#Ide Kreatif

Pendidikan

Mahasiswa PMM UMM Memberikan Wadah Untuk Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Ar Ridlwan Kota Batu

Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa atau PMM merupakan sebuah program dari kampus Universitas Muhammadiyah Malang yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk melakukan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat. Hal tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa PMM kelompok 90 untuk melakukan kegiatan “Pendampingan Pembelajaran dan Melatih Kreativitas Anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan” selama satu bulan di salah satu panti asuhan Kota Batu. Kegiatan yang disusun oleh mahasiswa memfokuskan pada program pembelajaran serta mengembangkan kreativitas anak.    Mahasiswa PMM Kelompok 90 Gelombang 13 Universitas Muhammadiyah Malang mengadakan kegiatan Creativity Day yang diselenggarakan di Panti Asuhan Ar Ridlwan Batu pada Sabtu (11/2). Creativity Day merupakan serangkaian kegiatan dari mahasiswa UMM yang melakukan pengabdian pada masyarakat di Desa Junrejo, Kota Batu. Acara ini merupakan kerjasama antara Panti Asuhan Ar Ridlwan dengan mahasiswa PMM UMM untuk mengisi waktu luang anak-anak di Panti. Antusiasme dalam acara ini sangat tinggi, sebanyak 20 anak yang duduk dibangku kelas 1-3 SMP berpartisipasi.    Dalam kegiatan ini peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 orang. Peserta diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk menuangkan kreativitasnya dalam pot bunga yang dijadikan sebagai kanvas melukis. Gambar yang dilukiskan sangat beragam, diantaranya pemandangan, taman bunga, hewan, hingga melukis gambar galaksi. Kegiatan ini disambut positif oleh pihak panti asuhan. Menurut pihak panti kegiatan melukis ini merupakan salah satu cara supaya anak-anak tidak bosan ketika sedang libur sekolah. “Kegiatan ini bagus dilakukan, anak-anak bisa mengisi waktu luang mereka supaya tidak bosan saat mereka libur sekolah” jelas Ulya selaku pengurus Panti Asuhan Ar Ridlwan.   “Kegiatan Creativity Day ini kami lakukan dalam rangka mengisi waktu luang anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan dan juga kami ingin menyiapkan wadah untuk menuangkan kreativitas anak-anak dalam bidang seni sehingga diharapkan mereka bisa menyalurkan bakatnya melalui kegiatan ini” ujar Mario Rizky, ketua PMM Bhaktiku Negeri kelompok 90.   Di akhir kegiatan acara ini, panitia memilih 3 hasil karya terbaik dari para peserta yang telah dinilai. Selain menjadi wadah kreativitas anak-anak Panti Asuhan Ar Ridlwan, diharapkan kegiatan ini juga dapat menjadi media untuk melatih kerjasama dan rasa menghargai satu sama lain.  

Kurnia Fadillah3 menit
Pendidikan

Pemanfaatan Sudut Kelas untuk Pojok Baca Bersama PMM UMM

Malang - Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) salah satu program untuk mahasiswa dalam memberikan kegiatan positif bagi masyarakat, PMM juga bertujuan sebagai hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Adapun kelompok 69 gelombang 13 yang dibimbing ibu dosen Evi Dwi Wahyuni, S.Kom., M.Kom dengan beranggotakan Ummi Kulsum, Ade Ananda, Siti Fika Maidina Pujiwati, Indira Septy Handayani, dan Zulfa Mufidah Az Zahra dari prodi Ilmu Komunikasi memberikan program kerja berupa "Kreasi Pojok Baca" di kelas 7 SMP muhammadiyah 06 Dau.    Pemberian akses baca dalam kelas sebelum telah berdiskusi dengan Bapak Dadang Sukmanto selaku waka kesiswaan SMP Muhammadiyah Dau. Dengan izin beliau, anggota PMM menjalankan program kerja pojok baca di kelas 7a, 7b, dan 7c. Pemanfaatan sudut kelas untuk pojok baca diadakan sebagai pojok ilmu dan tempat siswa untuk berkarya. Selain untuk meningkatkan kegemaran akan membaca, pojok baca juga kami maksudkan melatih siswa untuk saling membantu dan bekerja sama antar tim.    Proses pembuatan pojok baca dilakukan dengan membagi beberapa tim yang terdiri dari tim menggambar, memotong kertas, menempel, dan sebagian membantu anggota PMM memasang rak di dinding. Siswa dibebaskan untuk berkreasi, sehingga desain pojok baca di setiap kelas 7 berbeda. Suasana kelas sangat menyenangkan tatkala anggota PMM hendak membagi tim,  mereka bersemangat dan mengacungkan tangan untuk masuk ke tim-tim tersebut.     "kami berharap adanya pojok baca ini, siswa menjadi lebih gemar membaca dan pojok baca bisa bermanfaat kedepannya untuk mereka" ujar Ummi Kulsum, koordinator kelompok PMM. Berkat antusias dari para siswa, proses pembuatan pojok baca berjalan dengan lancar dan menyenangkan. 

