#Ide Kreatif

Pendidikan

PMM UMM Kelompok 91 Ajak Anak SDN Kebonsari 2 Mulai Pola Makan Sehat dengan ‘Isi Piringku’

             Kegiatan PMM (Pengabdian Pada Masyarakat oleh Mahasiswa) merupakan salah satu kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa aktif Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Peneliatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa PMM Kelompok 91 Gelombang 01 dari Universitas Muhammadiyah Malang beranggotakan Deefira Nurrahma Putri Audy, Indah Amelia Salsabila, Oktavia Yulianti, Asa Chalisatul Aula, dan Dzakiyyah Fauziyah Faesal yang berasal dari Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta dibimbing oleh Ibu I’anatut Thoifah, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).                Mahasiswa PMM Kelompok 91 dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan program “Isi Piringku” sebagai pengganti program “4 Sehat 5 Sempurna” yang selama ini dikenal masyarakat. “Isi Piringku” secara visual menggambarkan porsi makan dalam satu piring untuk satu kali makan. Secara umum, program “Isi Piringku” terdiri dari 50% buah dan sayur serta 50% karbohidrat dan protein. Sedangkan program  “4 Sehat 5 Sempurna” menggambarkan porsi makan dalam satu hari. Jadi, program “Isi Piringku” lebih menekankan tidak hanya pada jenis makanannya saja, tetapi juga membatasi porsi yang kita makan. Kelompok 91 memilih program “Isi Piringku” yang juga digunakan oleh Kementrian Kesehatan untuk mengampanyekan konsumsi makanan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.                Pada hari Senin, 12 Agustus 2024 Mahasiswa PMM Kelompok 91 dari Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pembiasaan pola makan sehat sejak dini. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 80 orang siswa-siswi kelas 2 di SDN Kebonsari 2 Kota Malang. Kelompok 91 mencoba menggunakan media pembelajaran yang berbeda, alih-alih hanya menjelaskan apa itu program “Isi Piringku” kelompok tersebut menggunakan media Pop Up Book dengan isi yang beragam dan mudah dipahami oleh siswa-siswi SDN Kebonsari 2 Kota Malang. Kelompok tersebut memilih Pop Up Book sebagai media pembelajaran dengan harapan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa-siswi sekolah dasar sehingga mereka lebih mudah untuk memahami materi tersebut. Kelompok tersebut juga melibatkan kontribusi siswa-siswi SDN Kebonsari 2 Kota Malang dalam pembelajaran dengan kegiatan tanya jawab dan game sehingga kegiatan pembelajaran cukup menyenangkan.    Setelah pemaparan program “Isi Piringku”, kelompok tersebut mengajak siswa-siswi kelas 2 SDN Kebonsari 2 Kota Malang untuk makan bersama-sama. Kegiatan ini merupakan implementasi dari pemaparan materi program “Isi Piringku” yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kelompok tersebut berharap dengan diadakan kegiatan makan bersama ini mampu memperkuat pemahaman terkait “Isi Piringku” bagi siswa-siswi kelas 2 SDN Kebonsari 2 Kota Malang.            Dengan adanya program “Isi Piringku” yang dikenalkan pada siswa-siswi sekolah dasar tersebut, harapannya agar setiap anak-anak di sekolah dasar, khususnya SDN Kebonsari 2 Kota Malang, dapat menikmati makanan sehat yang bergizi setiap harinya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dengan mendorong anak-anak untuk mengkonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang, sehingga mereka tumbuh dan berkembang dengan optimal. Harapan lainnya ialah meningkatkan konsentrasi dengan menyediakan energi yang cukup untuk mendukung daya pikir dan konsentrasi anak-anak selama proses belajar, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam kegiatan akademik. Serta output yang paling diharapkan ialah membentuk kebiasaan sehat dengan menanamkan kebiasaan makan yang sehat sejak dini, sehingga anak-anak dapat menerapkannya sepanjang hidup mereka. Semoga dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi generasi muda Indonesia. Bersama-sama, mari wujudkan masa depan yang lebih sehat dan cerdas untuk anak-anak.

