#Citizen Reporter

Pendidikan

Adakan Kegiatan Cek Kesehatan Gratis, Mahasiswa PMM 82 Disambut Baik Oleh Masyarakat.

Malang (8/10) - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang didampingi oleh kader lansia melakukan kegiatan cek kesehatan gratis untuk lansia dan pra lansia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang diadakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) kelompok 82 gelombang 13. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu lansia RW 4 desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat dan kadar gula darah. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini sekitar 40 lansia dan pra lansia.   Mahasiswa yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 82  antara lain Entressa Alief, Resi Puguh Prihantono, Mochamad Zidane Ubaidillah, Sisca Aulia Sari, dan Muhamad Ridhoi.  Dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH.   Sebelumnya, pada hari Selasa, 21 September 2021 Tim PMM berkoordinasi dengan Ibu Lia selaku bidan Poskesdes (Pos Kesehatan Desa) Jatikerto terkait dengan teknisan pelaksanaan kegitan dan sasaran yang dituju. Pemeriksaan Kesehatan yang kami adakan antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar asam urat, dan kadar gula darah.  Kegiatan cek kesehatan yang kami lakukan mengikuti protocol Kesehatan covid 19 seperti memakai masker, menjaga jarak serta menyediakan hansanitizer.   Dalam masa pandemic seperti sekarang ini, Entressa Alief selaku penanggung Jawab kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk mengantisipasi resiko keberadaan penyakit didalam tubuh masyarakat sehingga masyarakat bisa sadar akan pentingnya Kesehatan dan diharapkan mampu mengubah pola hidup sehat mereka. dan salah satu kader kegiatan tersebut ibu sulastri mengatakan "Kegiatan Tersebut sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat dan membantu kami dalam pemeriksaan kesehatan pra dan para lansia" (SA).                                                                                                  

Sisca Aulia Sari3 menit
Hukum

Bahas Isu HAM & Reformasi Hukum di Asia, 2nd INCLAR FH UMM Hadirkan Presenter dan Pemateri dari 4 Benua

Malang (24/9) - Geliat aktifitas akademis kembali terlihat di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM). Kali ini, FH UMM menggelar International Conference on Law Reform (INCLAR) yang kedua di tahun 2021 ini dengan mengusung tema “Narrating Law Reform in Asia: Between Fulfilling Human Rights and Restorative Justice”. Gelaran 2nd INCLAR ini dilangsungkan secara daring dan luring pada Kamis (23/9) kemarin dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.   Gelaran INCLAR yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019 lalu, rencananya secara rutin akan digelar setiap tahun. Namun sayang, agenda 2nd INCLAR yang harusnya digelar pada tahun 2020, tertunda hingga tahun 2021 karena efek pandemi. Pada 2nd INCLAR tahun ini, panitia berhasil menghadirkan narasumber/speaker dari Indonesia, Australia, Malaysia dan Amerika Serikat. Sementara untuk presenter atau peserta yang mempresentasikan paper mereka di sesi parallel session berasal dari Indonesia, Korea Selatan, India dan Aljazair.   "Harusnya ada satu narasumber dari Prancis. Tapi qadarallah sebulan menjelang pelaksanaan, beliau (Prof. Lukaz), mendadak tidak bisa hadir. Jadi ya sebenarnya kita mencoba mengakomodasi ide dan gagasan dari akademisi di 5 benua." Ungkap Sholahuddin Al-Fatih, wakil ketua 2nd INCLAR.   Dalam kesempatan di sesi panel session, Petra Mahy dari Department of Business Law and Taxation, Monash University, Australia menjelaskan mengenai omnibus law dalam pemberian pekerjaan. Ia juga membahas terkait hierarki hukum dan respon akan yudisial review amandemen tenaga kerja. Menurutnya, pergeseran hierarki hukum menimbulkan beberapa kekhawatiran, khususnya tentang keseimbangan kekuasaan legislatif dan eksekutif. Keadaan tersebut bisa merusak tatanan hukum yang ada dan menghambat upaya reformasi hukum di Asia, terutama di Indonesia.   Sementara itu, dalam sesi parallel session, Rishi Gupta dari Center for South Asian Studies, Jawaharlal Nehru University, India, menyampaikan tentang peluang dan tantangan Konstitusi Nepal bagi kelompok minoritas dan perempuan. Perempuan di Nepal berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan terkait hak-hak konstitusional mereka. Keadaan tersebut menjadi catatatn buruk bagi upaya pemenuhan, penghormatan dan perlindungan HAM di kawasan Asia, terutama di wilayah Asia Selatan.   Terakhir, Dekan FH UMM Dr. Tongat, S.H., M.Hum. berharap seluruh partisipan bisa mendapatkan solusi untuk menghadapi masalah di masing-masing negara. Menurutnya, keaktifan yang diperlihatka  oleh para peserta membuat tujuan utama konferensi ini bisa terpenuhi dengan baik. “Saya juga berharap semua hal yang didapatkan dari agenda ini bisa bermanfaat bagi masa depan dan karir peserta yang hadir,” tuturnya.   Agenda 2nd INCLAR berakhir menjelang sore hari. Selanjutnya para presenter akan melalui proses revisi artikel mereka agar bisa dipublikasikan di beberapa luaran yang sudah disediakan oleh panitia, seperti Prosiding Atlantis Press, Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta 2 (Legality, Cita Hukum dan Novelty), Jurnal Nasional Terakreditasi Sinta 4 (Salam) dan Jurnal Nasional Non-akreditasi (Audito). Melalui serangkaian kegiatan internasional tersebut, FH UMM berikhtiar untuk melahirkan ide-ide solutif, menciptakan iklim akademis dan menambah jejaring dalam pergaulan keilmuan secara global. (saf/hum)

