#Pengabdian Masyarakat

Saintek

KEMBANGKAN POTENSI SEKTOR WISATA DAN UMKM,KELOMPOK PMM 179 UMM MELAKUKAN DIGITALISASI PEMBUATAN WEBSITE DESA WRINGINANOM PONCOKUSUMO

Salah satu program kerja Kelompok PMM 179 (Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Malang yaitu melakukan digitalisasi dengan membuat website profil desa. Sehingga dapat membantu untuk penyampaian informasi bagi warga atau pengunjung yang berkaitan dengan desa akan lebih mudah mengaksesnya. Tampilan Website Pariwisata Desa Karena di Desa Wringianom memiliki potensi yang besar pada sector pariwisata dan UMKM. Dengan adanya pembuatan website profil desa diharapkan dapat  memberikan dampak positif berupa pengembangan pada sector tersebut. Sehingga pengunjung dan wisatawan dapat lebih mudah untuk mengeksplorasi suguhan yang ada di Desa. Tampilan Website UMKM Desa Pada website profil desa terdapat beberapa wisata yang tercantum yang berada di Desa Wringinanom, diantaranya River tubing yaitu kegiatan menyusuri sungai yang berarus arung jeram, namun dengan perbedaan menggunakan ban karet. Selain itu terdapat juga Agrowisata Petik Jeruk dimana para wisatawan tidak hanya memetik buah jeruk, namun juga pengunjung akan diberikan wawasan tentang edukasi pertanian jeruk. Pada website juga berisikan informasi tentang produk UMKM  yang dapat dibawah pulang sebagai oleh-oleh ketika berwisata di Desa Wringinanom. Terdapat beberapa jenis UMKM diantaranya kerajinan tas rajut,juga ada pengolahan eceng gondok menjadi sandal yang mempunyai niai kesenian. Selain itu terdapat produk UMKM berupa camilan dan jajanan seperti yogurt,es pensil,dan jamu.

Revandy Ahmad Fahrezi1022 menit
Pendidikan

Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Bagi Anak Panti Asuhan Ar-Rahman: Investasi dalam Kesehatan dan Pendidikan Oleh PMM Bhaktiku Negeri Kelompok 190