Zulfa Mufidah Az2 menit
Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) : Langkah Awal Kebermanfaatan bersama Penerima Manfaat Beasiswa Bakti Nusa.

"Kalau Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya serta memiliki sebuah tujuan dan tidak main-main, lalu kenapa kita leha-leha dan terserah apa kata dunia?” - M Adnan Fatron   Berbicara mengenai Future Leader Challenge (FLC) yang merupakan sebuah rangkaian orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA sebanyak 50 orang yang terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia, FLC dilakukan secara hybrid (daring melalui zoom meeting pada tanggal 21-22 Januari 2023 dan luring yang bertempat di kota solo pada tanggal 27-29 Januari 2023). Agenda utama FLC ini yaitu pelatihan orientasi program, public event, penandatanganan akad, leadership sharing, dan team building.   Alhamdulillah, dengan menjadi salah satu dari 50 orang Penerima Manfaat (PM) terpilih dengan latar belakang kepemimpinan yang berbeda-beda, membuat aku mendapatkan banyak pelajaran di setiap kegiatan orientasi FLC yang menjadi langkah awal kebermanfaatan selanjutnya. Tema FLC kali ini yaitu “We Create, Build, and Preserve” yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. “We Create” berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari PM BAKTI NUSA angkatan 12. “We Build” berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. “We Preserve”, berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something safe or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya, dan cita-cita luhur bangsa ini. FLC 2023 berfokus pada penciptaan inovasi pembaharuan untuk memberikan solusi pada permasalahan sosial sesuai dengan zamannya secara terbuka dan progresif berdasarkan jalan kepemimpinan masing-masing Penerima Manfaat BAKTI NUSA. Hal ini sesuai dengan hadits bukhari & muslim yang berbunyi :   الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan satu bangunan, satu dengan yang lainnya saling mengokohkan.’ Kemudian beliau menganyam jari-jemarinya.” [HR. Al Bukhari & Muslim. Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu]   Profil utama yang ingin diharapkan berada pada diri setiap penerima PM adalah pemimpin yang Berintegritas, Cendekia, Transformatif, dan Melayani Masyarakat. Pada FLC daring, profil tersebut disampaikan melalui Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif yang menghadirkan pemateri yang luar biasa. Salah satu materi yang aku highlight yaitu materi kedua “Young and The Future of Zakat Movement” yang disampaikan oleh bapak Bambang Suherman yang merupakan (Ketua Umum FOZ), Beliau menyampaikan bahwasannya seorang pemuda adalah masa depan dari gerakan kebaikan yang ada, produktivitas dari diri pemuda dapat dilihat dari kehadiran nya pada setiap kebaikan serta gerakan yang akan dibuat juga ajakan untuk terus berbuat kebaikan pada sekitar, “Selalu sediakan hati kita untuk peduli kepada sesama, gunakan semua kompetensi, ruang kendali dan ruang pengaruh kita untuk itu” - Bambang Suherman.    