
Jared Diamond dalam tulisannya yang berjudul How Societies Choose to Fail or Succeed (2005). Meyebutkan bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara gagal beserta 13 negara lainnya. Menurut pandangan saya Indonesia saat ini tidak termasuk kedalam negara gagal karena situasi Indonesia sekarang berbeda dengan situasi pada awal dekade 2000-an. Indonesia mengalami situasi yang terus membaik di era 2010- an. Konflik berdarah telah dapat diatasi dan masyarakat di daerah konflik telah kembali damai.kondisi politik Indonesia mulai stabil
Negara yang memiliki sistem ekonomi politik yang inklusif akan berpotensi menjadi negara kaya, sedangkan negara yang memiliki sistem ekonomi politik yang ekstraktif tinggal menunggu waktu untuk terseret ke dalam jurang kemiskinan, instabilitas politik, dan gagal sebagai negara. Ada tiga faktor yang membedakan keduanya, Negara yang inklusif adalah negara yang memiliki sistem politik yang demokratis, tidak bias kepada kepentingan elite, dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sementara itu, negara yang ekstraktif bersifat sebaliknya.
Negara gagal menurut Menurut Jared Diamond (2005). negara gagal dicirikan lima faktor yakni:
- Kerusakan Lingkungan
- Pemanasan Global
- Negara tetangga yang bermusuhan
- Mengendurnya dukungan kelompok masyarakat yang sudah menjalin hubungan baik melalui perdagangan
- Lembaga politik, ekonomi, sosial dan budaya lumpuh sebagai pemecah socia
Kenapa Jared Diamond memasukan Indonesia kedalam negara gagal ?
Ketika itu Indonesia telah menjadi negara yang demokratis sehingga kita dapat digolongkan sebagai negara yang inklusif. Akan tetapi, ketika itu juga Indonesia masih belum bebas dari kekacauan politik, seperti konflik sosial yang keras di Kalimantan, Sulawesi Tengah, dan Maluku. Indonesia juga mengalami banyak teror yang menelan banyak korban jiwa. Dari sisi lingkungan, prediksi tersebut masuk akal jika mengingat parahnya perusakan alam atau lingkungan yang berlangsung di Indonesia, baik itu di darat (perusakan hutan karena pertambangan, pembakaran hutan, dan pembalakan liar), laut (perusakan terumbu karang dan habitat laut), maupun udara (kabut asap karena pembakaran hutan dan kontribusinya terhadap pemanasan global). Diamond menyebutkan faktor penghancur yang menjadikan negara-negara tersebut gagal membebaskan diri adalah kekacuan politik dan kerusakan lingkungan hidup.