#Pengabdian Masyarakat

Gaya Hidup

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 74 Gelombang 9 Universitas Muhammadiyah Malang

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada di Kota Malang. Saat ini mahasiswa universitas tersebut sedang melangsungkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Definisi dari kegiatan pengabdian masyarakat sendiri yaitu merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa pamrih mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Biasanya jenis-jenis program pengabdian pada masyarakat seperti kursus bidang tertentu, penyuluhan, kampanye , demonstrasi, loka karya dan lain sebagainya.   Saat ini kelompok 74 gelombang 9 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang sedang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan edukasi berupa piola hidup bersih dan sehat, melakukan pemeriksaan Kesehatan fisik, dan edukasi mengenai penyakit scabie. Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Ponpes SAFIYAH Safi’yah Nurul Huda. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatakn Pendidikan mengenai pola hidup bersih dan sehat kepada seluruh warga pondok pesantren tersebut. Mahasiswa menggunakan beberapa metode dalam kegiatan ini, salah satunya seperti dengan penyuluhan yang disampaikan oleh mahasiswa guna mengedukasi para siswa pondok pesantren. Setelah dilakukan penyuluhan, mahasiswa juga melakukan beberapa demonstrasi sebagai contoh, dan tidak lupa melakukan kegiatan pemeriksaan Kesehatan para siswa di pondok pesantren. Sesuai dengan perencanaan kegiatan yang telah dibuat para mahasiswa di kelompok 74 gelombang 9 dan telah disepakati oleh pihak SMP Ponpes Salafiyah Safi’yah Nurul Huda, kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan yaitu mulai tanggal 19 Januari 2024 hingga 19 Februari 2024 agar edukasi yang disampaikan dapat mencapai tujuan sesuai yang diharapkan 

Amalia Chrs3 menit
Opini

PMM Khusus Mahasiswa UMM Dalam Optimalisasi Administrasi Kantor Desa Landungsari

Pemerintah Desa Landungsari di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, telah aktif bekerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang administrasi kependudukan. Upaya ini sangat penting dalam memastikan efisiensi dan efektivitas layanan pemerintah, yang penting bagi kesejahteraan masyarakat. Komitmen pemerintah desa terhadap pelayanan administrasi kependudukan yang tertib merupakan bukti dedikasinya dalam menyediakan tata kelola pemerintahan yang baik dan memenuhi kebutuhan warganya. Pemerintah Desa Landungsari telah memulai sebuah proyek dengan bantuan mahasiswa UMM dalam rangka PMM yang bertujuan untuk memperkuat layanan administrasi kependudukan dan mendorong pengembangan pasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan efisiensi tata kelola. Upaya ini menandai langkah maju yang signifikan dalam komitmen desa untuk meningkatkan layanan publik dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Di sini, kami menyelidiki inisiatif dan hasil utama dari proyek transformatif ini. Dengan tujuan Proyek: 1. Peningkatan Layanan Administrasi Kependudukan: Proyek ini bertujuan untuk merampingkan prosedur layanan untuk administrasi kependudukan, memastikan proses standar dan meningkatkan efisiensi dalam mengelola dokumen terkait populasi. Selanjutnya, dilakukan upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang tertib. 2. Pasar Landungsari Berkembang: Upaya kolaboratif dimulai dengan warga untuk merevitalisasi Pasar Landungsari, menanggapi umpan balik masyarakat dan mengoptimalkan kondisi pasar. Melalui Program Desa Berdaya, tujuannya adalah untuk mengubah pasar menjadi pusat kegiatan ekonomi dan interaksi masyarakat yang berkembang. 3. Keterlibatan Komunitas: Partisipasi aktif masyarakat didorong dalam perencanaan pembangunan desa, dengan inisiatif seperti membantu penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan mendukung kegiatan pemerintah desa dalam pengelolaan data.   Kegiatan Proyek 1. Layanan Administrasi Kependudukan: Negosiasi dilakukan dengan perangkat pemerintah desa untuk menetapkan protokol layanan standar, disertai dengan pembuatan diagram alir operasional untuk merampingkan proses. Koordinasi yang erat dengan warga memastikan kelancaran pemberian layanan administrasi kependudukan. 2. Pengembangan Pasar: Upaya kolaboratif dengan penduduk dilakukan untuk mempersiapkan dan meningkatkan Pasar Landungsari, mengatasi masalah dan menerapkan perbaikan yang diperlukan untuk menciptakan pasar yang dinamis. 3. Peran Serta Masyarakat: Keterlibatan aktif dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan Rencana Kerja dibina, di samping dukungan dalam distribusi Bantuan Langsung Tunai dan kegiatan input data untuk memfasilitasi operasional pemerintah desa.   Manfaat Proyek 1. Peningkatan Layanan: Pemahaman masyarakat tentang pelayanan administrasi kependudukan telah meningkat, yang mengarah pada efisiensi yang optimal dalam pemberian layanan. Pasar Landungsari telah direvitalisasi, muncul sebagai tujuan belanja yang nyaman bagi penduduk. 2. Kesejahteraan Masyarakat: Pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan telah didukung melalui upaya pengembangan pasar, sementara peningkatan keterlibatan masyarakat dalam program pembangunan desa telah diamati. Kinerja pemerintah desa dalam merencanakan dan melaksanakan inisiatif yang berfokus pada masyarakat telah meningkat secara signifikan.   Kesimpulan Upaya komprehensif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Landungsari dan mahasiswa UMM dalam PMM telah menghasilkan manfaat nyata, meningkatkan layanan administrasi kependudukan dan merevitalisasi pasar lokal. Melalui kolaborasi dan keterlibatan masyarakat, kemajuan signifikan telah dicapai dalam meningkatkan layanan publik dan mendorong kemakmuran ekonomi. Ke depan, partisipasi berkelanjutan dan strategi inovatif akan menjadi kunci untuk membangun pencapaian ini dan memetakan jalan menuju masa depan yang sejahtera bagi Desa Landungsari.