Hari kedua adalah Public Event “Walk The Talk” yang terbuka untuk umum, dengan menghadirkan 3 pemateri yaitu pak Aminum Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional), mas Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G) dan pak Muhammad Syafi’ie (Kepala LPI_dd 2017-2022), diskusi yang terbangun sangat menarik dan mendapatkan banyak insight positif dari setiap jawaban yang dilontarkan, seperti saat ditanya tentang “Menjadi berdampak itu seperti apa?” pak amin menjawab, berdampak itu dapat terlihat dari kebermanfaat yang kamu dapat hasilkan dalam lingkungan rumahmu terlebih dahulu, dan menjadi berdampak maka kamu harus bisa menciptakan sebuah inovasi dan menjadi seorang visioner yang dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat orang lain (peluang kebermanfaatan). Pesan dari kak Adhika untuk kita yaitu “Just do good, rezeki ikut” dan temukan Reason we build dari diri kalian masing-masing. Pak Syafi’ie juga memberikan kita tips agar bisa mengelola waktu lebih baik lagi dengan menjadikan kita sebagai subjek bukan objek, dengan menjadikan diri kita sebagai subjek maka kita bisa mengelola semua waktu itu sesuai dengan jadwal kita.   Saat FLC luring kita para PM dari seluruh indonesia menginap di asrama haji Boyolali, Solo. Asrama haji inilah yang menjadi saksi dari keretakan ukhuwah/persaudaraan, kerekatan dengan Allah dan semangat pada pemuda untuk menjadi bermanfaat, banyak kejadian yang bisa diceritakan saat FLC luring ini salah satunya aku yang tergabung pada kelompok 10 bersama teman-teman yang berasal dari solo yaitu (Hasna), makassar (Faudzul), palembang (Rahma) dan padang (Habibie) yang di fasilitatori oleh kak poppy sebagai fasil dari BA 11, mencoba berbagi cerita dan menyelesaikan misi yang ditugaskan para panitia.     Kejadian tak terlupakan adalah saat hari pertama FLC, kita diwajibkan untuk bangun jam 3 pagi dan melakukan sholat tahajud bersama di masjid kompleks asrama haji, dengan suasana yang masih dingin kita berbondong-bondong menuju masjid, sholat tahajud yang biasanya hanya 10-20 menit, yang biasanya setelah tahajud kita membaca al-quran sambil menunggu adzan subuh dan yang biasanya imam hanya membaca setengah halaman atau surat dari juz 30, kini agak berbeda kita sholat tahajud 1,5 jam lebih sampai mendekati adzan subuh,  masyaallah sekali, semoga keberkahan selalu menyelimuti kita semua.    Di malam puncak, juga ada penampilan dari setiap regional yang membawakan khas budayanya masing-masing, seperti pada regional palembang membawakan tarian khas pada palembang yang menggambarkan kecantikan dari perempuan-perempuan palembang, dengan pakaian dan aksesoris yang digunakan mendukung tarian seakan-akan kita berada di palembang langsung. kemudian ada penampilan dari regional malang yaitu penampilan drama musikal yang mengangkat isu tragedi kanjuruhan dan memperkenalkan tarian topeng serta bahasa walean yang menjadi ciri khas dari kota malang.  dan masih banyak lagi penampilan-penampilan khas budaya masing-masing regional yang patut kita acungkan jempol dan perlu kita cari tahu secara mendalam filosofi dan sejarah budaya indonesia tersebut, agar terus lestari dan bisa kita wariskan pada anak cucu kita kelak.   