#Ide Kreatif

Ekonomi

Pak Bagong, Perajin Batok Kelapa Asal Desa Samar Tulungagung

Tulungagung – Rabu (15/6), Sebanyak dua belas mahasiswa Universitas Negeri Malang berkesempatan mengunjungi perajin batok kelapa di Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler pada Semester Antara 2021/2022 Universitas Negeri Malang (UM) yang bertujuan untuk mengetahui rutinitas industri kerajinan yang selama ini digeluti warga Desa Samar.     Pak Suwarno atau yang lebih dikenal dengan Pak Bagong yang merupakan perajin batok kelapa, Pak Bagong menuturkan bahwa dirinya bekerja sendiri dengan jam kerja yang tak menentu setiap harinya. “Sehari bisa 6-7 set (kerajinan). Jam kerjanya ndak menentu, sih. Sesuai mood," ujarnya setengah tertawa ketika ditemui di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Samar.   Pak Bagong menyadari bahwa pekerjaannya mengalami kendala pada tenaga kerja, terlebih saat permintaan kerajinan meningkat, misalnya menjelang Idul fitri. "Kalau hari raya (Idulfitri), bisa sampai (mendapat) 50 pesanan," lanjutnya. Tetapi permintaan yang meingkat tersebut tidak berlangsung lama dikarenakan minat pasar selalu mengalai pasang-surut. Pada waktu-waktu tertentu bahkan hampir tak ada pesanan.     Pak Bagong mampu membuat kerajinan batok kelapa dalam berbagai bentuk antara lain pajangan rumah, toples camilan, gantungan kunci, pot bunga, peralatan makan, dan berbagai furniture lainnya. “Kalau ada contoh desainnya, seperti foto, gitu, tambah gampang dan cepet,” jelasnya. Harga yang ditawarkan Pak Bagong sangat terjangkau jika ditinjau dari kualitas produk yang diberikan. Untuk satu set toples camilan, Pak Bagong menjualnya seharga 120 ribu rupiah. Sementara itu, gantungan kunci dijual 2 ribu rupiah per buahnya. Namun, harga tersebut dapat berubah seiring permintaan atau kerumitan desain, dan jumlah pesanan.     Berdasarkan penuturan Pak Bagong, ia menjual hasil kerajinannya dari mulut ke mulut. Kemudian saat diberikan informasi mengenai kemungkinan keberhasilan pemasaran lewat online, Pak Bagong merasa antusias sekali, sebab Pak Bagong tidak begitu ahli dalam menggunakan situs jual beli online. “Kalau bisa dibantu (menjual via marketplace) seperti itu, akan bagus,” katanya. Mayoritas perajin di Desa Samar menggunakan strategi pemasaran “mulut-ke-mulut” untuk memperluas jangkauan pasar. Hal ini disebabkan warga desa kurang memiliki kemampuan pemasaran online. Padahal, pemasaran online melalui e-commerce dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan dengan pesat. Tidak hanya konsumen lokal Desa Samar ataupun Kabupaten Tulungagung, tetapi juga seluruh Indonesia dan ke manca negera.     Guna memaksimalkan pemasaran kerajianan batok kelapa, perlu adanya pertimbangan baik dari segi efektivitas, finansial dan yang lainnya. Jika kerajinan batok kelapa milik Pak Bagong dipasarkan melalui marketplace, hal yang perlu ia pertimbangkan adalah masa produksi. Hal ini dikarenakan waktu produksi tiap pesanan di marketplace, sebut saja Shopee, biasanya dibatasi selama 7 hingga 15 hari. Sedangkan, waktu pembentukan batok kelapa menjadi—sebut saja—toples camilan, memakan waktu yang cukup lama, mulai dari tahap mengukir sampai tahap finishing-nya, yakni memelitur.   Reporter: Yemima Thorchi dan Gina’ Ulkhair

Yemima Thorchi14 menit
Pendidikan

Bi'ah Lughowiyah : Mahasiswa PMM UMM Tahun 2022 Kelompok 52 Gelombang 04 Ciptakan Lingkungan Bahasa Arab di BA Baitul Makmur Dau

