
Surabaya - Jurnal ilmiah menjadi sebuah keharusan bagi sivitas akademika. Melihat progres jurnal ilmiah di lingkungan FH UMM, dimana kini telah memiliki 3 jurnal, yaitu jurnal penelitian (Legality: Jurnal Ilmiah Hukum), jurnal pengabdian (Jurnal Dedikasi Hukum) dan jurnal mahasiswa (Indonesia Law Reform Journal), maka FH UMS tertarik untuk berguru dan menimba ilmu tips trik sukses mengelola jurnal.
Bertempat di ruang sidang Dekan FH UMS (13/1) lalu, perwakilan dari FH UMM, Sholahuddin Al-Fatih, SH., MH., (Editor in Chief Legality), hadir untuk berbagi tips suka duka mengelola jurnal dari tidak terakreditasi hingga meraih SInta 2.
"Dulu awalnya sangat parah. Saya dapat PR hutang publikasi selama 2 tahun. Harus saya cicil itu karena untuk maju akreditasi di portal Arjuna, tidak boleh ada utang publikasi." Ungkap Fatih
Fatih melanjutkan, hingga akhirnya pada tahun 2019 bertemu dengan teman-teman RJI di Hotel Ibis Styles Surabaya, dan lolos dapat akreditasi Sinta 4. Selanjutnya pada tahun 2020 menyusul naik peringkat menjadi Sinta 2.
"Kuncinya di kualitas. Harus dipertahankan bahkan ditingkatkan terus." Pungkas Fatih.
Sekitar sore menjelang petang pendampingan jurnal di lingkungan FH UMS berakhir. Hasil simulasi nilai masih menunjukkan perlu banyak perbaikan. Tapi dengan konsisten membperbaiki bukan tidak mungkin jurnal di lingkungan FH UMS akan mendapat akreditasi SInta 1 dan terindeks di pengindeks internasional bereputasi seperti Scopus atau WoS. (saf)