Adam Alfian Nur9 menit
Pendidikan

Menciptakan Transformasi Digital bagi UMKM Desa Mulyoagung bersama Mahasiswa PMM UMM

Malang, 17 Februari 2024 - Di era digital ini, keberadaan digital marketing menjadi kunci utama bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) untuk berkembang. Memahami hal tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 4 kelompok 27 membantu UMKM di Desa Mulyoagung, Kabupaten Malang, Jawa Timur dalam mengembangkan digital marketing dengan membuat akun media sosial. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan dan pemahaman para pelaku UMKM di Desa Mulyoagung tentang digital marketing. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan dalam memasarkan produknya secara online dan menjangkau pelanggan yang lebih luas. "Kami ingin membantu UMKM di Desa Mulyoagung untuk meningkatkan daya saing mereka dengan memanfaatkan digital marketing," ujar Wariho, salah satu anggota tim PMM UMM. "Salah satu caranya adalah dengan membuatkan akun media sosial untuk mereka." Media sosial dipilih sebagai platform utama karena kemudahan akses dan jangkauan yang luas. Tim PMM UMM membantu UMKM dalam membuat akun media sosial seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp Business. Kegiatan PMM UMM di Desa Mulyoagung ini diharapkan dapat membantu UMKM dalam meningkatkan daya saing mereka dengan memanfaatkan digital marketing. Dengan memiliki akun media sosial dan pengetahuan tentang cara mengelolanya dengan baik, UMKM di Desa Mulyoagung dapat memasarkan produknya secara lebih luas dan meningkatkan penjualan mereka.

Angga Fadhil2 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mengelar Sosialisasi Pentingnya Pembatasan Penggunaan Gadget dalam Meningkatkan Kemampuan Baca, Tulis, Hitung

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu agenda yang wajib dilakukan bagi semua mahasiswa yang sedang aktif di universitas tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh kelompok 21 gelombang 6 pada tanggal 19 januari 2024 PMM ini menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk menyalurkan berbagai kegiatan positif kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).    Anggota kelompok tersebut terdiri dari M. Izza Nur Rahman, Dewi Himmatul Azizah, Liska Ambarwati, Giza aviv, dan Diah Ayu Ika, yang berasal dari program studi sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang serta dibimbing oleh Bapak M. Aan Sugiharto. M. Sosio, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).   Menurut wali kelas 1 bu luluk rahayu S.Pd, selama ini siswa - siswi kelas 1 SDN Tegalgondo memiliki sedikit permasalahan dalam belajar tentang calistung. Dikarenakan siswa siswi kelas 1 ini kebanyakan bermain gadget yang tidak memperhatikan batas dan diluar jangkauan orang tua. Padahal gadget sangat berbahaya bagi anak kecil karena dapat memberikan dampak negatif yang didapatkan dari bermain gadget tersebut.   Melihat permasalahan tersebut kepompok pmm gelombang 06 kelompok 21 membuat program kerja berupa SOSIALISASI PENTINGNYA PEMBATASAN PENGGUNAAN GADGET DALAM MENINGKATAN KEMAMPUAN CALISTUNG, kelompok kami mengundang wali murid kelas 1 beserta ibu pkk desa tegalgondo dan juga bapak ibu guru SDN Tegal gondo. Harapannya agar para orang tua dapat memberikan batasan dan pengawasan kepada anak” agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Orang tua juga dapat menggantikan bermain gadget dengan yang lain seperti lebih berkomunikasi tentang hari ini, ataupun gadget disetting hanya digunakan untuk anak” saja seperti yt kids, game belajar seperti mewarna menggunakan suara dg bhs inggris.   Gadget adalah sebuah benda (alat atau barang elektronik) teknologi kecil yang memilki fungsi khusus, tetapi sering disesuaikan sebagai inovasi atau barang baru. Teknologi semakin maju sesuai dengan perkembangan zaman, gadget merupakan salah satu alat teknologi yang banyak diminati bahkan zaman sekarang bayi yang baru lahir sudah disandingkan dengan gadget. Tetapi tidak semua orang paham dengan penggunaan gadget, terdapat beberapa orang tua yang membiarkan anaknya bermain gadget tanpa batasan yang menyebabkan anak tidak mau belajar, sebenarnya jika gadget digunakan dengan baik maka akan sangat bermanfaat bagi semua orang terutama orang tua yang anaknya sedang membutuhkan sarana belajar mandiri dirumah.   Ketika sosialisasi dilaksanakan para orang tua aktif sekali bertanya bahkan hampir semua orang tua menanyakan Solusi yang ampuh untuk membatasi bermain gadget sehari – harinya. Pertanyaan para orang tua hampir sama yaitu “ bagaimana si mbak Solusi yang ampuh untuk membatasi bermain hp “ kami menjawab dengan ibu – ibu juga perlu diketahui Ketika membatasi hp kepada anak, anda juga jangan bermain hp didepan anak anak agar anak tersebut tidak meminta bermain hp, atau boleh bermain hp tetapi dibuat untuk belajar seperti youtube diganti dengan youtube kids. Youtube kids sangat penting diberikan kepada anak sejak dini karena isi dari youtube tersebut tentang anak – anak semua tidak ada sama sekali konten dewasa. Itu lebih aman jika hp diberikan kepada anak- anak. Tetapi juga harus dalam pengawasan orang tua juga.   Kelompok kami sangat senang karena dengan sosialisasi ini ibu – ibu sangat aktif dan semangat untuk lebih merubah cara hidup anak – anaknya yang lebih baik kedepannya. Kami juga berharap orang tua selalu mengawasi kegiatan anak – anaknya setiap harinya. Semoga sosialisasi ini memberikan banyak manfaat buat semua orang.   umm.ac.id dp2m.umm.ac.id