Hari terakhir kita diajak untuk menelusuri bangunan-bangunan bersejarah kota solo, yang mana setiap kelompok memiliki jalur destinasi nya masing-masing, dan kelompok ku kelompok 10 mendapatkan jalur destinasi ke pasar keris&cinderamata-pasar klewer-keraton kasunanan. Banyak hal-hal menarik yang bisa aku simpulkan dari kegiatan, yang awalnya kita hanya diberikan bekal uang sebanyak 50.000 rupiah harus mengunjungi 3 tempat tersebut, yang mana kalau di hitung uang tersebut gak akan cukup jika kita memakai gojek online (khas anak muda). Dengan berbekal kerjasama dengan kelompok lain, kita mencoba untuk menumpang pada kendaraan-kendaraan yang lewat di setiap jalan. ahaha kalau di ingat-ingat bikin takjub karena sebagian orang udah pesimis gak bakal ada yang bantu, karena daerah ini adalah daerah minim begituan.    Tapi dengan tekat, usaha dan keberuntungan akhirnya kita coba meminta tolong dengan khas tangan jempol, alhamdulillah ada 2 pengemudi pick-up yang mau menampung kita, pengemudi pick-up pertama mengantarkan kita ke pemberhentian BST (Bus Solo Trans) yang nantinya sesuai arahan, BST tersebut akan mengantarkan kita ke titik pertama yaitu pasar keris&cinderamata, tapi karena ada beberapa teman kelompokku yang tidak mempunyai e-money sehingga kita mencoba keberuntungan lagi dengan menyetop pick-up, alhamdulillah ada yang mau bantuin, seorang pengemudi yang sedang mengantarkan tempe ke distributor membantu kita, usut punya usut ternyata bapak pengemudinya adalah seorang relawan juga yang tahu bagaimana susahnya mencari tumpangan.    Memang benar ya, kadang kita cuma harus terus optimis dan mengusir pikiran-pikiran negatif akan ketidakmungkinan sesuatu itu terjadi, masih banyak orang baik di luaran sana, kita hanya perlu husnudzan dan mencoba untuk mencari orang baik itu lalu kemudian kebaikan yang ditularkan itu kita implementasikan nanti.   Lanjut setelah di titik pertama kita bertemu dengan panitia dan diberi tugas untuk mewawancarai salah satu pedagang dan mengulik sejarah dari pasar ini, dari sini aku banyak menemukan keindahannya dari seorang kakek yang berumur 85 tahun. lanjut ke titik kedua yaitu pasar klewer (namanya unik banget) karena jarak yang lumayan dekat kelompok kita memutuskan untuk jalan kaki ke titik tersebut, sekalian olahraga. Disini kita dikasih tugas untuk menjalankan projek sosial yang sudah kelompok kita susun yaitu “pohon harapan untuk indonesia”, di sini projek nya lebih kearah edukasi apa sih harapan warna buat indonesia, apalagi di tahun ini adalah tahun politik yang mana adalah tahun pergantian presiden indonesia.    Titik terakhir yaitu Keraton Kasunanan, di titik ini kita diperlihatkan tempat keraton solo, dan alhamdulillah karena waktu yang sudah menunjukkan pergantian petugas, kita di kasih tontonan bagaimana bapak-bapak penjaga keraton melakukan pergantian tugas kepada petugas yang lainnya, ahh indah banget. Hikmah yang dapat aku diambil dari perjalan expedisi ini adalah “kadang kita acuh tak acuh pada sekitar, coba renungkan sambil jalan-jalan menggunakan kaki mu sendiri dan tatap setiap jengkal perjalananmu dari titik satu ketitik lain, lihat perbedaannya, keajaiban itu pasti ada”   Kata penutup untuk FLC 2023, keren bangett, dan makasih sudah membuat aku belajar banyak. Mari kita renungkan jargon BA 12 yang kita bikin yaitu "Pemuda bermartabat, Membantu Ummat", sebuah jargon yang memiliki makna mendalam, sebuah tugas penting untuk menjadi pembantu dari “Ummat” atau peradaban ini yang mana semua itu ada di pundak kita bersama seorang “Pemuda Bermartabat”.  Semangatt ya untuk kita semua, BA 12. yeyyy 