Panti asuhan merupakan tempat perlindungan bagi anak-anak panti asuhan yang kurang beruntung dalam hal dukungan keluarga. Mereka membutuhkan perhatian khusus dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan. Salah satu upaya penting dalam mendukung kesehatan anak-anak panti asuhan adalah dengan memperkenalkan mereka pada Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah menjadi fokus utama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dalam upaya meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak Panti Asuhan Ar-Rahman. Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa yang berdedikasi untuk memajukan anak panti asuhan melalui berbagai kegiatan, termasuk pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Gelombang 7 Kelompok 190 yang beranggotakan Tiara Aprilica, Nur Nadifah Ramadhani Rahadatul Aisy, Sri Amalia Wulandari, Khurin In Silvi Oktavia, dan Rosulia Wulanda yang berasal dari Prodi Farmasi yang dibimbing oleh Ibu Ika Rizki Anggraini, S.Kep, Ns.M.Kep. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini disambut dengan baik dan sangat antusias oleh anak Panti Asuhan Ar-Rahman, Desa Pisang Candi, Kec Sukun, Kota Malang yang dilaksanakan pada tanggal 12-15 Agustus 2023. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah konsep yang mendorong penggunaan tanaman herbal untuk merawat kesehatan keluarga. Tanaman tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, dengan banyak tanaman herbal yang tumbuh subur di berbagai daerah. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) mencakup berbagai aspek, mulai dari pengobatan hingga perawatan kulit, dan kini juga diperkenalkan sebagai upaya pencegahan penyakit. Pemanfaatan ini bukan hanya sebagai alternatif pengobatan, tetapi juga memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia. Program pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) oleh Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM bertujuan untuk mengajarkan anak-anak panti asuhan tentang pentingnya mengenal, menanam, dan menggunakan tanaman obat secara bijak. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesehatan mereka secara fisik, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang alam dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai langkah awal, mahasiswa memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan untuk mengenal berbagai macam tanaman obat yang tumbuh di sekitar mereka. Mereka mempelajari nama-nama tanaman, bagian-bagian tanaman yang digunakan, dan manfaat kesehatan yang dimilikinya. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak panti asuhan untuk menjelajahi alam dan mengembangkan keterampilan pengenalan tanaman. Setelah mengenal berbagai macam Tanaman Obat Keluarga (TOGA), anak-anak panti asuhan diajak untuk menanam tanaman-tanaman ini di lingkungan panti asuhan. Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bukan hanya pelajaran praktis tentang bercocok tanam, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kesabaran, dan kerja tim. Anak-anak panti asuhan belajar merawat tanaman, memberikan nutrisi yang diperlukan, dan memonitor pertumbuhannya. Berikut tanaman obat keluarga (TOGA) yang mahasiswa gunakan dalam kegiatan ini yaitu binahong, sambiloto, sambung nyawa, pecut kuda, pegagan, kemangi, basil, kitolod, inggu, dan oregano. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) karena tanaman tersebut memiliki khasiat yang sangat banyak. Salah satunya untuk menjaga kesehatan kulit, mengobati luka, dan meredakan sakit merupakan khasiat dari tanaman binahong. Sambiloto sering digunakana sebagai jamu atau suplemen yang dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan gejala flu. Tanaman sambung nyawa dapat meredakan peradangan, membantu lawan kanker, dan mengatasi diabetes dan kemandulan. Sedangkan tanaman pecut kuda dapat mengobati berbagai penyakit jenis penyakit, termasuk membantu menurunkan demam. Begitu juga tanaman pegagan dapat meningkatkan daya ingat, syaraf memori, mental dan stamina tubuh. Tanaman kemangi dan basil dapat mencegah infeksi, mencegah penyakit jantung, anti radang, antijamur, antibakteri, antioksidan, dan melawan radikal bebas. Tanaman kitolod digunakan untuk pengobatan mata, sakit gigi, dan asma. Tanaman inggu untuk menetralkan racun di tubuh dan meredakan kejang. Selain itu, tanaman oregano baik untuk detoksifikasi tubuh. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya menjadi proyek sekali waktu, ini adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan. Mahasiswa memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan tentang bagaimana mengolah dan menggunakan tanaman obat secara benar. Mereka mempelajari cara merawat tanaman obat dengan cara diberi pupuk tabur selama 2 minggu sekali. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam merawat kesehatan keluarga mereka. Manfaat Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Anak Panti Asuhan : a. Pendidikan Kesehatan: Anak-anak panti asuhan perlu mendapatkan pengetahuan kesehatan yang berharga yang akan membantu mereka sepanjang hidup. Mereka memahami cara merawat diri mereka sendiri dan keluarga mereka dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia. b. Pengembangan Keterampilan: Melalui program ini, anak-anak panti asuhan belajar keterampilan bertani, pengolahan dan penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat menjadi sumber penghidupan di masa depan. c. Pengembangan Karakter: Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga membantu dalam pengembangan karakter anak-anak panti asuhan. Mereka belajar tanggung jawab, kerja keras, dan rasa peduli terhadap alam. d. Pemahaman Lingkungan: Program ini meningkatkan pemahaman anak-anak panti asuhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem alam. e. Kemandirian: Melalui edukasi dan pelatihan, anak panti asuhan menjadi lebih mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan ringan. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan tanaman obat keluarga sebagai alternatif pengobatan. Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi anak-anak Panti Asuhan A-Rahman oleh Pengabdian Masyarakat Muhammadiyah (PMM) Bhaktiku Negeri Gelombang 7 Kelompok 190 adalah contoh nyata dari bagaimana organisasi masyarakat dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam hal kesehatan fisik, tetapi juga membekali anak-anak panti asuhan dengan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka menghadapi tantangan di masa depan. Melalui upaya ini, Mahasiswa membuktikan bahwa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bukan hanya solusi kesehatan, tetapi juga alat pemberdayaan yang kuat untuk anak-anak panti asuhan yang membutuhkan.