Asa Chalisatul Aula8 menit
Pendidikan

Pendidikan Karakter di SDN Tlogomas 1: Membentuk Dasar Kepribadian Anak Melalui Keterampilan Sosial dan Emosi

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu kegiatan mencakup penerapan inovasi teknologi, pemanfaatan aplikasi praktis, pengembangan desain, serta inisiatif perubahan sosial. PMM memiliki tujuan utama yaitu mendorong kemajuan dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh kelompok 17 gelombang 6 yang beranggotakan Larasati Wibowo, Dhina Fadhilah Rachma, dan Gita Sovia Enjelin yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Ikhlasul Amallynda, ST., MT. Kegiatan PMM ini dilakukan di Kelurahan Tlogomas RW. 05 dan di SDN Tlogomas 1. Program yang kami sajikan cukup bervarian seperti bimbingan belajar, literasi, kelas kreativitas, pendidikan karakter dan lain sebagainya.  Salah satu kegiatan yang menarik dan membuat murid kelas 1 hingga kelas 3 tertarik yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter sangat penting untuk anak SD karena usia SD merupakan masa kritis dalam pembentukan dasar kepribadian anak. Pada fase ini, anak-anak sangat mudah menyerap nilai-nilai dan perilaku yang akan mempengaruhi tindakan mereka di masa depan. Oleh karena itu, penanaman karakter yang baik sejak dini akan membentuk fondasi yang kuat bagi perkembangan kepribadian mereka. Pendidikan karakter membantu dalam pengembangan keterampilan sosial yang sangat diperlukan. Melalui pendidikan karakter, anak-anak belajar cara berinteraksi secara positif dengan teman sebaya dan orang dewasa, yang penting untuk kesuksesan mereka dalam kehidupan sosial dan profesional di masa mendatang. Pendidikan karakter juga berperan penting dalam penanaman nilai-nilai moral. Ini membantu anak-anak memahami perbedaan antara benar dan salah, serta menginternalisasi nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Pemahaman dan penerapan nilai-nilai ini akan membentuk mereka menjadi individu yang beretika dan berkontribusi positif pada masyarakat. Pendidikan karakter ini ditujukan untuk kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 SDN Tlogomas 1 dengan pemateri anggota PMM. Penyampaian pendidikan karakter dilakukan dengan cara penjelasan materi interaktif yang menarik perhatian anak-anak supaya ikut berpartisipasi aktif dan memahami lebih dalam terkait materi yang disampaikan. Siswa siswi dikenalkan mengenai mengenal emosi dan empati. Dimulai dengan pemateri menyampaikan materi tentang empati dan emosi secara singkat dan dapat mudah dipahami untuk anak-anak. Penyampaian materi tersebut tentu saja melibatkan siswa siswi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri.  Selanjutnya, pemateri memberikan sebuah permainan yang masih berhubungan dengan materi yang telah disampaikan. Pemateri telah menyiapkan kartu yang menjelaskan macam-macam emosi seperti senang, sedih, marah, antusias, dan lain sebagainya. Permainan tersebut dimulai dengan siswa siswi maju kedepan satu per satu untuk memilih salah satu kartu emosi tersebut. Kemudian setelah memilih, anak-anak diminta untuk memberikan alasan mengapa ia mengambil kartu tersebut dan apa penyebab ia merasa sesuai dengan kartu yang diambil. Permainan ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk lebih mengerti dan dapat meregulasi emosi yang dirasakan. Regulasi emosi sangat penting karena pada usia ini mereka mulai menghadapi berbagai tantangan sosial dan akademik yang baru. Kemampuan mengelola emosi membantu anak-anak ini beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, dan mengatasi frustasi dalam proses belajar. Anak yang mampu meregulasi emosinya cenderung lebih fokus di kelas, lebih mudah bekerjasama dengan teman, dan lebih siap menghadapi perubahan rutinitas. Selain itu, keterampilan ini juga mendukung perkembangan empati dan pemahaman sosial, yang penting untuk membangun hubungan positif dengan guru dan teman sebaya. Dengan regulasi emosi yang baik, anak-anak dapat lebih efektif mengkomunikasikan kebutuhan mereka, mengelola konflik, dan mengatasi kekecewaan, yang semuanya berkontribusi pada pengalaman sekolah yang lebih positif dan produktif. Setelah permainan pertama selesai, siswa siswi masih bersemangat untuk permainan kedua. Permainan kedua akan masih menggunakan kartu sebagai media. Pada permainan kedua, siswa siswi akan memperagakan emosi yang telah disediakan pada kartu. Emosi tersebut berupa malas, bosan, takut, bersemangat, dan lain sebagainya. Pada permainan kedua, siapa yang menjawab dengan tepat maka akan mendapat poin dan mendapat reward. Fungsi dari reward ini sendiri yaitu untuk memberikan motivasi untuk anak-anak supaya dapat berpartisipasi aktif serta penguatan positif dalam kegiatan ini.  Dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pendidikan karakter ini sangat penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, dan mengatasi frustasi dalam proses belajar. Keterampilan ini juga mendukung perkembangan empati dan pemahaman sosial, yang penting untuk membangun hubungan positif dengan guru dan teman sebaya. Dengan regulasi emosi yang baik, anak-anak dapat lebih efektif mengkomunikasikan kebutuhan mereka, mengelola konflik, dan mengatasi kekecewaan, yang semuanya berkontribusi pada pengalaman sekolah yang lebih positif dan produktif. 