Sholahuddin Al-Fatih4 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Meningkatkan Literasi di TPQ Asy Syafiiyah

Malang (16/9) - Bahasa Arab adalah salah satu bahasa yang digunakan banyak orang di sebagian belahan dunia bahkan telah mencapai bahasa internasional. Bahasa Arab juga sangatlah penting karena dengan berbahasa Arab kita dapat memahami agama seutuhnya.   Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yakni mitradosen dari Universitas Muhammadiyah Malang yang diselenggarakan selama 1 bulan dimulai pada tanggal 16 Juli 2021 dengan sasaran santri  TPQ As Syafiiyah Sengkaling Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Generasi Qurani dengan Semangat Membaca".   PMM Mitra Dosen bersama dosen pengabdi yakni Lailatul Mauludiyah, S.S., M.Pd.I dan Nabila salsabila sebagai koordinator yang beranggotakan Qurrota Ayun Azhari, Zulfa Lailatus Syarifah, Afrizal dan Khadijah Nurul Fitri dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang.   Salah satu program kerja yang kami lakukan adalah Lomba Peringatan 17 Agustus HUT RI yang ke-76 sekaligus peringatan Muharram 1443 H dengan tujuannya adalah sebagai rasa syukur terhadap kemerdekaan Negara Republik Indonesia dan menumbuhkan ketakwaan kepada Allah SWT.   Adapun bentuk program kerja utama kami adalah mengajar dan kampanye gerakan literasi diTPQ As-Syafiiyah. Program ini melibatkan para santri. Aktifitas yang dilakukan adalah mengenal warna, menggambar, mewarnai, membaca dan percakapan dalam belajar bahasa arab. Dalam pengabdian ini kami memperkenalkan metode bermain sambil belajar.   Terlihat respon para santri TPQ Asyyafiiyah sangat antusias mengikuti kegiatan dan mengalami banyak kemajuan. Di setiap harinya, ada beberapa santri yang mulai menghapal dan mengenal banyak kosa kata dalam berbahasa Arab, mulai dari kosa kata tubuh, warna, barang-barang disekitar kelas hingga percakapan dalam kelas. Untuk kelas atas mereka dapat mengenalkan diri dengan baik dan saling bercakapan satu sama lain dalam berbahasa arab. Model pembelajaran seperti ini menjadi para santri lebih aktif dan semangat dalam kegiatan pembelajaran berlangsung.   Dari serangkaian program kerja PMM Mitra Dosen diatas, harapan kami kepada para santri TPQ As-Syafiiyah adalah dapat berliterasi dengan baik dan benar. Seperti dalam slogannya yakni “Hayabina hayyanasma' hamasah!” yang artinya “Mari bersama kami, mari kita dengarkan, semangat!”.

