#Pengabdian Masyarakat

Pendidikan

Mahasiswa FK UMM Beri Edukasi Perbedaan Gejala DBD dan Covid-19 yang Banyak Dibingungkan Masyarakat

Malang (13/7) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) yang tergabung dalam kelompok 97 Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa ( PMM ) tahun 2021 melakukan sebuah kegiatan edukasi yaitu seputar pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue yang marak terjadi akhir akhir ini dikarenakan fenomena pancaroba yang terjadi. Kelompok dengan dosen pendamping Ibu Hamdan Nafiatur Rosyida, S.S, M.Si sebagai Dosen Pendamping kemudian sebagai koordinator Mohamad Ilham serta 4 anggota lainnya yaitu Aswendo, Nadhira, Siti alfiah, dan Nirmaya melakukan edukasi di Kampung MCK Terpadu Tlogomas, Malang. Bukan Tanpa sebab mereka memilih area tersebut untuk dilakukan sasaran edukasi, hal itu dikarenakan mengingat daerah tersebut dirasa rawan akan tempat perkembangan nyamuk khususnya nyamuk Aedes Aegypti sang penyebab biang penyakit DBD, karena adanya beberapa tempat MCK terbuka pada daerah tersebut.   Adapun tujuan dari kegiatan ini selain melakukan edukasi tentang cara pencegahan penyakit DBD juga guna mengurangi kepanikan masyarakat akan gejala DBD yang dirasa sama dengan penyakit COVID-19. Sehingga diharapkan para warga dapat membedakan dengan benar mana gejala DBD dan bukan DBD. Kegiatan edukasi ini dilakukan dengan berkunjung dari rumah ke rumah dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Tidak hanya melakukan pemberian materi, Mahasiswa PMM kelompok 97 ini juga memberikan beberapa poster komunikatif yang mudah dipahami, lotion anti nyamuk selain itu juga dilakukan pengecekan kesehatan kepada warga.   Kegiatan ini sangat disambut antusias oleh warga disana, dapat dilihat dari kesemangatan masyarakat saat bertanya seputar edukasi yang diberikan.    “Sangat senang rasanya akan kedatangan mas dan mbak disini untuk edukasi ini, karena akhir akhir ini banyak sekali warga kampung yang terkena demam, dan membuat tetangga sekitar risau karena gejala yang ditimbulkan sama persis seperti gejala Covid-19 yang kami baca di Internet“ ucap salah satu warga saat diberikan edukasi. 

Mohamad Ilham Septian3 menit
Ekonomi

Mahasiswa Fakultas Hukum UMM Perkenalkan Produk Minuman Cangloh di Kelurahan Dinoyo Malang

Malang (4/7) - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UMM) melalui Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) berkesempatan untuk memperkenalkan produk minuman cangloh pada Ibu-Ibu sekitar Kelurahan Dinoyo. Pada tanggal 28 Juni 2021 bertempat di Balai Pertemuan Kelurahan Dinoyo Mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang terdiri dari Firyal Azelia Nasera, Taufiqur Rahman Shaleh, Angelina Lucky, Fatha Khaira, dan Luthfillah Arrizqi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fitria Esfandiari, S.H.,M.H beserta Sholahuddin Al-Fatih, S.H.,M.H. melakukan perkenalan produk minuman serta pembagian brosur minuman cangloh. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dengan tema  Pendampingan Akad dan Sertifikasi Halal MUI Serta Edukasi Jaminan Produk Halal Pada Minuman Cangloh  yang berlangsung di CV. Caraka Abadi Jl. Kyai Parseh Jaya Gg. Kenikir Indah  RT 11 RW 01, Bumiayu, Kedungkandang, Malang.   Memperkenalkan produk minuman cangloh merupakan salah satu opsi untuk dapat memperluas pasar produk minuman cangloh pada konsumen. Terlebih minuman herbal merupakan minuman yang banyak dicari masyarakat saat ini karena dirasa tidak memberikan efek samping. Pada kesempatan kali ini Mahasiswa Fakultas Hukum UMM juga memberikan tester minuman cangloh pada Ibu-ibu sekitar wilayah Kelurahan Dinoyo. Antusiasme yang luar biasa dirasakan saat Mahasiswa Fakultas Hukum UMM menjelaskan manfaat dari mengonsumsi minuman cangloh. Banyaknya Ibu-ibu yang tertarik untuk mengonsumsi minuman cangloh bahkan ada beberapa yang membeli untuk dikonsumsi oleh keluarganya. Minuman cangloh sendiri merupakan minuman yang terbuat dari bahan utama belimbing wuluh dan secang yang kaya akan manfaat. Minuman cangloh aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan baik mulai anak-anak hingga lansia. Manfaat yang dirasakan setelah mengkonsumsi minuman ini seperti memperlancar buang air kecil, meningkatkan nafsu makan, dan baik untuk paru-paru (FA).

