tagihannya sekitar sejuta lebih, yang bersangkutan tidak mampu membayar, Alhamdulillah sore sebelum acara ini, pengajuan dan klaim BPJSnya disetujui." Pungkas Mas Fuad. (saf)