#Ide Kreatif

Ekonomi

"SHEKA Spray: Inovasi Shoes and Bag Freshener Ramah Lingkungan dari Ekstrak Kulit Apel Karya Mahasiswa UM"

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) terus berinovasi di berbagai sektor, termasuk dalam pengembangan produk yang ramah lingkungan. Salah satu inovasi terbaru mereka adalah SHEKA Spray, sebuah semprotan multifungsi yang dirancang untuk menghilangkan bau tak sedap pada tas dan sepatu. Produk ini menggunakan ekstrak kulit apel Manalagi (Malus Sylvestrus), yang dikenal memiliki sifat antibakteri dan antioksidan alami. SHEKA Spray hadir sebagai solusi ramah lingkungan yang aman digunakan oleh konsumen. Sebagai salah satu negara penghasil apel terbesar, Indonesia sering memandang kulit apel sebagai limbah yang tidak berguna. Menyadari potensi tersebut, tim mahasiswa UM mengembangkan ide untuk memanfaatkan kulit apel sebagai bahan utama pembersih. Tim SHEKA Spray terdiri dari lima mahasiswa, yaitu Rima Nurlita, Anisa Oktaviana Putri, Auliya Maulida Kayana, Salsabila Moza Ardiningrum, dan Rangga Putra Anugrah, dengan latar belakang yang beragam seperti S1 Bioteknologi, S1 Pendidikan Biologi, dan S1 Pendidikan Fisika. Gagasan untuk menciptakan SHEKA Spray dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menghasilkan produk yang tidak hanya efektif, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan. Kulit apel dipilih karena mengandung senyawa polifenol dan flavonoid yang bersifat antibakteri, antijamur, serta antioksidan. Kandungan ini membuat ekstrak kulit apel menjadi bahan yang ideal untuk membersihkan dan merawat sepatu serta tas, sekaligus menjaga lingkungan dari bahan kimia berbahaya. SHEKA Spray adalah salah satu bukti konkret kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Produk ini diharapkan dapat segera diproduksi secara massal dan menjadi produk unggulan untuk membersihkan sepatu dan tas secara alami. Dukungan dari berbagai pihak, baik akademisi, industri, maupun pemerintah, sangat dibutuhkan untuk merealisasikan potensi inovasi ini. Proses pengembangan SHEKA Spray diawali dengan penelitian untuk menemukan komposisi terbaik dari ekstrak kulit apel yang dapat digunakan sebagai pembersih alami. Tim mahasiswa UM melakukan sejumlah percobaan untuk menemukan formulasi yang tepat, menggunakan proses pengeringan dan ekstraksi yang menjaga keaktifan senyawa alami. Setelah itu, ekstrak kulit apel dicampur dengan bahan-bahan aman yang tidak merusak tekstur maupun warna dari sepatu dan tas. Produksi SHEKA Spray dilakukan dengan teknologi sederhana, sehingga biaya produksi dapat ditekan menjadi lebih rendah. Ini memungkinkan produk tersebut dikembangkan secara luas, termasuk sebagai usaha rumahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Manfaat dan keunggulan SHEKA Spray antara lain: 1. Ramah Lingkungan: Produk ini menggunakan bahan alami dari kulit apel, sehingga lebih aman bagi lingkungan dibandingkan pembersih kimia. 2. Aman bagi Pengguna: SHEKA Spray tidak mengandung bahan kimia berbahaya, sehingga aman untuk digunakan pada berbagai jenis bahan tanpa menyebabkan iritasi kulit. 3. Efektif dalam Membersihkan: Sifat antibakteri dan antijamur pada ekstrak kulit apel menjamin kebersihan sepatu dan tas dari kuman serta noda. 4. Ekonomis dan Praktis: Produk ini mudah digunakan di mana saja dan kapan saja, serta diproduksi dengan biaya yang efisien. SHEKA Spray memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, baik untuk skala kecil maupun besar. Selain memiliki nilai komersial yang tinggi, SHEKA Spray juga mendukung gerakan zero waste dengan memanfaatkan limbah organik seperti kulit apel. Dengan menggunakan bahan lokal, produk ini turut mendukung petani dan industri pertanian dalam negeri. Karya ini juga menunjukkan kemampuan mahasiswa UM dalam menciptakan solusi yang tidak hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga berdampak positif pada sosial dan lingkungan.  Melalui inovasi seperti SHEKA Spray, mahasiswa Universitas Negeri Malang kembali membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat luas. SHEKA Spray - Alami, Aman, Menyegarkan!  

