#Citizen Reporter

Hukum

Mahasiswa FH UMM Pelajari Konstitusi dari Peneliti Ahli MKRI

Malang (7/4) - Konstitusi menjadi salah satu topik bahasan dalam mata kuliah Hukum tata Negara I. Agar lebih mudah memahami topik bahasan tersebut, kelas HTN I yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., menghadirkan peneliti ahli Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), Zaka Firma Aditya, SH., MH., melalui ruang virtual zoom (6/4) kemarin. Bertajuk visiting lecturer, kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB tersebut berjalan lancar dengan diiringi diskusi dan sesekali pemateri melempar candaan. "Kira-kira negara mana yang berulang kali melakukan amendemen terhadap konstitusi mereka? Negara di Asia Tenggara kok, nggak jauh-jauh." Tanya Zaka kepada peserta yang hadir melalui Zoom.   Peserta nampak antusias dengan melontarkan beberapa pertanyaan. Seperti bagaimanakah bentuk ideal dari konstitusi, apakah perbedaan antara pasal nominal, normatif dan semantik, potensi pelanggaran konstitusi di saat pandemi Covid-19 hingga sabda Raja sebagai konstitusi pada era kerajaan dahulu kala.   Agenda visiting lecturer tersebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan visiting lecturer pada mata kuliah HTN I yang diampu oleh Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH. Rencananya ke depan, untuk topik-topik tertentu, akan dihadirkan lagi para pakar dan praktisi yang ahli di bidang masing-masing. Selain sebagai upaya belajar langsung kepada ahlinya, kegiatan visiting lecturer juga diharapkan bisa memperkenalkan profesi pilihan dengan latar belakang lulusan sarjana hukum bagi para mahasiswa, sehingga, mahasiswa memiliki pilihan dan gambaran karir mereka pasca menyandang gelar sarjana. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih2 menit
Agama

Gandeng BAKTI NUSA, LPI Dompet Dhuafa Kembali Gelar Ngabubulive Ramadan

Pada Minggu (3/4), Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) kembali mengoptimalkan peran dan potensi para penerima manfaat dan alumni penerima beasiswanya dalam Ngabubulive 4.0 Ramadan perdana yang diadakan daring via Zoom. Di tahun keempat Ngabubulive, LPI DD menggandeng BAKTI NUSA, Etos ID, Smart Ekselensia Indonesia, serta Bangun Kolaborasi, dalam perhelatan webinar berseri tersebut.   Mengusung tema-tema menarik dan kekinian, Ngabubulive perdana tersebut mengajak Maliki Febriantono Saputra, Alumni BAKTI NUSA Angkatan 10 sekaligus Founder Leads Indonesia, selaku narasumber; serta Poppy Rahmatul Hadja, Penerima Manfaat BAKTI NUSA angkatan 11 dan Founder Skole Indonesia, selaku moderator. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang hadir diajak mempelajari lebih dalam seputar bagaimana membangun start-up.   Menurut Maliki Febriantono Saputra, memulai suatu perusahaan rintisan itu bukanlah hal yang rumit. “Menurutku, kita gak harus memikirkan semua bidang yang ada di dunia ini. Kalau begitu, jadinya malah bikin rumit. Cukup menjadi leader of leaders di bidang kita masing-masing,” ujar pria yang akrab dipanggil Maliki.   “Lalu, gak semua orang harus masuk ke dunia bisnis atau start-up juga. Gak semua orang harus menjadi Founder atau CEO. Kita hanya perlu memikirkan ranah kontribusi yang bisa kita maksimalkan. Ketika kita terpaksa menjadi orang lain, hasilnya adalah ketidakmaksimalan dalam mengembangkan potensi yang dimiliki,” tambahnya di hadapan para peserta yang hadir.   Maliki menekankan kepada para peserta terkait urgensi bermimpi dan berproses. “It’s okay melakukan kesalahan, kemudian cari dan perbaiki kesalahannya. It’s okay gagal, bangkit lalu jalan terus. Tetap bermimpi dan berproses. Sebab, bermimpi dan membagikan mimpi adalah bahagia dan membahagiakan,” pesannya.   Menanggapi pemaparan Maliki, Fauzan Affandi, salah satu peserta Ngabubulive 4.0 turut berkomentar, “Penting bagi kita mendefinisikan kecocokan diri sebelum memulai sesuatu, termasuk bisnis. Selain itu, perlu juga didukung dengan lingkungan pertemanan yang penuh keberuntungan dan kebaikan. Sebab, hal itu dapat memberikan energi, kemudahan dan berbagai peluang dalam kita memulai dunia start-up,” tutur mahasiswa Universitas Andalas tersebut. (MAR)