Khadijah Nurul Fitri3 menit
Pendidikan

Informasi Khusus (INFOKUS) Peduli Lingkungan Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Malang (30/7) - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Integrasi (KKNT-I) Universitas Negeri Malang 2021, melakukan kegiatan kemasyarakatan di desa Gadingkulon, kecamatan Dau. Sampah adalah sejenis bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber yang dihasilkan oleh kegiatan manusia atau proses alam, tidak memiliki nilai ekonomis, bahkan dapat memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung dari cara pengolahannya.   Sampah menjadi permasalahan utama di masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mempunyai lahan. Sampah yang dibuang sembarangan, yaitu dijurang, di lahan pemakaman, maupun di lahan pertanian milik warga yang lain. Sampah plastik dan kertas banyak dibakar sehingga menyebabkan tercemarnya udara. Selain itu, permasalahan lain yaitu belum terselenggaranya TPST di desa Gadingkulon. Hal ini yang menyebabkan warga membuang sampah sembarangan.    Oleh karena itu, mahasiswa KKNT-I UM melakuan edukasi mengenai pemilahan sampah terutama sampah rumah tangga. Diberikan video mengenai pemilahan sampah yaitu sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) serta pembuatan kompos. Video ini digantikan untuk pertemuan secara langsung karena dalam kondisi PPKM. Video kemudian dibagikan kepada ketua Dasawisma di Rt. 15, yang kemudian dikirim digrup WhatsApp (WA) Dasawisma. Dilakukan juga pemantauan agar kegiatan pemilihan sampah dapat berjalan di masing-masing rumah warga.