Anisa Putri235 menit
Pendidikan

Yogurtsalespro, Aplikasi Pendukung Produksi UMKM Bark Fruit

Pada tanggal 12 Oktober 2024, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Jurusan Teknologi Informasi Polinema melaksanakan pendampingan berupa susbtitusi Iptek di UMKM Bark Fruit, sebuah usaha kuliner yang bergerak di bidang produksi Yogurt Fruity. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampus Merdeka, yang bertujuan untuk meningkatkan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di masyarakat serta mendukung UMKM dalam meningkatkan penjualan dan pendapatan melalui promosi digital.   UMKM Bark Fruit yang dimiliki oleh Sarindah Karina Br Sitepu dipilih sebagai mitra dalam kegiatan PKM ini. Dalam upaya mendukung UMKM Bark Fruit, tim PKM yang diketuai oleh Retno Damayanti mengembangkan sebuah sistem informasi bernama Yogurtsalespro. Sistem ini dirancang untuk membantu UMKM Bark Fruit dalam mengelola penjualan serta mempromosikan produk secara lebih efisien.   Pelaksanaan kegiatan PKM ini terbagi dalam beberapa tahapan, yaitu:   Sosialisasi dan PelatihanTim PKM melakukan sosialisasi program serta memberikan pelatihan kepada pemilik UMKM dan para karyawan mengenai penggunaan Sistem Informasi Yogurtsalespro. Pelatihan ini mencakup cara input data produk, pengelolaan stok, pemesanan online, dan analisis penjualan, sehingga pemilik UMKM dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam operasional sehari-hari. Implementasi SistemTim PKM memberikan pendampingan dalam proses implementasi Sistem Informasi Yogurtsalespro. Ini meliputi instalasi perangkat lunak, konfigurasi sistem sesuai kebutuhan UMKM, dan integrasi dengan platform media sosial untuk mendukung strategi promosi digital. Dengan demikian, UMKM Bark Fruit dapat lebih mudah menjangkau calon pelanggan melalui media online. Pendampingan dan EvaluasiTim PKM melakukan pendampingan secara berkala untuk memastikan bahwa sistem berjalan dengan baik dan memberikan solusi atas kendala yang dihadapi. Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak dari penerapan sistem terhadap peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM Bark Fruit, serta memberikan masukan untuk perbaikan sistem yang berkelanjutan.   Melalui kegiatan PKM ini, terdapat beberapa target yang ingin dicapai:   Peningkatan penerapan Iptek di masyarakat: Dengan penerapan Sistem Informasi Yogurtsalespro, UMKM Bark Fruit diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengelola usahanya. Peningkatan penjualan dan pendapatan mitra: Adanya integrasi sistem informasi dengan platform media sosial diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan produk Yogurt Bark Fruity.   Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan, baik bagi UMKM Bark Fruit maupun bagi tim PKM itu sendiri:   Bagi UMKM Bark Fruit: Diharapkan terjadi peningkatan efisiensi operasional, perluasan pangsa pasar, serta peningkatan penjualan melalui penggunaan teknologi informasi. Bagi Tim PKM: Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari di bangku kuliah, serta mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan pelaku UMKM. Bagi Jurusan Teknologi Informasi: Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan UMKM di masyarakat, yang juga dapat meningkatkan reputasi jurusan sebagai pelopor penerapan teknologi untuk mendukung usaha kecil menengah.   Dengan terlaksananya kegiatan PKM ini, diharapkan kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dapat semakin erat, serta dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui inovasi teknologi.