Taufiqur Rahman Shaleh2 menit
Ekonomi

Pentingnya Sertifikasi Halal, Mahasiswa FH-UMM Beri Edukasi Jaminan Produk Halal Pada Tenaga Kerja CV.Caraka

Malang (3/7) - Pada hari Rabu 30 Juni 2021 bertempat di CV. Caraka Abadi Jl. Kyai Parseh Jaya Gg. Kenikir Indah  RT 11 RW 01, Bumiayu, Kedungkandang, Malang telah berlangsung sosialisasi yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dengan tema  Pendampingan Akad dan Sertifikasi Halal MUI Serta Edukasi Jaminan Produk Halal Pada Minuman Cangloh  yang terdiri dari  Firyal Azelia Nasera, Taufiqur Rahman Shaleh, Angelina Lucky, Fatha Khaira, dan Luthfillah Arrizqi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fitria Esfandiari, S.H.,M.H beserta Sholahuddin Al-Fatih, S.H.,M.H.   Caraka Abadi merupakan perusahaan yang bergerak pada produk berbahan alami atau herbal seperti minuman cangloh yang dikelola oleh Titik Hariyati selaku Direktur, Wulansari selaku Wakil Direktur dan Riza Agung Pribadi selaku Manajemen Produksi. Minuman cangloh merupakan minuman yang berbahan utama belimbingwuluh dan secang. Minuman ini merupakan minuman herbal yang dapat memberi manfaat bagi siapa saja yang mengkonsumsinya diantaranya dapat menambah nafsu makan, melancarkan buang air kecil dan baik untuk paru-paru.   Dalam kesempatan tersebut mahasiswa FH UMM melalui program kegiatan PMM memberikan edukasi pada tenaga kerja CV. Caraka Abadi mengenai produk yang masuk beredar dan diperdagangkan diwilayah Indonesia wajib bersertifikat halal sebagaimana yang telah tercantum dalam Pasal 4 UU 33/2014. Tentu bukan suatu hal yang mudah untuk dapat memperoleh sertifikat halal yang mana pelaku usaha harus melalui beberapa proses untuk mendapatkan sertifikasi halal. Dengan adanya sertifikasi halal suatu produk akan memiliki Unique Selling Point (USP) yang mana merupakan pembeda produk minuman cangloh dengan produk lainnya juga dapat meraih pangsa produk lebih luas. Selain itu dengan adanya sertifikasi halal merupakan ibadah karena pelaku usaha telah menjalankan syariat tuntunan agamanya dengan mengelola dan menjual produk yang mengikuti anjuran agama Islam yaitu produk halal.   Hal ini yang menggerakkan mahasiswa FH-UMM membantu pelaku usaha untuk dapat memberikan edukasi pada tenaga kerja agar tetap menjaga kualitas dalam proses produksi. diantaranya: 1. Para tenaga kerja mencuci tangan sebelum memasuki tempat produksi. 2. Dimasa pandemi saat ini para pegawai dapat mensterilkan tangan dengan hand sanitizer dan tempat sekitar dengan disenfektan. 3. Selalu menggunakan masker. 4. Menggunakan tutup kepala agar dalam proses produksi tidak ada kotoran yang jatuh dari kepala. 5. Menggunakan sarung tangan untuk menjaga kebersihan dalam proses pengolahan bahan baku. 6. Menggunakan bahan yang disetujui LPPOM MUI. 7. Fasilitas produksi dicuci sebelum dan sesudah digunakan. 8. Proses produksi dilakukan pada fasilitas yang bebas dari najis. 9. Proses pencucian bahan dilakukan dengan menggunakan air bersih yang mengalir. 10. Penyimpanan produksi bebas dari kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya, kotor maupun najis. 11. Setelah menyelesaikan proses produksi para tenaga kerja dapat membersihkan dan merapikan tempat produksi sebelum meninggalkan tempat produksi.   Melalui sosialisasi ini diharapkan para tenaga kerja dapat menerapkannya dalam proses produksi agar tetap menjamin kualitas dan kebersihan pada produk minuman cangloh. Mengingat produk minuman cangloh dikonsumsi oleh berbagai kalangan dimulai dari anak-anak hingga lansia. Sehingga produk minuman cangloh dapat dirasakan manfaatnya serta dapat beredar dikalangan masyarakat luas  khusunya dalam negeri (FA).

