#Ide Kreatif

Pendidikan

Mahasiswa UB Upayakan Penekanan Angka Putus Sekolah Melalui Kegiatan Meditasi

Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PM) menawarkan program berjudul SMART CBE dengan mengaplikasikan metode Consciousness Based Education guna meningkatkan self sense dan minat belajar bagi siswa yang berpotensi putus sekolah. Dengan menggandeng mitra pelaksanaan program SMPN Satu Atap Gunungsari 04 yang terletak di Kota Batu, mereka membuat kegiatan meditasi rutin setiap sebelum dan setelah memulai pembelajaran di kelas.   Tim PKM SMART CBE diketuai oleh I Gede Surya Gangga Kasih dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2021 dengan beranggotakan Atiqah Mufidah Nur Niansah (Akuntansi 2021), Aisyah Ninda Brilianti (Psikologi 2021), Anindya Putri Ardiningrum Paulus (Psikologi 2022), dan Rahmannisa Hafni Lubis (Ilmu Ekonomi 2022) dengan dosen pendamping Radityo Putro Handrito, SE., M.M., Ph.D. Kegiatan dilakukan dengan total sejumlah 6 kali visit pada 9 Agustus sampai 22 September 2023.   Bapak Dwi Lisman Putra, selaku Kepala Sekolah SMPN Satu Atap Gunungsari 04 mengungkapkan, dengan terlaksananya program SMART CBE ini terdapat beberapa dampak dan perubahan yang sudah terlihat dari sisi peningkatan semangat dan minat belajar siswa. Dengan menciptakan website interaktif smartcbe.web.id, tim PKM SMART CBE mengemas konsep Consciousness Based Education dengan proses pembelajaran yang lebih menarik.    Menurut pengungkapan dari Gangga sebagai ketua tim, lebih lanjut, program ini membantu untuk menyongsong generasi emas 2045 dan mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai. Dengan menjalankan program secara rutin, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, mengembangkan potensi secara maksimal, dan memberikan dampak dalam pembentukan karakter siswa.

Atiqah Mufidah Nur Niansah3 menit
Pendidikan

Mahasiswa UM, Ciptakan MedStory Media Pembelajaran TOGA untuk anak

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dibimbing oleh Bapak Indra Kurniawan Saputra S.Si., M.Si., Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai oleh Dwi Endah Wulandari dan beranggotakan Fierda Azizy Santoso, Puri Rahayu, Monik Solistywati, dan Hidayatul Hayat sukses membuat Media untuk membantu anak-anak mempelajari TOGA. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan jenis tanaman obat pilihan yang dipergunakan untuk pertolongan pertama. TOGA juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik, bahan masakan, dan sebagainya. Namun, berdasarkan sumber yang dibaca oleh tim, secara umum pemahaman terkait tanaman obat keluarga (TOGA) masih rendah, yaitu hanya mencapai 40,25% (Anwar, 2015).  Melihat permasalahan yang ada, pemerintah membuat Peraturan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2016 dimana masyarakat diarahkan agar dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri (asuhan mandiri) yang dilaksanakan melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. Hal ini juga ditegaskan dengan revolusi pendidikan yang ada pada Kurikulum Merdeka, salah satunya adalah pada tema kearifan lokal dimana dapat diimplementasikan dalam model pembelajaran project based learning (PjBL) mengenai tanaman obat keluarga (TOGA). Sehingga diperlukan peran guru dan orang tua dalam memahamkan anak-anak akan TOGA. Mengacu pada teori Piaget yang menyatakan bahwa informasi efektif disampaikan pada tahap kognitif operasional konkrit, yakni pada usia 7-11 tahun (Ibda, 2015). Namun, berdasarkan, penelitian yang dilakukan sebanyak 58,3% orang tua mengalami kesulitan dalam membantu anaknya belajar (Rohma, 2022). Oleh karena itu, diperlukan suatu media pembelajaran interaktif yang dapat memudahkan orang tua maupun tenaga pendidik dalam mengajar, salah satunya media pembelajaran interaktif TOGA untuk anak SD berusia 7-11 tahun.  Dalam menanam, anak mengimplementasikan pelajaran sains, dimana di dalamnya anak diajarkan disiplin, tanggung jawab, dan kesabaran sebagai sikap sains (Sayekti, 2015). Sikap tersebut dapat diimplementasikan dalam media pembelajaran merawat TOGA dengan merencanakan waktu menyiram, memberikan pupuk, menghilangkan gulma rumput, dan memanen. Sehingga anak juga memahami pentingnya rutinitas, manajemen waktu, bertanggung jawab, dan kesabaran dalam merawat TOGA. Dalam  MedStory, terdapat media tanam, bibit TOGA, alat berkebun seperti sendok, sekrup, dan garpu kebun, pot cocopeat, games time management berupa MedPoly beserta uang dan karakter mainan yang disesuaikan dengan TOGA sehingga memudahkan perkembangan analisis anak terhadap TOGA.