Dhina Fadhila6 menit
Pendidikan

Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Membatik Jumputan di TK Aisyisah Bustanul Athfal 39 Buring, Malang

Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adalah salah satu bentuk implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pada tahun 2024, kelompok 22 gelombang 8 PMM dari Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan pengabdian di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Buring, Malang. Salah satu program unggulan yang diusung dalam kegiatan tersebut adalah "Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Membatik Jumputan." Beranggotakan 5 mahasiswa yang terdiri dari Cintaku Auroura, Cahaya Kasih, Diya Aulia Raya, M. Raihan, M. Arjuna. Dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zainal Arifin, SE., MSi. Membatik jumputan merupakan salah satu teknik pewarnaan kain tradisional Indonesia yang dilakukan dengan cara mengikat kain dan mencelupkannya ke dalam pewarna. Teknik ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bereksperimen dengan warna dan pola, serta mengembangkan imajinasi mereka. Mengingat pentingnya kegiatan seni dalam pendidikan anak usia dini, program ini dirancang untuk memperkenalkan anak-anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 39 Buring pada kegiatan membatik jumputan sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas mereka. Untuk melakukan kegiatan membatik jumputan memerlukan alat dan bahan berupa baju putih, karet, pewarna kain, plastik dan botol. Proses pelaksanaannya anak anak dibagi secara berkelompok agar kondusif.  Pertama-tama anak anak mengikat baju putih yang mereka bawa dengan cara mencubit tengah baju lalu memutarnya. Setelah itu mereka megikat baju dengan karet agar lipatan baju tidak kemana-mana. Anak anak sudah mendapatkan botol yg berisi pewarna kain dan air. Anak anak mendapatkan 3 warna yang berbeda yaitu merah, kuning, dan biru. Sebelum menuangkan pewarna botol dikocok terlebih dahulu. Setelah pewarna tercampur anak-anak menuangkan ke baju mereka masing-masing. Setelah semua baju diberi dengan pewarna, baju dimasukkan kedalam plastik dan didiamkan selama semalam agar warna lebih meresap. Keesokan harinya anak anak melihat hasil karya mereka dan menjemurnya. Keunikan dari kegiatan membatik jumputan ini yaitu pola dari baju mereka yang berbeda-beda. Anak-anak merasa senang dengan hasil karyanya, karena anak-anak dapat menggunakan baju dengan hasil tangannya sendiri. Kegiatan membatik jumputan yang dilaksanakan oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di TK Aisyisyah Bustanul Athfal 39 Buring telah berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkaya pengalaman belajar anak-anak dan melestarikan warisan budaya bangsa.