Aida Fitria Safira11 menit
Motivasi

Future Leader Challenge 2023, Pencetak Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Berdaya, dan Bermartabat

“Future Leader Challenge 2023, Pencetak Pemimpin Masa Depan Bangsa yang Berdaya, dan Bermartabat”   FLC atau Future Leader Challenge (FLC) tahun 2023 telah dilaksanakan pada tanggal 21-22  secara daring, dan 27-29 Januari 2023 secara luring di Kota Solo. Acara ini diselenggarakan oleh BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivitas Nusantara) yang diinisiasi oleh LPI DD (Lembaga Pendidikan Insani-Dompet Dhuafa). Sebanyak 50 aktivis nusantara pilihan yang telah melalui serangkaian berbagai macam proses seleksi kelulusan, diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan FLC. BAKTI NUSA 2023 kali ini sudah memasuki Angkatan ke 12, terdiri dari 14 kampus ternama di Indonesia (USU, UNAND, UNSRI, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNS, UGM, ITS, UNAIR, UB, UNHAS, dan UNUD). FLC sebagai rangkaian yang wajib diikuti oleh 50 CPM (calon penerima manfaat) BAKTI NUSA bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai, program-program yang berkelanjutan selama setahun kedepan, sekaligus pengukuhan sebagai calon awardee BAKTI NUSA yang lolos dalam seleksi nasional.   “We Create, Build, and Preserve” menjadi tema besar dalam agenda BAKTI NUSA 2023 kali ini. Maksud dari tema tersebut adalah agar para penerima manfaat BAKTI NUSA menjadi sosok pemimpin yang inovatif dalam berpikir, serta memiliki semangat untuk membangun Indonesia  dengan karya yang beorientasi pada kolaborasi yang berkelanjutan. Tema tersebut diwujudkan dalam acara Seminar, Talkshow dan Diskusi yang interaktif  dan menginspirasi selama agenda FLC berlangsung. Pada hari pertama rangkaian daring, para CPM disambut oleh Pak Bayu Candra Winata selaku Head of Rumah Pembaharu LPI DD yang memberikan pesan bahwa “Join di Bakti NUSA itu harus have fun menikmati prosesnya, tau tujuannya, serta start with why harus mengetahui alasan mengapa bergabung di BAKTI NUSA.” Nilai kebaikan dan kebermanfaatan menjadi fokusan yang di highlight oleh Pak Bayu.   Materi kedua, disampaikan oleh Pak Mulyadi Saputra (Kepala LPI DD) memberikan semangat dan motivasi bahwa BAKTI NUSA dijadikan sebagai rumah bersama untuk betumbuh, berkembang, dan berproses menjadi manusia yang bermanfaat, serta masalah krisis kepemimpinan yang terjadi di saat ini harus dituntaskan, agar tetap berada on track menuju target pemerintah yakni “Generasi EMAS 2045”. “Perjuangan di Bakti Nusa diniatkan untuk beribadah agar berkah, Insya Allah pertolongan dari Allah SWT akan datang menghampiri kita, dengan catatan bahwa ibadah kita harus benar dan berkualitas” merupakan pesan dari Ustadz Herman Budianto selaku General Manager Budaya dan Pendidikan Dompet Dhuafa) di materi ketiga.   