Diah Ayu Ika Romadhona5 menit
Hukum

Upaya Mahasiswa PMM UMM dalam Penaggulangan dan Peningkatan Kapabilitas Desa Sukolilo Terkait Pernikahan Dini

Malanghub – Pernikahan Dini yang masih marak dan menjadi momok bagi masyarakat luas khususnya daerah Kabupaten Malang, hal tersebut masih dianggap mendominasi dan memerlukan upaya dalam menanggulangi hal tersebut. Sehingga dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang di mana Aisya Intan Kirana sebagai Koordinator Kelompok, dan Maulidatus Syarifah, Kinanthi Aisyah, Raynajmi Clara serta Aryawan Dwi Wahyu Putra sebagai anggota kelompok memetik hasil penyebaran pengetahuan terkait pernikahan dini lebih mendalam.   Wahyudi Kurniawan S.H.,M.H.Li sebagai Dosen Pembimbing Lapangan dari Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 pun tidak serta merta menyetujui ide/gagasan tanpa rasionalisasi atas penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat. Penjabaran atas konsep yang diberikan oleh Koordinator Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 yang dapat dipertanggungjawabkan membuat Dosen Pembimbing Lapangan menyetujui sepenuhnya, serta dalam monitoring yang dilakukan memenuhi ekspektasi.   PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024 memiliki konsep Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa dengan memberikan pendidikan terkait Pernikahan Dini. Sasaran yang dituju oleh Kelompok ini adalah SMP Sunan Kalijogo 1 Jabung, serta Desa Sukolilo Jabung yang merupakan bagian dari Kabupaten Malang itu sendiri. Materi-materi yang diberikan cukup mendalam dengan batasan-batasan yang diberikan, sehingga masyarakat tidak terlalu bingung ataupun merasa berat dengan adanya pendidikan tentang pernikahan dini.   Pengenalan Ilmu Hukum beserta kandungannya membantu masyarakat untuk semakin melek akan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan oleh negara, sehingga dalam hal ini cukup menjembatani atau menjadi benang merah terkait pendidikan materi pernikahan dini yang diberikan, seperti halnya: Undang-Undang Perkawinan, Batas Usia Perkawinan, Dispensasi Perkawinan.   “Meskipun kami mayoritas dari Mahasiswa Fakultas Hukum, kami juga melakukan studi terkait Dampak Negatif Pernikahan Dini dengan mengkaji masalah psikologis manusia, mental, kesiapan fisik manusia.” Cetus Koordinator Kelompok.   Organisasi PKK sebagai perwakilan Desa Sukolilo bersyukur dengan adanya pendidikan terkait Pernikahan Dini yang memiliki perpektif  jelas, sehingga mereka dapat melanjutkan program kerja ini untuk memajukan masyarakat Desa Sukolilo kedepannya. Hasil Kuisioner dan Pojok Baca Balai Desa Sukolilo menjadi peninggalan yang diberikan oleh Mahasiswa PMM UMM Kelompok 19 Gelombang 9 Tahun 2024. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Aisya Intan5 menit