Muhammad Shulhan Khairy6 menit
Pendidikan

MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG LAKUKAN PENGOPTIMALAN MEDIA SOSIAL DI DESA PAJARAN, KAB. MADIUN

Pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik.   Seperti halnya yang dilakukan PMM (Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa) Program dari Universitas Muhammadiyah Malang, melaksanakan PMM Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun.   PMM ini dipimpin oleh Haikal Hafiz Asigin selaku Ketua Koordinasi dan anggota lainnya berisi Arya Nabila Revina, Ulfa Dea dan Mochammad Vito.   Menurut penjelasan Haikal, PMM ini dilaksanakan selama satu bulan (18 juli-19 Agustus 2024)lalu.   "PMM kali ini mengusung Tema Meningkatkan Potensi, Memperkuat Pendidikan dan Keterampilan Masyarakat Desa Pajaran, Kec. Saradan, Kab. Madiun dengan cakupan program kerja yang berfokus pada publikasi dan pemanfaatan social media," beber Haikal, Selasa(10/9/24).   Lebih jauh Haikal menjelaskan bahwa PMM ini dilakukan di Desa Pajaran, Kabupaten Madiun, dengan highlight program yaitu membersamai PPK untuk sosialisasi umkm, berkolaborasi dengan karang taruna untuk mengoptimalkan social media sebagai sarana publikasi desa, juga memberikan les bimbingan tambahan pada siswa SD untuk fokus pada public speaking.   Hal ini berkaitan pula dengan penyampaian informasi yang berasal dari pemerintah desa kepada warga desa. Penggunaan media yang tepat dapat menunjang terjadinya komunikasi dua arah yang baik.   Berkaitan dengan hal ini, tim PMM akan melaksanakan kegiatan yang yaitu pelatihan optimalisasi penggunaan media sosial dengan tujuan menyampaikan informasi kepada masyarakat.   "Tujuan utama PMM ini adalah memberikan informasi mengenai media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan agar pemerintah desa mampu mengelola media sosial yang bisa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada warga secara efektif dan efisien,"tandasnya.   Akhir dari PMM ini Tim  penyerahan cinderamata dan plakat kepada perangkat desa sebagai bentuk apresiasi dan tanda terimakasih.

Arya Nabila Revina3 menit
Volunteerism

Mahasiswa PMM kel 75 Gel 8 melakukan Kerja Sama dengan SDN Tanjungrejo 2 Untuk Menumbuhkan Bakat dan Minat Siswa Dalam Berbahasa Inggris

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerja sama dengan SDN Tanjungrejo 2 untuk menyelenggarakan Pengabdian Mahasiswa Pada Masyarakat (PMM) dengan tujuan meningkatkan mutu pengajaran Bahasa Inggris di desa Tanjungrejo. Tujuan dari program PMM ini adalah untuk menggunakan berbagai kegiatan yang bersifat mendidik dan menarik untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam Bahasa Inggris. Berbagai program yang dilaksanakan oleh mahasiswa PMM adalah:  Menghadirkan Pembelajaran yang mudah dan menyenangkan:  Mahasiswa UMM menghadirkan kursus Bahasa Inggris yang seru dan menarik untuk siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Program ini menggabungkan permainan, drama, dan musik berbahasa Inggris untuk membuat proses belajar lebih menyenangkan. Salah satu daya tarik utama dari program ini adalah English Club, sebuah kegiatan yang penuh warna dan energi. Dalam English Club, siswa mengikuti berbagai aktivitas seru, termasuk permainan bahasa, pementasan drama, dan nyanyian. Semua kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mendengarkan siswa dengan cara yang interaktif dan memotivasi, menjadikan belajar bahasa Inggris sebuah pengalaman yang menyenangkan dan berkesan. Pembuatan Materi Pembelajaran Kreatif: Mahasiswa UMM membuat bahan ajar interaktif seperti buku bergambar, video instruksional, dan poster untuk mendukung pengajaran bahasa Inggris. Bahan-bahan ini dirancang khusus agar sesuai dengan pemahaman anak-anak dan bertujuan untuk menarik minat mereka terhadap bahasa Inggris. Misalnya, mereka telah membuat buku cerita dan poster yang memuat kata-kata dan frasa baru yang bisa digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Penilaian dan Evaluasi: Untuk mengukur efektivitas dari program ini, dilakukan penilaian rutin terhadap kemajuan siswa melalui tes berbicara dan pemahaman, serta umpan balik dari siswa dan guru. Evaluasi ini bertujuan untuk menilai dampak kegiatan PMM terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa dan untuk menyesuaikan metode pembelajaran yang digunakan. Program PMM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa SDN Tanjungrejo 2 dengan cara yang menyenangkan dan inovatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa akan lebih termotivasi dan percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, dan kualitas pendidikan di desa Tanjungrejo dapat meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Malang dalam melaksanakan pengabdian masyarakat dan mendukung pengembangan pendidikan di daerah pedesaan. Dengan pendekatan yang terencana dan partisipatif, program PMM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa, guru, dan tenaga pendidik lainnya  di SDN Tanjungrejo 2.  