Pengenalan dari Milestone Dompet Dhuafa juga tak luput dikenalkan, oleh Pak Dian Mulyadi (General Manager Communication and Corporate Secretary Dompet Dhuafa) yang menjelaskan bahwa ternyata telah berkontribusi untuk Indonesia sejak  tahun 1993 dan memiliki nilai INSPIRE (Inpirasi, Sinergi, Profesional, Inovatif, dan Representatif). Materi kelima membahas mengenai produktifitas pemuda di kampus para masa kontemporer saat ini, serta ada 4 domain yang harus dikusai saat masih berkuliah yakni (Akademis, Leadership, Sosial dan Religiusitas) dan telah dibahas tuntas oleh Pak Bambang Suherman (Ketua Forum Zakat).                 Pak Adnan Fatron (Founder & CEO Muda Insoiratif Consulting) menjadi pemateri terakhir yang memberikan insight dan tutorial singkat mengenai membangun masa depan melalui lifeplan. Sebagai CPM Bakti Nusa disuguhkan data yang cukup miris mengenai fakta pemuda zaman saat ini yang banyak sibuk tetapi tidak produktif, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat. Kini, sedang memasuki fase “Abundance Era” yang mana fase ini sangat dibutuhkan cepat, mudah, dan murah dalam menjalani kehidupan. Generasi yang medioker(menengah) , akan kalah dengan generasi yang runner yang dengan cepat beradaptasi, dan memiliki perbedaan dari orang rata-rata. Kunci dari generasi runner adalah dia yang bisa mengetahui kemampuan, kesempatan, serta kemauan yang dimiliki secara seimbang (work life balance).   Hari kedua, ada Aminudin AminAdhika Widya, M. Syafi’ie El Bantani yang berkonsep talkshow untuk membahas bagaimana budaya dan proses bekerja di corporate, NGO, dan Pemerintahan agar sebagai mahasiswa bisa mempersiapkan nantinya saat dunia pasca kampus. Materi penutup daring yang bertema “Get Inspired” oleh Mas Adi dan Teh Wulan sebagai pasangan yang menikah sesame alumni Bakti Nusa Angkatan 7. Value yang paling ditekankan saat sesi talkshow adalah untuk menyiapkan kepemimpinan jangka Panjang, yakni dari segi ruhiyah, maliyah, fikriyah, dan jasadiyah. Apalagi, ketika sudah tidak di kampus kembali maka tetap perlu untuk berperan dengan menikmati, memakismalkan, serta berbagi dengan yang lainnya.   Saat agenda luring di tanggal 27-29 Januari 2023, CPM Bakti Nusa menginap di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Selama 3 hari di solo, para CPM yang berjumlah 50 orang bertemu, berkenalan, dan berdiskusi mengenai background CPM, mulai dari aktivis, prestatif, dan aktif mengelola komunitas atau kegiatan di kampusnya. Acara yang paling menimbulkan banyak antusiasme dari peserta saat luring adalah adanya adanya pentas budaya dari seluruh Indonesia yang menampilkan kearifan lokal dari masing-masing daerah, forum aktivis (memilih ketua angkatan) yang sangat dinamis saat berdiskusi karena berbeda pendapat, serta challenge untuk menemukan kotak rahasia dari panitia dengan cara mengelilingi Kota Solo menggunakan BST (Bus Solo Trans) sekaligus penutupan di Keraton Kasunanan Surakarta.   Harapannya, dari adanya program FLC ini adalah agar para pemuda aktivis nusantara yang berasal dari berbagai kampus pilihan dari penjuru Indonesia menjadi representasi masa depan Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berintegritas, memiliki rasa kepedulian sosial dan yang tinggi, serta memiliki dampak kebermanfaatan yang luas dengan mengedepankan KolaborAKSI dengan sesama penerima manfaat, alumni BAKTI NUSA, serta masyarakat sekitar.         

