#True Story

Pendidikan

Pendidikan Karakter di SDN Tlogomas 1: Membentuk Dasar Kepribadian Anak Melalui Keterampilan Sosial dan Emosi

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan suatu kegiatan mencakup penerapan inovasi teknologi, pemanfaatan aplikasi praktis, pengembangan desain, serta inisiatif perubahan sosial. PMM memiliki tujuan utama yaitu mendorong kemajuan dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh kelompok 17 gelombang 6 yang beranggotakan Larasati Wibowo, Dhina Fadhilah Rachma, dan Gita Sovia Enjelin yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Ikhlasul Amallynda, ST., MT. Kegiatan PMM ini dilakukan di Kelurahan Tlogomas RW. 05 dan di SDN Tlogomas 1. Program yang kami sajikan cukup bervarian seperti bimbingan belajar, literasi, kelas kreativitas, pendidikan karakter dan lain sebagainya.  Salah satu kegiatan yang menarik dan membuat murid kelas 1 hingga kelas 3 tertarik yaitu pendidikan karakter. Pendidikan karakter sangat penting untuk anak SD karena usia SD merupakan masa kritis dalam pembentukan dasar kepribadian anak. Pada fase ini, anak-anak sangat mudah menyerap nilai-nilai dan perilaku yang akan mempengaruhi tindakan mereka di masa depan. Oleh karena itu, penanaman karakter yang baik sejak dini akan membentuk fondasi yang kuat bagi perkembangan kepribadian mereka. Pendidikan karakter membantu dalam pengembangan keterampilan sosial yang sangat diperlukan. Melalui pendidikan karakter, anak-anak belajar cara berinteraksi secara positif dengan teman sebaya dan orang dewasa, yang penting untuk kesuksesan mereka dalam kehidupan sosial dan profesional di masa mendatang. Pendidikan karakter juga berperan penting dalam penanaman nilai-nilai moral. Ini membantu anak-anak memahami perbedaan antara benar dan salah, serta menginternalisasi nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, dan empati. Pemahaman dan penerapan nilai-nilai ini akan membentuk mereka menjadi individu yang beretika dan berkontribusi positif pada masyarakat. Pendidikan karakter ini ditujukan untuk kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 SDN Tlogomas 1 dengan pemateri anggota PMM. Penyampaian pendidikan karakter dilakukan dengan cara penjelasan materi interaktif yang menarik perhatian anak-anak supaya ikut berpartisipasi aktif dan memahami lebih dalam terkait materi yang disampaikan. Siswa siswi dikenalkan mengenai mengenal emosi dan empati. Dimulai dengan pemateri menyampaikan materi tentang empati dan emosi secara singkat dan dapat mudah dipahami untuk anak-anak. Penyampaian materi tersebut tentu saja melibatkan siswa siswi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri.  Selanjutnya, pemateri memberikan sebuah permainan yang masih berhubungan dengan materi yang telah disampaikan. Pemateri telah menyiapkan kartu yang menjelaskan macam-macam emosi seperti senang, sedih, marah, antusias, dan lain sebagainya. Permainan tersebut dimulai dengan siswa siswi maju kedepan satu per satu untuk memilih salah satu kartu emosi tersebut. Kemudian setelah memilih, anak-anak diminta untuk memberikan alasan mengapa ia mengambil kartu tersebut dan apa penyebab ia merasa sesuai dengan kartu yang diambil. Permainan ini diharapkan dapat membantu anak-anak untuk lebih mengerti dan dapat meregulasi emosi yang dirasakan. Regulasi emosi sangat penting karena pada usia ini mereka mulai menghadapi berbagai tantangan sosial dan akademik yang baru. Kemampuan mengelola emosi membantu anak-anak ini beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, dan mengatasi frustasi dalam proses belajar. Anak yang mampu meregulasi emosinya cenderung lebih fokus di kelas, lebih mudah bekerjasama dengan teman, dan lebih siap menghadapi perubahan rutinitas. Selain itu, keterampilan ini juga mendukung perkembangan empati dan pemahaman sosial, yang penting untuk membangun hubungan positif dengan guru dan teman sebaya. Dengan regulasi emosi yang baik, anak-anak dapat lebih efektif mengkomunikasikan kebutuhan mereka, mengelola konflik, dan mengatasi kekecewaan, yang semuanya berkontribusi pada pengalaman sekolah yang lebih positif dan produktif. Setelah permainan pertama selesai, siswa siswi masih bersemangat untuk permainan kedua. Permainan kedua akan masih menggunakan kartu sebagai media. Pada permainan kedua, siswa siswi akan memperagakan emosi yang telah disediakan pada kartu. Emosi tersebut berupa malas, bosan, takut, bersemangat, dan lain sebagainya. Pada permainan kedua, siapa yang menjawab dengan tepat maka akan mendapat poin dan mendapat reward. Fungsi dari reward ini sendiri yaitu untuk memberikan motivasi untuk anak-anak supaya dapat berpartisipasi aktif serta penguatan positif dalam kegiatan ini.  Dapat ditarik kesimpulan bahwa kegiatan pendidikan karakter ini sangat penting dalam membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menjalin pertemanan, dan mengatasi frustasi dalam proses belajar. Keterampilan ini juga mendukung perkembangan empati dan pemahaman sosial, yang penting untuk membangun hubungan positif dengan guru dan teman sebaya. Dengan regulasi emosi yang baik, anak-anak dapat lebih efektif mengkomunikasikan kebutuhan mereka, mengelola konflik, dan mengatasi kekecewaan, yang semuanya berkontribusi pada pengalaman sekolah yang lebih positif dan produktif. 

