#Citizen Reporter

Pendidikan

Pojok Harapan, Penyampai Asa Anak Desa Karya PMM 54 UMM

Pojok Harapan, kegiatan di mana anak-anak belajar untuk berani bermimpi besar. Pada kegiatan ini, diharapkan adanya perkembangan pada motorik halus dan peningkatan kemampuan dalam berbahasa. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan keterampilan pada anak usia tengah dan akhir yang dilaksanakan pada Sabtu (29/10/2022) oleh Kelompok 54 Gelombang 11 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM)   Pada kegiatan Pojok Harapan, anak-anak diberikan cat akrilik yang selanjutnya diusapkan ke seluruh telapak tangan. Mereka diminta untuk meninggalkan cap tangan tersebut di atas kanvas yang sudah disediakan. Saat cat sudah kering, satu per satu anak maju kedepan untuk menuliskan harapan atau cita mereka diatas cap tangan masing-masing. Harapan anak-anak juga cukup bervariatif, mulai dari harapan dalam waktu dekat seperti ingin menjadi anggota paskibra sekolah hingga harapan untuk masa depan seperti dokter, guru, perawat, dll.   Kegiatan ini didasari oleh motivasi positif untuk rasa sukses dalam merencanakan dan mencapai tujuan di masa depan. Pada kegiatan ini, kelompok 54 ingin melatih motorik halus pada anak-anak yang dapat dilihat dari cara mereka menuliskan harapan sekaligus mengembangkan aspek sosio-emosi mereka untuk self esteem yang lebih baik dari cara mereka bercerita atas isi pikirannya.   Kegiatan ini ditutup dengan berdoa agar cita-cita yang sudah mereka tuliskan dapat terwujud suatu saat nanti. Kegiatan PMM ini adalah sebagai bentuk untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui PMM Kelompok 54 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Uun Zulfiana, M.Psi.

Ajria Ainani Faza5 menit
Pendidikan

Huruf Punggung Berantai: Permainan untuk Belajar, Cara PMM 54 UMM Berkontribusi untuk Negeri

Huruf punggung berantai, permainan untuk melatih ketiga aspek dalam perkembangan anak mulai dari motorik halus, kognitif, sekaligus sosio emosi. Kegiatan ini sebagai bagian dari program Psikologi Bermain yang dilaksanakan pada Minggu (23/10/2022) oleh kelompok 54 gelombang 11 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).    Psikologi Bermain—Permainan Huruf Punggung Berantai merupakan permainan berkelompok yang dilakukan oleh anak-anak Sanggar Boyang. Masing-masing kelompok berjumlah empat orang yang memiliki tugas untuk menyampaikan sebuah huruf secara berantai sampai membentuk sebuah kata. Pada percobaan pertama anak-anak masih kesulitan untuk menyampaikannya secara bergantian, tetapi lambat laun permainan semakin baik dan anak-anak juga menikmati tantangan dalam permainan tersebut.   Permainan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak Sanggar Boyang untuk mengembangkan aspek motorik halus dengan menuliskan huruf pada punggung teman satu timnya serta anak yang paling depan bertugas untuk menuliskan huruf menjadi rangkaian kata. Selain dari aspek motorik halus, aspek kognitif dan sosioemosi juga ikut didorong. Proses belajar melalui trial dan error untuk menemukan strategi terbaik dalam menyampaikan huruf secara berantai dengan cepat dan tepat. Kemampuan kerja sama tim juga dibangun serta melatih jiwa sportif dalam diri anak-anak merupakan usaha untuk mengembangkan aspek sosio-emosinya.   Permainan ditutup dengan pemberian reward sebagai bentuk apresiasi pada kedua tim karena telah berusaha dengan maksimal. Anak-anak juga diminta untuk saling berjabat tangan  dengan tujuan terciptanya permainan yang sportif.  Kegiatan PMM ini adalah sebagai bentuk untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian dan Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui PMM Kelompok 54 Gelombang 11 dengan Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ibu Uun Zulfiana, M.Psi.  

