• Beranda
  • Berita
    Semua Berita
  • Kontak
  • Daftar
  • Masuk

Cari disini

×
Beranda / Berita / PKM di Kampung Sejarah Reenactor Ngalam melalui Pemanfaatan Reenactor Artefact Keeper (RAK)

PKM di Kampung Sejarah Reenactor Ngalam melalui Pemanfaatan Reenactor Artefact Keeper (RAK)

Usman Nurhasan di Pendidikan
  • Selasa, 8 Oktober 2024 17:25:37
  • 3menit

Malang, 6 Oktober 2024 – Tim dosen dari Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang diketuai oleh Usman Nurhasan, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul "Optimasi Tata Kelola Benda Sejarah di Kampung Sejarah Reenactor Ngalam melalui Pemanfaatan Reenactor Artefact Keeper (RAK)." Kegiatan ini berlangsung di Kampung Sedjarah Sumbersari, Kota Malang, yang dikelola oleh komunitas pegiat sejarah, Reenactor Ngalam.

 

Kampung Sedjarah Sumbersari merupakan salah satu kawasan di Kota Malang yang memiliki potensi sejarah besar, dengan komunitas yang aktif dalam melestarikan dan merepresentasikan sejarah melalui kegiatan reenactment. Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah artefak dan dokumen sejarah yang mereka kelola, dibutuhkan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan efisien.

 

Melalui pengabdian masyarakat ini, Usman Nurhasan dan tim memperkenalkan Reenactor Artefact Keeper (RAK), sebuah sistem inovatif yang dirancang untuk mengoptimalkan tata kelola benda-benda sejarah. RAK memungkinkan penggiat sejarah di Kampung Sedjarah Sumbersari untuk mendata, menyimpan, dan merawat koleksi sejarah mereka secara digital dan terstruktur. Selain itu, sistem ini juga membantu memudahkan akses informasi mengenai koleksi-koleksi tersebut, baik untuk keperluan riset maupun edukasi bagi masyarakat luas.

 

Menurut Usman Nurhasan, pengembangan RAK merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian sejarah lokal yang sangat penting. "Kami berharap dengan adanya RAK, Kampung Sejarah Reenactor Ngalam dapat lebih mudah dalam mengelola koleksi benda sejarah mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian sejarah," ujarnya.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga melibatkan pelatihan bagi para pegiat sejarah Reenactor Ngalam dalam mengoperasikan sistem RAK, mulai dari penginputan data artefak hingga pemanfaatan fitur-fitur yang ada. Dengan adanya kolaborasi antara akademisi dan komunitas sejarah, diharapkan dapat terwujud tata kelola benda sejarah yang lebih optimal, modern, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh komunitas Reenactor Ngalam dan masyarakat sekitar. Kepala komunitas Reenactor Ngalam menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan oleh Polinema. "Dengan sistem ini, kami merasa lebih terbantu dalam mengelola benda-benda sejarah yang kami miliki, sehingga sejarah lokal bisa terus kami lestarikan dengan baik," katanya.

 

Pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Polinema dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pelestarian sejarah dan budaya lokal.

Tag :

Pengabdian Masyarakat

Bagikan :

Usman Nurhasan

    Mungkin Anda Tertarik

    1.

    Pendaftaran Beasiswa Etos Kemitraan Sudah Dibuka Mulai 3 April 2021, Yuk Simak Penjelasannya
    MASYKUR HUDA di Pendidikan
    • Minggu, 4 April 2021
    • 4 menit

    2.

    Bikin Bangga, PM Youlead 1 Malang Terpilih Jadi Ketua Umum HIPMI PT UM Periode 2021-2022
    Sholahuddin Al-Fatih di Pendidikan
    • Senin, 5 April 2021
    • 2 menit

    3.

    Hand Hygiene: Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan Dongeng pada SDN 2 Gadingkulon
    Alifah di Pendidikan
    • Sabtu, 24 Juli 2021
    • 3 menit

    4.

    Manfaatkan Libur Sekolah, Pmm Umm Kelompok 92 Adakan Edukasi Sayur Dan Buah Pada Anak Anak Dusun Bunder
    Mei Linda Nikma Nur Ulumi di Pendidikan
    • Kamis, 15 Juli 2021
    • 5 menit
    © 2026 Malanghub . Made with , Designed byW3layouts