272_Ariella Amoreta Wardana4 menit
Pendidikan

Kegiatan Pemanfaatan Sampah Menjadi Barang Bernilai Guna di SD Negeri 1 Banjararum

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan kegiatan pendampingan dan pelayanan mahasiswa untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi mahasiswa terhadap masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh kelompok 94 gelombang 1, dengan anggota kelompok yang terdiri dari Ine Dwi, Nazwa Fakhira, Amanda Rahmania, Fariq Baihaqi, dan Shiva Hermaleo yang berasal dari Fakultas Psikologi dan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang dibawah bimbingan Ibu I’anatut Thoifah, M.Pd.I, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).  Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 1 Banjararum Singosari. Kegiatan yang diangkat oleh kelompok 94 gelombang 1 yaitu Kegiatan pengelolaan sampah menjadi barang bernilai guna yang dilakukan dengan siswa dan siswi kelas 3 SD Negeri 1 Banjararum Singosari. Sampah yang dipilih yaitu sampah sedotan dan juga stick kayu yang akan digunakan menjadi hiasan dinding. Kegiatan diawali dengan membagi siswa dan siswi menjadi dua kelompok, setelah itu melakukan tutorial yang dipandu oleh anggota PMM dan disimak oleh para siswa dan siswi, selanjutnya masing masing perwakilan kelompok dipersilahkan untuk maju kedepan dan mempraktikkan tutorial yang telah dilakukan oleh anggota PMM agar dapat diajarkan kepada teman temannya yang belum paham. Setelah itu baru melakukan kegiatan pemanfaatan sampah sedotan dan stick kayu menjadi barang bernilai guna. Selama kegiatan berlangsung anggota PMM juga ikut langsung untuk mendampingi, mengawasi dan membantu para siswa dan siswi dalam melakukan kegiatan, anggota PMM juga mengadakan lomba dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan kreativitas dari masing masing kelompok, kelompok yang paling banyak membuat bunga dari sedotan akan menjadi pemenang utama dan mendapatkan hadiah, untuk kelompok yang kalah juga mendapatkan hadiah sehingga sistem lomba hanya untuk meningkatkan motivasi siswa dan siswi sehingga dapat bersemangat melakukan kegiatan tersebut. Pemanfaatan sampah sedotan dan stick kayu untuk barang bernilai guna yang dibuat oleh anak-anak sekolah dasar dapat meningkatkan beberapa keterampilan yaitu,  Kreativitas dan Imajinasi. Anak-anak belajar untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan bahan yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang baru dan menarik, keterampilan motorik halus. Menempel, dan merangkai sedotan menjadi hiasan melatih koordinasi tangan dan mata serta kemampuan motorik halus anak, kesabaran dan ketekunan.  Proses membuat hiasan dari sedotan memerlukan waktu dan ketelitian, yang dapat mengajarkan anak untuk bersabar dan tekun dalam menyelesaikan tugas, keterampilan sosial dan Kerjasama. Anak-anak akan belajar untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan menghargai pendapat teman-temannya. Dengan adanya kegiatan ini yang menggabungkan berbagai keterampilan, anak-anak dapat belajar sambil bermain, mengembangkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek, dan memiliki pengalaman yang menyenangkan serta edukatif.

94_ine dwi4 menit