Ajria Ainani Faza6 menit
Gaya Hidup

Mahasiswa PMM UMM Kelompok 84 Ikuti Upacara Bari'an Di Desa Sedaeng, Pasuruan

Kedatangan kelompok Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 84 Gelombang 9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan di Desa Sedaeng, Kec.Tosari, Kab.Pasuruan, Jawa Timur yang telah resmi dibuka pada hari Jum’at 2 September 2022 dan disambut hangat oleh warga desa sekitar serta dihadiri oleh Abdul Hadi atau biasa dikenal dengan Pak Dedik selaku Kepala Desa Sedaeng.   Selain itu mahasiswa juga mengikuti kegiatan adat warga yakni bari’an Biasanya upacara ini diadakan secara rutin setiap bulan pada hari Jumat Legi. Bari’an diadakan untuk berdoa agar seluruh masyarakat tengger desa Podokoyo terhindar dari mara bahaya. Masyarakat percaya bahwa upacara ini berguna untuk menyeimbangkan tiga unsur alam semesta yaitu air, api dan udara., Para ibu mengenakan setelan kebaya berwarna cokelat muda dengan jarik berwarna cokelat tua di bawahnya. Yang lain mengenakan setelan kebaya putih yang dipasangkan dengan jalik minion berwarna cokelat tua. Para Bapak yang lewat semuanya berpakaian hitam. Uden Shibori yang melilit kepala berwarna cokelat. Satu atau dua terlihat berbeda dan berpakaian cokelat. Mereka adalah aparat desa. Meski berpakaian berbeda, mereka mengenakan uden seperti pria lainnya.   Dalam perjalanan orang membawa segala macam makanan ke Punden. Punden adalah bangunan terbuka dengan pagar setinggi dada orang dewasa. Perpaduan warna kuning dan jingga menghiasi motif bunga pada pagar tersebut. Halaman dikelilingi oleh pagar yang sepenuhnya dinaungi oleh atap asbes. Dengan cara ini, setiap orang yang mengikuti upacara adat tidak perlu khawatir akan panas atau hujan. Tiang-tiang penyangga atap ditutupi dengan kain putih dan kuning. Mimbar di sudut depan bunden juga dibungkus dengan kain yang sama. Aneka buah-buahan, umbi-umbian dan makanan lainnya berjejer tidak jauh dari mimbar.   Pelungguhan berasal dari kata "lungguh" dengan awalan "pa" dan akhiran "an". Dengan penambahan awalan dan akhiran tersebut, kata yang semula berarti “duduk” akhirnya berubah menjadi “duduk”. Dalam konteks masyarakat Jawa, Perunguhan sering dikacaukan dengan kata Paseban. Ini berarti aula yang digunakan untuk menghadapi tokoh yang lebih tinggi seperti raja dan orang yang dimuliakan. Upacara Balian dihadiri oleh seluruh warga Desa Podkoyo yang beragama Hindu, Kristen dan Islam. Semuanya tumpah ke halaman Punden. Bagi Tengger, Balian bukanlah upacara keagamaan, melainkan upacara adat. Oleh karena itu, tidak ada bedanya bagi pemeluk agama apapun. Selama Anda adalah keturunan suku Tengah, Anda wajib mengikuti upacara ini.   Kegiatan PMM Bhaktimu Negeri merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang di ikuti oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bentuk dari PMM ini dapat berupa pembuatan, pendampingan, penyuluhan, aplikasi, desain, serta pelatihan teknologi. Khususnya dalam hal ini masyarakat desa Sedaeng. Bentuk dari kegiatan PMM yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM ini yaitu pendampingan dan penyuluhan hukum guna memberikan gambaran dan solusi terkait permasalahan hukum yang terjadi.  Kegiatan PMM ini beranggotakan Karisma Gopinda Sari , Debrianti KR Putri Suprapto, M.Iqbal Prasetya, Rayanda Husny Mubarak, Adyuta Apta Camara Paris dari jurusan Hukum UMM yang akan mengangkat judul “Sosialisasi DAMPAK NEGATIF PERNIKAHAN DINI DAN RESTORATIVE JUSTICE” Di lingkungan desa Sedaeng. Judul ini  diambil karena menurut keterangan Kepala Desa setempat permasalah tersebutlah yang masih sering terjadi di lingkungan desa Sedaeng. Kegiatan PMM ini berada dibawah bimbingan Sholahuddin Al Fatih, S.H., M.H. selaku Dosen Pembimbing Lapang (DPL).   Pembukaan kegiatan PMM ini di awali dengan pengenalan dengan warga serta Karang Taruna. Dalam hal ini Kelompok PMM 84 Gelombang 9 berharap dengan sambutan yang baik dari warga desa sekitar menjadi awal yang baik untuk kegiatan PMM yang akan dilaksanakan kedepannya.    

