
Kediri, Jawa Timur – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) melaksanakan kegiatan bertajuk Bank Sampah di Desa Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Program ini merupakan bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di wilayah pedesaan. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa tersebut bertujuan untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa membuat dan menyalurkan sepasang bak sampah yang terbagi menjadi dua jenis, yakni organik dan non-organik. Bak sampah tersebut ditempatkan di dua titik strategis, yaitu di depan rumah Ketua RW setempat, Bapak Dimyati, serta di Taman Desa Kaliombo. Penempatan lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan aktivitas masyarakat agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain pembuatan bank sampah kelompok kami juga membuat banner yang berisi larangan untuk membuat dan membakar sampah sembarangan hal ini dikarenakan setelah melakukan pengamatan di Lokasi tersebut masih banyak Masyarakat yang membuang sampah dan membakar sampah sembarangan. Sehingga pembuatan banner ini diharapkan dapat membantu mengurangi hal tersebut dikarenakan Ketika orang membaca pesan dari banner tersebut mereka dapat sadar dan tersentuh atas sikap dan perilaku mereka.
Tim PMM ini terdiri dari lima mahasiswa UMM, yaitu Erik Erlangga (202210110311330/Koordinator), Eric Estrada (202210110311274/Sekretaris), Nadia Widya A.P. (202210110311355/PDD), Danendra Natha N. (202210110311082/Bendahara), dan Daffa Oxa H. (202210110311252/Penanggung Jawab Perlengkapan). Dengan semangat pengabdian dan tanggung jawab terhadap masyarakat, mereka merancang bak sampah yang fungsional, tahan lama, dan mudah digunakan oleh warga.
Pembuatan bak sampah ini merupakan inisiatif dari mahasiswa PMM untuk menyediakan sarana fisik dalam pengelolaan sampah yang lebih tertib di lingkungan desa. Proyek ini difokuskan pada aspek praktik langsung, tanpa kegiatan sosialisasi atau edukasi masyarakat secara langsung, namun tetap membawa dampak positif dengan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Kami ingin menghadirkan solusi nyata yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. Melalui penyediaan bak sampah ini, kami berharap masyarakat bisa mulai terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya, sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih dan sehat,” ujar Erik Erlangga selaku Koordinator PMM.
Ketua RW setempat, Bapak Dimyati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa UMM. Ia menyebut bahwa kehadiran bak sampah ini sangat membantu warga dalam mengelola sampah rumah tangga, khususnya dalam pemisahan antara sampah organik dan non-organik yang selama ini masih belum optimal.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dari UMM. Bak sampah ini sangat berguna bagi lingkungan kami. Semoga ke depannya bisa terus berkembang dan ditiru oleh lingkungan lainnya,” kata Pak Dimyati.
Selain berdampak pada lingkungan, program ini juga memperlihatkan semangat kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kampus, tetapi juga terjun langsung memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan pengabdian.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui tindakan yang sederhana namun berdampak besar. Pembuatan dan penyaluran bak sampah ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Desa Kaliombo dapat menjadi salah satu contoh desa yang mampu menerapkan pengelolaan sampah dengan baik, serta membuka jalan bagi berbagai inovasi lingkungan lainnya di masa mendatang.