Dhina Fadhila6 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Mendirikan Taman Baca di Desa Kedungrejo sebagai Wadah untuk Meningkatkan Literasi Anak

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (PMM) bekerjasama dengan pemerintah desa kedungrejo, Kecamatan Pakis Kabupaten Malang bersama mendirikan Taman Baca sebagai wadah untuk meningkatkan pendidilan non formal di desa tersebut. Kelima mahasiswa yang berada di bawah bimbingan Winda Hardyanti S.Sos M.Si merupakan kelompok 17 gelombang 3 yang beranggotakan M Arham Khibar, Adinda Balqis, Rizkita Arum Larasati, Elok Rahma Fajria Kamal, dan Audia Octavi Aristya.   Pendirian taman baca ini adalah salah satu wujud kepedulian mahasiswa PMM UMM kelompok 17 untuk meningkatkan mutu Pendidikan di desa kedungrejo, mengingat rendahnya minat literasi masyarakat yang ada di desa kedungrejo maka mendirikan taman baca adalah salah upaya kami untuk meningkatkan literasi yang berbasis pada Pendidikan non formal tersebut. "Kita menginginkan adanya taman baca di desa ini semacam perpustakaan yang nantinya akan membantu masyarakat mengakses pengetahuan dari buku-buku yang disediakan disana" Ungkap Satryo selaku aparat desa kedungrejo saat kami melakukan survey (20/10/2023). Seperti yang kita semua ketahui bahwa buku adalah pusat dari segala pengetahuan, dimana para ilmuan bahkan mencari rujukan dalam penemuan ataupun penelitian mereka melalui buku. Ibarat kata pepatah bahwa "buku adalah jendela ilmu", pepatah inilah yang menjadi alasan Satryo mengharapkan adanya taman baca di desa kedungrejo.   Dengan berbagai macam kegiatan yang ada di taman baca kami mendapat feedback yang cukup baik dari warga sekitar yang sempat turut berpartisipasi dalam kegiatan kami. "Melihat antusiasme anak-anak saat mengikuti kegiatan di taman baca saya berharap mas dan mbak KKN nantinya setiap bulan dapat meluangkan waktunya untuk datang kesini dan meramaikan taman baca Bersama anak-anak" ucap  Betri Indriati selaku kepala desa kedungrejo   "Semoga pihak-pihak yang diberi Amanah untuk meneruskan taman baca dapat menjalankan taman baca dengan sebaik-baiknya sebagaimana adik-adik kkn kemarin karena sayang sekali jika program-program yang sudah dilaksanakan kemarin tidak dilanjutkan." Ucap Bu Tyah selaku kepala sekolah TK Muslimat NU Desa Kedungrejo usai berpartisipasi Bersama kami dalam program senin ceria.   Proses pendirian taman baca berlangsung sekitar 3 hari yang dimulai dengan mendekorasi taman baca hingga mengisinya dengan berbagai macam buku bacaan yang tersedia untuk semua kategori umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Sehingga nantinya taman baca dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat yang ada di desa kedungrejo. Untuk menarik minat masyarakat kami mengadakan berbagai kegiatan di taman baca seperti membacakan dongeng bagi anak-anak, terapi kelompok yang mana pada kegiatan ini kami membentuk kelompok untuk bermain games Bersama seperti games pengetahuan umum yang jawabannya dapat mereka ketahui setelah membaca buku yang menjadi referensi pada games tersebut. Selain itu pada bagian depan taman baca kami menambahkan lukisan mural yang kami harapkan dapat membantu kami untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Muh. Rafli Tarambi_0897 menit
Hukum