Malang (25/04) – Kampus Putih, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali mengadakan kegiatan PMM Bhaktimu Negeri atau biasa disebut dengan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Bhaktimu Negeri, pada bulan Maret-April. Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Maret 2022-23 April 2022 dengan pembagian dua kelompok, yakni kelompok 3 dan kelompok 4. Pada kegiatan kali ini, setiap gelombang memiliki pembagian kelompok sebanyak 98 kelompok dengan program kerja yang berbeda-beda. Kegiatan PMM ini merupakan kegiatan pengganti KKN (Kuliah Kerja Nyata), yang dicetuskan oleh Kampus Putih, UMM, saat pandemi sedang berlangsung.   Sebagaimana kelompok lainnya yang mencetuskan program kerjanya, mahasiswa PMM UMM Kelompok 52 Gelombang 4 pun mencetuskan program kerjaya, yakni program kerja “Bi’ah Lughowiyah”. Program kerja ini merupakan program kerja yang akan membangun lingkungan bahasa, yakni bahasa Arab, di BA Baitul Makmur Dau selama satu bulan ke depan. Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa Indonesia merupakan negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam. Selain itu, bahasa Arab merupakan bahasa internasional yang patut dipelajari selain bahasa Inggris. Oleh sebab itu, Mahasiswa PMM UMM Kelompok 52 Gelombang 4, yang seluruh anggota kelompoknya merupakan mahasaiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, mencetuskan program kerja "Bi’ah Lughowiyah”, dengan harapan agar bisa ikut andil dalam membantu mencerdaskan anak bangsa.   Pengajaran yang ada pada "Bi’ah Lughowiyah” diantaranya ialah membaca huruf hija'iyah atau mengaji, hafalan doa-doa harian seperti doa sebelum-sesudah makan, doa masuk-keluar kamar mandi, doa berbuka puasa, doa-doa sholat, surat-surat pendek, serta beberapa kosakata bahasa Arab, seperti angka, masjid, laptop, dan telefon. Pengajaran ini dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya menyanyi, menirukan, menggambar, dan mewarnai.    “Meski penerapan lingkungan bahasa ini masih sederhana, seperti mengaji, beberapa doa harian, beberapa surat pendek, serta beberapa kosakata bahasa Arab, mengingat kami mengajar di Bustanul Athfal Baitul Makmur, setidaknya mereka telah mempelajari bahasa Arab sejak dini sehingga kedepannya, di masa depan, mereka dapat meneruskan pembelajarannya secara lebih mendalam, sesuai dengan tingkatan usia mereka. Adapun kegiatan PMM kami yang berjalan kurang lebih selama sebulan ini, alhamdulillah telah berjalan dengan baik dan lancar”, ujar Yovesa, salah satu anggota kelompok.

