
Panti asuhan merupakan tempat perlindungan bagi anak-anak panti asuhan yang kurang beruntung dalam hal dukungan keluarga. Mereka membutuhkan perhatian khusus dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan. Salah satu upaya penting dalam mendukung kesehatan anak-anak panti asuhan adalah dengan memperkenalkan mereka pada Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah menjadi fokus utama Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dalam upaya meningkatkan kesehatan dan pendidikan anak Panti Asuhan Ar-Rahman. Kegiatan ini merupakan inisiatif mahasiswa yang berdedikasi untuk memajukan anak panti asuhan melalui berbagai kegiatan, termasuk pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktiku Negeri Gelombang 7 Kelompok 190 yang beranggotakan Tiara Aprilica, Nur Nadifah Ramadhani Rahadatul Aisy, Sri Amalia Wulandari, Khurin In Silvi Oktavia, dan Rosulia Wulanda yang berasal dari Prodi Farmasi yang dibimbing oleh Ibu Ika Rizki Anggraini, S.Kep, Ns.M.Kep. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini disambut dengan baik dan sangat antusias oleh anak Panti Asuhan Ar-Rahman, Desa Pisang Candi, Kec Sukun, Kota Malang yang dilaksanakan pada tanggal 12-15 Agustus 2023.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah konsep yang mendorong penggunaan tanaman herbal untuk merawat kesehatan keluarga. Tanaman tersebut telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, dengan banyak tanaman herbal yang tumbuh subur di berbagai daerah. Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) mencakup berbagai aspek, mulai dari pengobatan hingga perawatan kulit, dan kini juga diperkenalkan sebagai upaya pencegahan penyakit. Pemanfaatan ini bukan hanya sebagai alternatif pengobatan, tetapi juga memiliki potensi untuk mengurangi ketergantungan pada obat-obatan kimia.
Program pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) oleh Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM bertujuan untuk mengajarkan anak-anak panti asuhan tentang pentingnya mengenal, menanam, dan menggunakan tanaman obat secara bijak. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesehatan mereka secara fisik, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih luas tentang alam dan keberlanjutan lingkungan.
Sebagai langkah awal, mahasiswa memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan untuk mengenal berbagai macam tanaman obat yang tumbuh di sekitar mereka. Mereka mempelajari nama-nama tanaman, bagian-bagian tanaman yang digunakan, dan manfaat kesehatan yang dimilikinya. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak-anak panti asuhan untuk menjelajahi alam dan mengembangkan keterampilan pengenalan tanaman.
Setelah mengenal berbagai macam Tanaman Obat Keluarga (TOGA), anak-anak panti asuhan diajak untuk menanam tanaman-tanaman ini di lingkungan panti asuhan. Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bukan hanya pelajaran praktis tentang bercocok tanam, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kesabaran, dan kerja tim. Anak-anak panti asuhan belajar merawat tanaman, memberikan nutrisi yang diperlukan, dan memonitor pertumbuhannya. Berikut tanaman obat keluarga (TOGA) yang mahasiswa gunakan dalam kegiatan ini yaitu binahong, sambiloto, sambung nyawa, pecut kuda, pegagan, kemangi, basil, kitolod, inggu, dan oregano.
Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) karena tanaman tersebut memiliki khasiat yang sangat banyak. Salah satunya untuk menjaga kesehatan kulit, mengobati luka, dan meredakan sakit merupakan khasiat dari tanaman binahong. Sambiloto sering digunakana sebagai jamu atau suplemen yang dapat menurunkan tekanan darah dan meringankan gejala flu. Tanaman sambung nyawa dapat meredakan peradangan, membantu lawan kanker, dan mengatasi diabetes dan kemandulan. Sedangkan tanaman pecut kuda dapat mengobati berbagai penyakit jenis penyakit, termasuk membantu menurunkan demam.
Begitu juga tanaman pegagan dapat meningkatkan daya ingat, syaraf memori, mental dan stamina tubuh. Tanaman kemangi dan basil dapat mencegah infeksi, mencegah penyakit jantung, anti radang, antijamur, antibakteri, antioksidan, dan melawan radikal bebas. Tanaman kitolod digunakan untuk pengobatan mata, sakit gigi, dan asma. Tanaman inggu untuk menetralkan racun di tubuh dan meredakan kejang. Selain itu, tanaman oregano baik untuk detoksifikasi tubuh.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tidak hanya menjadi proyek sekali waktu, ini adalah investasi jangka panjang dalam kesehatan. Mahasiswa memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan tentang bagaimana mengolah dan menggunakan tanaman obat secara benar. Mereka mempelajari cara merawat tanaman obat dengan cara diberi pupuk tabur selama 2 minggu sekali. Kegiatan ini memberikan pemahaman praktis tentang bagaimana Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dapat menjadi alternatif yang efektif dalam merawat kesehatan keluarga mereka.
Manfaat Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi Anak Panti Asuhan :
a. Pendidikan Kesehatan: Anak-anak panti asuhan perlu mendapatkan pengetahuan kesehatan yang berharga yang akan membantu mereka sepanjang hidup. Mereka memahami cara merawat diri mereka sendiri dan keluarga mereka dengan menggunakan sumber daya alam yang tersedia.
b. Pengembangan Keterampilan: Melalui program ini, anak-anak panti asuhan belajar keterampilan bertani, pengolahan dan penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dapat menjadi sumber penghidupan di masa depan.
c. Pengembangan Karakter: Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) juga membantu dalam pengembangan karakter anak-anak panti asuhan. Mereka belajar tanggung jawab, kerja keras, dan rasa peduli terhadap alam.
d. Pemahaman Lingkungan: Program ini meningkatkan pemahaman anak-anak panti asuhan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan ekosistem alam.
e. Kemandirian: Melalui edukasi dan pelatihan, anak panti asuhan menjadi lebih mandiri dalam mengatasi masalah kesehatan ringan. Mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menggunakan tanaman obat keluarga sebagai alternatif pengobatan.
Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi anak-anak Panti Asuhan A-Rahman oleh Pengabdian Masyarakat Muhammadiyah (PMM) Bhaktiku Negeri Gelombang 7 Kelompok 190 adalah contoh nyata dari bagaimana organisasi masyarakat dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung dalam hal kesehatan fisik, tetapi juga membekali anak-anak panti asuhan dengan pengetahuan dan keterampilan yang akan membantu mereka menghadapi tantangan di masa depan. Melalui upaya ini, Mahasiswa membuktikan bahwa Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bukan hanya solusi kesehatan, tetapi juga alat pemberdayaan yang kuat untuk anak-anak panti asuhan yang membutuhkan.
