
Malang (25/4) - Menulis, seringkali menjadi dilema, terutama bagi dosen. Tri Dharma PT yang cukup kompleks, kadang menjadi alasan bagi dosen untuk lupa menulis. Melihat realitas tersebut, Sholahuddin Al-Fatih SH MH, dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) menyusun buku panduan penulisan jurnal. Buku berjudul Menulis Artikel Karya Ilmiah Hukum di Jurnal Nasional dan Internasional Bereputasi berhasil publish pada medio Maret 2021 lalu.
Fatih–sapaan akrabnya, menyampaikan buku itu merupakan hasil kolaborasi bersama Dr H. Ahmad Siboy SH MH, dosen Universitas Islam Malang (Unisma). Karya itu telah di terbitkan pada bulan Maret lalu melalui Inteligensia Media.
Fatih lantas bercerita pengalamannya menjadi pengelolah dan reviewer jurnal membuatnya paham kesulitan orang – orang baru yang ingin mengirimkan jurnal. Tak jarang, sebagian kalangan akademisi juga belum mengetahui alur penulisannya dengan baik.
“Animo masyarakat dalam menulis jurnal sebenarnya besar, namun mereka tidak tahu bagaimana langkah – langkahnya. Mulai penulisan sampai jurnal itu diterbitkan. Akhirnya saya mengajak Gus Boy (sapaan Ahmad Siboy) yang juga pengelola jurnal untuk berkolaborasi membuat buku,” katanya.
Buku setebal 120 halaman ini secara umum membahas tips dan trik terkait penulisan jurnal dari awal hingga terbit. Dalam prosesnya, Fatih dan Boy melakukan pembagian tugas yang spesifik. Di samping itu, buku yang mereka tulis ini menjadi salah satu langkah untuk mengubah persepsi masyarakat tentang Muhammadiyah dan Nahdlatul ‘Ulama (NU) yang tidak akur.
“Secara mazhab beragama saya dan Gus Boy mungkin berbeda, namun hal itu tak membuat kami berbeda di bidang kepenulisan. Kami sama, punya hobi menulis. Kami juga sama, sama-sama mengelola jurnal sebagai Editor in Chief,” jelasnya.
Fatih menuturkan, nantinya ketika muncul cetakan baru, Fatih dan Boy akan memperbarui isi buku. Hal ini dilakukan karena sistem dalam jurnal selalu berubah – ubah. Ia juga mengatakan, pihak penerbit akan melangsungkan agenda bedah buku serta workshop dalam waktu dekat.
“Saya sangat berharap buku ini bisa membantu para pembaca untuk mulai menulis jurnal. Selain itu dapat menjadi pemacu lahirnya karya – karya ilmiah lain yang berkualitas. Untuk kedepannya, saya tentu berharap kolaborasi antara Muhammadiyah dan NU bisa terus terjalin dengan baik dalam segala aspek,” tandasnya. (saf/mut/bhi)