• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / Mahasiswa UM Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Pengabdian di Desa Sendiri

Mahasiswa UM Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Pengabdian di Desa Sendiri

Nuria Riry di Volunteerism
  • Jumat, 23 Juli 2021 06:49:02
  • 5menit

Malang (23/7) - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbudristek telah meluncurkan Program Kampus Mengajar Angkatan 1 pada awal bulan Februari 2021. Program ini merupakan salah satu program dari serangkaian Program Kampus Merdeka yang digagas oleh Kemenristekdikti dan berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program Kampus Mengajar ini memiliki harapan dan menggali potensi besar dari mahasiswa Indonesia untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia yang menurun di tengah pandemi ini. Terutama di daerah 3T dan sekolah yang berakreditasi C bahkan belum berakreditasi.

 

Saya adalah Nuriah Muyassaroh, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang yang menjadi peserta Kampus Mengajar Angkatan 1. Setelah melalui serangkaian tes seleksi administrasi dan wawasan kebangsaan, Alhamdulillah saya berhasil lolos dari 36.000 pendaftar. Uniknya, saya mendapat penempatan di desa sendiri karena memang sejak awal SD saya masuk dalam list SD penempatan yang terdekat dengan lokasi domisili saya. Tepatnya di SDN Gading II Kabupaten Pasuruan. Disana, saya berkolaborasi dengan mahasiswa Universitas Jember dan Universitas Wiranegara Pasuruan yang mendapat penempatan di SD yang sama.

 

Saya  mengaku sangat bersyukur karena memiliki kesempatan mengabdi dan terjun langsung dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di desa. Sudah lama sebenarnya pengabdian ini saya lakukan, seperti membantu dan mendampingi anak-anak desa sekitar belajar di rumah. Namun, adanya program ini cukup memicu totalitas saya untuk kembali berkontribusi dalam memajukan kemampuan anak-anak di desa saya yang rata-rata masih rendah.

 

Ada beberapa program baru yang saya dan rekan-rekan saya inisiasi untuk membantu meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang menjadi target pencapaian dari program Kampus Mengajar ini. Mulai dari rekomendasi pemberlakuan kembali sekolah tatap muka terbatas dengan sistem ganjil genap selama 1 jam, home visit untuk pendampingan belajar mandiri di rumah siswa, penerapan metode Project Based Learning (PBL), penerapan metode yang memicu keaktifan siswa di kelas dan lainnya. Tidak lupa, saya juga memanfaatkan adaptasi teknologi dalam proses pembelajaran walaupun hanya melalui video youtube. Tidak banyak adaptasi teknologi yang bisa saya terapkan, karena adanya keterbatasan akses dan alat komunikasi.

 

 

Berdasarkan analisis kami setelah menjalankan program ini, terbukti siswa sangat antusias mengikuti pembelajaran terutama pada pembelajaran berbasis proyek. Siswa yang awalnya pasif di kelas berubah menjadi sangat aktif. Mereka berani bertanya, bercerita di depan kelas menggunakan bahasa sendiri, mengungkapkan pendapat dan lainnya. Tentu ini menjadi softskill dan prilaku positif yang tertanam dan mulai terbangun dalam diri siswa. Dan membuat saya sangat bangga adalah siswa kelas 1 yang awalnya tidak lancar membaca, kini mereka sudah mulai lancar membaca dan menulis. Beberapa peningkatan kecil kemampuan siswa tersebut cukup membuat saya sangat senang dan bangga karena jerih payah saya membuahkan hasil.

 

Selain membantu kegiatan mengajar, kami juga membantu dalam hal admnistrasi di sekolah. Salah satu yang terkendala adalah administrasi perpustakaan yang belum terkelola dengan baiik karena dampak dari pandemi.

 

Saya sangat bersyukur menjadi peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1, karena disini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga, sharing ilmu bersama para guru, hingga melatih softskill mengajar bagi saya sebagai mahasiswa pendidikan. Terlepas dari manfaat yang saya rasakan selama di lapangan, saya juga mendapat beberapa benefit dari program ini, seperti uang saku per bulan, bantuan UKT, dan konversi 12 SKS mata kuliah relevan.

 

Terima kasih Kemendikbudristekdikti dan LPDP, semoga Program Kampus Mengajar Merdeka ini menjadi salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di daerah 3T dan sekolah akreditasi C (NM). 

Tag :

Pengabdian Masyarakat

Bagikan :

Nuria Riry

-

Mungkin Anda Tertarik

1.

Mengenal Reticle, Penampung Sampah Rumah Tangga yang Efektif
iyan di Volunteerism
  • Senin, 21 Juni 2021
  • 3 menit

2.

Mahasiswa Muhammadiyah Malang melaksanakan kegiatan “Sandal Lukis” bersama lansia RAAL Griya Asih Lawang
M Daffa Akbar Juliantoro di Volunteerism
  • Rabu, 31 Agustus 2022
  • 2 menit

3.

Gempa Malang Selatan "Respon Cepat Penerima Manfaat Baktinusa Bersama Berbagai Elemen Dompet Dhuafa"
rijal helmy di Volunteerism
  • Minggu, 27 Juni 2021
  • 6 menit

4.

Mahasiswa UM Peserta Program Kampus Mengajar Angkatan 1 Pengabdian di Desa Sendiri
Nuria Riry di Volunteerism
  • Jumat, 23 Juli 2021
  • 5 menit
© 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts