#Pengabdian Masyarakat

Motivasi

Pmm Umm Coe Dalam Edukasi Pentingnya Memiliki Cita-Cita Di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Cipete

Jakarta- Mahasiswa UMM dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa “center of excellent”  (PMM COE)  melakukan kegiatan PMM di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Cipete. Beranggotakan 5 orang mahasiswa ilmu pemerintahan yaitu Andi Muayyad Firkah, Alzena Firyal Yusandi, Muhammad Ryan Ezra, Olly Caesarya Reghina, dan Nurmayanda. Kini anak asuh yang ada di Panti asuhan yatim Piatu & Dhuafa Mizan Amanah Cipete sampai tahun 2023 telah mencapai 16 orang anak yang semuanya terdiri dari laki-laki berusia 7-12 tahun dan pengurus panti berjumlah 6 orang. Semuanya bersekolah di satu sekolah yang sama di sekolah swasta, sementara dalam kesehariannya mereka harus mengikuti berbagai kegiatan dan aturan yang ditetapkan baik dalam lingkungan asrama       maupun sekolah. Kegiatan yang biasa mereka lakukan setelah pulang sekolah adalah mengaji, dan malam harinya mengerjakan tugas sekolah serta bersantai sejenak dengan menonton tv. Maka dari itu disini mahasiswa PMM COE membuat sebuah program mengenai “Peningkatan Kapasitas Belajar Santri Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Mizan Amanah melalui Bimbingan Belajar” yang di mulai dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya literasi sejak dini kemudian di lanjutkan dengan memberikan edukasi mengenai “Pentingnya Memiliki Cita-Cita”. Edukasi ini berisikan materi mengenai apa pengertian dari cita-cita, dimana cita-cita itu bisa memberikan arah kehidupan, mendorong perkembangan, membentuk identitas, memperluas potensi , dan masih banyak hal yang di paparkan dalam materi tersebut. Anak-anak di panti juga di ajak antusias untuk membayangkan cita-cita mereka. setelah materi, sesi dilanjutkan dengan menulis harapan atau impian anak-anak panti jika kelak menjadi dewasa nantinya. Yang kemudian dituangkan di sebuah tulisan yang ditempelkan di sebuah madding. Disana mereka bebas bereksperi untuk menuliskan cita-citanya. Misalnya saja husein yang ingin menjadi pemadam kebakaran, umar yang ingin menjadi habib dan ada adam yang ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Dengan adanya edukasi ini diharapkan anak-anak semakin memiliki keinginan untuk terus melangkah maju dengan belajar yang tekun dan selalu bisa mengasah keterampilan mereka.

Nurmayanda5 menit
Pendidikan

Pelaksanaan Pmm UMM COE Dalam Sosialisasi Pentingnya Budaya Literasi Di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Cipete