Nur Nadifah Ramadhani Rahadatul Aisy10 menit
Pendidikan

Pendampingan Pemasaran Produk Roti Jhon Auna di LKSA Robbani oleh Kelompok PMM 59 Gelombang 02 UMM

Malang 23 Agustus 2023. Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Universitas Muhammadiyah Malang dilaksanakan oleh Kelompok 59 gelombang 2 dengan tujuan melakukan pendampingan pemasaran dalam peningkatan penjualan produk Roti Jhon Auna. Pelaksanaan PMM ini dilakukan di LKSA Robbani Perumahan Jl Bumi Raya Blok BA, 41 Watu Gede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Mahasiswa dilaksanakan selama 31 hari yang dimulai pada tanggal 17 Juli sampai 18 Agustus dan didampingi oleh DPL yaitu bapak Dedik Fitra Suhermanto, S.IP.,M. Hub. Int. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) gelombang 2 tahun 2023 diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa ini dilakukan dengan pengenalan serta pendampingan dalam pemasaran produk Roti Jhon Auna. Seperti yang dikatehui, di era pasca pandemi banyak sekali perusahaan kecil ataupun menengah seperti UMKM bersaing ketat untuk meningkatkan penjualan produk mereka sendiri terutama di LKSA Robbani. Di LKSA Robbani terdapat beberapa produk unggulan, salah satunya produk Roti Jhon Auna yang dikelola oleh pihak LKSA Robbani sendiri dibawah naungan UMKM dengan nama Auna Bakery. Auna Bakery sendiri tidak hanya menjual roti jhon saja melainkan beberapa produk roti homemade lainnya yang dijamin sehat tanpa pengawet sehingga memiliki cita rasa yang unik dan penyimpanan yang tidak tahan lama. Kegiatan pertama yang kami lakukan yakni memaparkan beberapa materi penting terkait dalam peningkatan penjualan produk Roti Jhon Auna, salah satunya terkait market selling. Market selling itu sendiri merupakan proses mempromosikan dan penjualan suatu produk dengan suatu perencanaan supaya produk yang di jual menarik perhatian konsumen. Materi yang disampaikan berupa mengetahui tren pasar, analisis pesaing, rencana penjualan, promosi online dan offline, serta melakukan inovasi dan adaptasi terhadap keinginan pasar di era pasca pandemi. Selanjutnya, Kelompok 59 Gelombang 2 melakukan pembuatan roti Jhon dengan tujuan membuat foto dan video promosi untuk dijadikan bahan dalam langkah penjualan produk Roti Jhon Auna. Foto dan video promosi sangatlah penting sekali dikarenakan suatu produk akan memikat konsumen banyak apabila produk yang dijual terlihat fresh dan menarik. Setelah itu, Kelompok 59 Gelombang 2 membuat dan memperbarui beberapa market shop seperti pembuatan ShopeeFood, pembaruan GrabFood dan GoFood seperti penentuan harga baru, penggantian foto dan penambahan diskon. Selanjutnya, bersama pihak LKSA Robbani melakukan penjualan selama 5 hari dengan beberapa inovasi dan pembaruan yang diciptakan oleh kelompok 5 gelombang 2 dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan produk Roti Jhon Auna.  Pendampingan pemasaran produk roti jhon yang diadakan oleh mahasiswa PMM Universitas Muhammadiyah Malang ini diharapkan terus berjalan agar UMKM Auna Bakery terutama produk Roti Jhon Auna semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat. Artikel ini disusun oleh Kelompok PMM 59 Gelombang 2 Universitas Muhammadiyah Malang dengan anggota Kasmaran Hak, Zuhair Sufiyan Lisyanto, Habibi Yusuf, Almentari Dean Tama Rahardi, dan M. Imam Al-Fahri