Bakti Nusa4 menit
Pendidikan

Dorong Jiwa Sosial Aktivis Mahasiswa, BAKTI NUSA Gelar Final Pitching 2022

Bogor (11/3) - Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), dipaparkan bahwa tahun 2030 mendatang setidaknya terdapat 63 juta generasi muda di Indonesia. Berkaca pada paparan tersebut, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) berkomitmen menangkap momentum dengan mendorong generasi muda untuk memberikan dampak kemajuan dalam berbagai bidang.   Komitmen ini diwujudkan BAKTI NUSA dengan menyelenggarakan Final Pitching sebagai kegiatan puncak Leadership Project Incubation 2022. Inisiatif ini bertujuan menilai lima puluh leadership project para penerima manfaat BAKTI NUSA dan diharapkan mampu melahirkan aktivis mahasiswa yang dapat berkontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia berdaya.   “Melalui Final Pitching ini, BAKTI NUSA berharap para penerima manfaat dapat memperoleh pemahaman baru yang lebih komprehensif dan praktikal, sehingga bisa semakin mendorong jiwa sosial serta membuka potensi memperbesar multiplier effect program kepada masyarakat.” kata Learning Designer di BAKTI NUSA, Muhammad Awaldi Rahman.   “Dalam kegiatan ini, para penerima manfaat melakukan online sprint pitching dengan durasi maksimal lima menit. Tentu itu sangat challenging bagi mereka, namun tetap menjadi sangat menarik ketika pemaparan ide beserta solusi kreatifnya mengenai creating innovative and sustainable leadership projects for broadening impact.” lanjutnya.   Kegiatan ini diikuti oleh beberapa kampus ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, UGM Yogyakarta, UNS Surakarta, Universitas Airlangga, ITS Surabaya, dan Universitas Brawijaya.   Rafiq Usdiqa Maulana, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya sekaligus salah satu peserta Final Pitching 2022, mengaku sangat terkesan dengan adanya kegiatan ini. “Paling berkesan saat sesi pitching berlangsung. Saya diberikan insight dan saran yang sangat bagus tentang leadership project, dan itu belum pernah terpikirkan sebelumnya. Saran tersebut bisa menjadi inovasi produk yang akan saya buat selanjutnya.” terang Rafiq, pemilik Leadership Project bernama Prorejo Malang. (MAR)

Bakti Nusa3 menit
Pendidikan

Gemar Mereview Artikel, Dosen FH UMM Go Internasional Dari Balik Layar

Malang (4/3) - Gemar mereview artikel berbuah manis. Inilah kisah dari dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH. Fatih, begitu ia biasa disapa, kini telah dipercaya mereview beberapa artikel di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.   "Akhir Februari kemarin, mereview artikel di Age of Human Right Journal, yang diterbitkan oleh Universidad De Jaen, Spanyol. Terindeks Q4 di Scopus. Di kontak oleh Editornya langsung by email." Ungkap Fatih   Sebelumnya, di tahun 2021 lalu, Fatih juga sudah mereview artikel dari balik layar, jurnal internasioanl bereputasi PER-Q3 dari North-West Univerity, Afrika Selatan dan Lex Localis-Q2 dari Slovenia. Sebelum mencapai rekognisi reviewer internasional tersebut, Fatih telah malang melintang sebagai reviewer di jurnal nasional terakreditasi.   "Ibaratnya kita ini ikut prinsip Kaizen, step by step. Jadi ya dari mereview artikel jurnal baru dulu, sekitar 2-3 tahun lalu lah. Lalu mulai dapat tawaran dari jurnal nasional terakreditasi. Dan sejak 2021 akhir sudha mulai go onternasional. Ya cuma dari balik layar aja, yang penting sumbangsih keilmuan kita diakui dan tentu pasti bawa nama universitas kan ya." Pungkas Fatih   Aktifitas Fatih dari balik layar, ternyata juga mengantarkan Fatih jadi Editor in Chief di Legality: Jurnal Ilmiah Hukum Terindeks Sinta 2, Editor di Bestuur, jurnal milik UNS yang telah terindeks Scopus bahkan di tahun 2021 lalu Fatih mendapatkan gelar Dosen Berprestasi di tingkat FH UMM.

Sholahuddin Al-Fatih2 menit
Pendidikan

Gandeng Legality FH UMM, FH UMS Pacu Publikasi dan Siapkan Reakreditasi

Surabaya - Jurnal ilmiah menjadi sebuah keharusan bagi sivitas akademika. Melihat progres jurnal ilmiah di lingkungan FH UMM, dimana kini telah memiliki 3 jurnal, yaitu jurnal penelitian (Legality: Jurnal Ilmiah Hukum), jurnal pengabdian (Jurnal Dedikasi Hukum) dan jurnal mahasiswa (Indonesia Law Reform Journal), maka FH UMS tertarik untuk berguru dan menimba ilmu tips trik sukses mengelola jurnal.   Bertempat di ruang sidang Dekan FH UMS (13/1) lalu, perwakilan dari FH UMM, Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., (Editor in Chief Legality), hadir untuk berbagi tips suka duka mengelola jurnal dari tidak terakreditasi hingga meraih SInta 2.   "Dulu awalnya sangat parah. Saya dapat PR hutang publikasi selama 2 tahun. Harus saya cicil itu karena untuk maju akreditasi di portal Arjuna, tidak boleh ada utang publikasi." Ungkap Fatih   Fatih melanjutkan, hingga akhirnya pada tahun 2019 bertemu dengan teman-teman RJI di Hotel Ibis Styles Surabaya, dan lolos dapat akreditasi Sinta 4. Selanjutnya pada tahun 2020 menyusul naik peringkat menjadi Sinta 2.   "Kuncinya di kualitas. Harus dipertahankan bahkan ditingkatkan terus." Pungkas Fatih.   Sekitar sore menjelang petang pendampingan jurnal di lingkungan FH UMS berakhir. Hasil simulasi nilai masih menunjukkan perlu banyak perbaikan. Tapi dengan konsisten membperbaiki bukan tidak mungkin jurnal di lingkungan FH UMS akan mendapat akreditasi SInta 1 dan terindeks di pengindeks internasional bereputasi seperti Scopus atau WoS. (saf)

Sholahuddin Al-Fatih2 menit