IQBAL PRASETYA6 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Meningkatkan Kreativitas Dan Kemandirian Anak Panti Asuhan

Kreativitas dan kemandirian anak harus terus ditingkatkan sejak dini. Kreativitas adalah kemampuan kita untuk melakukan atau pun menciptakan sesuatu yang belum ada sebelumnya, sedangkan kemandirian adalah kemampuan kita untuk menciptakan kreativitas itu sendiri.   Maka dalam perancangan kreativitas dan kemandirian, mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM), Kelompok 32 Gelombang 8 yang beranggotakan  Rian Husain Pantu, Al Fatiha Rizki Kaoe, Naufal Nasrullah Nur, Liarifkah Variha Raihanny Moodoeto, dan Fathia Sabina Datau membuat beberapa program kegiatan di salah satu panti asuhan yang berada di Malang yaitu panti asuhan AR-RIDLWAN.   Panti asuhan AR RIDLWAN terletak di Jl. Mojowarno No.89, RW.05, Mojorejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65322. Dalam melakukan program dan kegiatan yang telah mereka buat tentunya mahasiswa-mahasiswi ini tidak sendiri, mereka dibimbing dan di bantu langsung oleh Ibu Lourina Evanale Orfa, ST., M.Eng yang merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.     Koordinator kelompok PMM 32 gelombang 8 Rian Husain Pantu mengatakan “Agar program kami dapat terlaksana dengan baik, maka kami membuat beberapa kegiatan.  Kami juga berharap supaya anak anak panti bisa kompak satu sama lain".   Adapun program kegiatan yang direncanakan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kemandirian yang dimiliki oleh anak. Program kegiatan yang pertama dilaksanakan yaitu edukasi mengenai penggunaan media sosial dengan baik dan juga pembuatan poster yang berisikan informasi yang bermanfaat. Program kegiatan kedua yang dilaksanakan adalah mengajak anak-anak panti asuhan AR-RIDLWAN untuk membuat apotek hidup, yang dimana dapat memberikan hasil yang bermanfaat untuk mereka sendiri.   Program dan kegiatan ketiga yang dilaksanakan yaitu sharing session. Dalam kegiatan ini diisi oleh pemateri "Muhammad Irshadul Rizal". Beliau memberikan informasi dan edukasi kepada anak-anak panti tentang penggunaan sosial media dengan baik.   Tidak hanya itu, program kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa-mahasiswi UMM guna meningkatkan kreativitas anak-anak panti. Mahasiswa-mahasiswi UMM juga mengajari anak-anak panti untuk membuat sebuah karya poster dengan menggunakan salah satu aplikasi yaitu canva. Poster yang dibuat berisikan informasi maupun aturan yang berlaku di Panti asuhan AR RIDLWAN..   Bapak KH. M Yakub Ridlwan selaku Kepala Yayasan Panti asuhan Ar Ridlwan mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dan mahasiswi PMM gelombang 8 kelompok 32 “saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik sekalian karena sudah mengajarkan anak-anak kami untuk membuat poster yang bagus dan membuat taman yang cantik dan tentunya bermanfaat bagi kami. Saya berharap dengan adanya kegiatan PMM ini kreativitas dan kemandirian anak-anak bisa meningkat. Kegiatan ini juga sangat membantu kami selaku pengurus panti dalam mengisi waktu luang anak-anak dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Saya dan semua pihak panti bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena adik-adik mau melakukan kegiatan PMM disini” Ujar ketua panti.

Rian husain Pantu5 menit
Hukum

Pesmaba FH UMM Hadirkan Mantan Ketua KPK dan KY, Singgung Soal Nilai Integritas

Malang (16/9) - Korupsi bak jamur di musim hujan. Semakin banyak modus korupsi dan semakin ringan pula hukumannya. Agar tidak terjebak pada perilaku korup, maka penting dilakukan edukasi. Salah satunya, yang edukais di Perguruan Tinggi. Hal inilah yang dilakukan oleh FH UMM melalui ajang Pesmaba. Dalam Pesmaba FH UMM Tahun 2022 ini, hadir Dr. H. M. Busyro Muqoddas, SH., M.Hum, mantan Ketua Komisi Yudisial Tahun 2005-2010 dan Ketua KPK Tahun 2010-2011. Dalam orasinya, Busyro memberikan pesan kepada mahasiswa baru FH UMM tentang nilai-nilai integritas.   Melalui judul orasi ilmiah "Mahasiswa Itu Pemimpin Progresif Bukan Alat", Busyro berpesan agar mahasiswa mampu mengendalikan diri agar tidak terjerat kasus korupsi. Nilai integritas menjadi kuncinya. Sehingga, dimanapun kelak para alumni FH UMM bekerja, dengan profesi apapun, maka nilai integritas itu menjadi harga mahal sekaligus pembeda.   Busyro melanjutkan, korupsi sejatinya bisa diberantas dari diri masing-masing. Sehingga, melalui kesadaran dan mawas diri, maka akan terbetuk self-awareness yang bisa menjadi tameng dan pelindung dari korupsi. Penanaman nilai integritas sejak dini diharapkan bisa menjadi bekal penting bagi mahasiswa baru FH UMM dalam menapaki kehidupan akademik mereka selanjutnya. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih2 menit