Taufiqur Rahman Shaleh4 menit
Ekonomi

Penyebaran Brosur Minuman Cangloh di Kecamatan Lowokwaru oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang

Malang (3/7) - Minuman Cangloh merupakan salah satu minuman herbal yang diproduksi oleh CV. Caraka Abadi yang terletak di Kota Malang. Dalam program kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan tema  Pendampingan Akad dan Sertifikasi Halal MUI Serta Edukasi Jaminan Produk Halal Pada Minuman Cangloh  yang mana salah satu dalam rangkaian pelaksanaan PMM adalah membantu mempromosikan produk minuman cangloh pada kalangan masyarakat luas.   Pada tanggal 29 Juni 2021 mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang terdiri dari Firyal Azelia Nasera, Taufiqur Rahman Shaleh, Angelina Lucky, Fatha Khaira, dan Luthfillah Arrizqi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fitria Esfandiari, S.H., M.H beserta Sholahuddin Al-Fatih, S.H., M.H. melakukan penyebaran brosur di Kelurahan Lowokwaru. Dalam kunjungan kami ke Kelurahan Lowokwaru mendapat sambutan hangat oleh salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS)  Ibu Dra. Sri Utami, yang mana beliau mengarahkan mahasiswa Fakultas Hukum UMM untuk menyebarkan brosur kepada rekan-rekan seprofesinya.   Dalam penyerahan brosur mahasiswa Fakultas Hukum UMM menjelaskan manfaat minuman cangloh yang sudah tertera pada brosur yang dibagikan. Antusiasme dari pegawai Kelurahan cukup dirasakan dengan banyaknya pertanyaan terkait dengan produk minuman cangloh. Bahkan beberapa dari pegawai Kelurahan mencoba produk minuman cangloh dengan membeli dan dibawanya pulang untuk dapat dikonsumsi oleh keluarganya. Dengan harapan dengan mengkonsumsi minuman cangloh tersebut dapat merasakan manfaatnya karena minuman cangloh terbuat dari bahan-bahan alami yang aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan.   Melalui penyebaran brosur ini diharapkan dapat membantu CV. Caraka Abadi selaku pemilik serta pengelola minuman cangloh agar dapat menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain itu dengan adanya penyebaran brosur tersebut otomatis para penerima brosur secara tidak langsung akan menginformasikan kepada orang-orang disekitarnya tentang produk minuman cangloh. Cara ini tentu akan berdampak positif pada pendistribusian minuman cangloh baik di Kota Malang dan sekitarnya (FA).