kasmaran hak 4 menit
Saintek

EDUKASI HERBAL BERSAMA PMM UMM KELOMPOK 16 & ADIK – ADIK PANTI ASUHAN PUTRI ‘AISYIYAH DAU

Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa (PMM) menjadi program yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa UMM sebagai bentuk dharma bakti kepada masyarakat. PMM bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Seperti program edukasi herbal yang dilaksanakan oleh kelompok 16 gelombang 3 beranggotakan Della Ayu Cahya Ningrum, Nila Susantika, Anissa Rahmawati Paramudita, Amelia Nurfitria dan Risqi Eka Umi Wardani dengan Dosen Pembimbing Lapang Ibu Laela Hikmah Nurbatra, S.Pd.,M.A, M.EdLead.       Rempah - rempah Indonesia memiliki banyak manfaat terutama bidang kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Oleh karena itu, tim PMM UMM kelompok 16 berinisiatif untuk memberikan edukasi pemanfaatan tanaman herbal menjadi produk yang bisa digunakan sehari – hari seperti sabun batang dan hand sanitizer. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau dengan melibatkan 23 anak asuh yang mayoritas berada pada jenjang SD kelas 5 hingga SMA.     Tanaman herbal yang digunakan untuk pembuatan hand sanitizer sangat mudah ditemui di lingkungan sekitar. Tanaman tersebut adalah daun sirih dan jeruk nipis. Kandungan antibakteri yang ada pada 2 bahan tersebut bisa dimanfaatkan menjadi hand sanitizer. Proses pembuatannya cukup mudah dan bisa dilakukan dirumah yaitu daun sirih diambil ekstrak air rebusannya lalu ditambahkan dengan perasan air jeruk nipis kemudian disaring dan sudah dapat dikemas ke dalam botol spray. Namun perlu diketahui bersama, hand sanitizer ini hanya dapat bertahan kurang lebih 2 minggu saja dikarenakan tidak ditambahkan pengawet apapun.         Selain membuat hand sanitizer, tim PMM kelompok 16 bersama adik – adik Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau juga memanfaatkan rempah Temugiring menjadi sabun batang herbal. Temugiring memiliki kandungan Imunomodulator ( kurkuminoid, seskuiterpen, minyak atsiri, flavonoid ) yang berkhasiat untuk mencerahkan dan melembabkan kulit hingga anti aging. Bahan yang diperlukan untuk pembuatan sabun batang ini yaitu serbuk temugiring, NaOH, Aquadest, Coconut Oil, Palm Oil, Olive Oil, pewarna dan pewangi (Fragrance) Proses pembuatan sabun herbal ini membutuhkan waktu sekitar 1 minggu dalam proses pemadatan hingga siap dikemas dan digunakan      Selama berkegiatan adik – adik Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Dau fokus membantu setiap proses pembuatan hand sanitizer dan sabun padat yang dilakukan. Diharapkan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan pengalaman terkait pemanfaatan herbal

Della Ayu Cahya Ningrum4 menit
Pendidikan

"Pengabdian Masyarakat Mahasiswa FIKES UMM: Edukasi PHBS dan Pencegahan Diare pada Anak-anak di SDN Sumbersari 2 Malang"

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang ( Website : umm.ac.id ) dalam program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) yang diselenggarakan sejak 27 Juli hingga 28 Agustus 2023 di SDN Sumbersari 2, Kota Malang Kelompok 23 gelombang 5, dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Juwitasari, S.Kep., NS., M.S. Kegiatan ini berfokus untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam mencegah diare pada masa anak-anak. Anak usia dini memiliki kemampuan memori yang kuat sehingga pendidikan kesehatan yang diberikan saat usia dini akan berpeluang besar menjadi suatu kebiasaan sehat di tahapan kehidupan selanjutnya. Oleh karena itu, PMM Kelompok 23 gelombang 5 melakukan pendidikan kesehatan hidup bersih dan sehat dalam mencegah diare pada anak-anak kelas 2 SDN Sumbersari 2 dengan kegiatan dasar PHBS seperti menjaga kebersihan makanan dan minuman, dan melakukan cuci tangan 6 langkah secara berurutan. Dalam Kegiatan PMM ini, kelompok 23 juga mengajarkan bagaimana cara mencegah diare dengan 5 langkah yaitu cuci tangan dengan baik dan benar, makanan yang sehat dan bergizi, minuman bersih dan aman, hindari faktor pemicu seperti susu, dan vaksinasi diare seperti rotonavirus.   Selain mengajarkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencegah diare, mahasiswa PMM kelompok 23 gelombang 5 juga memberikan praktik perorangan bagi siswa dan siswi cara mencuci tangan 6 langkah, menyediakan sabun dan hand sanitizer, serta mengenalkan makanan sehat yang dapat di konsumsi oleh anak-anak. Agar program PMM yang dilaksanakan oleh kelompok 23 gelombang 5 dapat berjalan dengan efektif bukan hanya diberikan edukasi tetapi juga dilakukan pemasangan poster agar edukasi yang telah disampaikan dapat meningkatkan daya ingat siswa dan siswi, adapun poster yang dipasang mengenai cara mencuci tangan 6 langkah, dan cara mencegah diare.  

pmm duatiga1049 menit