
Malang (27/1) - Isu keamanan data di era digital menjadi topik perbincangan hangat, tidak hanya di kalangan akademisi namun juga di warung-warung kopi. Betapa tidak, di dark web, banyak data masyarakat yang diperjualbelikan secara ilegal, dengan harga yang cukup terjangkau. Padahal, data tersebut adalah data penting.
Merespon dinamika tersebut, Stuned Scholarship bekerjasama dengan Universitas Maastricht Belanda, memberikan pelatihan dan course singkat bertajuk SRICPO-DIS, yang diselenggarakan di Universitas Airlangga, oleh HRLS FH UA. Beberapa peserta terpilih diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut, salah satunya dosen FH UMM, Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH.
Fatih menjadi satu-satunya peserta dari luar Kota Surabaya yang diundang dalam kegiatan tersebut. Dalam Kesempatan emas tersebut, Fatih berjejaring dengan beberapa fasilitator dari Belanda dan Jordania, serta tentunya dengan beberapa peserta, misalnya dari Unair, PUSHAM Ubaya, UPN-VJ, UNESA, UINSA, UM Surabaya, UWKS dan sebagainya.
"Materinya sangat insightful. Saya bisa mendapatkan pencerahan tentang bagaimana data harus diolah. Mana yang boleh dishare dan mana yang tidak boleh." Ungkap Fatih
Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari tersebut (24-27 Januari 2023), diharapkan bisa menjadi bekal bagi para peserta, untuk kemudian menularkan ilmunya di lingkungan masing-masing, terutama berkaitan dengan cyber security dan seluk beluknya (saf).