PMM UMM Kelompok 88 Gelombang 7 Libatkan Masyarakat Kelurahan Temas dalam Talk Show Hukum Perlindungan Konsumen

Kota Batu  -  Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) menjadi wadah bagi para mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat. PMM tersebut memiliki tujuan untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).   Kelompok PMM UMM Bhaktiku Negeri gelombang 7 kelompok 88 yang beranggotakan Nabila Atantia Riska Ananda, Sarah Trifena Desantha Hadi, Arrayyan Winandra, Aarin Indrayana, Rahma Naqzahwa didampingi oleh dosen pembimbing lapang (DPL) Frendy Aru Fantiro, M.Pd., telah sukses melangsungkan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada 23 Februari 2024 di Balai Kelurahan Temas, Kota Wisata Batu. Tim PMM UMM gelombang 7 kelompok 88 mengusung tema kegiatan “Mengenal Hukum Perlindungan Konsumen.”   Hukum perlindungan konsumen merupakan serangkaian aturan dan regulasi yang dirancang untuk melindungi hak-hak dan kepentingan konsumen dalam transaksi komersial. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa konsumen memiliki akses yang adil, aman, dan transparan terhadap produk dan layanan yang mereka beli.   Hukum perlindungan konsumen menetapkan standar keselamatan untuk produk-produk yang beredar di pasar. Produsen dan penjual bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk mereka aman untuk digunakan oleh konsumen dan memenuhi standar keselamatan yang berlaku.      Melihat banyaknya masyarakat yang menjalankan bisnis UMKM di Kelurahan Temas, tim PMM UMM kelompok 88 menginisiasikan kegiatan talk show. Dalam kegiatan tersebut diisi oleh pemateri Fadjar Ramdhani Setyawan, S.H., M.H yang merupakan salah satu dosen Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang.   “Tujuan kami dalam melaksanakan kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada pelaku bisnis UMKM maupun warga supaya mengetahui bahwa Hukum Perlindungan Konsumen merupakan ilmu dasar yang harus dipahami oleh pelaku usaha maupun konsumen,” ujar Arrayyan salah satu anggota tim PMM UMM kelompok 88.       Antusias masyarakat Kelurahan temas dapat dilihat dari banyaknya kehadiran dan aktifnya mereka dalam sesi tanya jawab. Mereka menanyakan beberapa hal atau kendala yang dihadapi masyarakat selaku pelaku usaha dalam menerapakan Hukum Perlindungan Konsumen.   Kelompok PMM UMM gelombang 7 kelompok 88 berharap, menambahnya pengetahuan dan wawasan mengenai Hukum Perlindungan Konsumen. Serta meningkatnya kesadaran masyarakat pelaku usaha atau sebagai konsumen untuk menerapakan Hukum Perlindungan Konsumen. Sehingga menciptakan lingkungan perdagangan yang adil, transparan, dan aman bagi konsumen dan pelaku usaha.