Taufiqur Rahman Shaleh3 menit
Pendidikan

Eco Print; Harta Karun Terpendam Desa Gadingkulon

Eco print adalah memindahkan pola (bentuk) dedaunan dan bunga-bunga ke atas permukaan kain yang sudah diolah untuk menghilangkan lapisan lilin dan kotoran halus pada kain agar warna tumbuhan mudah menyerap (Teknik mordan). Awal mula usaha eco print yang dilakoni oleh salah satu warga Gadingkulon yaitu Maeta Fitria Widiyanti (32) berasal dari pelatihan di perkumpulan PKK pada akhir 2018. Pelatihan eco print diikuti oleh 20 orang peserta, tetapi yang memilih untuk membuka usaha eco print setelah pelatihan berjumlah 1 orang. Kendala ekonomi menyebabkan 19 peserta lainnya tidak melanjutkan untuk membuka usaha eco print. Menurut Metha, awalnya ia menawarkan diri untuk menjual daun yang dapat dengan mudah ditemukan di daerah sekitarnya. Daun seberat 3 kg dijual setiap hari dengan kisaran harga Rp 350.000,00 dan selama kurang lebih satu tahun. Kemudian, Metha masuk ke komunitas eco print, dari komunitas beliau ditawarkan untuk belajar lagi membuat eco print. Metha mengikuti pelatihan secara online dan mencoba untuk membuat eco print di rumah. Pertama kali mencoba dengan menggunakan kertas, lalu kulit, dan kain. Setelah dirasa bisa, Metha mulai di ajak untuk menjadi mentor eco print di Kalipare sampai sekarang. Kain yang digunakan dalam eco print merupakan serat alam, serta kertas yang digunakan yaitu kertas linen dan kertas semen. Bahan lain yang digunakan yaitu tawas, soda kue, cuka, serta air tunjung. Proses pembuatan eco print menggunakan kain memerlukan waktu dua minggu, tiga hari dengan menggunakan kertas, serta dari kulit membutuhkan waktu 1-2 bulan. Hasil eco print dapat digunakan menjadi baju, mukenah, masker, sepatu, dsb. Eco print yang menggunakan kertas dapat digunakan menjadi kardus maupun hiasan dinding. Dengan harga kain yang sudah di lakukan pemprosesan yaitu, kain biasa Rp 225.000,00-300.000,00/2 m, dan kain sutra Rp 1.500.000,00/2 m. Dari penuturan Metha, kesulitan dari usaha eco print yang dijalaninya yaitu pemasaran dan operasional. Oleh karena itu, mahasiswa KKNT-I UM 2021 yang berbasis “Green Chemistry”, melakukan pendampingan wirausaha kepada Metha selaku pelaku usaha eco print di Dusun Princi, Desa Gadingkulon pada Sabtu (27/6/2021). Pendampingan yang dilakukan yaitu pembuatan kemasan ramah lingkungan dengan memberdayakan pemuda desa yang putus sekolah. Ecoedupeneur packaging mentoar sebagai program pendampingan UMKM yang meliputi eco-friendly packaging, manajemen keuangan, pendampingan legalitas usaha, serta edukasi kepada anak-anak sekitar mengenai eco print dan lingkungan. Ecoedupeneur packaging mentoar yang berasal dari kata ecoedupeneur adalah sebuah entrepreneurship mengacu pada aktivitas usaha dengan kegiatan yang memberikan manfaat dan memberikan perhatian lebih dan khusus terhadap kelestarian lingkungan, kata packaging berarti pengemasan, serta kata mentoar yang merupakan nama brand yang diambil dari kata metha’s exotic eco print. Tanaman mintoar merupakan tanaman yang banyak ditemukan di Gadingkulon dan menjadi ciri khas dari eco print mentoar. Metha berharap untuk kedepannya anak-anak dan pemuda khususnya yang putus sekolah dan memiliki kreatifitas dapat membuat eco print dengan menggunakan kertas, kain, maupun kulit. Sehingga, kepedulian terhadap lingkungan akan tertanam sejak dini dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (HA)

Alifah4 menit