Naufal Mahadika Driantama8 menit
Motivasi

Future Leader Challenge (FLC) sebagai Kegiatan Orientasi CPM Bakti Nusa Diikuti Aktivis Muda Seluruh Indonesia

"Belum tentu dirimu lebih baik atau lebih hebat dari mereka, ingat kamu hanya memperoleh kesempatan maka manfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kamu miliki".    Malang (31/1) - Desember tahun lalu Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) merilis hasil seleksi akhir penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa. Setelah melalui rangkaian seleksi yang cukup panjang dan ketat proses ini berhasil melahirkan 50 orang mahasiswa aktivis dari seluruh Indonesia yang tersebar di 12 regional dan 14 universitas negeri yakni Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Sriwijaya, Universitas Indonesia, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Sebelas Maret, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin dan Universitas Udayana.    Kemudian, seluruh mahasiswa aktivis terpilih diwajibkan untuk mengikuti kegiatan orientasi Calon Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis (CPM BA) Bakti Nusa yang disebut dengan "Future Leader Challenge". Kegiatan Future Leader Challenge BAKTI NUSA 2023 merupakan wadah orientasi dan internalisasi program serta pengukuhan calon penerima manfaat BAKTI NUSA mengusung tema "We Create, We Build, We Preserve" yang mengambil inspirasi dari kondisi sejarah Bangsa Indonesia yang sarat akan nilai-nilai budaya. "We Create" berarti kami mendorong terciptanya inovasi gagasan karya dari Penerima Manfaat (PM) BAKTI NUSA angkatan 12. "We Build" berarti FLC berorientasi pada pembangunan dan kolaborasi melalui rangkaian program dan leadership project. "We Preserve" berarti menjaga yang dalam kamus Oxford berarti to keep something or in good condition; menjaga nilai-nilai, budaya dan cita-cita luhur bangsa ini.  Kegiatan FLC dilaksanakan secara daring dan luring. Kegiatan daring dilaksanakan berturut-turut pada tanggal 21 dan 22 Januari 2023 yang diawali dengan welcoming speech yang disampaikan oleh Bapak Mulyadi Saputra selaku Kepala Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa    "Bakti Nusa merupakan suatu program yang menjadi rumah tumbuh para aktivis dari berbagai kampus, rumah yang menumbuhkan, rumah yang mendewasakan, rumah tempat belajar untuk menguatkan mentality leadership ke depan. Rumah yang tepat bagaimana kita belajar bersama, berinteraksi, dan berkolaborasi untuk menunjukkan bahwa anak muda memiliki sesuatu untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini".    Kegiatan di lanjutkan dengan penyampaian materi yang membahas berbagai topik menarik dari para narasumber meliputi,    -Leaders Insight: Young and The Future of Zakat Movement yang disampaikan oleh Bapak Bambang Suherman (Ketua Umum FOZ) beliau menyampaikan bahwa zakat movement merupakan sebuah gerakan yang harus terus ada di setiap generasi. Setiap masa memiliki tantangan yang berbeda dan tantangan tersebut memberikan peluang untuk survive dan mandiri.    -Milstone of Dompet Dhuafa (History, Vision, and Mission, Programs, and Program Distributions) yang disampaikan oleh Bapak Dian Mulyadi (GM Communication and Corporate Secretary DD) beliau menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui filantropis dan wirausaha sosial profetik. Berbagai program yang dilaksanakan bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.    -Build Future Self: Workshop Life Plan, materi ini disampaikan oleh Bapak Adnan Fatron (Founder and CEO Muda Inspiratif Consulting) beliau menyampaikan Life Plan yang tidak berkembang disebabkan karena seringnya membandingkan diri dengan orang lain, banyaknya distraksi yang membuat sulit fokus pada tujuan hidup, serta banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat (statis).   Kegiatan daring hari kedua diisi dengan diskusi "Walk The Talk" yang mengundang pemateri-pemateri yang ahli dibidangnya diantaranya: -Adhika Widya Sena (Direktur HRD P&G)-M. Syafi'ie el Bantanie (Kepala LPI DD 2017-2021) -Aminudi Amin (CEO Biomagg Sinergi Internasional)    Para narasumber menyampaikan berbagai materi yang memotivasi dan menginspirasi para CPM BA. Pelaksanaan kegiatan orientasi daring ditutup dengan diskusi bersama alumni penerima manfaat bakti nusa yang menyampaikan materi tentang nilai dan manifestasi poin transformatif sebagai salah satu profil Bakti Nusa.    Pelaksanaan kegiatan orientasi CPM BA Bakti Nusa dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan luring yang dilaksanakan pada Jum'at -Minggu 27-29 Januari 2023 di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan luring ini berjalan dengan lancar diikuti seluruh penerima manfaat beasiswa aktivis Bakti Nusa sebagai peserta, didampingi oleh alumni penerima manfaat bakti nusa angkatan 11 dan mengahadirkan para narasumber dari internal LPI DD. Banyak sekali pelajaran dan manfaat yang dapat diperoleh awardee dari kegiatan ini, bertemu dengan para aktivis muda dari seluruh Indonesia dengan berbagai ide dan gagasan kreatif menambah wawasan dan sudut pandang baru bahwa pemuda saat ini tidak cukup jika hanya memberi impact (manfaat bagi dirinya sendiri) namun anak muda juga sudah seharusnya memikirkan bagaimana gagasan atau inovasi yang dirumuskan dapat memberi kebermanfaatan bagi umat. Segudang pengalaman juga dibawa oleh para CPM BA yakni bagaimana keterlibatan mereka dalam berbagai organisasi dalam dan luar kampus yang diikuti, berbagai kegiatan sosial pengabdian masyarakat yang berhasil dilaksanakan serta motivasi mereka mengikuti program Bakti Nusa agar terus dapat menjadi pemuda/i yang berkontribusi nyata bagi bangsa.   Harapannya semoga kegiatan orientasi ini dapat menjadi wadah bagi aktivis muda untuk dapat terus mengembangkan diri dengan segala potensi yang dimiliki, memperteguh dan menguatkan niat untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.  #BaktiNusaBerjuang#BA12Bisa#BaktiNusa12#PemudaBermartabatMembantuUmmat

Nuril Ammi Nasution7 menit