Jakarta- Mahasiswa UMM dalam rangka kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa “center of excellent”  (PMM COE)  melakukan kegiatan PMM di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah Cipete. Beranggotakan 5 orang mahasiswa ilmu pemerintahan yaitu Andi Muayyad Firkah, Alzena Firyal Yusandi, Muhammad Ryan Ezra, Olly Caesarya Reghina, dan Nurmayanda. Mizan amanah sesuai dengan visinya menjadikan lembaga sosial kemanusian pengelola kaum dhua’ afa yang lebih amanah serta terbaik tingkatan nasional ialah suatu organisasi sosial( non- profit) yang mau berdedikasi dalam penyantunan serta pembinaan kanak- kanak yatim serta pemberdayaan kaum dhu’ afa. Dengan keyakinan penuh dari warga serta pemerintah keberadaan Yayasan Mizan Amanah terus menjadi bisa dikenal oleh publik luas. Dengan kata Mizan yang artinya timbangan serta Amanah yang berarti terpercaya, mizan amanah bangkit jadi lembaga sosial kemanusiaan yang lebih amanah. Telah 14 tahun Mizan Amanah mengabdikan serta melayani publik, dimulai dengan pembukaan klinik bersalin selaku bentuk kepedulian dengan pelayaanan kesehatan terjangkau serta 2 tahun setelah itu didirikanlah asrama yatim serta dhu’ afa. Kini anak asuh yang ada di Panti asuhan yatim Piatu & Dhuafa Mizan Amanah Cipete sampai tahun 2023 telah mencapai 16 orang anak yang semuanya terdiri dari laki-laki berusia 7-12 tahun dan pengurus panti berjumlah 6 orang. Semuanya bersekolah di satu sekolah yang sama di sekolah swasta, sementara dalam kesehariannya mereka harus mengikuti berbagai kegiatan dan aturan yang ditetapkan baik dalam lingkungan asrama       maupun sekolah. Kegiatan yang biasa mereka lakukan setelah pulang sekolah adalah mengaji, dan malam harinya mengerjakan tugas sekolah serta bersantai sejenak dengan menonton tv. Maka dari itu disini mahasiswa PMM COE membuat sebuah program mengenai “Peningkatan Kapasitas Belajar Santri Yayasan Yatim Piatu & Dhuafa Mizan Amanah melalui Bimbingan Belajar” yang di mulai dengan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya literasi sejak dini. Tujuan dari pelaksanan kegiatan ini adalah berangkat dari hasil pengamatan di lokasi dan berbenturan dengan konsep pendidikan pedagodi kritis. Maka secara variabel yang menjadi titik tekan ialah literasi, kreativitas, dan pendidikan. Literasi yang dimaksud adalah meningkatkan kesadaran pentingnya belajar untuk menjadi generasi yang kaya akan ilmu serta bisa menjadi peluang karier yang lebih baik di masa depan.. Sadar akan hal itu, maka tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini ingin mengajak anak-anak yang ada di panti asuhan untuk membantuk anak-anak panti agar lebih memahami pelajaran dengan baik, kemudian juga bisa mengembangkan keterampilan belajar mandiri, meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi, serta mendukung perkembangan pendidikan anak-anak di panti asuhan. Kreativitas yang dimaksud di sini adalah bagaimana  dengan program yang kami buat memantik sasaran agar tumbuh daya kreatif yang tentunya berdasarkan keminatan mereka. untuk itu kegiatan ini diawali dengan sosialisasi. Sosialisasi ini dilakukan dengan maksud untuk menjadi awalan dalam memulai aktivitas bimbingan belajar nantinya. Isi dari sosialisasi ini mengenai pengertian dari literasi, tujuan dari literasi, manfaat literasi dan hal penting dari literasi. Kegiatan sosialisasi ini dimulai dengan membuka pmm bersama anak-anak panti, dilanjutkan dengan perkenalan anggota pmm dan anak-anak panti , lalu pemaparan mengenai pentingnya literais dan diakhiri dengan sesi Tanya jawab bersama anak-anak panti.  Hal ini menjadi harapan dari pmm coe ini agar anak-anak yang ada di panti bisa semakin meningkatkan semangatnya untuk terus belajar yang di mulai sejak dini.  

Nurmayanda8 menit
Volunteerism

Dosen Farmasi UNAIR Edukasi Pasian Jantung Koroner di RS Airlangga  

Guna mengurangi resiko mortalitas atas Penyakit jantung koroner (PJK), dosen Farmasi Universitas Airlangga melakukan kegiatan pengabdian kepada di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), Mulyorejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin – Jumat, tanggal 19 – 27 Oktober 2023 dengan sasaran 50 pasien PJK di RSUA.   “Dari studi yang dilakukan pada pasien jantung koroner, banyak pasien yang tidak patuh minum obat oleh karena pasien tidak merasakan adanya keluhan didaerah dada, lupa, sibuk dengan aktivitas keseharian, ketiduran sehingga tidak minum obat, kehabisan obat jantung, dan pasien tidak mengetahui tujuan minum obat.”, ujar Dr. apt. Wenny Putri Nilamsari, S.Farm., Sp.FRS sebagai Ketua Pengabdian Masyarakat   Dosen Departemen Farmasi Praktis Fakultas Farmasi UNAIR itu juga menjelaskan bahwa merupakan penyakit dengan kematian tertinggi di sebagian besar negara di dunia. Penggunaan obat jantung diperlukan untuk mempertahankan dan mengembalikan kondisi jantung pasien, sehingga pasien dapat kembali produktif. Selain itu, obat ini dapat mencegah kejadian serangan jantung. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengobatan jantung.   Selain sebagai sarana kepedulian terhadap realitas kesehatan di masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung Sustainable Development Goals, khususnya terkait Ensure healthy lives and promote well-being for all at all ages. Wenny juga beraharap bahwa tujuan utama dari penyuluhan adalah peningkatan kualitas hidup daripada pasien.   Sebagai apoteker, Wenny berharap dengan kegiatan ini maka tujuan pengobatan pasien mencapai target yang diharapakan, dan mendukung hidup pasien lebih berkualitas. “Kegiatan seperti ini hendaknya dilaksanakan secara berkala, karena motivasi dan ingatan pasien terkait obat biasanya hanya akan bertahan selama 3 – 6 bulan setelah mendapatkan informasi awal terkait obat. Dan kegiatan ini bisa dilakukan oleh seluruh apoteker dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain.”  ungkap Wenny.   Kepatuhan terhadap obat adalah kunci Edukasi penggunaan obat dilakukan sebagai upaya peningkatan kepatuhan pengobatan pasien PJK.   “Kejadian masuk rumah sakit seringkali ditemukan pada pasien yang tidak patuh dibandingkan dengan yang patuh. Selain itu pasien yang patuh menunjukan kesehatan fisik vitalitas, dan emosi jauh lebih baik dibandingkan dengan pasien yang tidak patuh, sehingga kepatuhan merupakan kunci penting dalam pengobatan PJK” lanjut Wenny.   Untuk menambah ketertarikan dari audiens juga digunakan media video edukasi yang mencakup materi tujuan dan efek samping obat jantung, serta tips untuk mengingat minum obat. Video yang dibuat ini bertujuan agar pasien mendapat visualisasi yang lebih nyata, sehingga ingatan pasien terhadap materi yang disampaikan dapat bertahan dalam jangka panjang. Selain itu para pasien yang menjadi sasaran kegiatan juga diberikan kotak obat (pill box) yang dapat membantu pasien untuk lebih mudah menggunakan obatnya dan meningkatkan kepatuhan.   “Pada penyuluhan ini, pasien dapat datang ke ruang konseling farmasi di Unit Rawat Jalan RSUA membawa obat yang biasa dikonsumsi untuk bisa diaturkan waktu minum obatnya sekaligus langsung ditempatkan dalam kotak obat, mendengarkan video dan mendapatkan buku. Harapannya dengan itu pasien bisa lebih patuh” pungkas Wenny