Dwi Endah Wulandari3 menit
Hukum

Keren! FH UMM Launching E-Moot Court Pertama di Indonesia Berbasis Metaverse

22/09, Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang telah mengadakan Launching Laboratorium Hukum Virtual pertama di Indonesia Metaverse Moot Court Mahkamah Konstitusi dalam bentuk diseminasi hasil penelitian dan pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang.   Pada pukul 08.00 WIB s/d selesai di Ruang Sidang Fakultas Hukum , GKB IV Lt.7 di hadiri oleh Bapak Dekan Fakultas Hukum  Prof. Dr. Tongat, SH., M.Hum , Ir. Galih Wasis Wicaksono, S.Kom., M.Cs Tim Peneliti: Pengabdi / Dosen Informatika UMM, dan juga Ibu Nur Putri Hidayah, A.Md., SH. MH. Tim Peneliti: Pengabdi / Dosen Hukum UMM.   Dengan adanya Launching kegiatan tersebut akan membawa dan memberikan benefit luar biasa bagi generasi Laboratorium Hukum yang berkesempatan mengikuti dan bergabung dalam kegiatan tersebut hingga yang akan mendatang. Karena dengan ciptaan baru dan performa yang unik ini maka dengan melalui virtual akan ada banyak jangkauan dan relasi kuat dengan audience dan lainnya. (vim)

Via Amelia2 menit
Pendidikan

PMM UMM Memberikan Edukasi Personal Hyiene dan Ajak Anak Panti Asuhan Membuat Ektrak Rebusan Daun Sirih untuk Pengobatan Scabies.