Nabila Atantia11 menit
Olahraga

Merembet Sampai Seni Bela Diri Asal Thailand, Mahasiswa FH UMM Berhasil Duduki Peringkat Ke-2 SUPER FIGHT SLC CUP 2024 ″Road To Thailand″

Malang (1/3/24) - Semakin bertambahnya tahun, generasi muda seolah semakin haus akan mengejar impiannya masing-masing. Kini mencetak prestasi menjadi salah satu ajang perlombaan dalam dunia sosial anak muda. Tidak lagi sibuk memamerkan hal-hal yang menyimpang akan kemajuan dalam dirinya untuk masa depan, anak muda kini berlomba-lomba memamerkan prestasi-prestasi yang berhasil mereka capai baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.   Salah satunya ialah Bagas Aditya Firmandail atau yang sering disapa Bagas, mahasiswa FH UMM dengan prestasi terbarunya dalam bidang MuayThai. MuayThai sendiri juga dikenal sebagai tinju Thailand. Merupakan olahraga pertarungan dan seni bela diri yang  dikenal karena teknik serangannya yang kuat dimana menggabungkan pukulan, siku, lutut, dan tulang kering.   Seni bela diri bergengsi ini telah Bagas dalami sejak ia masih duduk di bangku SMA, tepatnya pada umur 16 tahun. Bagas mengatakan ″berlatih sesuai program pelatih dan menambah program latihan di waktu luang″ merupakan persiapan yang ia lakukan selama masa persiapan Kejuaraan Bela Diri SUPER FIGHT SLC CUP 2024 ″Road To Thailand″ pada tanggal 17 Februari 2024 lalu.   Selain itu ia juga menyatakan bahwa di masa mendatang ia akan terus berjuang pada berbagai kompetisi yang ada, ″ tentu saja masih panjang jenjang karir saya di Muay Thai dan tahun 2025 ini saya mengikuti Porprov  Muay Thai yang diadakan di malang raya selaku tuan rumah″. (elv)