Adistiar Prayoga10 menit
Motivasi

Manajemen Waktu Sejak Dini di SDN Dadaprejo 2 Kota Batu

Manajemen Waktu Sejak Dini Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 213 Gelombang 7 memberikan kontribusi posistif kepada masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya Manajemen Waktu dengan baik sejak dini menjadi fokus utama bagi mahasiswa PMM UMM.  Kelompok yang diketuai Aditya Pratana, dan terdiri dari 4 anggota yaitu Iva Wanda Ratna Devi, Aprifia Maharani, Aliffiyana InsanKamil, dan Mohammad Farhan Azizi melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Juli 2023 tentunya dengan dukungan dan bimbingan Dosen Pembimbjng Lapang kami yaitu bapak Agung Prasetyo Nughroho Wicaksono S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dadaprejo 02 Kota Batu.  Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang Manajemen Waktu, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses kreatif membuat jadwal kegiatan sehari hari. Mahasiswa menyiapkan kertas Buffalo warna warni dan spidol warna warni. Kemudian anak-anak menuliskan kegiatan sehari hari yang dilakukan masing-masing dengan detail jam nya  pada kertas buffalo yang sudah di bagikan, kemudian dihias/digambar sesuai kreativitas masing-masing. Sehingga merasa antusias dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak anak-anak di wilayah sekitar. Langkah awal untuk membentuk generasi yang cerdas mengatur waktu sejak dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Iva, salah satu anggota PMM UMM, menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang efektif dan menarik. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami.” Mahasiswa UMM terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendorong nilai-nilai kedisiplinan terhadap waktu.Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tetapi mahasiswa juga merasa mendapat banyak pelajaran berharga.

Iva Wanda Ratna Devi3 menit
Motivasi

Manajemen Waktu Sejak Dini

*Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian _Universitas Muhammadiyah Malang_ (UMM)* Manajemen Waktu Sejak Dini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 213 Gelombang 7 memberikan kontribusi posistif kepada masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya Manajemen Waktu dengan baik sejak dini menjadi fokus utama bagi mahasiswa PMM UMM.  Kelompok yang diketuai Aditya Pratana, dan terdiri dari 4 anggota yaitu Iva Wanda Ratna Devi, Aprifia Maharani, Aliffiyana InsanKamil, dan Mohammad Farhan Azizi melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Juli 2023 tentunya dengan dukungan dan bimbingan Dosen Pembimbjng Lapang kami yaitu bapak Agung Prasetyo Nughroho Wicaksono S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dadaprejo 02 Kota Batu.  Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang Manajemen Waktu, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses kreatif membuat jadwal kegiatan sehari hari. Mahasiswa menyiapkan kertas Buffalo warna warni dan spidol warna warni. Kemudian anak-anak menuliskan kegiatan sehari hari yang dilakukan masing-masing dengan detail jam nya  pada kertas buffalo yang sudah di bagikan, kemudian dihias/digambar sesuai kreativitas masing-masing. Sehingga merasa antusias dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak anak-anak di wilayah sekitar. Langkah awal untuk membentuk generasi yang cerdas mengatur waktu sejak dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Iva, salah satu anggota PMM UMM, menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang efektif dan menarik. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami.” Mahasiswa UMM terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendorong nilai-nilai kedisiplinan terhadap waktu.Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tetapi mahasiswa juga merasa mendapat banyak pelajaran berharga.

Iva Wanda Ratna Devi3 menit