Armisieo Yovesa4 menit
Pendidikan

BA Baitul Makmur Menjadi Tuan Rumah PMM Kelompok 52 Gelombang 04 Tahun 2022

Malang (25/04) – Program Pengabdian Masyarakat oleh Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 52 gelombang 04 berupaya meningkatkan minat belajar siswa BA Baitul Makmur, Dau Pada Masa Pandemi, terlebih minat belajar terhadap bahasa Arab. Kegiatan ini dilaksanakan di BA Baitul Makmur, Dau, Malang pada tanggal 23 Maret 2022-23 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara online oleh Ibu Indri Wahyuningsih, S.Kep., Ns., M.Kep. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 52 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencangkup program pembelajaran bahasa Arab yang dikemas semenarik mungkin, diantaranya : pemberian kosakata bahasa Arab melalui kolase, menggambar dan menyanyi, menghafal surat-surat pendek dan doa-doa harian, penayangan kartun Tokoh Islam, serta pengadaan lomba hafalan doa harian juga surat pendek. Program kerja ini diharapkan dapat meningkatkan minat berlajar siswa BA Baitul Makmur, Dau, di masa pandemic ini, terlebih minat dalam belajar bahasa Arab.   Sebelum pelaksanaan program, siswa BA Baitul Makmur, Dau, diberikan sosialisasi terkait jalannya program yang akan dilaksanakan secara garis besar oleh Tim PMM UMM 52. Program pemberian kosakata bahasa Arab melalui kolase, menggambar dan menyanyi merupakan program yang berpengaruh paling besar dalam memicu minat siswa BA Baitul Makmur terhadap belajar bahasa Arab. Selain itu, penayangan kartun Tokoh Islam juga berperan sebagai pemicu minat belajar kedua setelah kolase, menggambar dan menyanyi. Hal ini disebabkan oleh tingkatan usia siswa BA Baitul Makmur, Dau, yang berada pada fase ingin belajar dengan santai dan condong kepada permainan.   Pada program menghafal surat-surat pendek dan doa harian, siswa BA Baitul Makmur, Dau, cenderung agak bosan. Hal ini disebabkan juga oleh tingkatan usia mereka yang menganggap bahwa menghafal sesuatu secara serius itu sangatlah membosankan. Mereka lebih menyukai kegiatan bermain, seperti menyanyi dan menggambar, sehingga pada program hafalan surat-surat pendek dan doa harian, hanya seddikit siswa yang mau hafalan, juga banyak dari mereka yang kurang hafal secara mandiri, harus diberikan stimulasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke ayat atau doa selanjutnya.   Berdasarkan kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang dilakukan oleh kelompok 52 gelombang 04 ini, dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran yang paling efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa BA Baitul Makmur, Dau, pada masa pandemi ini ialah kolase, menggambar dan menyanyi. Selain itu, program unggulan PMM kelompok 52 gelombang 04 ini diterima dengan sangat baik oleh guru-guru BA Baitul Makmur, Dau. 

Armisieo Yovesa3 menit
Motivasi

Gandeng PMM 98 UMM, LAZ YASA Malang Santuni 2000 Anak Yatim

Malang (19/4)   -  Ramadhan menjadi bulan yang paling berkah diantara sebelas bulan lainnya. Bulan yang paling diridukan bagi kaum muslim di dunia. Para salafus shalih juga menggambarkan bulan puasa ialah waktu yang tepat untuk memperbanyak amal sholih. Mengapa demikian, karena Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang melakukan kebajikan khusus dibulan ramadhan. Dalam rangka memeriahkan bulan ramadhan, tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gelombang 3 Kelompok 98 yang dibimbing oleh  I’anatut Thoifah, M.Pd.I bekerja sama dengan LAZ YASA Malang dalam menyukseskan paket baju lebaran untuk 2000 anak yatim di Kota Malang. Pembelian paket baju lebaran yatim kita lakukan di salah satu outlet brand busana muslim yakni Rabbani yang berlokasi di Jl. Letjend S. Parman No.42B, Purwantoro, Kec. Blimbing, Kota Malang     Program santunan ini berfokus pada anak yatim mulai usia 5th - 15th. Untuk tempat penyalurannya, terdapat di 3 titik kecarmatan kota dan 5 daerah kabupaten. Yakni, lowokwaru, klojen, sukun, kedungkandang, blimbing, singosari, karangploso, batu, dau, wajak. Untuk baju yang dibelanjakan ialah baju untuk menyambut Hari Raya Iedul Fitri. Dimana biasanya, adat dari negara kita di Indonesia menuntut kita untuk berpakaian baru. Sehingga ini sangat membatu bagi anak-anak yang sudah kehilangan sosok ayah dalam hidupnya. Sungguh ini merupakan program yang sangat luar biasa, dan patut untuk ditiru dan diapresiasikan. Pak Suhaimi, S.T selaku staf pendistribusian dan pemberdayaan LAZ YASA Malang menjelaskan tujuan dari program ini ialah untuk membahagian anak yatim, sehingga dengan tujuan tersebut pahala para donatur juga ikut mengalir ketika baju tsb digunakan. Karena bahagia mereka juga bahagia kita.  