Elvaretta Zahra YP4 menit
Pendidikan

PMM UMM Tingkatkan Soft Skill dan Pencegahan Bullying di SDN Donomulyo 3

Kegiatan Pengabdian Masyarakat, atau yang dikenal sebagai PMM, merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang ( https://umm.ac.id/ ) untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami kelompok 65 gelombang 1 terdiri dari 5 mahasiswa dari Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yaitu Ghulam Fahlevi, Ardianty Kartika, Viera Sandradiva, Fira Mufida, dan Regina Audi, dipandu oleh Bapak Ramli Ramadhan S.Hut, M.A. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL) selama kurang lebih 30 hari, dimulai dari tanggal 19 Januari 2024 di SDN Donomulyo 03. Soft Skill merujuk pada keterampilan non-teknis seseorang, termasuk kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, kepemimpinan, integritas, dan banyak lagi. Biasanya, keterampilan ini jarang diajarkan secara formal di kelas, melainkan dipelajari melalui interaksi sosial, pengalaman, observasi, atau praktik. Sementara itu, bullying merupakan perilaku agresif dan negatif yang sengaja dilakukan untuk menyakiti, mendominasi, atau merendahkan orang lain baik secara mental maupun fisik. Menurut Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), kasus bullying di lingkungan sekolah meningkat sebanyak 30 kasus sepanjang tahun 2023.  Kegiatan peningkatan soft skill yang dilakukan oleh siswa siswi SDN Donomulyo 03 meliputi kegiatan saving money atau menabung dan pelatihan public speaking melalui kegiatan pildacil atau da’i cilik. Kegiatan saving money melibatkan siswa dari kelas 1-3, dimana mereka diberikan materi dasar tentang pentingnya menabung dan langkah-langkah untuk mencapai kesuksesan dalam menabung melalui presentasi slide dan video edukatif. Output dari kegiatan saving money ini, dapat menumbuhkan kecintaan dalam menabung dan mereka dapat membuat celengan dengan kreativitas mereka sendiri. Selain itu, dengan membuat celengan secara kreatif, siswa siswi juga bisa mengekspresikan imajinasi dan bakat mereka dalam seni dan kerajinan. Dengan cara ini, menabung tidak hanya menjadi tugas yang membosankan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi kreativitas dan mengasah keterampilan. Pada pelatihan da’i cilik, siswa-siswi pilihan dilatih dengan penuh dedikasi. Materi yang diberikan disesuaikan dengan tema yang berbeda untuk setiap anak, mulai dari nilai-nilai betbakti kepada orang tua yang menciptakan kedewasaan emosional, hingga pentingnya hormat kepada guru sebagai bentuk penghormatan terhadap ilmu. Isra’ Mi’raj diajarkan untuk memperkuat keyakinan terhadap perjalanan spiritual, sementara Amar Ma’ruf Nahi Munkar ditekankan untuk mendorong keberanian dalam berbuat kebaikan dan menolak keburukan. Selain penguasaan materi, pelatihan ini juga mencakup aspek penting lainnya, seperti ketrampilan berbicara di depan umum. Siswa-siswi dilatih untuk menjadi penceramah yang mampu memukau audien dengan kemahiran presentasi yang baik. Output dari pelatihan da’i cilik ini, dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan public speaking. Siswa siswi  juga mengikuti perlombaan Isra’ Mi’raj yang dilakukan dilingkungan sekolah. Dengan mengikuti perlombaan Isra' Mi'raj ini, para siswa dan siswi tidak hanya dapat meningkatkan kecakapan berbicara di depan umum, tetapi juga belajar untuk bersaing secara sehat dan kompetitif. Hal ini tentu akan membantu mereka dalam mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi mereka.  Dalam kegiatan mencegah bullying, siswa-siswi kelas 4-6 SD diberikan materi melalui presentasi slide PowerPoint dan penyelesaian kasus melalui video edukasi. Materi anti bullying mencakup pengertian, dampak, dan langkah pencegahan terhadap perilaku bullying. Pada pertemuan selanjutnya, siswa siswi melakukan FGD (Forum Group Discussion) yang dimana mereka membentuk kelompok dan diberikan kuis yang harus dipecahkan secara berkelompok dan diberikan games yang dapat meningkatkan kerjasama dan kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, para siswa juga diajak untuk berpartisipasi dalam permainan peran yang dirancang khusus untuk meningkatkan empati dan pemahaman terhadap korban bullying. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, diharapkan para siswa dapat memahami pentingnya menghormati perbedaan, bekerja sama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung bagi semua siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan penuh dengan rasa saling menghargai di sekolah Output dari kegiatan anti bullying ini, siswa siswi membuat poster yang didalamnya mencakup pesan terhadap pencegahan bullying disekolah yang divisualisasikan berupa gambar maupun tulisan diatas kertas poster. Dengan demikian, pesan-pesan pencegahan bullying dapat disampaikan secara luas dan lebih mudah dipahami oleh seluruh anggota sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan bagi semua orang. Saat acara penutupan PMM, siswa-siswi dilatih dalam musikalisasi puisi, bernyanyi, dan menyampaikan kesan pesan. Pada kesempatan ini, penghargaan diberikan kepada siswa-siswi terbaik oleh sekolah dan kelompok PMM.  Dalam kesempatan yang diberikan oleh kepala sekolah dan para guru SD Donomulyo 03 untuk meningkatkan soft skill dan mencegah bullying di lingkungan sekolah, kami berupaya mengoptimalkan kegiatan ini. Kami berharap agar siswa-siswi SDN Donomulyo 03 dapat terus mengaplikasikan dan mengembangkan pengetahuan yang telah kami sampaikan.  

Fira Faqiha8 menit