
Negara gagal adalah negara yang tidak memiliki kemauan atau kemampuan melindungi warga negara dari berbagai bentuk kekerasan dan bahkan kehancuran tidak dapat menjamin hak-hak warga negara baik di Tanah Air sendiri maupun di luar negeri dan tidak mampu menegakkan dan mempertahankan berfungsinya konsep demokrasi. Hal ini mengacu pada negara tertentu yang menganggap diri mereka berada di luar tatanan hukum baik domestik maupun internasional, yang membuat mereka bebas melakukan agresi dan kekerasan. Pemerintah seakan-akan tidak lagi dapat menyediakan kebutuhan pokok, seperti pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, penyediaan bahan kebutuhan pokok (Indonesia: gas dan minyak tanah seperti yang terjadi belakangan ini). Infrastruktur menjadi semakin tak keruan dan tidak efektif lagi. Korupsi merajalela dan justru dilakukan oleh lembaga yang sebenarnya mempunyai tugas pokok melindungi rakyat, masyarakat, dan negara terhadap gangguan korupsi.
Argumentasi Indonesia sebagai negara gagal sudah mulai terasa dikalangan masyarakat. Hal ini bisa dilihat dengan penjelasan diatas. Seperti, saat ini pemerintah Indonesia sudah tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi rakyat, dimana indeks angka kemiskinan masyarakat Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya. Selain itu juga, konflik horizontal terjadi di masyarakat dalam bentuk pertentangan suku, agama dan antargolongan. Bom kerap meledak di Ibukota dan tempat-tempat lain di daerah.
Selain itu juga indikator yang bisa mengarahkan Indonesia sebagai negara gagal adalah saat ini pemerintah Indonesia tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan dan pelayanan pendidikan dengan baik.
Selain kebutuhan ekonomi, tingginya tingkat angka korupsi di Indonesia juga semakin mengakibatkan Indonesia sebagai negara gagal. Hal in dapat dilihat dengan banyakanya kasus mafia hukum, mafia pajak dan penangkapan Walikota dan Gubernur di Indonesia yang tersangkut hukum kasus skandal korupsi.
Selain itu indikasi lain mengenai Indonesia sebagai negara gagal dapat dilihat dari lembaga pemerintahannya. Dewasa ini pemerintah di Indonesia seakan-akan kehilangan kekuatan untuk menjalankan roda pemerintahan. Hal ini dikarenakan adanya ketidakseimbangan diantara seluruh lembaga negara di di Indonesia. Selain itu juga semakin tidak sinergisnya lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif semakin mengindikasikan Indonesia sebagai negara gagal.
Namun disatu sisi, Indonesia masih bisa mempertahankan keamanan masyarakatnya dari ancaman domestik dan dalam negeri, seperti Indonesia berhasil dalam penyelesaian konflik Aceh secara damai dan keberhasilan pemilu langsung. Kesemua hal tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara stabil, jauh diatas negara-negara Afrika dan sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia Selatan.