RIZA AGUNG2 menit
Pendidikan

Gerakan Literasi di Era Digital Bersama Komunitas Beranibaca.id

Malang (27/7) - Era digital saat ini merupakan hal yang cukup digadang-gadangkan sebagai era disrupsi, dimana jika kamu tidak melakukan inovasi dan perubahan-perubahan maka kamu sendiri yang akan terdisrupsi oleh keadaan yang dibuat oleh orang lain. Era digital saat ini, membuat orang-orang harus melihat jauh kedepan agar tidak terlindas oleh cepatnya peralihan zaman. Hal-hal yang dianggap mustahil, justru malah terwujud saat ini. Contohnya saja dalam dunia bisnis transportasi, Blue Bird menjadi raja nya dengan aset sekian banyaknya mobil taksi, namun siapa sangka dalam waktu singkat terguling oleh Gojek yang bahkan tidak punya aset kendaraan satupun.   Begitu juga dengan literasi, saat ini tengah dimarakkannya gerakan literasi digital oleh pemerintah. Logika sederhananya yaitu agar era digital ini dapat mempercepat sektor literasi sehingga memiliki dampak positif bagi masyakarat di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya telah cukup banyak survei yang menyatakan betapa rendahnya minat baca di Indonesia. Misalnya saja survei terbaru terkait tingkat literasi di Indonesia, salah satunya adalah Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-Operation and Develompent (OECD) pada 2019, menunjukkan Indonesia berada pada posisi 6 dari bawah alias peringkat 74 dari 79 negara dalam kategori kemampuan membaca. Dari penelitian ini semakin menunjukkan bahwasanya kondisi Indonesia memang tidak sedang baik-baik saja dalam hal minat dan daya baca. Hal ini seolah-olah paradoks dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 yang menunjukkan bahwa tingkat melek huruf masyarakat indonesia sudah berada di atas 98 persen, seakan-akan data ini mengatakan bahwa "kita mampu membaca, namun rendah minat untuk membaca."   Sehingga dalam mewujudkan tujuan yang mulia tersebut, tidak cukup hanya pemerintah saja yang bergerak, namun juga dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Karena jika kita belajar dari sejarah, bahwasanya gerakan-gerakan besar itu, dimulai oleh segelintir orang yang terus konsisten dalam bergerak. Maka dari itu, salah satu peran dari masyarakat Indonesia yang dapat kita lihat saat ini adalah melalui gerakan komunitas literasi, salah satunya seperti yang dijalankan oleh Komunitas Berani Baca. Komunitas ini didirikan sejak 17 April 2018 oleh 7 orang pemuda yang resah dengan kondisi literasi indonesia yang sangat memprihatinkan. Sehingga melalui inovasi penggabungan antara dunia literasi dan teknologi, komunitas Beranibaca.id ini dapat menjangkau jutaan generasi millenial Indonesia yang sangat akrab dengan teknologi dan meningkatkan kemampuan literasi mereka terutama dalam membaca buku. Dalam mencapai cita-cita tersebut Beranibaca.id telah melakukan beberapa programnya: 1) Challenge Berani Baca, merupakan tantangan membaca kepada 100 orang setiap bulannya untuk membudayakan membaca buku setiap harinya selama 15 hari dan kemudian menuliskan review dari buku yang telah dibaca tersebut. 2) Bedah buku, merupakan wadah bagi peserta challenge beranibaca yang telah menyelesaikan buku bacaan serta membuat ulasan (book review). Dari 100 orang peserta dipilih lah beberapa  ulasan bacaan (book review) terbaik untuk dibedah melalaui siaran langsung instagram @beranibaca. 3) Kolaborasi Komunitas Literasi, merupakan kolaborasi antar komunitas yang diharapkan dapat memperluas relasi serta saling memberikan support terhadap pergerakan di dunia literasi, contohnya seperti mengadakan seminar / webinar bersama yang berkaitan dengan literasi. 4) Reading Marathon, merupakan aktivitas membaca suatu buku tertentu secara langsung di cafe dengan sejumlah orang untuk menyelesaikan bacaannya dan kemudian membedah buku yang telah dibaca bersama tersebut. 5) Donasi Buku, merupakan kegiatan donasi buku ke daerah tertentu yang sangat membutuhkan sumbangan buku untuk perpustakaan masyarakat di daerah tersebut. 6) Challenge Berani Nulis, merupakan pengembangan sayap gerakan Komunitas Beranibaca.id di dunia literasi yaitu pada ranah menulis. Adapun target dari project ini yaitu pemuda Indonesia diharapkan setelah mampu konsisten dalam membaca dapat menghasilkan karya berupa tulisan. Dalam prosesnya setiap tulisan yang dibuat peserta akan diberi masukan oleh mentor yang sudah berpengalaman, sehingga karya yang dihasilkan setelah challenge dapat semakin berkualitas.   Kedepannya untuk memperluas kebermanfaatan, Komunitas Beranibaca.id berencana untuk memperbanyak kolaborasi bersama komunitas lainnya serta akan dilakukan pengembangan kepengurusan yang awalnya bersifat nasional menjadi kepengurusan pusat dan kepengurusan regional di daerah-daerah Indonesia. Semoga dengan adanya Komunitas Beranibaca.id ini dapat memberikan warna pada dunia literasi di Indonesia serta dapat meningkatkan minat dan daya baca pemuda Indonesia. Jika kamu tertarik untuk bergabung bersama dengan gerakan ini, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui instagram @beranibaca atau websitenya beranibaca.id.   “Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membacanya.” -Joseph Brodsky-(Penyair asal Rusia)

Chaca Nugraha Zaid7 menit