cintaku auroura7 menit
Pendidikan

Penguatan Self Efficacy Pada Siswa untuk Mengurangi Tindakan bullying di SD Negeri 1 Banjararum Singosari

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat. Adapaun tujuan dari Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh kelompok 94 gelombang 1, dengan anggota kelompok yang terdiri dari Ine Dwi, Nazwa Fakhira, Amanda Rahmania, Fariq Baihaqi, dan Shiva Hermaleo yang berasal dari Fakultas Psikologi dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dibawah bimbingan Ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).  Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 1 Banjararum Singosari. Menurut Ibu Kepala Sekolah SD Negeri 1 Banjararum topik mengenai bullying perlu untuk dibahas di kalangan siswa agar menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan terhindar dari perilaku bullying pada anak sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik. Topik yang diangkat melalui kegiatan ini adalah penguatan self efficacy untuk mengurangi Tindakan bullying pada anak. Kasus perundungan masih menjadi permasalahan yang paling banyak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data KPAI, pada tahun 2022, KPAI melaporkan terdapat 226 peristiwa perundungan yang melibatkan kekerasan fisik dan psikis yang terjadi di lingkungan pendidikan,  18 di antaranya merupakan peristiwa perundungan di dunia maya. Bullying adalah suatu bentuk perilaku kekerasan yang menggunakan paksaan psikologis atau fisik terhadap individu atau kelompok yang dianggap “lemah” oleh orang atau kelompok tersebut. Perbuatan ini dilakukan langsung oleh orang atau individu yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya diulang-ulang, dan dilakukan dengan senang hati. Self Efficacy memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, seseorang akan mampu memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara maksimal bila efikasi diri mendukungnya. Dalam teori sosial kognitif, Self Efficacy yang rendah akan menyebabkan peningkatan kecemasan dan perilaku menghindar. Individu akan menghindari aktivitas yang dapat memperburuk keadaan, hal ini bukan disebabkan oleh ancaman tetapi karena merasa tidak mempunyainya. Self Efficacy merupakan penanganan terbaik bagi korban bullying. Self Efficacy memberikan keyakinan terhadap kemampuan setiap individu dalam memecahkan masalah dan mencapai tujuan yang diinginkan serta dapat mengurangi dampak negatif terhadap masalah psikologis korban bullying dan membangun rasa percaya diri setiap korban bullying. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi interaktif antara anggota PMM dan siswa siswi SD Negeri 1 Banjararum. Diawali dengan kegiatan pemaparan materi terkait bullying dan self efficacy tentunya dalam pemaparan materi ada interaksi timbal balik antara pemateri dan siswa siswi sehingga siswa tidak hanya mendengarkan namun juga diajarkan untuk berani menjawab, berbicara di depan dan diberikan kesempatan untuk menanggapi jawaban dari teman, dengan kegiatan tersebut dapat membentuk pribadi anak menjadi lebih percaya diri sehingga dapat meningkatkan kemampuan self efficacy dalam diri anak. Selain kegiatan sosialisasi juga diadakan kegiatan role play yang dilakukan secara bersama sama, kegiatan role play dilakukan untuk mengembangkan skill anak dalam upaya meningkatkan self efficacy yang ada dalam dirinya, kegiatan role play dilakukan melalui kegiatan games interaktif yang melibatkan semua siswa untuk mengevaluasi diri terkait dengan hal atau kebaikan apa saja yang pernah dilakukan terhadap temannya lalu siswa dan siswi juga diajak untuk berbicara di depan untuk menyampaikan terkait dengan evaluasi diri yang telah diperintahkan. Selain games interaktif para siswa dan siwi juga diajak untuk berorientasi kedepan dengan menyebutkan apa cita citanya satu persatu, setelah siswa dan siswi berbicara mengenai cita citanya, anggota PMM memberikan semangat, afirmasi positif, dan beberapa cara yang harus dilakukan untuk meraih cita cita. Dengan dukungan penuh dan sambutan yang sangat baik dari sekolah dan seluruh Guru, Wali Kelas, serta Ibu Kepala Sekolah SD Negeri 1 Banjararum, program penguatan self efficacy untuk mengurangi Tindakan bullying pada anak dapat terselesaikan secara maksimal dan dan disambut dengan antusias penuh dari siswa dan siswi. Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada SD Negeri 1 Banjararum khususnya untuk meningkatkan self efficacy pada anak guna mengurangi Tindakan bullying.  

