
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang(UMM) PMM bukan hanya sebagai tugas semata namun merupakan salah satu cara atau kegiatan yang menjadi sarana penyambung ide-ide gagasan mahasiswa dan diimplementasikan secara langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan PMM ini mahasiswa diharuskan untuk terlibat secara langsung dalam proses penyelesaian permasalahan yang terjadi di masyarakat.
PMM kelompok 17 gelombang 3 melakukan kegiatan PMM pada tepatnya di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo, Tumpang. Kelompok kami berisi 5 (lima) orang dengan Muhammad Davin Freedo selaku Koordinator kelompok, Tarissa Aritsa Sabil, Amanda Fitria, Risman Fayes, dan Sandya Indra Nugraha sebagai anggota kelompok. Kami mengangkat tema terkait lingkungan sosial pada lokasi yang dipilih.
Evi Dwi Wahyuni, S.Kom, M.Kom. selaku Dosen Pembimbing Lapangan dari Kelompok 17 Gelombang 3 Tahun 2024 menyetujui program kerja kelompok kami dengan rasionalisasi atas permasalahan yang sedang terjadi di Desa Belung dan disetujui sepenuhnya sehingga dapat dipertanggungjawabkan agar memenuhi ekspetasi masyarakat yang ada di Desa Belung.
PMM Kelompok 17 Gelombang 3 Tahun 2024 mengimplementasikan terkait dengan permasalahan lingkungan masyarakat Desa Belung yang komoditas utamanya adalah bertani. Masyarakat di Desa Belung mengeluhkan terkait harga pupuk yang semakin hari semakin melonjak dan berdampak langsung kepada keseharian masyarakat Desa Belung. Pelaksanaan Program Kerja dari Kelompok 17 Gelombang 3 Tahun 2024 membawakan solusi terkait dengan permasalahan yang sedang dihadapi oleh Masyarakat di Desa Belung yaitu dengan membawakan Program Kerja "Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos".
Program Kerja yang kami bawakan ini menjadi salah solusi atas permasalahan yang terjadi di Desa Belung dengan melakukan sosialisasi dengan menyasar kepada ibu-ibu PKK dan Kelompok Tani setempat. Ibu-ibu PKK yang dimana merupakan ibu rumah tangga menjadi target dari program kerja kami dikarenakan menurut kami limbah rumah tangga menjadi bahan utama yang dibutuhkan oleh program kerja ini agar dapat terlaksana dengan semestinya dimana hal pertama yang kelompok kami lakukan adalah melakukan sosialisasi terkait dengan pentingnya memilah limbah rumah tangga yang dapat dijadikan pupuk kompos yang dijelaskan oleh narasumber yang kami bawa yaitu Sholikin atau yang biasa kami panggil "Cak Kin", beliau merupakan ahli dibidang pengolahan pupuk kompos menggunakan media Komposter yang sudah beroperasi kurang lebih 3 tahun di Lumajang.
