#Ide Kreatif

Saintek

Mahasiswa Universitas Negeri Malang Ciptakan Inovasi Produk Rumah Tangga, Spons dan Sabun Cuci Peralatan Makan yang Ramah Lingkungan

Salah satu peralatan rumah tangga yang sering digunakan adalah spons untuk mencuci peralatan makan. Penggunaan spons memang tidak bisa dihindari, namun penggunaan spons berbahan plastik dapat berpengaruh pada peningkatan jumlah limbah plastik di lingkungan. Kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama dan upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkup terdekat, yaitu rumah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mulai menggunakan produk peralatan rumah tangga yang berbahan alami sehingga lebih aman terhadap lingkungan.   Dalam hal ini, lima Mahasiswa Universitas Negeri Malang diketuai oleh Novericha Khoirunisa Nada Firdaus (S1 Pendidikan Biologi) yang beranggotakan Jaisah Nur Afifah (S1 Desain Komunikasi Visual), Nabiila Yumna Taqiyya (S1 Pendidikan Kimia), Salsabiil Ummi Nazhiiroh (S1 Kimia), dan Yohanes Chrisna Aditya (S1 Pendidikan ekonomi) menciptakan ide inovatif dan solutif Spongie. Spongie hadir sebagai inovasi spons dan sabun cuci peralatan makan yang memanfaatkan bahan alam. Spongie dibuat dengan memanfaatkan bahan alam yaitu luffah dan daun ketapang. Pemilihan bahan tersebut pada inovasi ini dipilih karena kemampuan degradasi pada bahan organik dapat terjadi secara alami sehingga tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Selain itu, dalam kedua bahan tersebut terdapat kandungan fitokimia yang memiliki banyak manfaat.    Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman luffah adalah serat-serat pada bagian buahnya. Pada buah luffah terdapat kandungan selulosa yang tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai adsorben dan memiliki sifat yang fleksibel. Sementara itu, dalam daun ketapang terdapat kandungan fitokimia yang tinggi sebagai zat antibakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada spons. Spongie juga dibuat dengan menambahkan lapisan biosilika. Penambahan lapisan ini bertujuan agar Spongie bisa lebih tahan lama, lebih kuat, dan lebih cepat kering sehingga tidak mudah lembab.   Informasi mengenai inovasi  Spongie dapat diakses melalui media sosial, yaitu Instagram : @spongie_spons, Tiktok : @spongiespons, Facebook : @spongie_spons Spongie, Pure Foam Zero Worry

Nabiila Yumna Taqiyya6 menit
Saintek

Wow!! Caveera Karya Mahasiswa UM Penyelamat Masalah Jerawat Remaja Indonesia Laris di Pasaran

Masyarakat Indonesia cenderung menyukai konsumsi makanan manis, pedas, atau junk food yang kemudian dapat memicu timbulnya jerawat. Tidak mengherankan jika kasus jerawat terus meningkat pada usia remaja atau dewasa muda. Meskipun tidak fatal, tetapi permasalahan jerawat cukup merisaukan karena dapat menurunkan kepercayaan diri seseorang. Di Indonesia sendiri jerawat telah menjadi masalah umum bagi seluruh remaja, dimana sekitar 85% menderita jerawat ringan dan 15% menderita jerawat berat (Imasari dan Emasari, 2022).    "Urgensi tersebutlah yang mendorong kami untuk menciptakan inovasi baru berupa lotion pereda jerawat yang aman dan terjangkau bagi kalangan remaja" ujar ketua tim PKM Kewirausahaan.   Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), salah satu tim dari Program Studi Bioteknologi Universitas Negeri Malang di bawah bimbingan Prof. Dr. Evi Susanti S.Si., M.Si dengan ketua Alfina Kusuma Dewi  dan rekan tim Diella Agustina, Defi Hasnah Fitri, Fathurohman, dan Reza Fauziah berhasil menemukan solusi dengan menciptakan produk inovasi CAVEERA "Inovasi Nanopartikel Ekstrak Krokot (Portulaca oleracea) dan Lidah Buaya (Aloe vera Linn) sebagai Lotion Booster Penyembuh Jerawat"   Alfina Kusuma Dewi, Ketua Tim CAVEERA UM (25/10/2023) memaparkan terkait studi literatur bahan alam dan menemukan potensi besar pada tanaman krokot yang sering dianggap sebagai gulma di masyarakat. Tanaman krokot memiliki kandungan saponin atau antibakteri yang cukup tinggi. Selanjutnya, tanaman krokot tersebut dikombinasikan dengan lidah buaya yang di dalamnya memiliki kandungan untuk dapat menjaga kelembaban kulit serta peredam bengkak. Kemudian Alfina juga menambahkan bahwa Caveera banyak diminati oleh kalangan remaja khususnya mahasiswa, sehingga dalam 3 bulan penjualan ini telah terjual sebanyak 88 produk.   Inovasi pengolahan ekstrak krokot dan lidah buaya menjadi suatu produk untuk mengatasi jerawat yaitu menjadikannya sebagai lotion dengan teknologi nanopartikel yang mudah digunakan. Nanopartikel sendiri merupakan bahan dengan ukuran partikel pada skala nanometer. Sifat pembawa bahan nanopartikel dapat mencegah hidrasi kulit, meningkatkan efek absorbsi, dan meningkatkan penetrasi zat aktif. Sehingga produk lotion yang dibuat akan memiliki kemampuan menembus lapisan dermis dari kulit (Rismana, Et all, 2014).

DIELLA AGUSTINA3 menit
Ekonomi

Keren!!! Mahasiswa UM ruap keuntungan dari penjualan Insektisida pengusir kecoa "INSECO"

Kecoa merupakan serangga yang tergolong sebagai binatang pembawa penyakit. Berbagai jenis mikroba patogen dengan mudah dibawa dan disebarkan oleh kecoa sehingga dapat menyebabkan penyakit diare, disentri, tipus, kolera, dan TBC melalui makanan dan perabotan rumah tangga yang dilewatinya.   Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), salah satu tim dari Program Studi Bioteknologi Universitas Negeri Malang di bawah bimbingan Prof. Dr. Evi Susanti S.Si., M.Si dengan ketua Diella Agustina  dan rekan tim Alfina Kusuma, Angela Cahya, Berliana Septi, dan Meryam Febiena berhasil menemukan solusi dengan menciptakan produk inovasi INSECO.   Diella Agustina, ketua tim INSECO UM (19/10/23) mengatakan bahwa selama 3 bulan penjualan, produk INSECO ini telah terjual 153 pcs dan untuk minggu berikutnya sudah masuk orderan sebanyak 65 pcs untuk souvenir kegiatan kemahasiswaan di Universitas Negeri Malang.   Sebagai Insektisida berbahan dasar dari alam, INSECO lebih ramah lingkungan daripada insektisida sintetik. Selain itu, kemasan dalam di produk ini terdapat inovasi berupa biopolimer yang bersifat biodegradable sehingga mudah terurai di lingkungan dan kemasan luarnya di desain dengan memperhatikan nilai praktis penggunanya. Keunggulan produk INSECO lainnya dapat diakses lebih lanjut dengan mengunjungi akun Instagram atau Tiktok @inseco_id

DIELLA AGUSTINA2 menit
Motivasi

Manajemen Waktu Sejak Dini di SDN Dadaprejo 2 Kota Batu

Manajemen Waktu Sejak Dini Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 213 Gelombang 7 memberikan kontribusi posistif kepada masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya Manajemen Waktu dengan baik sejak dini menjadi fokus utama bagi mahasiswa PMM UMM.  Kelompok yang diketuai Aditya Pratana, dan terdiri dari 4 anggota yaitu Iva Wanda Ratna Devi, Aprifia Maharani, Aliffiyana InsanKamil, dan Mohammad Farhan Azizi melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Juli 2023 tentunya dengan dukungan dan bimbingan Dosen Pembimbjng Lapang kami yaitu bapak Agung Prasetyo Nughroho Wicaksono S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dadaprejo 02 Kota Batu.  Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang Manajemen Waktu, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses kreatif membuat jadwal kegiatan sehari hari. Mahasiswa menyiapkan kertas Buffalo warna warni dan spidol warna warni. Kemudian anak-anak menuliskan kegiatan sehari hari yang dilakukan masing-masing dengan detail jam nya  pada kertas buffalo yang sudah di bagikan, kemudian dihias/digambar sesuai kreativitas masing-masing. Sehingga merasa antusias dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak anak-anak di wilayah sekitar. Langkah awal untuk membentuk generasi yang cerdas mengatur waktu sejak dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Iva, salah satu anggota PMM UMM, menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang efektif dan menarik. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami.” Mahasiswa UMM terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendorong nilai-nilai kedisiplinan terhadap waktu.Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tetapi mahasiswa juga merasa mendapat banyak pelajaran berharga.

Iva Wanda Ratna Devi3 menit
Motivasi

Manajemen Waktu Sejak Dini

*Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian _Universitas Muhammadiyah Malang_ (UMM)* Manajemen Waktu Sejak Dini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang dalam program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Kelompok 213 Gelombang 7 memberikan kontribusi posistif kepada masyarakat. Kesadaran tentang pentingnya Manajemen Waktu dengan baik sejak dini menjadi fokus utama bagi mahasiswa PMM UMM.  Kelompok yang diketuai Aditya Pratana, dan terdiri dari 4 anggota yaitu Iva Wanda Ratna Devi, Aprifia Maharani, Aliffiyana InsanKamil, dan Mohammad Farhan Azizi melakukan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Juli 2023 tentunya dengan dukungan dan bimbingan Dosen Pembimbjng Lapang kami yaitu bapak Agung Prasetyo Nughroho Wicaksono S.E., M.A. Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Dadaprejo 02 Kota Batu.  Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi tentang Manajemen Waktu, tetapi juga melibatkan mereka dalam proses kreatif membuat jadwal kegiatan sehari hari. Mahasiswa menyiapkan kertas Buffalo warna warni dan spidol warna warni. Kemudian anak-anak menuliskan kegiatan sehari hari yang dilakukan masing-masing dengan detail jam nya  pada kertas buffalo yang sudah di bagikan, kemudian dihias/digambar sesuai kreativitas masing-masing. Sehingga merasa antusias dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri. Diharapkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak anak-anak di wilayah sekitar. Langkah awal untuk membentuk generasi yang cerdas mengatur waktu sejak dini dapat memberikan dampak positif dalam jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Iva, salah satu anggota PMM UMM, menyatakan, “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana berkomunikasi dengan anak-anak dengan cara yang efektif dan menarik. Pengalaman ini sangat berharga bagi kami.” Mahasiswa UMM terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendorong nilai-nilai kedisiplinan terhadap waktu.Tidak hanya anak-anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini, tetapi mahasiswa juga merasa mendapat banyak pelajaran berharga.

Iva Wanda Ratna Devi3 menit