94_ine dwi6 menit
Gaya Hidup

MALSCREEN Screen Cleaner Ekstrak Kulit Apel, Karya Mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai Pembersih Layar Gadget

  Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) membuat screen cleaner alami dari ekstrak kulit apel malang. Namanya Malscreen Screen Cleaner. Kelebihan screen cleaner karya mahasiswa UM ini adalah produk dibuat dengan bahan alami serta memiliki kandungan 2in1 antimikrobial dan aromatik. Adapun lima mahasiswa UM itu adalah Anisa Oktaviana Putri, Putri Tirza Novita, Lalu Nur Laila, Titania Lafaisa, dan Misbahul Anwar Rosyad. Kelima mahasiswa UM ini berasal dari program studi yang berbeda sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki yakni Anisa Oktaviana Putri mahasiswa S1 Farmasi, Putri Tirza Novita mahasiswa S1 Kimia, Nur Laila mahasiswa S1 Biologi, Titania Lafaisa mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan serta Misbahul Anwar Rosyad mahasiswa S1 Desain Komunikasi Visual. Arti kata MALSCREEN didapatkan dari kata Malus yang merupakan nama latin dari bahan baku Apel Manalagi yakni “Malus sylvetris” dan kata “Screen“ yang berarti layar "Biasanya di wilayah Malang Raya kebanyakan apel dimanfaatkan untuk olahan keripik buah apel. Sedangkan kulitnya hanya untuk pakan ternak bahkan dibuang. Kami ingin meningkatkan nilai ekonomis kulit apel malang jika dipakai untuk screen celaner ini," jelas Anisa  Mereka membeli kulit apel pada pemilik usaha keripik apel di wilayah malang raya sebagai kerjasama. “Kulit Apelnya dikeringkan dan dihaluskan lalu di ekstrak untuk mendapatkan kandungan antimikroba didalamnya," jelasnya. Dikatakan, ide awal pembuatannya produk ini adalah dari tingginya produktivitas masyarakat terutama di wilayah Malang Raya yang dalam kesehariannya tidak lepas dari gadget. Namun tidak diimbangi dengan membersihkannya. Sehingga terlintas untuk membuat pembersih layar yang aman. "Awalnya terinspirasi dari banyaknya pengguna gadget terutama di area kampus dan sekitarnya. Lalu saya ajak teman-teman untuk membuat pembersih layar alami dan setelah membaca jurnal, akhirnya memanfaatkan kulit apel malang jenis manalagi sebagai bahan baku," Jelas Anisa Melalui studi literatur, kulit apel manalagi mengandung flavonoid sebesar 0,4 mg/g QE BB lebih tinggi dibandingkan apel Malang jenis lainnya yang mana dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba. Selain itu penggunaan kulit apel sebagai bahan baku juga sebagai unsur lokal khas daerah.  Dibandingkan produk screen cleaner lainnya, MALSCREEN unggul dengan bahan dasar alami. Produknya dibuat dalam kemasan pocket 30 mL yang dilengkapi dengan lap pembersih serta mudah untuk dibawa. Selain itu juga dibuat dalam kemasan refill 60 ml. Saat ini produk dipasarkan lewat marketplace dan dititipkan pada toko elektronik, toko oleh-oleh, serta swalayan di Malang raya. "Kedepannya kami berencana untuk ingin meningkatkan produksi skala besar agar bisa diproduksi secara massal karena sekarang produksi masih dalam skala lab. Sembari kami akan mengurus berbagai perizinan dan legalitas lainnya," kata dia.  MALSCREEN?! “Keep it green, Keep it clean”  

Anisa Putri234 menit