Lutfiatunnisa Alkayyis3 menit
Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Menerapakan Sistem Tematik dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Malang (16/4) - Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04 berupaya meningkatkan pembelajaran bahasa Arab dengan sistem tematik. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Desa Sumbersekar, Kec. Dau, Kab. Malang pada tanggal 12 April – 15 April 2022. Program pengabdian ini dibimbing secara langsung oleh Bapak Nafik Muthohirin, S.Pd.I., MA, Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 54 gelombang 04.   Program kerja yang dilaksanakan mencakup beberapa pembelajaran bahasa Arab yang dikemas dalam satu tema, diantaranya; Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi), pembelajaran kata-kata mutiara bahasa Arab (Mahfudzot), pemberian kosa kata bahasa Arab (Mufrodhat) berbasis game dan pelatihan pidato (Khitobah). Dalam kegiatan ini Tim PMM UMM 54 memberikan sedikit edukasi kepada santriwan dan satriwati TPQ terkait sistem pembelajaran ini.   Pada pembelajaran Menyanyi bahasa Arab (Ghina Arobi) ini, sangat berpengaruh terhadap keaktifan dan semangat belajar santriwan dan santriwati. Lagu bahasa Arab yang kami ajarkan juga disertai dengan terjemahan, hal ini bertujuan agar mereka dapat memahami serta dapat menambah kosa kata bahasa Arab (mufrodhat) baru melalui lirik yang telah dinyanyikan. Dikarenakan sebelumnya mereka belum pernah mendapat materi bernyanyi bahasa Arab maka sekalinya mereka mendapatkan materi tersebut, antusias mereka sangatlah terlihat. Sehingga mereka lebih cepat hafal dan sangat enjoy dalam bernyanyi. Selanjutnya pada pembelajaran mahfudzot, kami memberikan materi mengenai kata-kata mutiara bahasa Arab (mahfudzot) sederhana yang dapat diterapkan dalam sehari-hari, seperti; Man Jadda Wa Jada (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka akan mendapat), Man Shabara Zhafira (barang siapa yang bersabar maka akan beruntung), Annadhofatu Minal Iman (kebersihan adalah sebagian daripada iman).   Adapun pada materi kosa kata bahasa Arab (murodhat) yang dikemas dengan permainan “Ular Naga Panjang” ini diterapkan guna mempermudah penghafalan kosa kata bahasa Arab pada santriwan dan satriwati TPQ. Mulanya, santriwan-santriwati diberikan materi terlebih dahulu, kemudian dibaca secara ulang-ulang sampai hafal dan diaplikasikan dengan permainan “Ular Naga Panjang”. Sistem permainannya diawali dengan santriwan-santriwati yang berbaris satu banjar kebelakang kemudian terdapat dua orang dari anggota PMM kami yang bertugas untuk menangkap naga (santriwan dan santriwati) secara random. Pada saat salah satu tertangkap, disitulah kakak-kakak memberikan tebakan mengenai mufrodhat yang telah dihafalkan tadi. Hal ini terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan ekspektasi kami sebelumnya. Santriwan-santriwati juga terlihat sangat menikmati permainannya dan tanpa disadari bahwa mereka telah melaksanakan pembelajaran yang dikemas dengan permainan.   Kemudian yang tidak kalah pentingnya kami juga memberikan pembelajaran mengenai pidato (Khitobah). Mengapa harus pidato? Karena didalamnya mengandung banyak aspek yang sangat penting dan sebisa mungkin harus diterapkan dalam diri mereka, diantaranya; keberanian, kreatifitas dan public speaking. Tiga aspek  tersebut tidak dapat kita sepelehkan begitu saja, karena jika tidak dimulai dari sekarang maka selamanya tidak dapat berkembang dengan baik. Oleh karena itu, kami berusaha semaksimal mungkin dengan pengalaman dan ilmu yang kita punya untuk membantu santriwan dan santriwati dalam belajar berpidato yang baik. Dapat disimpulkan bahwasannya sistem pembelajaran tematik ini dapat berjalan dengan baik dan diterima oleh ustdaz-ustadzah serta santriwan-santriwati TPQ MIFTAKHUL JANNAH, Sumbersekar, Dau.

Masykuriyah Khamidah4 menit