Kota Malang, Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) Memberikan Edukasi Personal Hygiene dan Pembuatan Ektrak Rebusan Daun Sirih untuk Pengobatan Scabies di Yayasan Panti Asuhan At-Taufiq,  Jl. Sanan No. 125, Desa Purwantoro , Kec. Blimbing , Kota Malang. Para mahasiswa di bawah bimbingan dosen Juwitasari S.Kep., Ns., M.S. itu merupakan kelompok 31 gelombang 5 yang beranggotakan lima orang yakni Jolanda May Shinta D, Rizki Mauludiya, Yudistria Ardanu, Putri Virgita Ayu A, dan Noor Afifah. Panti Asuhan seringkali memiliki masalah yang berkaitan dengan buruknya personal hygiene yang mengakibatkan rentan terjadinya penyakit kulit seperti Scabies. Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit ditandai dengan gatal yang sangat parah dan ruam pada kulit. Pengobatan scabies selama ini menggunakan obat kimia yang sulit didapatkan dan harga relatif mahal. “Edukasi mengenai kebersihan diri dan lingkungan sangat diperlukan untuk anak-anak panti  untuk meningkatkan kesadaran diri supaya terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit kulit yang sangat umum terjadi saat ini” ujar salah satu pengurus Yayasan Panti Asuhan Melihat permasalahan tersebut, kelompok PMM 31 membuat program kerja berupa Edukasi  Personal Hygiene dan Pembuatan Ektrak Rebusan Daun Sirih untuk Pengobatan Scabies. Harapannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran penghuni panti asuhan terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri demi terhindarnya dari berbagai penyakit seperti Scabies. Daun Sirih merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat salah satunya dapat mengobati gatal-gatal atau scabies. Hal ini dapat menjadi alternatif dalam pengobatan scabies karena harga relatif murah dan mudah didapatkan. Penyuluhan pembuatan ekstrak rebusan daun sirih dilakukan agar tidak terjadi kesalahan saat pengolahan sehingga tidak mengurangi manfaat yang didapatkan. Pelaksanaan program yang pertama yakni Edukasi Personal Hygiene yang dilakukan selama empat hari. Pada hari pertama (04/08/2023) mahasiswa PMM melakukan Penyuluhan Materi Personal Hygiene. Hari kedua (05/08/2023) Penyuluhan Materi Kebersihan Gigi dan Mulut. Hari ketiga (06/08/2023) Penyuluhan Materi kebersihan Alat Kelamin. Hari keempat  (07/08/2023) Penyuluhan Materi kebersihan kulit. Terkait dengan program yang kedua terdapat tiga kegiatan yakni pertama (10/08/2023) Penyuluhan Materi Manfaat Daun Sirih sebagai Alternatif Pengobatan Scabies. Materi yang dipaparkan mengenai kandungan daun sirih dan manfaatnya. Kedua (11/08/2023) melakukan demonstrasi Pembuatan Ekstrak Rebusan Daun Sirih dan mengajarkan mereka tentang cara pemakaiannya. Kemudian pada hari berikutnya (14/08/2023) melakukan penanaman bibit daun sirih bersama. Kegiatan penyampaian materi dilakukan di awal karena ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang pentingnya personal hygiene dan manfaat Daun Sirih yang belum tentu mereka dapatkan disekolah.  Hasil dari pelaksanaan dua program kerja tersebut ada empat. Pertama, anak-anak mengetahui bagaimana cara menjaga Personal Hygiene dari ujung kaki sampai kepala dengan benar. Kedua, anak memperoleh wawasan baru mengenai manfaat daun sirih dan cara pengolahannya. Ketiga, anak mengetahui cara pemakaian dengan cara mengompres, spray, merendam, dan dibuat mandi. Keempat penanaman bibit daun sirih membantu melestarikan tanaman toga dan menyediakan tanaman obat bagi anak- anak panti asuhan. Diharapkan setelah adanya kegiatan ini anak lebih menjaga kebersihan diri dengan cara yang benar dan diterapkan dikehidupan sehari-hari. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya penyakit gatal atau scabies yang diakibatkan dari kebersihan diri yang buruk.    

Rizki Mauludiya7 menit
Pendidikan

PMM UMM Bantu Promosikan Potensi Pariwisata Desa Senggreng Melalui Website

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada  masyarakat. PMM sendiri bertujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satunya sekelompok mahasiswa dari Program Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang, yang tergabung dalam kelompok 23 gelombang 4, yang telah berhasil membuat Website Desa Wisata untuk meningkatkan pariwisata yang ada di Desa Senggreng. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 27 Juli 2023 hingga pada tanggal 28 Agustus 2023. Untuk merancang rencana pengembangan website pariwisata pertama kami melakukan koordinasi dengan kepala Desa Senggreng guna untuk mendapatkan informasi mengenai wisata apa saja yang ada di Desa Senggreng. Setelah itu, kami melakukan observasi dan dokumentasi mendalam di empat lokasi wisata di Desa Senggreng, yaitu THR Sumberduren, Rajut Indah, Embung Sumberpucung, dan Cafe Apung.Hasil observasi dan dokumentasi tersebut menjadi pondasi penting dalam pengembangan Website Wisata Senggreng. Kami bekerja keras untuk menciptakan platform yang informatif dan menarik bagi para wisatawan. Website tersebut sekarang dapat diakses dengan domain resmi wisatasenggreng.id.Website Wisata Senggreng ini menjadi langkah besar dalam mempromosikan potensi pariwisata Desa Senggreng. Dengan akses mudah ke informasi tentang destinasi wisata, pengunjung diharapkan akan semakin tertarik untuk mengunjungi desa ini, memberikan dampak positif pada ekonomi lokal dan memperluas pemahaman tentang keindahan alam dan budaya Desa Senggreng. Kolaborasi antara mahasiswa PMM UMM dan Desa Senggreng merupakan contoh yang menginspirasi tentang bagaimana kerja sama antara universitas dan masyarakat dapat menghasilkan proyek yang bermanfaat bagi semua pihak.

Rysa Laksana10 menit