
Sebuah inovasi terobosan di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, dalam upaya mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efisien dan modern. Tim Pengabdian Masyarakat dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) telah menciptakan sebuah aplikasi bank sampah yang revolusioner. Aplikasi ini bertujuan untuk menggantikan metode pencatatan manual yang lama dan memberikan kemudahan bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menerapkan sistem terintegrasi untuk pencatatan air dan bank sampah.
Tim Pengabdian Masyarakat dari Polinema bekerja sama dengan komunitas lokal untuk merancang dan mengembangkan aplikasi bank sampah. Dengan menggunakan teknologi javascript, tim Pengabdian Masyarakat Polinema yang digawangi oleh Dimas Wahyu Wibowo, Muhammad Shulhan Khairy, Muhammad Akhlis Rizza dan Annisa Fitriana ini menciptakan aplikasi berbasis website dan mobile.
Kegiatan dilakukan sejak Maret hingga Juli dimulai dari penggalian informasi dan data-data terkait kepada pihak desa kemudian tim men-develop sistem dengan beberapa kali uji coba hingga dirasa para pengguna (yaitu operator BUMDes dan masyarakat) dapat menggunakan aplikasi tersetbu. Pada akhir kegiatan, tim pengabdian Polinema melakukan survey kepuasan terhadap teknologinyang diterapkan. Warga Desa Wringonsongo menilai implementasi aplikasi ini telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Wringinsongo dan lingkungan sekitar. Termasuk di dalamnya adalah efisiensi waktu, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta manfaat lingkungan yang dihasilkan. Pengelola BUMDes juga secara aktif terlibat dalam pemanfaatan aplikasi ini. Pihak BUMDes berharap bahwa dengan aplikasi ini akan meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola bank sampah dan layanan terkait.
Aplikasi layanan terintegrasi anatra pencatatan air dan Bank Sampah – SIPAS ini merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu memajukan pengelolaan lingkungan dan meningkatkan efisiensi pelayanan. Dengan kolaborasi aktif antara Perguruan Tinggi dan masyarakat, diharapkan inovasi semacam ini dapat terus berkmebang dan memberikan manfaat yang nyata untuk masyarakat, lingkungan dan keberlanjutan BUMDes. Semoga aplikasi bank sampah di Desa Wringinsongo dapat enjadi contoh inspiratif bagi daerah-daerah lain untuk menerapkan solusi serupa.